Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penggunaan Microbubble dan Ro Drip Irrigation Teknologi pada Budidaya Cabai Merah Besar (CMB) Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sarjana Farm Napsawati, Napsawati; Haerani, Nining; B, Asri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.20362

Abstract

Desa Bajiminasa di Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, merupakan desa agraris yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Salah satu Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang beroperasi di desa ini adalah Sarjana Farm, yang fokus pada budidaya hortikultura cabai merah besar (CMB). Meskipun potensial, KUB ini menghadapi beberapa masalah serius, termasuk serangan hama dan penyakit, biaya perawatan yang tinggi, serta kesulitan penyiraman lahan tadah hujan. Melalui program pengabdian masyarakat ini, dilakukan penyuluhan dan praktik lapangan terkait teknologi microbubble dan drip irrigation guna meningkatkan produktivitas pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 37%, penurunan serangan penyakit sebesar 55%, serta peningkatan efisiensi air hingga 77%. Penerapan teknologi ini terbukti mampu memperbaiki manajemen usaha dan produksi, serta mendukung keberlanjutan budidaya cabai merah besar di Sarjana Farm.
Pemberdayaan Masyarakat Miskin dalam P3KE melalui Pelatihan Olahan Nugget Bandeng di Kelurahan Sibatua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep Azisah Azisah; Nining Haerani; Mirnawati Mirnawati; Rusni Fitri Y. Rusman; Mualiana Djafar
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4428

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat miskin dalam P3KE melalui pelatihan pembuatan nugget bandeng berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep sebagai upaya mendorong pemanfaatan ikan bandeng menjadi produk bernilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.  Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi pembuatan nugget bandeng, serta evaluasi berupa pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 35 orang yang merupakan masyarakat miskin dalam P3KE. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari 45% menjadi 80% dan peningkatan keterampilan dari 40% menjadi 75%. Selain itu, hasil perhitungan efektivitas kegiatan menunjukkan nilai sebesar 60,8% yang termasuk dalam kategori efektif. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal secara optimal serta menciptakan peluang usaha berbasis pengolahan ikan bandeng guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian berikutnya disarankan untuk difokuskan pada pendampingan berkelanjutan terkait pengembangan produk, peningkatan kualitas kemasan, pengurusan perizinan usaha dan sertifikasi produk, serta penguatan strategi pemasaran digital.
EFEK REKAYASA PENCAHAYAAN DENGAN SINAR UV PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DALAM SISTEM HIDROPONIK Nining Haerani; Rahmatullah Rahmatullah; Bibiana Rini Widiati Giono; Muhammad Izzdin Idrus; Nur Zaman
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6032

Abstract

AbstrakDalam sistem hidroponik, penggunaan lampu LED dengan variasi warna cahaya  dan lama durasi penyinaran menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, termasuk selada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rekayasa pencahayaan dengan sinar UV terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.) dalam sistem hidroponik. Dilaksanakan di Dusun Parrang Desa Baji Pa’mai Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode kuantitatif. Menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot). Sebagai perlakuan petak utama adalah pemberian penggunaan jenis warna cahaya lampu LED dan perlakuan anak petak adalah lama pencahayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna cahaya ungu pada lampu UV yang memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman 22,83 cm, jumlah daun 28 helai, luas daun 54,97 cm, berat basah 163,67 g, berat tajuk 129,67 g, berat akar 34g dan lebar daun 11,87 cm. Lama waktu pencahayaan 6 jam per hari memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman 22,83 cm, luas daun 54,97 cm, berat akar 34 g dan lebar daun 11,87 cm. Terdapat interaksi antara warna cahaya lampu UV dan lama waktu pencahayaan pada pertumbuhan dan hasil selada sistem hidroponik pada parameter berat tajuk 129,67 g, berat basah 163,67 g dan jumlah daun 28 helai.Kata Kunci : LED, sinar UV, durasi penyinaran, warna cahaya, selada
Aquaponic greenhouse agriculture integrated with multi-modal sensors and LED-grow-light IoT-based Pujianti Wahyuningsih; Muhammad Risal; Nining Haerani; Abdul Jalil
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 16, No 4: August 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v16i4.pp2254-2264

