Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS POLA STRUKTUR NARATIF SYD FIELD PADA FILM-FILM PENDEK INDONESIA PERAIH PENGHARGAAN INTERNASIONAL Sherell Allycia Gievierna; Bernard Realino Danu Kristianto
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 8 No 1 (2026): Edisi 14
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v8i1.7467

Abstract

Short films have increasingly emerged as a prominent audiovisual medium within the international festival ecosystem due to their ability to convey issues and creative expression through concise narratives. In recent years, several Indonesian short films have received awards at various global festivals, indicating that the strength of narrative structure is one of the key factors driving such recognition. This study aims to analyze the application of Syd Field’s three-act narrative structure in three Indonesian award-winning short films, namely Laut Memanggilku (2021), Evakuasi Mama Emola (2022), and Basri & Salma in a Never-ending Comedy (2023). The research employs a qualitative method with a textual analysis approach, applying the three-act structure to map the plot, conflict development, and narrative dynamics within each film. The findings reveal that all three films continue to exhibit the stages of the three-act structure, albeit with variations in development patterns, duration, and plot distribution. These results affirm that Syd Field’s three-act structure is adaptive and flexible within the context of Indonesian’s short films. The difference in these proportions demonstrates that each film employs a unique way of positioning its social issues within the narrative structure. This analysis provides insight into how narrative structure is constructed and adapted in Indonesian short films that have gained international recognition.   Keywords: Narrative Structure, Syd Field, Short Film, Three-Act Structure, Narrative Pattern, Social Issues
Empowerment of Msme Actors in Lontar Village Through Packaging Skills to Increase The Selling Value of Products Devi Rahnjen Wijayadne; Sri Nathasya Br Sitepu; Gladys Greselda Gosal; Irantha Hendrika Kenang; Bernard Realino Danu Kristianto; Eddrick Christian Chang; Chantika Dzakiyah Berliana; Qaissa Religia Putri Maharani
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.25730

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy; however, many MSME products remain less competitive due to inadequate packaging quality, as commonly found in Lontar Village, Surabaya, where packaging tends to be simple, minimally informative, and lacking clear product identity, which negatively affects consumer perception and market competitiveness. This study aims to empower MSME actors in Lontar Village by enhancing their knowledge and skills in designing and implementing professional, functional, and market-oriented product packaging to increase product selling value. The activity employed a participatory workshop and mentoring approach involving ten MSME actors selected through purposive sampling, with data collected through observation, documentation, and evaluation of packaging conditions before and after the activity and analyzed using a qualitative descriptive method. The results indicate an improvement in participants’ understanding of packaging as a strategic marketing tool, along with enhancements in visual design, completeness of packaging information, material suitability, and overall packaging functionality, demonstrating that the training and mentoring process effectively strengthened both technical skills and strategic awareness of packaging in shaping product image and competitiveness. These findings suggest that practical and contextual packaging empowerment programs can enhance MSME readiness to compete in local and modern markets and serve as a strategic entry point for sustainable MSME development policies.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia; namun, banyak produk UMKM yang masih kurang kompetitif akibat kualitas kemasan yang belum memadai, sebagaimana ditemukan di Kelurahan Lontar, Surabaya, di mana kemasan produk cenderung sederhana, minim informasi, dan tidak memiliki identitas produk yang jelas sehingga berdampak pada rendahnya persepsi konsumen serta daya saing produk di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM di Kelurahan Lontar melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang serta menerapkan kemasan produk yang profesional, fungsional, dan berorientasi pasar guna meningkatkan nilai jual produk. Kegiatan ini menggunakan pendekatan workshop partisipatif dan pendampingan yang melibatkan sepuluh pelaku UMKM yang dipilih melalui purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi kondisi kemasan sebelum dan sesudah kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai kemasan sebagai alat pemasaran strategis, disertai peningkatan pada desain visual, kelengkapan informasi kemasan, kesesuaian bahan, serta fungsi kemasan secara keseluruhan, yang menunjukkan bahwa proses pelatihan dan pendampingan efektif dalam memperkuat keterampilan teknis sekaligus kesadaran strategis mengenai pentingnya kemasan dalam membentuk citra dan daya saing produk. Temuan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan kemasan yang praktis dan kontekstual dapat meningkatkan kesiapan UMKM untuk bersaing di pasar lokal maupun modern serta menjadi titik masuk strategis bagi kebijakan pengembangan UMKM yang berkelanjutan.
Penerapan Sociopreneurship dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat melalui Program “Cinta Sakti” Hilda Yunita Wono; Bernard Realino Danu Kristianto; Sherell Allycia Gievierna; Levani Delsie Putri Pangalila; Erica Cresentia Kurniawan
Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/leecom.v8i1.5862

Abstract

Masyarakat di Kelurahan Lakarsantri, Surabaya, menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha, terutama terkait dengan akses terbatas terhadap modal, teknologi, dan pasar. Program "CINTA SAKTI" hadir sebagai solusi untuk meningkatkan pendapatan mereka dengan mengedepankan kewirausahaan sosial. Melalui pelatihan yang mengajarkan pengelolaan keuangan, pemasaran langsung, dan pengembangan usaha berbasis komunitas, program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Pada aspek pengelolaan keuangan, tingkat pemahaman peserta meningkat dari 36,4% menjadi 92,3%, sedangkan terjadi peningkatan kemampuan pada aspek direct marketing dari 27,3% menjadi 84,7%. Pada aspek brand awareness, peserta menunjukkan pemahaman yang lebih realistis dan reflektif setelah pelatihan. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa program “CINTA SAKTI” efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta dalam mengelola dan memasarkan usaha berbasis sociopreneurship. Tidak hanya itu, pelatihan ini juga membantu peserta untuk lebih percaya diri dalam memasarkan produk mereka dan membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen. Program ini berhasil menciptakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan peserta, tidak hanya dari segi kemampuan teknis, tetapi juga dari segi pemberdayaan sosial dalam komunitas. Program "CINTA SAKTI" telah memberikan dampak positif yang dapat berkelanjutan, membuka peluang baru, dan membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat.