Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

THE ANXIETY OF PERIMENOPAUSE WOMEN IN FACING MENOPAUSE Meilita Enggune; Elizabeth Purba; Stilly Nathalia Kakumboti
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 2, No 1 (2019): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.098 KB) | DOI: 10.36780/jmcrh.v2i1.63

Abstract

Anxiety is an unclear feeling, uncertain, and but is not dangerous. In adults, anxiety is caused by things that threaten their self-concept. For example, women who are facing menopause, they may be anxious due to a decline in reproductive function, so they need social support to prevent anxiety. The purpose of this study was to determine the anxiety level of perimenopausal women in facing menopause. The research method used was descriptive research design with a sample of 105 people. The results showed that 36.19% of perimenopausal women experienced mild anxiety levels, 57.14% experienced moderate anxiety levels, 5.71% experienced severe anxiety levels, and 0.96% of perimenopausal women experienced severe panic anxiety levels. It can be concluded that there are women who experience anxiety in facing menopause. Family support, especially husbands, is needed to set daily food diets such as carbohydrates, reduce protein consumption, reduce consumption of fatty foods, high fiber, vitamin C, and calcium, and exercise to reduce complaints related to menopausal symptoms.Keywords: Anxiety, Menopause, Perimenopause.
Persepsi Perawat Neurosurgical Critical Care Unitterhadap Perawatan Pasien Menjelang Ajal Meilita Enggune; Kusman Ibrahim; Hana Rizmadewi Agustina
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.266 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v2i1.80

Abstract

Tingginya angka kematian yang terjadi di unit perawatan intensif, menuntut peningkatan pelayanan perawatan paliatif termasuk perawatan pasien menjelang ajal, yang melibatkan perawat perawatan kritis. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran persepsi perawat terhadap perawatan pasien menjelang ajal di ruang Neurosurgical Critical Care Unit(NCCU). Delapan perawat pelaksana di ruang NCCU RSHS Bandung dilibatkan dalam penelitian deskriptif kualitatif ini dengan rentang usia antara 27– 43 tahun, dan bekerja selama 3–20 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive samplingdan jumlah informan dibatasi setelah data jenuh. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara semi terstruktur, dan analisis yang digunakan adalah content analysis. Hasil penelitian didapatkan 4 tema dan 15 subtema yaitu: (1) Pemahaman perawat tentang perawatan pasien menjelang ajal yaitu: membantu pasien meninggal dengan tenang, menghadirkan keluarga untuk memberikan dukungan, dan lebih berfokus pada bimbingan spiritual; (2) Cara menghadapi kematian yang sering terjadi yaitu: adaptasi perawat terhadap kondisi pasien menjelang ajal, kesulitan menentukan fase menjelang ajal pasien kritis, dilema dalam pengambilan keputusan, dan empati; (3) Peran perawat dalam mempersiapkan pasien menjelang ajal yaitu: pembimbing spiritual pasien, komunikator, fasilitator, dan pemberi dukungan emosional keluarga; (4) Hal-hal yang perlu diperbaiki dalam perawatan menjelang ajal yaitu: diperlukan pelatihan perawatan paliatif pada pasien kritis, diperlukan ruangan khusus pasien menjelang ajal, diperlukan pembimbing rohani khusus, dan diperlukan standar operasional prosedur (SOP) perawatan pasien menjelang ajal. Perawat perlu memberikan perawatan yang membantu pasien meninggal dengan tenang, memberikan dukungan untuk keluarga, dan lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien.Kata kunci: Intensive Care Unit, perawatan akhir hidup, persepsi perawat AbstractThe high number of death that occurred in the Intensive Care Unit, strive to improve palliative care services including the provision of care of dying patients by critical care nurses. The purpose of this study was to obtain a perception of nurses toward the care of dying patients in the Neurosurgical Critical Care Unit ( NCCU ). Eight nurses who work at NCCU were involved in this study, age between 27- 43 and have been working from 3 to 20 years. The sampling technique used the purposive sampling method and a limited number of informants after data saturated. Data collection was done by conducting semi- structured interviews, content analysis was used to analyse the data. There are four themes with 15 sub-themes include: 1) Nurse understanding about caring for dying patients: help the patients to die peacefully, presenting the family to provide supports, and more focused on spiritual guidance. 2) Way of handling the frequent of death occurance: adaptation of nurses to dying condition, difficulty determining the critical phase of the dying patient, dilemmas in decision-making, and empathy. 3) The role of nurses in preparing for the dying patient: the patient spiritual guides, communicators, facilitators, and providers of family emotional support. 4) The Things that need to be improved in end of life care: the palliative care training is required in critically ill patients as well as separate unit for dying patients, exclusive spiritual guide, and standard operating procedures (SOP) of care for the dying patients. It can be concluded that nurses need to provide treatment that helping patients to die peacefully, and providing support for the family, which is focused on meeting the spiritual needs of patients.Key words:Intensive Care Unit, end of life care, nurses perception
Pengetahuan Lansia Tentang Pentingnya Diet Hipertensi Elizabeth Purba; Nolla Lisa Lolowang; Meilita Enggune; Ratu Sompotan
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 9, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.9.1.313-320.2023

