Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH KONSELING ANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARLILITAN KECAMATAN PARLILITAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2019 Julia Mahdalena; Ernawati Barus
Jurnal Reproductive Health Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi didalam kandungan. Cakupan antenatal care dibagi menjadi 2 cakupan yaitu K1 dan K4, pada target ini cakupan K1 harus mencapai 70% sedangkan cakupan K4 sebanyak 30% namun dari data pada tahun 2015 diperoleh bahwa cakupan K1 dan K4 masih rendah dibawah 70% hal ini menunjukkan akses ibu hamil kepelayanan kesehatan perlu diperhatikan(Permenkes, 2018). Konseling merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang antenatal care. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling tentang antenatal care terhadap peningkatan pengetahuan ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Parlilitan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang usia kehamilannya di trimester pertama dan kedua di wilayah kerja Puskesmas Parlilitan yang berjumlah 30 orang yang keseluruhannya dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dianalisa dengan uji statistik Paired sampel t-test dengan p value = 0,000 (p>0,05). Dimana rata-rata pengetahuan ibu tentang antenatal care sebelum konseling adalah 8,17, sedangkan rata-rata pengetahuan ibu tentang antenatal care sesudah konseling adalah 12,43 sehingga selisih perubahan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan konseling sebesar 4,26. Kesimpulannya: ada pengaruh konseling terhadap peningkatan skor pengetahuan ibu tentang antenatal care. Diharapkan kepada ibu supaya semakin giat dalam mencari informasi mengenai antenatal care dan jadwal pemeriksaan bagi ibu sehingga tidak ada lagi ibu yang tidak melakukan pemeriksaan antenatal care, dan kader, bidan desa atau petugas kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Parlilitan supaya lebih aktif memberikan Konseling tentang antenatal care
PKM CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI SMA SWASTA MUHAMMADIYAH-2 MEDAN TAHUN 2020 Rajagukguk, Tiara; Sinaga, Arman Bemby; Barus, Ernawati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mencuci tangan adalah kata-kata yang sudah sangat familiar dalam pendengaran kita, termasuk pada peserta didik mulai tingkat Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Namun, kata yang sudah terbiasa terdengar ini ternyata tidak menjadi jaminan kalau cuci tangan ini sudah dipahami sebagai sebuah proses pencegahan penyakit dan sebagai suatu pola hidup sehat, steril dan higienis yang perlu diterapkan sehari-hari. Tidak hanya itu, para peserta didik di tingkat SLTA pun ternyata masih membutuhkan penyuluhan prosedur cuci cuci tangan yang benar. Karena itu, laporan Pengabdian kepada masyarakat memuat laporan pelaksanaan cuci tangan dengan sabun yang benar dilakukan di SMA SWASTA MUHAMMADIYAH-2 MEDAN Jl. Abdul Hakim No. 2 Tanjung Sari.
PELATIHAN SENAM YOGA DI KLINIK HJ. DEWI SESMERA DI TANJUNG. MULIA Damanik, Elsarika; Etty, Christina Roos; Barus, Ernawati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa Situasi : Ketidaknyamanan nyeri punggung dapat meningkat apabila otot abdominal ibu hamil lemah, otot-otot ini gagal dalam menyokong pembesaran uterus. Kelemahan otot abdominal ini umum dijumpai pada grande multipara dimana otot-otot abdomen tidak kembali seperti semula setelah beberapa kali melahirkan dan sebalinya pada primigravida biasanya otot abdomen lebih elastis karena otot-otot belum pernah teregang sebelumnya. Tujuan Pengabdian : Untuk memberikan pelatihan senam hamil kepada ibu hamil yang ada di Di Klinik Hj. Dewi Sesmera di Tj.Mulia. Membantu ibu untuk mengatasi nyeri punggung yang dialami serta mempertahankan elastisitas otot-otot dasar panggul, ligament dan jaringan yang berperan dalam mekanisme persalinan, agar persalinan lancar. Solusi Permasalahan : Postur ibu hamil hiperlordosis sehingga menyebabkan rasa cepat lelah dan sakit pada punggung. Hal itu dapat diatasi dengan rutin melakukan olahraga senam yoga. Olahraga yoga ini menjadi salah satu kegiatan yang dianjurkan saat usia kandungan memasuki trimester ketiga. Dengan gerakan senam yoga yang sesuai, keluhan-keluhan yang dirasakan dapat diredakan, karena senam yoga tidak hanya membuat otot rilek tapi juga dapat membuat rilek psikologis ibu hamil Target : Melatih dan meningkatkan pemahaman serta kesadaran ibu hamil dalam melakukan senam yoga. Dengan pelatihan ini diharapkan ibu mampu melakukan senam yoga di rumah nya sendiri. Waktu dan Lokasi : Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2021, Pengabdian masyarakat dilaksanakan Di Klinik Hj. Dewi Sesmera di Tj. Mulia. Kesimpulan : Kegiatan senam hamil dilakukan pada 5 orang ibu hamil Di Klinik Hj. Dewi Sesmera di Tj. Mulia mendapat respon yang positif. Dari hasil data yang dari ibu yang melakukan senam hamil sebanyak 4 orang diantaranya mengalami nyeri sedang. Saran : Diharapkan kepada ibu hamil agar rutin melakukan senam hamil yang telah diajarkan oleh petugas kesehatan di rumah masing-masing dan kepada petugas kesehatan setempat sebaiknya tidak bosan untuk selalu meningatkan ibu hamil melakukan senam hamil serta memberikan contoh gerakan kepada semua ibu hamil yang berkunjung ke Klinik Hj. Dewi Sesmera di Tj. Mulia