Abstract

This study aims to develop a smart greenhouse aquaponic farming system that integrates aquaculture and hydroponic cultivation based on the Internet of Things (IoT). The proposed integration method employs multi-modal sensors and LED-grow-lights as supporting technologies to enable remote monitoring and control of aquaponic farming conditions through the Blynk IoT platform. The multi-modal sensors utilized in this research include DHT11 for monitoring air temperature and humidity, light dependent resistor (LDR) and infrared (IR) sensors for measuring sunlight intensity and LED-grow-lights levels, a soil moisture sensor for measuring hydroponic water volume, DS18B20 for monitoring aquaponic water temperature, a total dissolved solids (TDS) sensor for nutrient concentration, and pH-4502C for measuring water acidity. The LED-grow-lights functions as an artificial light source to replace sunlight under unfavorable weather conditions. In this study, a Raspberry Pi was implemented as the central data processing unit, while the Blynk IoT platform was employed to transmit aquaponic greenhouse data to the farmer’s smartphone. The experimental results demonstrate that the integration of multi-modal sensors enables effective monitoring of IoT-based aquaponic farming conditions with an accuracy level of up to 94% compared with other product of sensors, a monitoring and control delay ranging transmits the data from the embedded devices to smartphone farmer between 5 and 9 seconds, and reliable replacement of sunlight by the LED-grow-lights during adverse weather conditions.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Beberapa Sistem Jajar Legowo dan Arah Tanam Wahyu Wirawan; Haerul -; Nining Haerani
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low corn production will have an impact on domestic food and feed needs, this productivity can be increased through agricultural intensification, including the use of the jajar legowo cropping system and planting directions. This study used a factorial randomized block design (RBD) method consisting of 2 treatment factors, namely: 1). The spacing of legowo consists of 3 levels of treatment, namely: row legowo 2: 1, row legowo 3: 1 and row legowo 4: 1. 2). Planting direction with 2 treatment levels, namely: East-West planting direction and North-South planting direction. The results showed that the treatment of several jajar legowo cropping systems had no significant effect on the growth and production of maize plants. , and dry shell weight. The planting direction treatment had no significant effect on the growth and production of corn plants, the east-west planting direction gave the best results on cob length, cob weight, wet shell weight, and dry shell weight while the north-south planting direction gave the best results on plant height. number of leaves and stem diameter. and the combination of several jajar legowo cropping systems and planting directions had no significant effect on the growth and production of corn plants.
Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Nining Haerani; Nurjannah -; Sofyan -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth and production of green bean plants can be increased by improving the right cultivation techniques, namely the treatment of spacing and improving soil fertility by applying manure. This study aims to determine the spacing and type of manure as well as their interactions with the growth and production of green bean plants. This research was conducted in Kassi-Kassi Hamlet, Toddopulia Village, Tanralili District, Maros Regency. The time used in this study started from May to August 2022. This study used a factorial design method with a basic randomized block design , with 9 treatment combinations and repeated 3 times so that there were 27 units with the first factor, namely the application of distance plant 20x20, 20x30, 20x40 cm and the second factor is the application of chicken manure, cow manure and goat manure. The results showed that the spacing of 20x40 cm had a significant effect on plant height (102.89 cm) and flowering time (128.33 dap). While the application of chicken manure had a significant effect on the growth of the number of leaves (63.33 strands).
Uji Efektifitas PGPR Akar Bambu dan Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L). Anriyani -; Andi Herwati; Nining Haerani
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis PGPR akar bambu terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai rawit, dosis POC terbaik yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai rawit, dan interaksi antara PGPR akar bambu dan POC pada pertumbuhan dan produksi cabai rawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022 sampai bulan Juni 2022 di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT BPTPH) Provinsi Sulawesi Selatan, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode RAK faktorial yang terdiri dua faktor, faktor 1 dosis PGPR akar bambu terdiri atas 3 taraf, yakni: Kontrol (0 L/L air), 30 mL/L air dan 40 mL/L air. Sementara dosis pupuk organik cair terdiri dari 3 taraf yaitu: Kontrol (0 L/L air), 90 mL/L air, dan 100 mL/L air. Hasil penelitian menunjukkan dosis PGPR 40 mL/L memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah daun (42 helai), umur berbunga (42,00 hst), dan jumlah cabang produktif (6 cabang). Dosis pupuk organik cair 90 mL/L memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah daun (42 helai), umur berbunga (42,00 hst), dan jumlah cabang produktif (6 cabang). Terdapat interksi antara dosis PGPR akar bambu dan pupuk organik cair pada parameter umur berbunga, jumlah bunga, dan jumlah buah.
Pertumbuhan Cabai Katokkon (Capsicum sinence Jacq) di Dataran Rendah pada Aplikasi Mulsa Organik dan Mol Bonggol Pisang Karisma Septia Putri; Nining Haerani; Bibiana Rini Widiati Giono
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan produksi cabai katokkon secara ekstensifikasi dapat berupa pengembangan penanaman di luar habitat aslinya yang diarahkan ke dataran yang lebih rendah dan dataran medium Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya hasil produksi cabai katokkon adalah tidak stabilnya iklim mikro, kandungan bahan organik rendah, tingkat kesuburan tanah rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis mulsa organik dosis, dan interaksi antara jenis mulsa dengan dosis mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang pada pertumbuhan tanaman cabai katokkon di dataran rendah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dimana faktor pertama jenis mulsa organik yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua MOL bonggol pisang yang terdiri dari 4 taraf setiap kombinasi terdiri 3 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 12 tanaman sehingga terdapat 36 tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pemberian mulsa alang-alang dan MOL bonggol pisang 350 mL memberikan hasil lebih baik terhadap parameter tinggi tanaman yakni 29.17 cm, jumlah daun yakni 37.33 helai, diameter batang yakni 5.33 mm, diameter cabang produktif yakni 7.67 mm.