Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Status Nutrisi Siswa TK Labschool Lidah Wetan dan Ketintang Surabaya Abidah, Hafshah Yasmina; Anjani, Nur Ilahi; Sasongko, Devi Purnamasari
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 4 No 2 (2025): Volume 4 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v4i2.1189

Abstract

There is insufficient information on the nutritional status of kindergarteners, especially in Surabaya. This study's primary goal is to present information on the nutritional status of kindergarten children enrolled at Labschool Lidah Wetan and Ketintang, Surabaya. Cross-sectional descriptive study of students aged 4-7 years (n = 56), with anthropometric measurements for weight and height of the students using a digital weight and height scale. After obtaining the students' weight and height data, Z-score measurements were conducted according to the WHO curve for height-for-age (H/A), weight-for-age (W/A), and body mass index-for-age (BMI/A). The findings showed that three students (5.4%) were classified as short, fifty-two students (92.9%) as normal, and one student (1.8%) as tall for H/A measurement. According to the W/A measurement results, one student (1.8%) was classified as severely thinness, two (3.6%) as thinness, forty-eight (85.7%) as normal, and five (8.5%) as overweight. Nine students (16.1%) were classified as thin, forty students (71.4%) as normal, three students (5.4%) as overweight, and four students (7.1%) as obese based on the BMI/age measurement. Overall, kindergarten students at Labschool Lidah Wetan and Ketintang Surabaya had generally good nutritional status.
Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Anak-Anak di Community Learning Center Kinabalu, Malaysia melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Endang Sri Wahjuni; Nur Shanti Retno Pembayun; Febrita Ardianingsih; Nur Ilahi Anjani; Hafshah Yasmina Abidah; Nastiti Aryudaningrum; Evy Wulandari; Susi Susanti; Tita Rachma Ayuningtyas; Anja Hesnia Kholis; Nurullia Hanum Hilfida; Resinta Rahma Mareta Saputri; Natali Anno Angel Simamora
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2886

Abstract

This community service program focuses on improving clean and healthy living behavior (PHBS) among children at the Community Learning Center (CLC) Kampung Melayu Sulaiman, Sandakan, Sabah, Malaysia, a migrant community with limited access to health education. The program aims to enhance students’ knowledge and practices related to PHBS through structured and participatory educational activities. A Participatory Action Research (PAR) approach was employed, involving students, teachers, and CLC administrators in the processes of needs identification, planning, implementation, evaluation, and follow-up. Activities were carried out both online and onsite through health education sessions, handwashing and toothbrushing demonstrations, and the distribution of educational materials. The results indicate an improvement in students’ knowledge, basic PHBS skills, and behavioral changes such as washing hands before meals and maintaining personal hygiene. Overall, the program positively contributed to increasing children’s health awareness and strengthening teachers’ capacity to continue PHBS education independently
Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Dini Aulia Cahya; Endang Sri Wahjuni; Hafshah Yasmina Abidah; Devi Purnamasari Sasongko; Yenny Meilany Sugianto; Anggie Sasmita Kharisma Putri; Abqariyatuzzahra Munasib
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1844

Abstract

Literasi kesehatan reproduksi remaja merupakan komponen penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kemampuan remaja memahami perubahan biologis, psikososial, serta mengambil keputusan yang aman dan bertanggung jawab. Namun demikian, di banyak lingkungan sekolah, topik kesehatan reproduksi masih dipengaruhi oleh mitos, norma tabu, serta keterbatasan akses terhadap informasi yang tervalidasi secara ilmiah. Kondisi ini berpotensi memperkuat miskonsepsi, ketimpangan pengetahuan berbasis gender, serta meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai risiko kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendekatan edukasi yang holistik, ilmiah, dan interaktif, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 5 (Gender Equality). Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025 dengan sasaran 60 siswa sekolah menengah pertama. Intervensi dilakukan melalui sesi edukasi interaktif yang mencakup pemahaman dasar anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, kesehatan pubertas dan menstruasi, penguatan konsep kesehatan reproduksi yang setara gender, serta pelurusan mitos kesehatan reproduksi berbasis bukti ilmiah. Evaluasi kegiatan menggunakan desain pra–pasca dengan pre-test dan post-test masing- masing terdiri atas 10 soal pilihan ganda yang mencakup domain materi sepadan. Hasil evaluasi dianalisis dan disajikan secara deskriptif menggunakan kategori tingkat pemahaman. Sebelum intervensi, tingkat pemahaman siswa secara umum berada pada kategori rendah–sedang, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan pubertas, menstruasi, dan persepsi peran gender dalam kesehatan reproduksi. Setelah kegiatan edukasi, terjadi pergeseran kecenderungan tingkat pemahaman menjadi sedang–tinggi, disertai peningkatan kemampuan siswa dalam membedakan mitos dan fakta kesehatan reproduksi serta meningkatnya sikap saling menghormati antara siswa laki-laki dan perempuan. Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang dirancang secara holistik dan interaktif tidak hanya berpotensi meningkatkan literasi kesehatan remaja, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan kesenjangan gender dalam akses pengetahuan kesehatan. Dengan demikian, program ini relevan sebagai strategi penguatan peran sekolah dalam mendukung pencapaian SDG 3 dan SDG 5 secara berkelanjutan.
The Effect of Academic Anxiety and Stress on The Risk of Functional Dyspepsia Among Pre-Clinical Medical Students: A Literature Review Meisya Devi Ardhana; Hafshah Yasmina Abidah
Indonesian Health Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Health Journal
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/ihj.v5i2.910

Abstract

Functional dyspepsia is a functional gastrointestinal disorder commonly found in the productive-age population, including medical students. This condition is characterized by symptoms such as epigastric pain, postprandial fullness, early satiety, nausea, bloating, and a burning sensation in the upper abdomen (heartburn), without any identifiable organic abnormalities. Various studies have shown that psychological factors, particularly anxiety and academic stress, contribute to the occurrence of functional dyspepsia through the brain–gut axis mechanism. This literature review aimed to analyze the relationship between anxiety and academic stress and the incidence of functional dyspepsia among medical students. The method used was a literature review based on a systematic search of scientific databases, primarily PubMed, as well as relevant international journals. The articles included were published between 2016 and 2026. A total of 11 articles that met the inclusion criteria were analyzed using a narrative synthesis approach.