PELATIHAN PENGUKURAN TANDA-TANDA VITAL DAN IMT KEPADA KADER POSYANDU REMAJA LAPAS TJ.GUSTA Damanik, Elsarika; Roos Etty, Christina; Barus, Ernawati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Permasyarakatan Tanjung Gusta atau biasa disebut Lapas Tanjung Gusta di Jalan Lembaga Permasyarakat No. 27, Tj Gusta Kec. Medan Helvetia Kota Medan Sumatera Utara adalah Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan yang merupakan tempat untuk melakukan pembinaan dan pengamanan narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Lembaga ini berdiri berdasarkan peraturan Mentri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor : M.HH-05.OT.01.01 Tahun 2011Hasil penepitian di Lapas Kelas II A Banceuy Bandung pelayanan kesehatan yang ada adalah kepada manula, yaitu pada penghuni yang berusia usia diatas 45 tahun, adapun pelayanan yang diberikan berupa pemeriksaan kesehatan bagi yang mempunyai keluhan. Pelayanan pada manula ini belum dilaksanakan secara rutin, dan maksimal, prasarana dan sarana yang masih kurang. Pada usia manula seharusnya dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk melakukan deteksi dini masalah kesehatan karena manula tersebut memiliki resiko mengalami penyakit degeneratif seperti : hipertensi, penyakit saluran pencernaan, pernapasan, penyakit endokrin, dan perkemihan. Di LKPA TJ Gusta masa tahanan bervariasi mulai dari 6 bulan sampai dengan 8 tahun sesuai dengan masalah dan kasusnya. Selama masa ini, anak remaja mengalami perubahan fisik dan perubahan psikologis, lingkungan LKPA anak remaja terbatas sehingga beresiko mengalami masalah kesehatan diantaranya penyakit: ISPA, Pencernaan dan kulit. Terbatasnya petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi masalah kesehatan yang dialami perlu adanya inovasi dari pihak LKPA untuk memberdayakkan anak untuk menjadi Kader posyandu remaja. Adanya kader posyandu remaja di LKPA memfasilitasi teman-teman (pear group) dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan yang dialami. Kegiatan pelatihan Kader Posyandu remaja di LKPA Tg Gusta dilakukan kepada 15 calon kader remaja yang telah mendapatkan pelatihan baik teori maupun praktik. Seluruh calon kader posyandu remaja yang telah dilatih memiliki kompetensi yang baik. Sehingga kedepannya kader tersebut mampu melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan IMT sebagai tindakan promotif yaitu melakukan deteksi dini masalah kesehatan remaja di LKPA, kedepannya setelah menyelesaikan masa tahanan dapat menjadi kader kesehatan di lingkungan keluarga/masyarakat bahkan mungkin akan mengikuti pendidikan kesehatan secara formal melalui pendidikan : kedokteran, Tehnik Laboraturium Medik, Keperawatan, Farmasi dan dan k kesehatan masyarakatan.
Upaya Percepatan Penurunan Stunting (Gizi Buruk dan Pola Asuh ) Pada Balita yang Beresiko Stunting Turisna, Yunida; Julia Mahdalena Siahaan; Ernawati Barus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah ketidakmampuan anak di bawah usia 5 tahun untuk tumbuh karena kekurangan gizi kronis, terutama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Pengetahuan ibu yang kurang, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan kesehatan dianggap sebagai penyebab stunting. Kekurangan energi dan protein dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan balita. Perilaku ibu dalam mengasuh balitanya memiliki kaitan yang erat dengan kejadian stunting pada balita. Ibu dengan pola asuh yang baik akan cenderung memiliki anak dengan status gizi yang baik, begitu juga sebaliknya ibu dengan pola asuh gizi yang kurang cenderung memiliki anak dengan status gizi yang kurang. Pola asuh makan yang baik dicerminkan dengan semakin baiknya asupan makan yang diberikan kepada balita. Asupan makan yang dinilai secara kualitatif digambarkan melalui keragaman konsumsi pangan. Keragaman pangan mencerminkan tingkat kecukupan gizi seseorang. Rendahnya pola asuh menyebabkan buruknya status gizi balita. Setiap ibu perlu belajar menyediakan berbagai jenis makanan dan tidak harus makanan yang mahal tetapi makanan yang mengandung zat gizi yang cukup. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah : Untuk terbentuknya pengetahuan di kalangan masyarakat dan di wilayah kota Medan, dan menurunkan angka stunting yang tinggi menjadi rendah di tahun 2024, meningkatnya kegiatan dan pencegahan stunting dikalangan masyarakat.
