Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor Pendukung Dan Penghambat Implementasi Kebijakan Pencegahan Stunting Di Kabupaten Konawe K. Made Suarma; Amarudin; Fahruddin; Eki Aprianto Maranai; Muhamad Abil Hasbul; Marthen Duma; Fitriah Sunggu; Rola Pola Anto
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 8 (2026): GJMI - Agustus
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i8.2277

Abstract

Implementasi kebijakan pencegahan stunting masih menghadapi kendala atau masalah sehingga belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah unsur pimpinan, kepala bidang, staf pegawai serta unsur posyandu. Teknik penentuan informan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Konawe yakni adanya landasan kebijakan yang jelas, dukungan dan komitmen pemerintah daerah, terbentuknya Tim Percepatan Penurunan Stunting, keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah dan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga, serta tersedianya sumber pembiayaan program, dukungan politik dari pimpinan daerah juga ditemukan sudah relatif baik. Faktor penghambat implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Konawe yakni belum merata pemahaman pelaksana terhadap standar dan sasaran kebijakan, komunikasi dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal, keterbatasan dan ketidakmerataan kapasitas sumber daya manusia, anggaran operasional serta sarana prasarana, belum optimalnya integrasi data, pembagian peran antarorganisasi yang belum sepenuhnya rinci, perbedaan komitmen pelaksana, keterbatasan ekonomi keluarga, serta pengetahuan dan partisipasi masyarakat yang belum merata, keterbatasan dana operasional untuk kegiatan pendampingan, kunjungan lapangan, dan penyuluhan. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan praktis dalam mendorong efektivitas implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Konawe.
Pelayanan Publik dalam Penerapan Sistem Digital(E-Government) pada Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Konawe Nur Apriyanti Putri; Jefry Crisbiantoro; Rola Pola Anto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem digital (E-Government) pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Konawe serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya dalam pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Dinas, staf pengelola sistem informasi, pengelola website, serta petugas layanan digital di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Konawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem digital (E-Government) pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Konawe telah dilaksanakan melalui berbagai layanan digital, seperti website resmi pemerintah daerah, aplikasi layanan publik, layanan Call Center 112, ruang podcast pemerintah daerah, serta sistem informasi online yang terintegrasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penerapan sistem digital tersebut membantu meningkatkan efektivitas pelayanan publik, mempermudah akses informasi masyarakat, mempercepat proses pelayanan, serta mendukung keterbukaan informasi publik. Faktor pendukung dalam penerapan sistem digital meliputi tersedianya infrastruktur teknologi, jaringan internet, perangkat komputer, serta sumber daya manusia yang mendukung pengelolaan layanan digital. Selain itu, dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan teknologi informasi juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaan E-Government. Namun demikian, masih terdapat beberapa faktor penghambat, seperti keterbatasan jaringan internet pada beberapa wilayah, gangguan teknis sistem, serta rendahnya literasi digital sebagian masyarakat dalam memanfaatkan layanan berbasis teknologi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem digital (E-Government) pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Konawe telah berjalan dan memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan pelayanan publik. Meskipun demikian, diperlukan peningkatan infrastruktur teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta sosialisasi kepada masyarakat agar penerapan sistem digital dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.