Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Health Reproductive

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARIAN TAHUN 2016 Sidabukke, Idaria; Bancin, Dewi; Barus, Ernawati; Anggrainy, Rinny
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children who experience less nutrition and malnutrition will impact seriously against future generations, children who suffer from nutritional deficiency will have physical growth and impaired mental development. Nutritional causes less not only due to the lack of food but also because of infectious diseases. Children who get good food but because the sore often diarrhea or fever can suffer from diseases less nutrition. This research aims to know the factors associated with childhood nutritional Status in the region Harian Dolok Sub Health Center Sigompulon 2016. This type of research is survey design the research design with a cross secsional. The population in this research is all the toddlers who visit clinics in Harian from January to March 2016-2016 as much as 2369 toddlers. The sample contained as many as 71 people are toddlers. Data analysis using univariate analysis, bivariat and multivariate. The results showed that there is a relationship between the knowledge of mothers withtoddlers nutritional status (p = 0,009), there is no relationship to economic status with toddler nutritional status (p = 0.107), there is a relation of exclusive breast feeding with toddler nutritional status (p =<0.001), there is no relationship of completeness of immunization with toddler nutritional status (p = 0,821), there is a relationship between disease companion with the nutritional status of children (p =<0.001), there is a connection with the feeding patterns of nutritional toddler status (p = <0.001) , The most dominant variables related to nutritional status is a pattern toddler feeding (p = <0.001; OR = 6.995% CI 2,806-22,805) means that the feeding patterns of less risky opportunities either have 6.9 timeslarger toddlers experiencing less nutrition than a good feeding pattern. Thus to the mother of a toddler so you can pay attention to childhood eating patterns, as well as data give breast milk to infants from the age of 0-6 months so that the toddler suffered no less nutritional status
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI PADA SISWA KELAS V DI KECAMATAN TANJUNG REJO PERCUT SEI TUAN TAHUN 2017 Damanik, Elsarika; Barus, Ernawati; Norleli, Norleli
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental caries is the most common disease which always attacks human. Approximately 98% of the world population have dental caries problem. It is estimated that 90% of school children in the world have experienced dental caries in which the highest level of disease found in Asia and Latin America. According to a survey conducted by World Health Organization (WHO) in 2007, 20% children in Indonesia at the age of six years old have experienced with the dental caries. This percentage has increased to 60% at the age of 8 years old, 85% at the age of 10 years old and a remarkable rise to 90% in children at the age of 12 years old. The problems of dental caries in children becomes very important, especially at the primary school age children, since it is an indicator of success for children dental health care effort. In order to analyze factors associate with the occurrence of dental caries in children, a research has been conducted to the fifth-grade students of Kalam Kudus Primary School using quantitative method with the total of 128 respondents. The research found that there is a significant correlation between the level of knowledge attitudes, education, income,and diet provided by their parents and the occurrence of dental caries. Moreover, the income of parents also contributes to thedental caries problem. It is expected that parents to give more attention and keep the healthy diet of their children in order to avoid the dental caries. In addition, the Health Agency at Siantar City needs to conduct socialization more regularly on oral health particularly to school children on the dental caries
PENGARUH KONSELING ANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARLILITAN KECAMATAN PARLILITAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2019 Mahdalena, Julia; Barus, Ernawati
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi didalam kandungan. Cakupan antenatal care dibagi menjadi 2 cakupan yaitu K1 dan K4, pada target ini cakupan K1 harus mencapai 70% sedangkan cakupan K4 sebanyak 30% namun dari data pada tahun 2015 diperoleh bahwa cakupan K1 dan K4 masih rendah dibawah 70% hal ini menunjukkan akses ibu hamil kepelayanan kesehatan perlu diperhatikan(Permenkes, 2018). Konseling merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang antenatal care. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling tentang antenatal care terhadap peningkatan pengetahuan ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Parlilitan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang usia kehamilannya di trimester pertama dan kedua di wilayah kerja Puskesmas Parlilitan yang berjumlah 30 orang yang keseluruhannya dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dianalisa dengan uji statistik Paired sampel t-test dengan p value = 0,000 (p>0,05). Dimana rata-rata pengetahuan ibu tentang antenatal care sebelum konseling adalah 8,17, sedangkan rata-rata pengetahuan ibu tentang antenatal care sesudah konseling adalah 12,43 sehingga selisih perubahan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan konseling sebesar 4,26. Kesimpulannya: ada pengaruh konseling terhadap peningkatan skor pengetahuan ibu tentang antenatal care. Diharapkan kepada ibu supaya semakin giat dalam mencari informasi mengenai antenatal care dan jadwal pemeriksaan bagi ibu sehingga tidak ada lagi ibu yang tidak melakukan pemeriksaan antenatal care, dan kader, bidan desa atau petugas kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Parlilitan supaya lebih aktif memberikan Konseling tentang antenatal care
PENGARUH KONSELING ANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARLILITAN KECAMATAN PARLILITAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2019 Julia Mahdalena; Ernawati Barus
Jurnal Reproductive Health Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi didalam kandungan. Cakupan antenatal care dibagi menjadi 2 cakupan yaitu K1 dan K4, pada target ini cakupan K1 harus mencapai 70% sedangkan cakupan K4 sebanyak 30% namun dari data pada tahun 2015 diperoleh bahwa cakupan K1 dan K4 masih rendah dibawah 70% hal ini menunjukkan akses ibu hamil kepelayanan kesehatan perlu diperhatikan(Permenkes, 2018). Konseling merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang antenatal care. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling tentang antenatal care terhadap peningkatan pengetahuan ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Parlilitan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang usia kehamilannya di trimester pertama dan kedua di wilayah kerja Puskesmas Parlilitan yang berjumlah 30 orang yang keseluruhannya dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dianalisa dengan uji statistik Paired sampel t-test dengan p value = 0,000 (p>0,05). Dimana rata-rata pengetahuan ibu tentang antenatal care sebelum konseling adalah 8,17, sedangkan rata-rata pengetahuan ibu tentang antenatal care sesudah konseling adalah 12,43 sehingga selisih perubahan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan konseling sebesar 4,26. Kesimpulannya: ada pengaruh konseling terhadap peningkatan skor pengetahuan ibu tentang antenatal care. Diharapkan kepada ibu supaya semakin giat dalam mencari informasi mengenai antenatal care dan jadwal pemeriksaan bagi ibu sehingga tidak ada lagi ibu yang tidak melakukan pemeriksaan antenatal care, dan kader, bidan desa atau petugas kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Parlilitan supaya lebih aktif memberikan Konseling tentang antenatal care
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DESA PEMATANG BIARA KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG Octavia, Yunida Turisna; Siahaan, Julia Mahdalena; Barus, Ernawati; Daerma, Mega
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i1.3036

