Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Anak-Anak di Community Learning Center Kinabalu, Malaysia melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Endang Sri Wahjuni; Nur Shanti Retno Pembayun; Febrita Ardianingsih; Nur Ilahi Anjani; Hafshah Yasmina Abidah; Nastiti Aryudaningrum; Evy Wulandari; Susi Susanti; Tita Rachma Ayuningtyas; Anja Hesnia Kholis; Nurullia Hanum Hilfida; Resinta Rahma Mareta Saputri; Natali Anno Angel Simamora
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2886

Abstract

This community service program focuses on improving clean and healthy living behavior (PHBS) among children at the Community Learning Center (CLC) Kampung Melayu Sulaiman, Sandakan, Sabah, Malaysia, a migrant community with limited access to health education. The program aims to enhance students’ knowledge and practices related to PHBS through structured and participatory educational activities. A Participatory Action Research (PAR) approach was employed, involving students, teachers, and CLC administrators in the processes of needs identification, planning, implementation, evaluation, and follow-up. Activities were carried out both online and onsite through health education sessions, handwashing and toothbrushing demonstrations, and the distribution of educational materials. The results indicate an improvement in students’ knowledge, basic PHBS skills, and behavioral changes such as washing hands before meals and maintaining personal hygiene. Overall, the program positively contributed to increasing children’s health awareness and strengthening teachers’ capacity to continue PHBS education independently
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Cedera Tungkai dengan Metode PRICE pada Penari Profesional Isma Azzizah; Romadhiyana Saputri; Rizky Nevangga; Resti Nurpratiwi; Susi Susanti; Tita Ayuningtyas; Firdausi Maulana; Tri Seputra
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1823

Abstract

Tuntutan fisik yang ekstrem dalam tari profesional mengakibatkan tingginya insiden cedera, terutama pada tungkai bawah. Cedera akut seperti keseleo pergelangan kaki umum terjadi, dan penanganan awal yang tidak tepat dapat mengganggu karier penari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengatasi kesenjangan pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera tungkai akut secara mandiri di komunitas penari profesional Surabaya menggunakan Metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) dan teknik pembebatan elastis yang benar.Kegiatan PKM menggunakan desain pre-test dan post-test dengan pendekatan pelatihan dan edukasi interaktif. Pelaksanaan dilakukan pada 7 November 2025 di Laboratorium Fisioterapi Olahraga FK UNESA. Partisipan terdiri dari 20 penari profesional (usia 20-30 tahun) dari sanggar tari di Surabaya, yang dikategorikan berisiko tinggi cedera dengan intensitas latihan minimal 15 jam/minggu. Intervensi yang diberikan mencakup sosialisasi mendalam mengenai identifikasi cedera, pentingnya penanganan cepat, dan penjelasan komprehensif tentang setiap komponen PRICE. Fokus pelatihan praktis ditekankan pada demonstrasi akurat teknik pembebatan elastis (kompresi) pada pergelangan kaki dan lutut menggunakan pola angka delapan atau spiral, yang esensial untuk mengendalikan pembengkakan ekstravaskular.Hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (nilai p < 0,05). Skor rata-rata peserta meningkat dari 61,1 (Pre-test) menjadi 74,4 (Post-test), dengan peningkatan sebesar 13,3 poin. Keberhasilan ini menegaskan peran strategis Fisioterapi dalam pengabdian masyarakat dan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDG’s) Tujuan 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik. Edukasi ini berhasil menciptakan first responders di dalam komunitas penari, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas waktu pemulihan dan meminimalisir risiko cedera kronis, meskipun studi follow-up diperlukan untuk mengukur retensi pengetahuan jangka panjang.