Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kesiapsiagaan Bidan dalam Menghadapi Bencana Gempa dan Tsunami di Puskesmas Kota Padang Novria Hesti; Husna Yetti; Erwani Erwani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2.1010

Abstract

Ada lebih dari sepertiga kasus kematian ibu terjadi ditengah bencana, salah satu penyebabnya adalah kurangnya peralatan dan personel yang berkualifikasi dalam sistim perawatan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bidan dalam menghadapi bencana Gempa dan Tsunami di puskesmas kota Padang tahun 2018. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di puskesmas; Lubuk Buaya, Ulak Karang, Air Tawar, Padang Pasir, Seberang Padang dan Pemancungan pada bulan Oktober sampai November 2018 terhadap 48 orang bidan yang bekerja di puskesmas dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kesiapsiagaan bidan adalah siap 47,9 % dan kurang siap 52,1%. Bidan memiliki sikap positif 58,3% dan negatif 41,7%. Bidan tidak pernah mengikuti pelatihan 54,2% dan pernah pelatihan 45,8%. Faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bidan dalam menghadapi bencana antara lain tingkat pengetahuan (p=0,001), Sikap (p=0,017), pelatihan (p=0,04). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan pelatihan dengan kesiapsiagaan bencana. Faktor yang paling dominan terhadap kesiapsiagaan bencana adalah pelatihan.
PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN FORUM PEDULI KIA DI KELURAHAN KURAO PAGANG KOTA PADANG Desi Wildayani; Devi Syarief; Nur Fadjri Nilakesuma; Novria Hesti; Amelia Indah Pratiwi; Putri Hasanah; Ramadhany Hafsah Qonita; Sena Pebrina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i1.1294

Abstract

Kehamilan merupakan peristiwa yang sangat membahagiakan bagi ibu hamil yang merencanakan dan menantikan kehamilannya. Kehamilan juga dapat menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran apabila mengalami komplikasi yang mengancam jiwa. Salah satu upaya pemerintah dalam rangka menurunkan angka kematian ibu adalah mencanangkan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Program ini dapat memantau ibu hamil oleh seluruh komponen masyarakat, baik suami, keluarga dan bidan secara cepat dan tepat. Indikator P4K adalah dengan pemasangan stiker P4K yang terdiri dari nama ibu hamil, taksiran persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan, transportasi dan calon donor darah. Strategi P4K dengan stiker ini merupakan suatu kegiatan yang di fasilitasi oleh Bidan di desa/kelurahan dalam rangka membuat suami, keluarga dan masyarakat ikut berperan aktif dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil, termasuk perencanaan penggunaan KB pasca persalinan dengan menggunakan stiker sebagai media notifikasi sasaran dalam rangka meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir. Salah satu kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang adalah Kelurahan Kurao Pagang, dengan cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil baru mencapai 67,39%. Salah Satu upaya untuk meningkatkan pencapaian pelayanan kesehatan ibu hamil di Kelurahan Kurao Pagang, dengan kegiatan pembentukan forum peduli KIA, kemudian forum dan kader dilatih tentang stiker P4K dan dilakukan aksi pemasangan stiker P4K tersebut di rumah ibu hamil.
Edukasi Bounding Attachment dalam Upaya Menciptakan Hubungan Ibu dan Anak setelah Melahirkan Dewi Susilawati; Nur Fadjri Nilakesuma; Novria Hesti; Yeni Gea; Nur Salsabila W S; Ramadhany Hafsah Qonita; Armein Syahid
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 6 (2021): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v6i6.2241

