Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kemampuan Matematika Dasar Mahasiswa Fisika Ditinjau dari Mathematical Procedural Skills, Conceptual Understanding, dan Algoritmic Problem Solving Ita Chairun Nissa; Dwi Pangga; Baiq Rika Ayu Febrilia
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 2 No. 03 (2022): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Agustus 2022
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v2i03.278

Abstract

Beberapa literatur dan penelitian terdahulu menyatakan bahwa masih ada kelemahan dalam menggunakan matematika di kelas sains. Pada saat mahasiswa mengalami kegagalan dalam memecahkan masalah fisika yang melibatkan keterampilan matematika, seringkali kita dihadapkan pada pertanyaan apakah kegagalan tersebut disebabkan karena lemahnya kemampuan matematika dasar atau kurangnya penguasaan konsep fisika itu sendiri. Penelitian ini merupakan suatu deskriptif kuantitatif yang melibatkan mahasiswa tingkat satu yang melaksanakan perkuliahan matematika dasar dan fisika umum. Kemampuan matematika dasar mahasiswa dianalisis menurut tiga aspek penilaian; mathematical-procedural skils, conceptual understanding, dan algorithmic problem-solving. Tes pilihan ganda digunakan sebagai alat pengumpul data primer, sedangkan lembar jawaban tertulis digunakan untuk mendapatkan deksripsi seperti apa argumentasi mahasiswa dan bagaimana cara mereka memecahkan masalah. Skor tes dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif untuk membandingkan kemampuan mahasiswa pada tiga aspek tersebut. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan yang lebih baik pada mathematical-procedural skils dan algorithmic problem-solving dibandingkan pada conceptual understanding.
Problem-based learning with role-playing: An experiment on prospective mathematics teachers Ita Chairun Nissa; I Ketut Sukarma; Sutarto Sutarto
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 13 No. 1 (2020): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v13i1.370

Abstract

[English]: This study aimed to examine the effect of problem-based learning (PbL) with role-playing toward problem-solving skills of prospective mathematics teachers’ (PMTs) who take linear algebra courses. The study was a quasi-experimental with a non-equivalent control group post-test only design. Forty-two PMTs were involved and divided into experimental (taught using PbL combined with role-playing) and control groups (taught using PbL only). Data were collected using tests and video recordings. The test produces data on PMTs' problem-solving skills on linear algebra problems and video recordings resulted in the transcripts of PMTs’ discussion when they played a role. Data were analyzed through two stages. Firstly, the results of the test were analyzed quantitatively using F-test to measure the variance of the two groups, then measure the normality of the data using the interpretation of skewness and kurtosis, and finally, one-tail t-test to measure differences in test results between the two groups. Secondly, the sample of PMTs’ works in two groups and the transcripts of their conversation were qualitatively analyzed to strengthen the quantitative finding and reveal how PbL with role-playing support PMTs’ problem-solving in teacher education. This study shows that PbL with role-playing is more effective to improve students’ problem-solving skills than solely doing problem-based learning. Doing a role-playing provided students with the opportunity to be able to think and speak mathematics more formally in the context of problem-solving. Keywords: Problem-based learning, Role-playing, Prospective mathematics teachers, Problem-solving [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran berbasis masalah dengan bermain peran pada pemecahanmasalah calon guru matematika yang mengambil matakuliah aljabar linier pada semester ketiga. Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain post-test kelompok kontrol yang tidak setara. Empat puluh dua calon guru matematika terlibat dalam penelitian ini dan mereka dibagi menjadi kelompok eksperimen (diajarkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan bermain peran) dan kelompok kontrol (diajarkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah saja). Data dikumpulkan menggunakan tes dan rekaman video. Tes menghasilkan data tentang kemampuan calon guru untuk memecahkan masalah aljabar linier dan rekaman video yang menghasilkan transkrip diskusi calon guru ketika mereka memainkan suatu peran. Data dianalisis melalui dua tahap. Pertama, hasil tes dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji-F untuk mengukur varian kedua kelompok, kemudian mengukur normalitas data menggunakan interpretasi skewness dan kurtosis, dan akhirnya dilakukan uji-t satu pihak untuk mengukur perbedaan hasil tes antara kedua kelompok. Kedua, sampel hasil tes calon guru matematikadari kedua kelompok dan transkrip diskusidianalisis secara kualitatif untuk memperkuat temuan kuantitatif dan mengungkapkan bagaimana pembelajaran berbasis masalah dengan bermain peran dapat mendukung pemecahan masalah pada calon guru matematika yang menempuhpendidikan guru. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dengan bermain peran lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah calon guru matematika daripada hanya melakukan pembelajaran berbasis masalah saja. Bermain peran memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat berpikir dan mengomunikasikan matematika secara formal dalam konteks pemecahan masalah. Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah, Bermain peran, Calon guru matematika
Uji keterbacaan buku ajar matematika dasar untuk mahasiswa program studi pendidikan fisika Ita Chairun Nissa; Baiq Rika Ayu Febrilia; Dwi Pangga
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2435

