Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Literasi Alquran dalam Meningkatkan Ketepatan Makharijul Huruf dan Tajwid Majelis Taklim Al-Hidayat Kabupaten Maros Musbaing Musbaing; Badruddin Kaddas; Dwi Syukriady; Ashar Ashar; Erwin Nurdiansyah; Abdul Mu’thy; Kurniawan Efendi; Mutiah Abd. Rasyid
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/cx8xq837

Abstract

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas literasi Alquran jamaah Majelis Taklim Al-Hidayat Kabupaten Maros, khususnya dalam ketepatan makharijul huruf dan penerapan kaidah tajwid. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya ketepatan pelafalan huruf hijaiyah serta ketidakkonsistenan dalam menerapkan hukum tajwid saat membaca Alquran. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model pendampingan partisipatif berbasis experiential learning. Metode yang diterapkan mencakup observasi awal, pembelajaran klasikal terbimbing, praktik membaca Alquran secara individual dan kelompok, serta refleksi dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan jamaah melafalkan makharijul huruf secara tepat serta memahami dan menerapkan kaidah tajwid dasar. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan kesadaran jamaah akan pentingnya membaca Alquran secara tartil sesuai kaidah. Dengan demikian, pendampingan literasi Alquran ini terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan keagamaan masyarakat serta berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas ibadah jamaah.
Melukis Harapan di Atas Pasir Waktu: Sosialisasi dan Pelatihan Softskill Guru Berbasis Microteaching di SDN 01 Saonek, Raja Ampat Andi Maryam; Ainun Mardiah; Yuni Riskita Mangopo; Heriyanti Tahang; Rizky Ekawaty Ahmad; Sulkipli M; Irfandi Idris; Jenro P Sijabat; Abdul Mu’thy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 6 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v6i1.904

Abstract

Soft skills are essential competencies that teachers must possess to create an effective, communicative, and student-centered learning process. However, the geographical conditions of SD Negeri 01 Saonek, which is located in an island area, present unique challenges, particularly related to limited access to travel outside the island and unstable communication networks. These limitations have resulted in teachers at the school not receiving adequate training in soft skill development, including communication, classroom management, and self-reflection abilities. To address this need, a socialization and training program based on microteaching was implemented as an effort to enhance teachers’ professional competencies. The microteaching method was chosen because it provides opportunities for direct practice, structured feedback, and simplified yet effective teaching simulations. The training was designed to help teachers understand good teaching techniques, build confidence, and strengthen interpersonal skills in instructional interactions. In addition, the collective feedback sessions offered participants chances to learn from one another and improve their teaching strategies based on peer observations. The results of the activity indicated an improvement in teachers’ ability to design lesson scenarios, manage classrooms, deliver material more clearly, and communicate more effectively with students. Teachers also reported increased motivation and a deeper understanding of the importance of soft skills in supporting their professionalism. Thus, the microteaching training provided new insights into the capacity-building process for teachers at SD Negeri 01 Saonek and served as a relevant solution for island schools facing limited access to conventional training. This program is expected to continue and become a model for empowering teachers in 3T regions to sustainably improve education quality.