Abstract

The Indonesian Demographic and Health Survey results in 2017 showed that the MMR was 305/100,000 births and the IMR in Indonesia was 24/100,000 live births. One way to overcome MMR and IMR is to implement bounding attachments. There are various ways to do bounding attachments, including Early Initiation of Breastfeeding and exclusive breastfeeding. The achievement of Exclusive Breastfeeding in the Working Area of ​​the Air Cold Health Center is 66.5%, still far from the government's target of 80%. Independent Practice Midwife Silvia Nova Sari is one of the PMBs in the working area of ​​the Air Cold Health Center, Balai Gadang Village, Koto Tangah District, Padang City. Based on interviews with breastfeeding mothers at PMB Silvia Nova Sari, it was found that most mothers did not know about bounding attachments and how to create them. Likewise with PMB owners, that as health workers, not all mothers get bounding attachment education to pregnant women. Activities carried out include health promotion by providing information and education to pregnant women and their families with a Focus Group Discussion approach on creating bounding attachments between mothers and babies, which was held on 30 September-1 October 2020. Each stage was attended by five pregnant women with due observance of health protocols. The result of bounding attachment education for pregnant women is that almost all mothers experience an increase in knowledge about bounding attachment, seen from the questionnaire results given before and after education.
PERAN KADER KESEHATAN MENUJU ERA NEW NORMAL COVID-19 Devi Syarief; Nur Fadjri Nilakesuma; Dewi Susilawati; Desi Wildayani; Novria Hesti; Irma Isra Hayati; Nur Femi; Yeni Gea; Aprialda Aprialda; Rania Jevira Fortuna
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1009

Abstract

Konsep tatanan kehidupan baru atau yang lebih dikenal dengan new normal merupakan sebuah konsep kehidupan baru dalam masa pandemi Coronavirus Disease 19 (COVID-19) dimana adanya perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal dengan ditambah penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penularannya. Kader kesehatan adalah anggota masyarakat yang dipilih oleh masyarakat untuk membantu menangani masalah kesehatan di masyarakat. Keberadaannya sangat diperlukan dalam mensosialisasikan dan melaksanakan program-program kesehatan dalam upaya meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mensosialisasikan kepada mitra tentang COVID-19, upaya pencegahannya dan bagaimana isolasi mandiri pada pasien terduga COVID-19, serta peran kader kesehatan dalam mencegah penularan COVID-19. Kegiatan dilaksanakan di hari Senin tanggal 8 Juni 2020 dari jam 13.00 WIB hingga jam 16.00 WIB secara daring melalui aplikasi Zoom dengan mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi, refleksi . Mitra kegiatan adalah Kader Kesehatan di Kelurahan Kurao Pagang Kota Padang serta Kenagarian Pariangan dan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini disambut antusias oleh mitra dan terdapat peningkatan pengetahuan mitra setelah penyampaian materi edukasi. Mitra diharapkan akan bisa menerapkan materi edukasi dalam kehidupan sehari-hari ataupun ketika bersama dengan ibu hamil, ibu nifas, bayi dan balita
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA BALITA Yulia Arifin; Putri Nelly Syofiah; Novria Hesti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.846

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI akan berkontribusi pada perkembangan optimal seorang anak bila dilakukan secara tepat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ibu memberikan makanan tambahan antara lain faktor kesehatan bayi, faktor kesehatan ibu, faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor pekerja, faktor petugas kesehatan, faktor budaya dan faktor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI. Jenis penelitian ini analitik dengan  desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan. Sampel yang digunakan berjumlah 42 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpul melalui kuesioner yang telah disediakan dan teknik pengolahan data dengan langkah editing, coding, entry dan cleaning. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasill penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna pada tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan pemberian MP-ASI dengan p value 0,006, 0,041, 0,014. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI nilai p value 0,001. Kesimpulan penelitian ini, adanya hubungan karakteristik ibu dan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI. Diharapkan pada semua tenaga kesehatan memberikan informasi yang terbaru kepada ibu secara rutin sehingga ibu memiliki informasi yang jelas tentang pemberian MP-ASI.
PENINGKATAN KESEHATAN FISIK DAN MENTAL IBU HAMIL MELALUI PRENATAL YOGA Dewi Susilawati; Novria Hesti; Nur Fadjri Nilakesuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 5 No 3 (2022): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v5i3.2377