Abstract

Abstract One of the requirements that must be done in developing a textbook is a readability test. Readability is all the elements in the textbook that affect the success of the reader in understanding the material he reads at an optimal reading speed. The readability test aims to determine whether the use of sentences/language, presentation of material, layout, and interaction between texts in textbooks can be used by students to understand the materials in it. It is important to do a readability test to minimize errors that can cause misunderstandings between the author's intent and the reader's understanding. The readability test in this study was carried out through a survey method by distributing questionnaires to 15 students of the physics education study program who were taking basic mathematics courses. The results showed that the level of readability of basic mathematics textbooks for physics was at high criteria in the aspect of convenience (67.5%), attractiveness (65.5%), and understanding (67.5%). Although the readability test showed a high score, there are several things that still need to be improved, namely the appearance of the textbook (book cover and illustrations) and the writing style that must be made more varied and able to attract the interest of the reader. Abstrak Salah satu persyaratan yang harus dilakukan dalam pengembangan suatu buku ajar adalah uji keterbacaan. Keterbacaan adalah seluruh unsur yang ada dalam buku ajar yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembaca dalam memahami materi yang dibacanya pada kecepatan membaca yang optimal. Uji keterbacaan bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan kalimat/bahasa, penyajian materi, tata letak dan interaksi antarteks dalam buku ajar dapat digunakan mahasiswa untuk memahami materi-materi yang ada di dalamnya. Uji keterbacaan penting dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan yang dapat menyebabkan kesalahpahaman antara maksud penulis dengan pemahaman pembaca. Uji keterbacaan dalam penelitian ini dilakukan melalui metode survei dengan membagikan kuesioner kepada 15 mahasiswa program studi pendidikan fisika yang sedang menempuh mata kuliah matematika dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbacaan buku ajar matematika dasar untuk fisika berada pada kriteria tinggi pada aspek kemudahan (67,5%), aspek kemenarikan (65,5%) dan aspek keterpahaman (67,5%). Walaupun uji keterbacaan menunjukkan nilai yang tinggi, namun ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan lagi kualitasnya yaitu tampilan buku ajar (cover dan ilustrasi) dan gaya tulisan yang harus dibuat lebih variatif dan mampu menarik minat pembaca.
WORKSHOP PENILAIAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH DI YAYASAN AL-AZHAR NW KAYANGAN Ika Nurani Dewi; Septiana Dwi Utami; Ismail Efendi; Baiq Muli Harisanti; Ita Chairun Nissa
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2019): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.393 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i4.1502

Abstract

Yayasan Al-Azhar NW Kayangan merupakan salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lombok Barat yang telah menerapkan Kurikulum 2013 sejak tahun 2015. Pelaksanaan penilaian dalam Kurikulum 2013 secara eksplisit mengharuskan guru di sekolah melakukan penilaian menyeluruh di ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, sehingga dipandang memiliki kerumitan yang lebih dibandingkan dengan instrumen penilaian pada kurikulum sebelumnya. Melalui program pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan workshop penilaian kurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan wawasan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian K13 yang dinilai masih kurang. Adapun metode yang digunakan adalah Lesson Study meliputi  tahapan, 1) perencanaan (plan), 2) pelaksanaan (do), 3) refleksi (see). Kegiatan workshop melibatkan seluruh guru SMP dan SMA Islam Al Azhar NW Kayangan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa para peserta telah mampu memahami implementasi instrumen penilaian kurikulum 2013 dan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan workshop. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase kehadiran peserta sebesar 82.85% dan jumlah peserta yang telah berhasil menyusun instrumen penilaian sebesar 86.20%. Peserta juga memberikan respon positif terhadap kegiatan workshop yang meliputi aspek perhatian, keterkaitan, kepercayaan, dan kepuasan masing-masing sebesar 90.32%, 72.11%, 82.22%, dan 87.67%. Dengan demikian, adanya kegiatan pengabdian berupa workshop penilaian kurikulum 2013 dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran K13, khususnya pada instrumen penilaian.
Kurikulum Merdeka dari Berbagai Perspektif Filsafat Pendidikan dan Filosofi Ki Hajar Dewantara Nissa, Ita Chairun; Suastra, I Wayan
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1652