Abstract

Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat didunia setelah, China, India dan Amerika Serikat, pada tahun 2016 Indonesia menyumbang sekitar 259 juta jiwa penduduknya. Program Keluarga Berencana memiliki implikasi yang tinggi terhadap pembangunan kesehatan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif karena Keluarga Berencana memiliki posisi yang strategis dalam upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan Penggunaan Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Pematang Biara Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasangan usia subur (PUS) yang bertempat tinggal di Desa Pematang Biara berjumlah 556 PUS dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Dari 100 responden yang menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 63 orang (63%) dan yang tidak menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 37 orang (37%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan variable peran petugas kesehatan (p = 0,008) dengan PR 3,285 dan CI 95% 1,410 -7,657. Dukungan suami (p = 0,000) dengan PR 20,795 dan CI 95% 4,397-98,354 berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi. Sedangkan variable umur (0,147), pendidikan (0,223), Paritas (0,473), Budaya/kepercayaan (0,980), dan pelayanan kesehatan (0,603) tidak berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk membuat strategi-strategi penyuluhan yang lebih efektif untuk sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi dengan melibatkan partisipasi suami dalam sosialisasi tersebut.
PENGARUH EDUKASI MEDIA AUDIO VISUAL AIDS (AVA) TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING PADA BALITA DI PMB RONNI SIREGAR Siregar, Ronni Naudur; Barus, Ernawati; Siahaan, Tantri Sufina
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6704

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang masih banyak dialami oleh balita di seluruh dunia akibat kekurangan gizi, terutama pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan. Upaya pencegahan stunting sangat dipengaruhi oleh keberhasilan edukasi gizi. Keberhasilan edukasi tersebut sangat bergantung pada media yang digunakan. Pendidikan kesehatan tidak cukup hanya melalui informasi tertulis atau ceramah, tetapi memerlukan metode dan media yang tepat agar pengetahuan masyarakat dapat meningkat secara optimal. Tujuan: menganalisis efektifitas edukasi stunting menggunakan audia visual aids terhadap pengetahuan ibu tentang stunting di PMB Ronni Siregar. Metode: penelitian kuantitatif dalam desain Quasi Experiment. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita 0-59 bulan tidak stunting di PMB Ronni Siregar sebanyak 56 ibu yang tidak memiliki balita stunting sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisa dengan menggunakan uji Mc. Nemar. Hasil: menunjukkan p-value 0,00 terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi stunting menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan ibu tentang stunting. Kesimpulan: Di harapkan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di PMB Ronni Siregar memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna pelayanan kebidanan khususnya dalam memberikan promosi kesehatan/ informasi yang berhubungan stunting dengan media yang menarik yang meliputi pencegahan, deteksi dini hingga pada penanganan kasus stunting sehingga kasus stunting dapat dicegah dan ditangani.