Abstract

Hasil wawancara dengan Ketua Kelompok Ibu Hamil di PMB Bidan Silvia Nova Sari, didapatkan jumlah ibu hamil adalah 26 Ibu hamil, ibu hamil yang berjunkung sering mengeluhkan rasa sakit di badan, badan terasa lemas, sesak nafas, dan kadang juga merasa cemas dengan kehamilannya. Adapun solusi yang diberikan bidan terkait permasalahan ibu hamil tersebut hanya baru sebatas edukasi biasa kenapa hal-hal tersebut bisa dialami oleh ibu hamil, bidan belum memberikan sebuah edukasi yang sangat efektif dalam mengatasi masalah tersebut salah satunya edukasi dengan teknik yoga prenatal. Bidan juga mengatakan pada kelas ibu hamil belum pernah dilakukan pranatal yoga karena tidak ada bidan mengikuti pelatiahan prenatal yoga. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 23-24 september 2021 di PMB Silvia Nova Sari Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin dengan jumlah sasaran adalah 8 orang ibu hamil. Kegiatan ini diawali dengan pemberikan edukasi kemudian diakhir dengan praktik yoga ibu hamil. Hasil pengabdian ini terjadi peningkatan kesehatan fisik maupun metal ibu hamil setelah dilakukan prenatal yoga. Hasil wawancara dengan ibu hamil dimana mereka mengatakan setalah mengikuti kegiatan ini, perasaan mereka terasa senang, bahkan pegal-pegal yang biasa mereka rasakan tidak begitu terasa. Diharapkan dengan kegiatan ini ibu hamil bisa menerapkan nya di rumah sehingga kesehatan ibu tetap terjaga.
PENDAMPINGAN KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENYIAPKAN CEMILAN BALITA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KELURAHAN PASIE NAN TIGO Sunesni Sunesni; Yani Maidelwita; Eka Putri Primasari; Novria Hesti; Sri Suciana
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2415

Abstract

ABSTRAKTingginya angka kejadian anak balita yang mengalami permasalahan gizi menjadi beban Negara, karena itu perlu upaya memperbaiki konsumsi gizi balita dengan memanfaatkan ketersediaan sumber pangan lokal. Salah satu sumber pangan tinggi protein yang selalu tersedia di daerah pesisir pantai adalah ikan. Hasil pemantauan gizi yang dilaporkan dari data Puskesmas Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah ditemukan 21,3 % diantaranya dengan status gizi kurang dan gizi buruk terutama ditemukan pada anak batita. Tujuan yang diharapkan setelah penyuluhan dan demonstrasi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu balita khususnya yang mempunyai balita dengan status gizi kurang tentang gizi dan cara pengolahan makanan untuk balita yang padat gizi dengan bahan baku yang tersedia di daerah tersebut. Potensi yang ada (ikan) dapat diolah menjadi makanan  balita yang memenuhi kriteria gizi dan disenangi balita. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leafleat dan demonstrasi pengolahan ikan dengan membuat menu pergedel ikan tuna dan sate ikan tuna. Dengan demikian pemberian penyuluhan dan demonstasi tentang pengolahan sumber protein ikan sangat efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu yang mempunyai balita tentang ciri-ciri anak ssehat dan pengolahan bahan makanan dengan bahan baku ikan.  Kata kunci : cemilan balita, Gizi balita, Penyuluhan, Demonstasi ABSTRACTThe high incidence of children under five experiencing nutritional problems is a burden on the State, therefore it is necessary to improve nutrition consumption by utilizing local food sources. One source of high-protein food that is always available in coastal areas is fish. The results of nutrition monitoring reported from data from the Lubuk Buaya Health Center, Koto Tangah Subdistrict found 21.3% of them with underweight and malnutrition status especially found in toddlers. The expected goal after counseling and demonstration, is to improve the knowledge and skills of mothers of children under five, especially those who have toddlers with poor nutritional status about nutrition and how to process food for toddlers who are nutrient-dense with the raw materials available in the area. Existing potential (fish) can be processed into toddler food that meets nutritional criteria and is loved by toddlers. The activities carried out in the form of counseling using leafleats and demonstrations of fish processing by making tuna pergedel menu and tuna satay. Thus the provision of counseling and demonstration about processing fish protein sources is very effective in increasing the knowledge and skills of mothers who have toddlers about the characteristics of healthy children and processing food with fish raw materials.  Keywords: toddler nutrition, counseling, demonstration
GAMBARAN FAKTOR RESIKO IBU DENGAN TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD RASIDIN PADANG TAHUN 2017 Novria Hesti; Widya Rahmawati Hadi
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.128 KB) | DOI: 10.36984/jkm.v2i2.59

