Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBONGKAR MAKNA SIMBOLIK DALAM FILM BARBIE (2023): SEBUAH ANALISIS SEMIOTIKA Ahmad Azhari; Seny Luhriyani Sunusi; Fatimah Hidayahni Amin; Muhammad Fahri Jaya Sudding; Surya Anantatama Sembiring
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi budaya dan gender dalam film Barbie (2023) melalui pendekatan analisis semiotika. Dengan berfokus pada tanda-tanda visual, naratif, dan simbol-simbol yang muncul sepanjang film, penelitian ini mengkaji bagaimana konstruksi identitas perempuan, relasi kekuasaan patriarkal, serta wacana feminisme dikomunikasikan secara simbolik. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang membedakan antara makna denotatif dan konotatif dari tanda. Studi ini menggunakan metode literature review untuk mengkaji artikel, jurnal, dan teori-teori pendukung tentang semiotika film dan representasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa Barbie tidak hanya menampilkan ulang citra boneka ikonik tersebut, tetapi juga menyampaikan kritik budaya melalui estetika sinematik, dialog, dan setting yang sarat simbol. Dengan demikian, film ini menjadi media yang efektif dalam menyampaikan isu-isu sosial terkait peran gender dalam masyarakat kontemporer.Kata Kunci: Representasi Budaya, Gender, Film Barbie, Semiotika Roland Barthes, Feminisme, Patriarki, Analisis Visual
MENGAPA VAINGLORY GAGAL? ANALISIS PERUBAHAN EKOLOGI MEDIA DAN HILANGNYA IDENTITAS TAP CONTROL DALAM GAME DIGITAL Ahmad Azhari; Seny Luhriyani Sunusi; Fatimah Hidayahni; Muhammad Fahri Jaya Sudding; Surya Anantatama
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6820

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kegagalan game Vainglory melalui perspektif teori Ekologi Media Marshall McLuhan dengan menyoroti perubahan medium dan dampaknya terhadap komunikasi digital serta partisipasi komunitas pemain. Vainglory, yang awalnya dikenal sebagai pelopor Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) berbasis kontrol sentuhan (tap control), mengalami penurunan drastis setelah beralih ke sistem joystick dan mode 5v5. Perubahan ini tidak hanya menggeser karakteristik teknologinya, tetapi juga mengubah ekologi komunikasi dan budaya partisipatif yang telah menjadi fondasi komunitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana digital terhadap forum Reddit, grup Facebook, kanal Discord, dan dokumen resmi pengembang untuk menelusuri persepsi pemain terhadap transformasi medium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan tanpa adaptasi sosial menciptakan disonansi dalam ekologi media: sistem joystick meningkatkan kompleksitas teknis (enhance), tetapi menghapus identitas orisinal game (obsolesce), mencoba menghidupkan kembali gaya MOBA klasik (retrieve), dan akhirnya menimbulkan efek balik berupa kehilangan komunitas dan kepercayaan pemain (reverse). Dengan demikian, kegagalan Vainglory merepresentasikan disfungsi ekologi media, di mana medium baru tidak lagi memperluas pengalaman manusia, melainkan memutus hubungan komunikasi antara pengembang dan pengguna. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi dan adaptasi sosial dalam menjaga keberlanjutan ekosistem digital.
KOMUNIKASI VISUAL DAN BRANDING DESTINASI: TINJAUAN LITERATUR TERHADAP PENGGUNAAN INSTAGRAM DALAM PROMOSI WISATA KULINER Surya Anantatama Sembiring; Ahmad Azhari; Muhammad Fahri Jaya Sudding; Seny Luhriyani Sunusi; Fatimah Hidayahni Amin
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6111

Abstract

ABSTRACTThis research aims to analyze the role of Instagram in culinary tourism promotion. Employing a literature review approach, this study examines various effective visual communication strategies, the utilization of user-generated content (UGC), the importance of brand consistency, and the effectiveness of food vloggers and endorsements. The results indicate that Instagram is a significant platform for culinary promotion. Appealing content visualization, strong narratives, audience interaction, and UGC are proven to enhance brand awareness and visit intention. Visual consistency and the selection of appropriate vloggers also play a crucial role. This research concludes that a deep understanding of Instagram strategies can help culinary tourism destinations maximize their promotional potential.Keywords: Instagram, Visual Communication, Culinary Tourism, Branding, PromotionABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Instagram dalam promosi wisata kuliner. Dengan pendekatan studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai strategi komunikasi visual yang efektif, pemanfaatan user-generated content (UGC), pentingnya konsistensi brand, serta efektivitas food vlogger dan endorsement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram adalah platform yang signifikan untuk promosi kuliner. Visualisasi konten yang menarik, narasi yang kuat, interaksi audiens, dan UGC terbukti meningkatkan brand awareness dan minat kunjungan. Konsistensi visual dan pemilihan vlogger yang tepat juga berperan penting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman mendalam tentang strategi Instagram dapat membantu destinasi wisata kuliner memaksimalkan potensi promosi mereka.Kata Kunci: Instagram, Komunikasi Visual, Wisata Kuliner, Branding, Promosi.