Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Riwayat BBLR Dengan Kejadian Stunting Di Tk Insan Karima Tahun 2022 Daini Zulmi; Rika Fitriyani; Umul Bahriah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/obs.v11i1.1125

Abstract

Stunting is a growth disorder that occurs due to chronic malnutrition or chronic infectious disease in infants/children under five years old, characterized by a z-scores of less than -2SD/standard deviation (stunted) and less than -3SD (severely stunted). Body weight at birth is one of the indicator in a child's growth and development into adulthood and describes the nutritional status of the fetus during its nutritional status obtained by the fetus while in the womb. the womb. LBW is a low birth weight of less than 2,500 grams, regardless of gestation period. Prevalence data for toddlers WHO stunting prevalence data, Indonesia is included in the third country with the Southeast Asia/South-East AsiaRegional (SEAR), the prevalence of stunting in Indonesia is 24.4%. Based on SSGI data, in 2021 the prevalence of stunting in Banten was 24.5 percent and in 2022 the prevalence of stunting fell to 20 percent, a decrease of 4.5 percent compared to 2021. The prevalence of stunting in Lebak District, Banten Province, is still high, at 26.2% according to SSGI in 2022. This study is an analytic descriptive study. The research design was cross sectional. A total of 86.0% of children who were not stunted with a history of normal birth weight, as many as 95.5% of children were stunted with a history of LBW. the results of the study obtained p value = 0.007 ≤ 0.05, so there is a relationship between birth weight history and the incidence of stunting at Insan Karima Kindergarten in 2022.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ibu Hamil Bersalin Dengan Laserasi Derajat I, Nifas, Bayi Baru Lahir Pada Ny. “S” G3P2A0 Di Puskesmas Kalanganyar Kabupaten Lebak Tahun 2024 Zulmi, Daini; Nelis April Yanti
Jurnal Obstretika Scientia Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/obs.v12i2.1336

Abstract

in the world is around 443 per 100,000 KH, while the number of IMR in the world will reach 54 per 1000 KH in 2020. MMR in Lebak Regency reached 43 cases and IMR in Lebak Regency was around 30 cases in 2020. The government's effort for this case is the provision of essential and optimal health services. The purpose of this writing is expected to be able to provide comprehensive midwifery care (Pregnancy, Maternity, Postpartum, Newborn) to clients in a real way with the Varney midwifery management approach and SOAP documentation. Comprehensive case study method by taking pregnant women of 36 weeks gestational age until delivery assistance and monitoring of KF 1 to KF 4, and KN 1 to KN 3. The problems found in this case are ANC examination of physiological discomfort in the third trimester, preparation for lactation. The result was that the mother's discomfort was resolved and the mother's colostrum was present. In the process of labor there was a first degree perineal tear with active bleeding, a first degree perineal suture was performed and the laceration bleeding was no longer active. In the postpartum period it went well nd the client had done a 3-month injectable birth control. In the neonate examination, the baby was born with female sex, BW 3400 grams, PB 48 cm there were no defects and abnormalities in the baby.
Efektivitas Aromaterapi Serai Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Rangkasbitung Zulmi, Daini; Rizki, Renita; Quroh, Imas; Hildah, Hildah
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 3 No. 02 (2025): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v3i02.876

Abstract

Kehamilan secara umum merupakan suatu cara untuk mendapatkan keturunan yang terjadi secara alami. Menurut WHO emesis gravidarum terjadi di seluruh dunia dengan angka kejadian mencapai 12.5 % dari seluruh kehamilan. Kejadian mual muntah pada ibu hamil di Indonesia berkisar antara 50%-75% pada trimester pertama atau diawal kehamilan. Aromaterapi serai terbuat dari bahan dasar tumbuhan serai yang diubah menjadi ekstrak serai, olive oil, dan ekstrak mint. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aromaterapi serai mampu menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 karena aromaterapi serai ini mengandung kandungan kimia sereh antara lain adalah minyak astiri dengan komponen-komponen citronefral, citral, geraniol, metil-heptonone, eugenol-metil eter, dipenten, eugenol, kadinen, kadinol dan limonene yang dapat digunakan untuk mengatasi mual muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi serai dalam mengatasi emesisgravidarum di Puskesmas Rangkasbitung. Penelitian ini menggunakan kelompok intervensi dan kontrol. Populasi yang digunakan 12 responden dan sampel 6 orang kelompok intervensi dan 6 orang kelompok kontrol. Instrumen penelitian kuesioner, hasil uji Independent Sample T-Test nilai p value sebesar 0,040 (p < 0,05) terdapat efektivitas aromaterapi untuk mengatasi emesis gravidarum pada ibu hamil di Puskesmas Rangkasbitung 2023. Ada pengaruh efektivitas aromaterapi untuk mengatasi emesis gravidarum pada ibu hamil pada kelompok intervensi dan kontrol di Puskesmas Rangkasbitung 2023
Pengembangan Permen Jelly Daun Kacang Panjang Sebagai Upaya Peningkatan Haemoglobin Pada Ibu Hamil di Puskesmas Zulmi, Daini; Ariesta, Rita; Islamiah, Neneng; Buhaeriyah, Siti; Haq, Hilwa Mail
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 3 No. 02 (2025): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v3i02.880