Abstract

Tahun 2012 angka kematian neonatus di Indonesia yaitu 35 per 1.000 kelahiran, dari angka tersebut 35,9 % disebabkan oleh gangguan pernapasan/asfiksia. Faktor resiko dari ibu seperti usia, paritas, riwayat perdarahan di trimester III dan hipertensi dapat menyebabkan asfiksia pada bayi. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan faktor resiko individual ibu terhadap kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Rasidin Padang Tahun 2017. Jenis penelitian descriptif. Dilakukan di RSUD Rasidin Padang pada Tanggal 11 Juli 2018, dengan populasi seluruh ibu yang melahirkan dengan bayi asfiksia di RSUD Rasidin, dengan teknik pengambilan sampel total sampling dengan menggunakan kriteria inklusi, dengan jenis pengambilan data yaitu data sekunder, teknik pengolahan data editing, coding, entry data,tabulating, cleaning serta analisa data menggunakan analisa univariat. Dari hasil penelitian ibu yang melahirkan dengan bayi asfiksia didapatkan 22 orang ibu (66,67%) memiliki usia < 20 tahun atau > 35 tahun, sebanyak 19 orang ibu (57,57%) yang melahirkan anak pertama atau anak ke >3, sebanyak 4 orang ibu (12,12%) memiliki riwayat perdarahan timester III, sebanyak orang ibu(9,10%) memiliki riwayat hipertensi. Sebagian besar ibu yang yang melahirkan bayi dengan asfiksia memiliki usia < 20 tahun atau > 35 tahun. Sebagian Ibu yang melahirkan bayi dengan asfiksia merupakan anak pertama atau anak ke >3. Sebagian kecil ibu yang melahirkan dengan bayi asfiksia memiliki riwayat perdarahan timester III. Sebagian kecil ibu yang melahirkan dengan bayi asfiksia memiliki riwayat hipertensi. Diharapkan agar meningkatkan pelayanan yang lebih efektif dalam medeteksi persalinan dengan resiko sehinga keadaan ibu dan bayi dapat tertangani secara optimal. Kata Kunci : Asfiksia Neonatorum, Usia, Paritas, Perdarahan Trimester III, Hipertensi ABSTRAK In 2012 the neonatal mortality rate in Indonesia was 35 per 1,000 births, of which 35.9% were caused by respiratory / asphyxia disorders. Maternal risk factors such as age, parity, history of bleeding in the third trimester and hypertension can cause asphyxia in infants. The aim of the study was to describe the individual maternal risk factors for the incidence of neonatal asphyxia in Rasidin Padang Hospital in 2017. Descriptive research type. It was conducted at Rasidin Hospital in Padang 11 Juli 2018, with a population of all mothers giving birth to asphyxia babies in Rasidin Hospital, with a total sampling technique using inclusion criteria, with data collection types namely secondary data, editing data processing techniques, coding, data entry, tabulating, cleaning and data analysis using univariate analysis. From the results of the research, mothers who gave birth to asphyxial infants found 22 mothers (66.67%) had an age of <20 years or> 35 years, as many as 19 mothers (57.57%) who gave birth to their first child or> 3 children, as many as 4 mothers (12.12%) had a history of bleeding in the third trimester, as many as mothers (9.10%) had a history of hypertension. Most of the mothers who gave birth to asphyxial babies had <20 years or> 35 years. Some mothers who give birth to babies with asphyxia are the first child or> 3 children. A small percentage of mothers giving birth to asphyxial infants have a history of bleeding in the third trimester. A small percentage of mothers giving birth to asphyxial babies have a history of hypertension. It is expected to improve services that are more effective in detecting labor with risk so that the condition of the mother and baby can be handled optimally. Keywords: Neonatal Asphyxia, Age, Parity, Third Trimester Bleeding, Hypertension
Edukasi Persiapan Fisik dan Mental Serta Pendamping Persalinan pada Kelompok Ibu Hamil Novria Hesti; Desi Wildayani; Zulfita Zulfita
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v2i2.178

