Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Tata Kelola pada Desa Mekarsari Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut Qoriah, Desi; Widia, Neng Devi; Purnamasari, Imas
Journal of Knowledge Management Vol 16 No 1 (2022): Journal Of Knowledge Management
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkm.v16i1.2117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami tata kelola yang diterapkan di desa Mekarsari kecamatan Cilawu kabupaten Garut. Metode Penelitian yang digunakan analisis Kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan studi pustaka, wawancara serta observasi. Sedangkan teknik pengelolaan data menggunakan teknik purposes sampling. Hasil yang diperoleh pada penelitia ini menunjukan bahwa Tata Kelola cukup baik, ditunjukkan dengan diterapkannya transparans, akuntabilitas, responsivitas, orientasi consensus, efektivitas, meskipun masih ditemukan kurangnya partisipasi masyarakat terhadap keterlibatan kebijakan pemerintahan desa.
Analisis yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan di PT. Jamafac Bandung Purnamasari, Imas; Qoriah, Desi
Journal of Knowledge Management Vol 15 No 1 (2021): Journal Of Knowledge Management
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkm.v15i1.2134

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada bagian Spent Pot Lining di PT. Jamafac Bandung. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif analisis. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan PT. Jamafac bagian Spent Pot Lining (SPL) yang berjumlah 85 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknil sampel sensus yang mana seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Untuk memperoleh data dilakukan observasi, wawancara, observasi lapangan, dan studi pustaka. Untuk memperoleh hasil penelitian digunakan teknik analisis data regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Selain itu, variabel stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dan hasil uji simultan diperoleh hasil lingkungan kerja dan stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Analisis Faktor-Faktor yang Mendorong Keberhasilan UMKM dalam Menjaga Mutu Makanan Khas Daerah di Tengah Kondisi Makanan Kekinian Nurdin, Ihsan; Suseno, Novie Susanti; Qoriah, Desi
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v9i2.43536

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik utama yang diandalkan oleh UMKM di industri makanan untuk menjaga kualitas makanan dalam menjaga mutu makanan kekinian di Kabupaten Garut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan analis faktor eksplorasi, teknik pengumpulan data dari studi lapangan dan studi pustaka meliputi observasi, wawancara, dan angket. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada delapan aspek yang ikut berperan, antara lain faktor legalitas, kenyamanan dan kebersihan, ekonomi, kualitas produk, kualitas layanan, kebersihan, investasi perusahaan, dan kebutuhan sehari-hari. Alasan kebersihan, ekonomi, dan investasi perusahaan adalah tiga faltor yang paling penting.  
Melampaui transmisi pesan: rekonstruksi konsep komunikasi rasa melalui blending mikrokosmos–makrokosmos Qoriah, Desi; Ramdani, Wilman; Nirwana, Ria
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43538

Abstract

Abstract  Dominant communication paradigms in communication studies continue to rely on message transmission models that emphasize the delivery of information from sender to receiver. Such paradigms reveal significant limitations in explaining non-verbal communication, affectivebased communication, and communicative relations between humans and the universe. This study aims to reconstruct the concept of communication by examining blending practices within the Lanthera Bandung community, positioning blending as a communicative process rather than merely a spiritual ritual or subjective experience. This research employs a qualitative approach using communication ethnolinguistic perspective, involving participant observation, in-depth interviews, and documentation of blending practices. Peircean semiotics is applied as the analytical framework to interpret feelings, bodily sensations, and natural phenomena as communicative signs operating within an arena of semiosis. The findings indicate that meaning in blending practices does not emerge through verbal message transmission but through interpretative processes of signs that are pre-linguistic, embodied, and relational between the human microcosm and the natural macrocosm. Blending functions as a communicative space where sensations, the body, and nature resonate to produce collective meaning. This study contributes to communication scholarship by proposing an affective semiotic perspective that extends beyond classical transmission models and offers an alternative conceptual framework for understanding non-verbal and human–nature communication in contemporary communication studies. Keywords: Affective communication; communication ethnolinguistics; peircean semiotics; blending practice; microcosm–macrocosm.   Abstrak  Paradigma komunikasi dominan dalam studi komunikasi masih bertumpu pada model transmisi pesan yang menekankan pengiriman informasi dari pengirim ke penerima. Paradigma ini terbukti memiliki keterbatasan dalam menjelaskan praktik komunikasi nonverbal, komunikasi berbasis rasa, serta relasi komunikatif antara manusia dan alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep komunikasi melalui kajian praktik blending pada komunitas Lanthera Bandung dengan memosisikan blending sebagai proses komunikasi, bukan semata ritual spiritual atau pengalaman subjektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif etnolinguistik komunikasi, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap praktik blending yang dijalankan komunitas. Kerangka analisis menggunakan semiotika Peirce untuk membaca rasa, sensasi tubuh, dan fenomena alam sebagai tanda-tanda komunikasi yang beroperasi dalam arena semiosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dalam praktik blending tidak lahir melalui transmisi pesan verbal, melainkan melalui proses interpretasi tanda yang bersifat pralinguistik, embodied, dan relasional antara mikrokosmos manusia dan makrokosmos alam. Blending berfungsi sebagai ruang komunikasi di mana rasa, tubuh, dan alam saling beresonansi membentuk pemaknaan kolektif. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan perspektif komunikasi berbasis semiosis rasa yang memperluas batasan teori komunikasi klasik, sekaligus menawarkan kerangka konseptual alternatif untuk memahami komunikasi non-verbal dan komunikasi manusia–alam dalam kajian komunikasi kontemporer. Temuan ini memperkuat urgensi pembaruan paradigma dalam studi komunikasi Kata-kata kunci: Komunikasi rasa; etnolinguistik komunikasi; semiotika peirce; blending; mikrokosmos–makrokosmos.