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg dan merupakan masalah kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia di Indonesia. Puskesmas Koya Tondano tercatat sebagai Puskesmas dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi di Kabupaten Minahasa, sementara 61,3% diantaranya adalah lansia yang berumur diatas 60 tahun. Pengetahuan merupakan poin yang penting untuk menentukan sebuah perlakuan yang akan dilakukan, dalam hal ini adalah pelaksanaan diet hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan lansia tentang pentingnya diet hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Koya Tondano. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif mengguanakan pendekatan survey research. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah 127 responden yang tersebar di 17 kelurahan wilayah kerja Puskesmas Koya Tondano. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 – Januari 2021 dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang, yakni 67 responden (53%). Oleh karena itu, adalah penting untuk melakukan pengembangan upaya promotif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang pentingnya diet hipertensi dengan cara penyampaian informasi yang mudah dimengerti melalui penyuluhan kesehatan, juga melalui media cetak dan media masa agar dapat menjangkau lansia secara lebih luas.
GAMBARAN PENGETAHUAN LANSIA PENDERITA GOUTY ARTRITIS TENTANG DIET GOUTY ARTRITIS DI PANTI SOSIAL TRESNA WREDHA “INA 1” SAHATI TONDANO Andro Ruben Runtu; Meilita Enggune; Djoise Kaunang
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14316

Abstract

Pengetahuan tentang diet Gouty Artritis sangat berperan pada kesehatan lansia, sehingga sangatlah penting untuk memilih menu diet yang tepat bagi penderita Gouty Artritis. Diet adalah pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan  tujuan  untuk  mempertahankan  kesehatan  serta  status  nutrisi   dalam penelitian ini diet Gouty Artritis. Tujuan penelitian ini adalah  untuk  mengetahui gambaran pengetahuan  lansia  penderita  tentang  diet  Gouty   Artritis   di   Panti Sosial Tresna Wredha “INA 1” Sahati Tondano.  Metode  penelitian  menggunakan  desain deskriptif dengan teknik  total sampling.  Dilakukan  di  Panti Sosial Tresna Wredha “INA 1” Sahati Tondano pada bulan Desember 2022 sampai bulan Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lansia penderita Gouty Artritis di Panti Sosial Tresna Wredha “INA 1” Sahati Tondano  tentang  diet  Gouty Artritis masih kurang yaitu yaitu 6 orang (50%), responden yang berpengetahuan cukup 4 orang (33,3%) dan responden yang berpengetahuan baik 2 orang (16,7%). Kesimpulan Untuk itu perlu meningkatkan  pengetahuan  lansia  penderita  Gouty Artritis  tentang  diet   Gouty Artritis dengan cara-cara yang  perlu  dilakukan  adalah  dengan  memberikan  konseling, poster, leaflet dan dengan  adanya  informasi  yang  berkualitas dan baik oleh tenaga kesehatan serta dapat mengikuti kegiatan seperti posyandu lansia yang ada di fasilitas kesehatan terdekat.
KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) DONOR DARAH DI STIKES BETHESDA TOMOHON Andro Ruben Runtu; Meilita Enggune; Djoise Kaunang; Elizabeth Purba; Welmin Lumi; Nolla Lisa Lolowang; Grace Merentek; Rivolta Musak; Angelia Pondaa; Ever Lontaan; Jeane Sumarauw; Marieska Waworuntu; Agustinus Langitan
COVIT (Community Service of Health) Vol. 3 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v3i1.14616

Abstract

This community service activity aims to provide additional blood stock to PMI that can be used by people who need blood. PkM blood donor participants totaling 41 donors which is an important part in efforts to balance blood demand and stock. It is hoped that the participants will benefit from this activity, if done sincerely, this endeavor is very noble and will be beneficial for the giver, so that the participants are very enthusiastic about participating in community service activities for blood donors at STIKES Bethesda Tomohon. Keywords: Community Service, Blood Donation
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIET GOUTY ARTHRITIS DAN PEMERIKSAAN GRATIS ASAM URAT PADA LANSIA Andro Ruben Runtu; Meilita Enggune; Nolla Lolowang; Angelia Pondaa; Agustinus Langitan; Djoise Kaunang; Elizabeth Purba; Grace Merentek; Ever Lontaan; Jeane Sumarauw
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gout artritis menjadi masalah utama di dunia kesehatan, karena dibuktikan dari berbagai kasus terdapat banyaknya komplikasi dari penyakit tersebut diantaranya gagal ginjal, batu ginjal dan lain-lain masih cukup tinggi di masyarakat. Di Puskesmas Tara-tara penyakit gouty arthritis merupakan 3 penyakit terbesar pada lansia. Kegitan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan oleh dosen Prodi D3 Keperawatan, dengan menggunakan metode penyuluhan kesehatan, tanya jawab dan pemeriksaan gratis asam urat. Jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 28 orang lansia. Hasil yang didapatkan masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan tentang diet gouty arthritis.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG DISCHARGE PLANNING PASIEN DI RUANGAN RAWAT INAP RSU GMIM BETHESDA TOMOHON Meilita Enggune
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3452