Abstract

Ibu yang belum siap menghadapi persalinan merupakan salah satu faktor penyebab angka kematian ibu (AKI). Banyak upaya yang dilakukan untuk mendukung upaya penuruanna AKI, salah satunya dengan menyiapkan persalinan yang dimulai pada masa kehamilan. Dari survei awal di lokasi pengabdian yaitu Posyandu TPA Air Dingin kota Padang, ditemukan beberapa permasalahan khusunya masalah ibu hamil, salah satunya yaitu masalah persiapan persalinan termasuk kesiapan fisik, mental dan emosional serta pendampingan persalinan. Sekitar 4 orang ibu hamil yang didampingi oleh kader kesehatan, dalam diskusi dengan ibu hamil beberapa permasalahan yang dihadapi oleh ibu hamil dimasa pandemic COVID-19, salah satu yang dikemukakan adalah masalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang bagaimana mempersiapakan proses persalinan, mereka hanya mengetahui sebatas persiapan perlengkapan bayi dan ibu serta tempat akan bersalin nantinya. Dari 4 orang ibu hamil yang ditemui 3 orang ibu hamil adalah ibu yag baru hamil untuk pertama kalinya. Identifikasi kebutuhan melalui pengumpulan data dan observasi, Perancangan kegiatan melalui persiapan dan inisiasi. Pada tahap implementasi kegiatan yang akan dilakukan pengenalan, edukasi yang diakukan langsung kepada ibu hamil, pembimbingan dan sosialisasi kepada kelompok ibu hamil. Materi yang diberikan adalah tentang,persiapan fisik dan mental ibu serta pendamping persalinan. Evaluasi dilaksanakan dengan pemberian kuisioner. Terlaksananya pemberian edukasi dan adanya Leaflet yang langsung dibaca oleh ibu hamil Pemberian edukasi melalui kelas Ibu CeRIA “Cerdas, Reprdoduksi sehat, Inovatif, Aktif dan kreatif. Adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang persipan kehamilan yang mencakup persiapan fisik, mental dan pendamping persalinan. Dengan adanya peningkatan pengetahuan akan terbentuknya sikap postif dari ibu hamil untuk menyiapkan persalinannya
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENDAMPINGAN SUAMI DALAM PROSES PERSALINAN Novria Hesti; Zulfita Zulfita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1491

Abstract

The Mother's Care Movement (GSI) is a joint movement between the government and the community to improve the quality of life for women with the main objective of reducing the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in order to improve the quality of Human Resources (HR). Maternal Care (ASI) is born in the context of reducing maternal mortality during childbirth, where one of the important elements in it is providing emotional support by presenting the husband in the delivery process. With the birth attendant, it is hoped that during the labor process a mother will feel confident and not afraid to face the labor process, this refers to the needs of the mother during labor, including the presence of a companion to go through the labor process. Research Objectives To find out the factors related to accompanying husbands in the delivery process.This type of research is analytic with a cross sectional study design which aims to determine the factors associated with accompanying husbands in the delivery process. This research will be conducted in Anduring Village in August-December. Sampling was carried out using a non-probability sampling technique, namely Quota Sampling, where the number of samples was determined based on a quota. The sample of this research is husbands who have wives who are pregnant in trimester II - III in Anduring Village. Data were collected using a questionnaire and analyzed quantitatively. More than half of the respondents had good husband's assistance, high level of knowledge, positive attitude, casual work, high education level in the process of wife's delivery. There is a significant relationship between the level of knowledge and attitudes in the wife's labor. There is no significant relationship between work and education level in the process of giving birth to a wife. It is hoped that health workers, especially midwives, to prepare husbands to face the wife's labor, this can be done and prepared when the wife is at the antenatal visit and improves programs on counseling or providing information and counseling about knowledge, attitudes and actions to the husband who acts as a companion in the delivery process. .