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah yang sedikit atau kurang dari normal, yang mana sel darah merah itu mengandung Haemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan produk baru berupa permen jelly daun kacang panjang sebagai salah satu asupan bergizi untuk mencegah anemia pada ibu hamil di PKM Kalanganyar tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian Eksperimen dengan pre eksperimental design yang digunakan yaitu One Grup Pre-test Post-test. Waktu penelitian bulan November 2023. Populasi penelitian ini sebanyak 119 ibu hamil dengan Anemia di wilayah Puskesmas Kalanganyar. Besar sampel yang digunakan yaitu 8 menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil univariat didapatkan bahwa kenaikan kadar Hb ibu hamil dengan anemia mulai dari angka 1,3 gr/dl hingga 4,2 gr/dl dengan rata-rata kenaikan kadar Hb berada di angka 2,7 gr/dl. Oleh karena itu, permen jelly daun kacang panjang ini dapat menjadi salah satu makanan tambahan maupun camilan sehat untuk mencegah anemia.
Hubungan Pengetahuan Dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Box Dengan Kenaikan Berat Badan Pada Balita Gizi Kurang Di Kecamatan Leuwidamar Zulmi, Daini; Hana Maria Sudrajat; Anis Ervina
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan kesehatan di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dengan kenaikan berat badan balita gizi kurang. Desain penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional Sampel penelitian adalah 42 balita gizi kurang yang menerima PMT selama 4–8 minggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner, buku register posyandu dan dianalisis dengan uji chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kenaikan berat badan nilai (p = 0,02) dan pemberian PMT dengan kenaikan berat badan (p = 0,06). Kesimpulannya, pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dengan sumber protein hewani ganda serta edukasi gizi efektif meningkatkan status gizi balita. Disarankan program PMT berbasis pangan lokal terus dikembangkan oleh tenaga kesehatan dan kader posyandu sebagai upaya perbaikan gizi balita.
Hubungan Waktu Penggunaan Gadget SebelumTidur Terhadap Durasi Tidur Malam Remaja Putri Di-Wilayah SMAN 1 Rangkasbitung Tahun 2025 Aminah; Daini Zulmi; Siti Khoirunnisa
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget sebelum tidur semakin meningkat di kalangan remaja putri dan berdampak pada gangguan durasi serta kualitas tidur. Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat menekan hormon melatonin yang mengatur siklus tidur, sehingga menyebabkan sulit tidur dan kurangnya waktu istirahat. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan hormonal. remaja perempuan merupakan calon ibu di masa depan yang kesehatannya berperan penting dalam melahirkan generasi yang sehat dan bebas dari stunting dimasa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu penggunaan gadget sebelum tidur dengan durasi tidur malam remaja putri di wilayah SMAN 1 Rangkasbitung tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 420 siswi, dan setelah dilakukan seleksi kriteria inklusi didapatkan 349 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner daring melalui Google Form dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan 54,2% responden menggunakan gadget dimalam hari dengan berlebihan dan 59,9% mengalami durasi tidur yang kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan gadget sebelum tidur dengan durasi tidur malam remaja putri. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 33,634 menandakan bahwa remaja yang menggunakan gadget secara berlebihan sebelum tidur berisiko 33 kali lebih besar mengalami durasi tidur yang kurang. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin lama durasi penggunaan gadget sebelum tidur, semakin pendek durasi tidur malam remaja putri. Diperlukan edukasi mengenai pentingnya penggunaan gadget yang bijak dan pentingnya tidur yang cukup sebagai upaya pencegahan stunting sejak usia remaja.
Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Asupan Protein Hewani, Durasi Pemberian ASI Ekslusif dan MP-ASI Dengan Kejadian Stunting Pada Usia 12-24 Bulan di Kp. Pagadungan Tahun 2025 Roslina; Rita Ariesta; Daini Zulmi; Yayu
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor, karakteristik orang tua, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, pemberian asupan makanan, serta praktik pemberian MP-ASI. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan distribusi,sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil berdasarkan analisis univariat, sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (52,6%), pendidikan terakhir SD (55,3%). Memiliki pendapatan Rp 1.000.000 (52,6%), sera memberikan asupan sesuai (65,8%). Mayoritas responden memberikan MP-ASI pada usia >6 bulan (57,9%) dan durasi pemberian sesuai (66,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan status gizi anak (p = 0,02), pendapatan dengan status gizi anak (p = 0,03), Asupan dengan status gizi anak (p = 0,01), MP-ASI dengan status gizi anak (p =0,04), Durasi pemberian makanan dengan status gizi anak (p =0,02). Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan,asupan,MP-ASI, dan durasi pemberian makanan dengan status gizi anak. Di harapkan dapat menjadi masukan bagi orang tua untuk meningkat pola asuh yang lebih baik dalam pencegahan stunting, serta bagi tenaga kesehatan dan pemerintah dalam menyusun program intervensi gizi dan edukasi keluarga guna menurunkan angka stunting pada balita usia 12-24 bulan.
Hubungan Skor Latch Dengan Kecukupan ASI dan Risiko Stunting Dini pada Bayi di Warunggunung Zulmi, Daini
Jurnal Obstretika Scientia Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting dini merupakan masalah gizi kronis yang terjadi sejak awal kehidupan dan berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Salah satu faktor penting dalam pencegahan stunting adalah kecukupan Air Susu Ibu (ASI). Keberhasilan menyusui dapat dinilai secara objektif menggunakan skor LATCH yang menggambarkan kualitas proses menyusui. Namun, pemanfaatan skor LATCH sebagai indikator dini kecukupan ASI dan risiko stunting masih terbatas, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak. Menganalisis hubungan skor LATCH dengan kecukupan ASI dan risiko stunting dini pada bayi di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0–24 bulan. Data dikumpulkan melalui observasi skor LATCH, penilaian kecukupan ASI, dan pengukuran antropometri bayi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor LATCH yang rendah berhubungan dengan ketidakcukupan ASI. Selain itu, bayi dengan skor LATCH ibu yang rendah memiliki risiko stunting dini yang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan skor LATCH baik. Hubungan tersebut menunjukkan signifikansi secara statistik.