Keikutsertaan Dosen Dan Mahasiswa Pts Dalam Pelayanan Keluarga Berencana Pada Praktek Mandiri Bidan Di Kotamadya Medan Ernawati Barus; Julia Magdalena Siahaan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang pesat di Indonesia menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah. Salah satu strategi untuk mengatasi masalah ini adalah melalui program Keluarga Berencana (KB). Program KB bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memastikan kesejahteraan keluarga. Namun, di lapangan, pelaksanaan program ini sering kali menghadapi berbagai kendala dan tantangan, terutama di daerah perkotaan seperti kotamadya Medan. Medan sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki dinamika demografis yang kompleks. Tingginya angka kelahiran dan mobilitas penduduk yang tinggi menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program KB. Praktek mandiri bidan (PMB) di Medan memainkan peran penting dalam memberikan pelayanan KB kepada masyarakat. PMB berfungsi sebagai penyedia layanan kesehatan reproduksi yang lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Namun, kendala yang dihadapi oleh bidan dalam memberikan pelayanan KB tidak bisa diabaikan. Keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya menjadi hambatan utama yang sering dialami oleh bidan. Secara umum, analisa situasi menunjukkan bahwa pelayanan KB di PMB di Medan masih memerlukan banyak perbaikan dan dukungan dari berbagai pihak. Keikutsertaan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Wujudkan Indonesia Emas Dengan Generasi Bebas Narkoba Pada Remaja Kota Medan Octavia, Yunida Turisna; Julia M Siahaan; Ernawati Barus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU Narkotika), adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Survei nasional BNN tahun 2019 terdapat 4.534.744 penduduk mengaku pernah memakai narkoba dan sebanyak 3.419.188 penduduk mengaku setahun terakhir menggunakan narkoba. Sementara tahun 2021 sebanyak 4.827.616 orang mengaku pernah memakai narkoba dan 3.662.646 orang mengaku menggunakan narkoba setahun terakhir. Pada tahun 2021, ada 1,5 juta orang dari kurang lebih 14 juta penduduk Sumatera Utara menjadi penyalahguna narkoba, maknanya 1 dari 10 orang penduduk Sumatera Utara menjadi penyalahguna narkoba. Pengabdian ini bertujuan sebagai upaya perang melawan narkotika mewujudkan masyarakat Indonesia bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui strategi demand reduction, yaitu dengan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkotika para remaja kota Medan. Pengabdian ini dilaksanakan pada hari Minggu, 03 Desember 2023 di Adora Convention Hall di Medan. Metode pelaksanaan dengan memberikan edukasi melalui kegiatan sosialisasi Anti Narkoba yaitu memberikan pengetahuan kepada peserta mahasiswa/i, siswa/i tingkat SMA/SMK tentang bahaya penggunaan narkotika. Pelaksanaan kegiatan dibiayai oleh Hope World Wide Indonesia. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon positif, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Para remaja berikrar untuk menjadi duta atau menjadi agen perubahan bagi keluarga, teman dan masyarakat. Kedepannya kegiatan pengabdian ini dapat dilaksanakan secara continue, baik disekolah-sekolah maupun tempat lainnya.
Persiapan Menghadapi Menarche Sebagai Awal Reproduksi Sehat Pada Remaja Perempuan Di Upt SD Negeri 066652 Medan Nainggolan, Christina R; Elsarika Damanik; Julia Mahdalena; Ernawati Barus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menarche merupakan peristiwa penting dalam kehidupan remaja putri. Namun, masih banyak remaja putri yang kurang memahami tentang menstruasi, sehingga kurang siap secara fisik dan psikologis. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche melalui edukasi kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan yang melibatkan siswa kelas 5 dan 6 UPT SD Negeri 066652 Medan. Materi yang disampaikan meliputi pengertian menarche, anatomi reproduksi perempuan, proses menstruasi, perawatan diri saat menstruasi, dan mitos seputar menstruasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan peserta mengenai menstruasi. Selain itu, peserta juga menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap menstruasi dan lebih siap untuk menghadapinya. Kesimpulannya, edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup remaja putri.
