Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Acute cardiovascular and metabolic responses to a single line dance session Rusdiawan Rusdiawanan; Mochamad Purnomo; Sumaryanti Sumaryanti; José Vicente García Jiménez; Adi Pranoto
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 12 No 1 (2026): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v12i1.27387

Abstract

Physical inactivity among middle-aged women remains a major contributor to increased cardiovascular and metabolic health risks worldwide. This study sought to examine the acute cardiovascular and metabolic responses during a 45-minute instructor-led line dance session in physically active middle-aged women. A single-session cross-sectional observational design was employed involving thirty participants aged 30–50 years who completed a standardized routine consisting of warm-up, main session, and cool-down phases. Every participant wore a Polar H10 heart-rate monitor and an accelerometer to collect data throughout the session. Exercise intensity was classified into five heart-rate zones according to the percentage of maximum heart rate (HRmax), while caloric expenditure was estimated using heart-rate data and MET values. Descriptive analysis was employed to delineate cardiovascular and metabolic responses, while multivariate regression assessed predictors of total caloric expenditure, controlling for age and body mass index (BMI). The average intensity of the participants' exercise was 72.8 ± 5.6% HRmax (132.5 ± 10.4 bpm), the mean energy cost was 245.6 ± 35.2 kcal, and the MET value was 4.2 ± 0.6. The majority of the session duration was allocated to Zone 3 (38.2 ± 6.1%) and Zone 4 (18.4 ± 4.7%). The time spent in Zones 3–5 was a significant predictor of caloric expenditure (β = 0.68, p < 0.001, R² = 0.74). These findings demonstrate that a single 45-minute instructor-led line dance session produces moderate-to-vigorous acute cardiovascular strain and metabolic responses, as reflected by heart rate zone distribution and energy expenditure in physically active middle-aged women.
Transformasi Pembinaan Olahraga Prestasi Di Sekolah: Implementasi Metode Sport Search Dalam Mengidentifikasi Dan Mengembangkan Bakat Olahraga Peserta Didik Prayogi Dwina Angga; Sugiharto Sugiharto; Eko Hariyanto; Desiana Merawati; Adi Pranoto; Deddy Whinata Kardiyanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/t8mtp686

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengoptimalkan pembinaan prestasi olahraga pada peserta didik di sekolah melalui pendekatan pemanduan bakat dengan menggunakan metode sport search. kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Kabupaten Malang. Metode bimbingan teknis digunakan dalam kegiatan ini yang meliputi beberapa tahapan, yakni identofikasi masalah dan potensi mitra, pemaparan materi pemanduan bakat dan metode sport search, praktik tes pemanduan bakat, analisis hasil menggunakan aplikasi sport search, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini telah memberikan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengidentifkasi bakat olahraga siswa secara lebih objektif dan ilmiah. Pendekatan metode sport serach yang digunakan dalam pemanduan bakat sangat membantu guru dalam mengenali potensi atau bakat olahraga peserta didik dengan lebih akurat. Evaluasi kepuasan yang disampaikan oleh peserta dalam kegiatan ini juga mengindikasikan bahwa kegiatan ini memberikan kontribusi secara nyata dalam pembinaan olahraga yang berbasis ilmiah di sekolah. Kegiatan ini dapat menjadi solusi inovatif dalam upaya mengoptimalkan potensi peserta didik dan pembinaan prestasi olahraga di sekolah. Keberlanjutan kegiatan ini perlu diperkuat dengan melakukan pendampingan yang berkesinambungan serta melaksanakan kolaborasi dengan berbagai pihak agar implementasinya dapat diperluas di sekolah lainnya.
Implementasi Pre-Rehabilitasi, Perbaikan Postur, dan Pencegahan Cedera untuk Meningkatkan Performa Atlet Bolavoli di PBVSI Bantul Muhammad; Machfud Irsyada; Andri Suyoko; Fajar Eka Samudra; Adi Pranoto; Prayogi Dwina Angga
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/fs5p5a08

Abstract

Liga bolavoli baik tingkat amatir maupun profesional di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini berkembang sangat pesat dan telah menjadi bagian dari industri olahraga yang melibatkan banyak disiplin ilmu, serta melibatkan ribuan atlet dari berbagai kelompok usia. Tingginya intensitas kompetisi dan padatnya kalender pertandingan meningkatkan peluang terjadinya cedera, terutama karena karakteristik gerak bolavoli yang menuntut eksplosivitas seperti jump smash, blocking, serta repetisi lompatan dan pendaratan. Tanpa persiapan gerak yang tepat sejak tahap pemanduan bakat, pembinaan usia muda hingga level atlet profesional, risiko cedera akut maupun overuse dapat meningkat. Pre-rehabilitasi, perbaikan postur, dan pencegahan cedera merupakan intervensi preventif yang berfokus pada penataan postur, aktivasi otot fungsional, kontrol gerak, serta stabilitas sendi untuk menurunkan risiko cedera serta menunjang performa optimal dan berkelanjutan. Kegiatan PKM Kolaborasi Nasional ini dilaksanakan di PBVSI Bantul, berlokasi di SMA N 1 Sewon pada 12 Oktober 2024, dan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan tenaga pendukung. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan edukasi teori dan praktik mengenai pre-rehab, postural correction, dan injury prevention berbasis kebutuhan gerak spesifik bolavoli. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman atlet mengenai pentingnya prinsip pencegahan cedera untuk meminimalkan risiko pada struktur muskuloskeletal. Selain itu, pelatih juga memahami bahwa implementasi pre-rehab dan perbaikan postur tidak hanya berfungsi mencegah cedera, namun berkaitan langsung dengan peningkatan kesiapan fisik dan performa teknis di lapangan.
Penerapan Monitoring Beban Latihan Berbasis Digital pada Sub-Elite Atlet Malaysia Irmantara Subagio; Nurhasan; Toho Cholik Muthohir; Dwi Cahyo Kartiko; Gigih Siantoro; Achmad Widodo; Taufiq Hidayat; Mokhamad Nur Bawono; Awang Firmansyah; Adi Pranoto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/11mwxw67

Abstract

Monitoring beban latihan merupakan elemen penting dalam proses pembinaan atlet untuk meminimalkan risiko cedera, mencegah maladaptasi, dan memastikan efektivitas program latihan yang diberikan. Era digital memberikan peluang untuk melakukan monitoring beban latihan dengan cara yang lebih cepat, murah, dan mudah diakses. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menerapkan sistem monitoring beban latihan berbasis digital pada sub-elite atlet Malaysia dengan menggunakan Google Form dan Google Sheets sebagai instrumen pencatatan dan visualisasi data latihan. Metode pelaksanaan terdiri dari identifikasi masalah, perancangan formulir digital, pendampingan penggunaan, dan evaluasi pelatihan selama dua bulan. Formulir berisi data denyut nadi maksimal, intensitas latihan (RPE), kualitas tidur, stres, suasana hati, kelelahan, serta menu latihan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi atlet dalam pengisian data mencapai kategori sangat baik, dan pelatih mampu melakukan evaluasi mingguan berbasis grafik yang terbentuk secara otomatis dalam Google Sheets. Sistem ini mempermudah pelatih dalam menginterpretasi respons latihan, mendeteksi kelelahan, dan menyesuaikan beban latihan secara individu. Penerapan sistem monitoring digital ini terbukti efektif, hemat biaya, mudah diterapkan, dan dapat direplikasi di institusi olahraga lainnya. Selain memberikan manfaat praktis bagi pelatih dan atlet, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi internasional antara UNESA dan Majlis Sukan Wilayah Persekutuan Malaysia dalam pengembangan sport coaching berbasis data.