Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STRATEGI GURU AGAMA HINDU DALAM PENINGKATAN ETIKA HINDU DI SMPN 14 MATARAM Ni Ketut Ayu Sugiartini; I Putu Ayu Paramita Dewi; Ida Bagus Kade Yoga Pramana
Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu Vol 12 No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v12i1.4261

Abstract

This study aims to explore the strategies employed by Hindu religious teachers in enhancing Hindu ethics among students. Utilizing a qualitative research approach, data were collected through interviews and observations in various educational settings. The findings reveal that effective strategies include the integration of ethical teachings into daily lessons, the use of interactive teaching methods, and the involvement of the community in ethical education. The study concludes that these strategies significantly contribute to the improvement of students' understanding and practice of Hindu ethics, fostering a more profound moral development in the educational environment.
Implementasi Kelas Ibu Hamil (Penyuluhan Perawatan Payudara Masa Kehamilan dan Menyusui di Puskesmas I Denpasar Utara) Ni Made Ari Febriyanti; Ni Ketut Ayu Sugiartini
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 2 No. 2 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v2i2.4305

Abstract

This community service aims to provide education to pregnant women in the second and third trimesters about the benefits of breast care during pregnancy and breastfeeding. The method used in this service is to provide online counseling about breast care during pregnancy and breastfeeding during class for pregnant women. Participants in this service program are pregnant women in the second and third trimesters who take part in the pregnant women class program at Puskesmas I, North Denpasar. After being given counseling, there was an increase in knowledge of pregnant women about breast care during pregnancy and breastfeeding.
Gambaran Kebutuhan Kunjungan Rumah Untuk Perawatan Bayi Pada Ibu Post Sectio Caesarea Pada Masa Pandemi Covid-19 Ayu Sugiartini, Ni Ketut
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.141 KB) | DOI: 10.58794/jubida.v1i1.64

Abstract

Pendahuluan: Persalinan memerlukan proses yang fisiologis namun keadaan patologis atau komplikasi dapat saja muncul pada saat kehamilan sampai pada proses persalinan. Salah satu persalinan yang sering terjadi adalah persalinan dengan SC. Era masa pandemi ini, merupakan kendala yang sangat sulit bagi ibu nifas untuk melakukan kontrol ulang ibu dan bayi, sangat rentan bagi bayi  tertular Covid 19 sehingga ibu dan tidak melakukan kunjungan ulang. Untuk itu pelayanan homecare bisa menjadi alternative bagi ibu nifas agar tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran kunjungan rumah untuk perawatan bayi pada ibu post section caesarea pada masa pandemic covid-19. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan rancangan Cross-Sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Udayana Denpasar dengan 30 responden ibu post section caesarea. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan perawatan kunjungan rumah pada bayi selama pandemi dibutuhkan ibu terutama pada kebutuhan akan memandikan bayi sebesar 76,66%, kebutuhan memberikan ASI sebesar 83,33%, kebutuhan akan pemberian imunisasi sebesar 80%, kebutuhan akan perawatan tali pusat sebesar 83,33%, kebutuhan akan memijat bayi, pemeriksaan tumbuh kembang bayi sebesar 90% dan kebutuhan akan pemberian Pendidikan kesehatan sebesar 86,67%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ibu nifas yang menjalani Operasi Caesar, membutuhkan perawatan bayi di rumah selama pandemi
PENGARUH PIJAT ENDORPHIN DENGAN KECEMASAN MASA PANDEMI COVID-19 PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS III DENPASAR SELATAN TAHUN 2022 Ayu Sugiartini, Ni Ketut; Febriyanti, Ni Made Ari; Widiantari, Kadek
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.543 KB) | DOI: 10.58794/jubida.v1i2.133

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan yang terjadi pada ibu post partum terjadi karena adanya perubahan peran ibu. Keadaan psikologi akan berpengaruh pada keadaan fisik oleh karena adanya pelepasan dari adrenalin yang menyebabkan vasokontriksi dari pembuluh darah alveoli sehungga oksitosin sedikit harapannya untuk dapat mencapai target organ mioepitelium. Berdasarkan data prevalensi tingkat kecemasan ibu post partum primipara di Portugal (18,2%), Banglades (29%), Hongkong (54%), dan Pakistan sebesar (70%) (Agustin, 2018). Ibu primipara yang mengalami kecemasan tingkat berat mencapai 83,4% dan kecemasan sedang sebesar 16,6%, sedangkan pada ibu multipara didapatkan kecemasan tingkat berat 7%, kecemasan  sedang 71,5%, dan cemas ringan 21,5% . Masase merupakan salah satu cara untuk reileksasi pada ibu. Endorphin massage merupakan pijatan merangang tubuh untuk melepaskan senyawa endorphin yang dapat menormalkan denyut jantung dan tekanan darah, mengurangi sakit, mengendalikan perasaan nyaman serta meningkatkan rileks dalam tubuh. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi eskperimen without control group. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pijat endorphin dengan kecemasan masa pandemic covid -19 pada ibu post partum. Hasil: hasil uji analisis menggunakan Paired Samples Test rata-rata atau median dari sebelum diberikan pijat endorphin dan setelah diberikan pijat endorphin adalah 4,9 dengan standar deviasi 0,41, 95% CI 4,06-5,73 dan dengan nilai p value 0,000. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor sebelum dan setelah diberikan pijat endorphin terhadap tingkat kecemasan masa pandemic covid-19 pada ibu post partum. Rekomendasi: peran serta petugas kesehatan dengan meningkatkan pengetahuan dan memberikan pijat endorphin sebagai salah satu cara untuk mengatasi kecemasan.
Qualitative study: Caregiver's perception of the social-emotional development of children given infant massage as a daily affective touch Widiani, Ni Nyoman Ayuk; Chania, Made Pradnyawati; Sugiartini, Ni Ketut Ayu; Widiastuti, Ni Made Rai; Febriyanti, Ni Made Ari; Adnyani, Ni Wayan Sukma
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(4).510-522

Abstract

Background: Affective touch aims to convey affection to children. This touch is closely related to emotional needs and social bonds, which strengthen relationships between individuals. Children in orphanages often experience a lack of affective touch, which causes persistent stress.Objectives: To determine caregivers' perceptions of the social-emotional development of babies and children who receive baby massage as daily affective touch at the Metta Mama and Maggha Foundations.Methods: This research is a qualitative study with a phenomenological approach. The sample consisted of 25 caregivers, using the total population. Data was collected through focus group discussions (FGDs), with each group consisting of 8-9 caregivers.Results: Some participants have the perception that a socially healthy child is a child who is able to adapt and interact with others, some participants have the perception that children need social-emotional aspects such as the need for affection, attention, the need to be loved, a sense of security, and a desire to be understood, some participants have the perception that the role of caregivers is very large because it replaces the role of parents, most participants said that baby massage has been done on children aged 0-6 months, some participants have the perception that baby massage can affect the calmness, comfort of babies so that they can be more optimal in carrying out daily activities, some participants have the perception that children who are socially-emotionally healthy behave more understandingly, confidently and more quickly accept the information given and all participants have the perception that it is very important to apply parenting patterns with touch, because of the lack of touch in orphanages.Conclusions: According to caregivers at the Metta Mama & Maggha Foundation, it is important to implement parenting patterns with touch in the form of baby massage as Daily Affective Touch in children's social-emotional development