Abstract

Discharge planning adalah perencanaan kepulangan pasien dan memberikan informasi kepada klien dan keluarganya tentang hal-hal yang perlu dihindari dan dilakukan saat pulang ke rumah. Perawat yang berpengetahuan rendah tentang discharge planning berisiko menimbulkan dampak buruk bagi pasien. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut diperlukan pengetahuan perawat yang optimal, sehingga tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran pengetahuan perawat tentang discharge planning pasien di Ruangan Rawat Inap Markus, Yohanes, Lukas, Elisabeth, Bethesda, dan Yehezkiel RSU GMIM Bethesda Tomohon. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel 88 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan perawat tentang discharge planning berada pada kategori tinggi yaitu 48 orang (54,6%), kategori sedang berjumlah 40 orang (45,4%) dan tidak ada responden yang dikategori rendah. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan masih banyak perawat yang berpengetahuan sedang, sehingga diharapkan rumah sakit untuk lebih meningkatkan pelayanan rawat inap khususnya dalam penerapan discharge planning pasien dan meningkatkan pengetahuan tentang discharge planning bagi semua perawat.
PENYULUHAN TENTANG HIV/AIDS PADA SISWA SMK KRISTEN 2 TOMOHON Andro Ruben Runtu; Djoise Kaunang; Elizabeth Purba; Meilita Enggune; Welmin Lumi; Angelia Pondaa; Nolla Lolowang; Grace Merentek; Rivolta Musak; Ever Lontaan; Jeane Sumarauw; Agustinus Langitan
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To overcome the problem of the high incidence of HIV AIDS, the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 21 of 2013 concerning the prevention of HIV and AIDS has been stipulated, which contains efforts to overcome HIV/AIDS in Indonesia. So this activity is part of the community service carried out by AKPER Bethesda Tomohon lecturers, which aims to provide health education about HIV/AIDS to students at Christian Vocational School 2 Tomohon. There were 154 HIV/AIDS counseling participants, where this activity was an important part of efforts to prevent HIV/AIDS in the community, especially students. It is hoped that participants will benefit from this activity, such as knowing the HIV/AIDS disease process, causes, transmission, treatment and prevention. Participants were very enthusiastic about taking part in community service activities providing information about HIV/AIDS. Keywords: Counseling, HIV/AIDS
Tingkat Kemandirian Lansia dalam Pemenuhan Activity Daily Living di Panti Sosial Tresna Wredha “AGAPE” Tondano Andro Ruben Runtu; Meilita Enggune; Djoise Kaunang
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 November 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v4i2.709

Abstract

Kemandirian merupakan dimana sikap individu untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi. Activity Daily Living (ADL) ialah tindakan menyelesaikan pekerjaan, jadwal, keseharian serta sebagai tindakan mendasar untuk merawat diri sendiri sehari- hari. Tujuan Penelitian ini untuk  mengetahui bagaimana Tingkat Kemandirian Lansia dalam Pemenuhan Activity Daily Living (ADL) di Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW) “AGAPE” Tondano. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling dan didapatkan 36 subjek. Pengumpulan data menggunakan koesioner dan dianalisis menggunakan univariat. Setelah dilakukan analisi data didapatkan ketegori mandiri yaitu sebanyak 34 subjek (94%), sedangkan yang memiliki kemandirian tergantung/dibantu sebanyak 2 subjek (6%). Oleh karena itu disimpulkan terdapat lansia yang memerlukan bantuan di Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW) “AGAPE” Tondano. Saran perlu mempertahankan dan meningkatkan tingkat kemandirian lansia, sehingga dapat melakukan aktivitas secara mandiri dan memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada.
GAMBARAN PERSEPSI PERAWAT TENTANG BEBAN KERJA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI IGD RSU GMIM BETHESDA TOMOHON meilita enggune
PENA NURSING Vol 1, No 01 (2022): Pena Nursing
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v1i01.2061

Abstract

 GAMBARAN PERSEPSI PERAWAT TENTANG BEBANKERJA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI IGD RSU GMIM BETHESDA TOMOHON