Edukasi Manajemen Diri Dalam Pencegahan Penyakit Menular Seksual Silitonga, Erwin; Tambunan, Formaida; Barus, Ernawati; Soraya, Pinkan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19768

Abstract

ABSTRAK Edukasi seksual jarang diadakan disebabkan banyaknya kekhawatiran jika edukasi seksual dilakukan dapat memicu remaja untuk berhubungan seks, yang diantaranya adalah seks bebas ataupun seks pra nikah. Edukasi seksual merupakan gerakan bersama guna melindungi generasi muda juga membantu generasi muda meraih masa depan yang lebih cerah dan realitanya, edukasi seksual cukup efektif menekan tingkat hubungan seksual di kalangan remaja, serta menekan angka penyakit menular seksual juga kehamilan yang tidak direncanakan. Penularan infeksi menular seksual (IMS) dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu hubungan seksual, berkaitan dengan prosedur medis dan dari infeksi endogen. Infeksi endogen adalah infeksi yang berasal dari pertumbuhan organisme yang berlebihan secara normal hidup di vagina dan juga ditularkan melalui hubungan seksual. maka sangat penting bagi para remaja memiliki manajemen diri yang baik agar mampu mencegah perilaku seks bebas, terhindar dari terjangkitnya penyakit menular seksual yang dapat dilakukan dengan memberikan edukasi kepada para remaja. Remaja yang mempunyai wawasan ataupun pengetahuan terkait praktik seksual yang aman cenderung menunda aktivitas seksual bebas atau mempraktikkannya dengan lebih bertanggungjawab, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kehamilan remaja. Kata Kunci: Edukasi, Manajemen Diri, Penyakit Menular Seksual   ABSTRACT Sexual education is rarely held due to many concerns that if sexual education is carried out it could trigger teenagers to have sex, which includes casual sex or premarital sex. Sexual education is a joint movement to protect the younger generation and also help the younger generation achieve a brighter future and in reality, sexual education is quite effective in reducing the level of sexual relations among teenagers, as well as reducing the number of sexually transmitted diseases and unplanned pregnancies. Transmission of sexually transmitted infections (STIs) can occur in several ways, namely sexual intercourse, related to medical procedures and from endogenous infections. Endogenous infections are infections that originate from excessive growth of organisms that normally live in the vagina and are also transmitted through sexual intercourse. So it is very important for teenagers to have good self-management in order to be able to prevent promiscuous sexual behavior, avoid contracting sexually transmitted diseases which can be done by providing education to teenagers. Adolescents who have insight or knowledge regarding safe sexual practices tend to delay free sexual activity or practice it more responsibly, so as to reduce the possibility of teenage pregnancy Keywords: Education, Self Management, Sexually Transmitted Diseases 
KETERLIBATAN SUAMI DALAM PROSES PERSALINAN TERHADAP KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA KALA I Octavia, Yunida Turisna; Barus, Ernawati; Sidabuke, Ida Ria Royentina; Purwanti, Sri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i2.20154

Abstract

Tingkat kecemasan primigravida dalam menghadapi kelahiran bayi pada wanita yang hamil untuk pertama kali lebih tinggi dari pada wanita yang sudah hamil untuk kedua kalinya. Depkes RI (2019) menyatakan bahwa di Indonesia pada tahun 2018 terdapat 107 juta orang (28,7%) ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi proses persalinan. Efek dari kecemasan dalam persalinan dapat mengakibatkan kadar katekolamin yang berlebihan pada kala1 menyebabkan turunnya aliran darah kerahim, turunnya kontraksi rahim,turunnya aliran darah ke plasenta, turunnya oksigen yang tersedia untuk janin serta dapat meningkatkan lamanya persalinan kala1. Dukungan orang terdekat, khususnya suami sangat dibutuhkan agar suasana batin ibu hamil lebih tenang dan tidak terganggu oleh kecemasan. Dukungan suami juga dapat berupa dorongan, motivasi terhadap istri baik secara moral maupun materiall serta dukungan fisik, psikologis, emosi, informasi, penilaian dan finansial. Dukungan minimal berupa sentuhan dan kata-kata pujian yang membuat nyaman serta member penguatan pada saat proses persalinan berlangsung hasilnya akan mengurangi durasi kelahiran. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Klinik Bersalin Sahtama. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin primigravida yang diambil secara Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang responden. Hasil penelitian terdapat keterlibatan suami terhadap kecemasan ibu bersalin dengan nilai p (0.000) α < 0,05. Kesimpulan penelitian diperoleh bahwa keterlibatan suami berpengaruh terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin di Klinik bersalin Sahtama.