Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KNOWLEDGE OF ADOLESCENT GIRLS ABOUT BREAST SELF-EXAMINATION Lolowang, Nolla Lisa; Lumi, Welmin M.E; Rattoe, Amelia A.
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 10 No 01 (2022): JUNI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v10i1.1565

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia, terhitung sekitar 570.000 kematian pada tahun 2015. Perlu untuk mengetahui dan mengevaluasi pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri sehingga dapat memberikan masukan kepada pihak yang terkait terkait penyuluhan tentang SADARI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 101 orang. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 30 (29.4%) orang memiliki pengetahuan cukup, 71 orang (69.6%) memiliki pengetahuan baik. Kesimpulan: pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bervariasi antara baik dan cukup, sehingga perlu peran perawat dan pihak sekolah untuk bekerjasama memberikan edukasi, dukungan dan motivasi. Kata Kunci: pengatahuan, remaja putri, SADARI Introduction: Breast cancer is one of the most common cancers in women worldwide, accounting for around 570,000 deaths in 2015. It is necessary to know and evaluate the knowledge of young women about breast self-examination so that they can provide input to related parties regarding counseling about BSE. Objective: This study aims to provide an overview of the knowledge of young women about breast self-examination (BSE). Methods: The research design used is a descriptive design. The number of samples is 101 people. The sampling method used is total sampling. The research instrument used was a female adolescent knowledge questionnaire about BSE. Results: The results showed 30 (29.4%) people had sufficient knowledge, 71 people (69.6%) had good knowledge. Conclusion: knowledge of young women about breast self-examination (BSE) varies between good and sufficient, so it is necessary for nurses and schools to work together to provide education, support and motivation. Keywords: knowledge, teenage, BSE
EDUKASI KESEHATAN TENTANG DIABETES MELITUS DAN PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH DI BALAI PENYANTUNAN SOSIAL LANJUT USIA TERLANTAR SENJA CERAH MANADO Pingkan Timbuleng; Linnie Pondaag; Andro Ruben Runtu; Nolla Lisa Lolowang; Grace Merentek; Maria Jeinny Regar; Ceril Pungus; Diana Pusung; Esther Hutagaol; Fransiska Kristianingsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61897

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada lanjut usia dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak terdeteksi serta tidak dikelola dengan baik. Rendahnya pengetahuan mengenai diabetes melitus dan kurangnya pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi faktor yang menghambat upaya pencegahan dan deteksi dini pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang diabetes melitus serta melakukan skrining kadar glukosa darah di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah Manado. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui edukasi kesehatan menggunakan ceramah interaktif dan diskusi, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Peserta kegiatan berjumlah 54 orang lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proporsi lansia dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 44,44% sebelum edukasi menjadi 74,07% setelah edukasi. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menunjukkan bahwa 39 peserta (72,22%) memiliki kadar glukosa darah 90–100 mg/dL, sedangkan 15 peserta (27,78%) memiliki kadar glukosa darah lebih dari 100 mg/dL. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan skrining glukosa darah efektif meningkatkan pengetahuan lansia serta mendukung deteksi dini diabetes melitus. Program serupa perlu dilakukan secara berkala untuk mendukung pencegahan dan pengendalian diabetes melitus pada kelompok lanjut usia.