Abstract

Sejak diluncurkan, Kurikulum Merdeka banyak menuai pro dan kontra di kalangan pendidik. Hal ini terjadi karena pendidik belum benar-benar memahami filosofi yang melandasi Kurikulum Merdeka. Para pendidik memandang bahwa hadirnya kurikulum baru akan menambah beban tugas keprofesian. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang dilakukan dengan protokol PRISMA. Sebanyak 19 studi dikaji untuk menemukan relevansi Kurikulum Merdeka dengan berbagai perspektif filsafat Pendidikan dan filosofi Ki Hajar Dewantara. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep Pendidikan dalam Kurikulum Merdeka merupakan manifestasi dari filsafat progresivisme, filsafat konstruktivisme, filsafat humanism, filsafat esensialisme, filsafat idealisme dan filsafat Pancasila. Demikian juga filosofi Ki Hajar Dewantara sangat banyak melandasi Kurikulum Merdeka melalui semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Studi ini diharapkan dapat memberikan dasar pemahaman tentang Kurikulum Merdeka yang membangun Pendidikan ke arah kemajuan dengan karakteristik Pancasila sebagai jati diri bangsa. Independent Curriculum from Various Perspectives of Educational Philosophy and the Philosophy of Ki Hajar Dewantara Abstract Since its launch, the Independent Curriculum has attracted many pros and cons among educators. This happens because educators do not really understand the philosophy that underlies the Independent Curriculum. Educators view that the presence of a new curriculum will increase the burden of professional duties. This research is a literature study conducted using the PRISMA protocol. A total of 19 studies were examined to find the relevance of the Independent Curriculum to various educational philosophical perspectives and the philosophy of Ki Hajar Dewantara. The results show that the concept of education in the Independent Curriculum is a manifestation of the philosophy of progressivism, the philosophy of constructivism, the philosophy of humanism, the philosophy of essentialism, the philosophy of idealism and the philosophy of Pancasila. Likewise, Ki Hajar Dewantara's philosophy is very much the basis of the Independent Curriculum through the mottos of Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa and Tut Wuri Handayani. This study is expected to provide a basis for understanding the Independent Curriculum which builds education towards progress with the characteristics of Pancasila as national identity.
Peningkatan Literasi Matematika melalui Pembelajaran ELPSA (Experience, Languange, Pictorial, Symbolic, Application) Nissa, Ita Chairun; Sanapiah, S; Yuntawati, Y
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1983.921 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran ELPSA terhadap literasi matematika siswa di salah satu SMP di Kabupaten Lombok Barat, NTB. Penelitian ini merupakan suatu eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi untuk mengukur dan menginvestigasi kemampuan merumuskan (formulate), kemampuan mengaplikasikan (employ), dan kemampuan menafsirkan (interpret). Menggunakan t-test diperoleh nilai
Hybrid didactic design in mathematics learning on fraction: A hermeneutic phenomenology Ahmad Muzaki; Ita Chairun Nissa; Sri Yuliyanti; Masjudin; Muhamad Galang Isnawan
Jurnal Elemen Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v11i1.27602

Abstract

Although many studies have involved fractions in the elementary school curriculum, research on this topic at the junior high school level has been limited, particularly in identifying the factors causing student learning difficulties and designing alternative didactic approaches to overcome these challenges. Therefore, this study aimed to investigate these aspects. Hermeneutic phenomenology was used in this study. The participants in this research were students from a junior high school in Lombok, Indonesia, consisting of 29 eighth-grade students (aged 14-18), most of whom were female and from the Sasak ethnic group. Instrument, such as fraction operation tests, in-depth interview guidelines, and a hybrid didactic design for mathematics learning. Data related to learning difficulties were analyzed using a thematic analysis approach with NVivo-12 software. The study's findings revealed that students' low ability to operate integers, especially multiplication and division, was a primary factor in learning difficulty. The hybrid mathematics learning design sequence consists of three stages. The first stage encompasses several activities, namely Let’s Guess and Let’s Read. The second stage involved activities like Let’s Search, Let’s Discuss, and Let’s Conclude. The third stage comprised activities of Let’s Practice and Self-Reflection.
Pelatihan Hidroponik Sistem NFT bagi Kelompok Pertanian Patuh Angen di Kota Mataram Sri Nopita Primawati; Ita Chairun Nissa; Baiq Asma Nufida; Muhammad Arief Rizka; Baiq Rika Ayu Febrilia; Akhmad Sukri
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 2 No. 2 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v2i2.4163

Abstract

This community service activity aims to increase the knowledge and competence of the Patuh Angen agricultural group through NFT hydroponic training. This training was applied to the Patuh Angen’s Farming Group located in the South Marong Jamaq neighborhood, Karang Baru Village, Selaparang District, Mataram City. The training was carried out using agricultural extension methods and agricultural process assistance methods starting from socializing the objectives, explaining the material, monitoring the planting process, harvesting plants, to reflecting on all the processes carried out. The results of this community service activity show that the agricultural group is able to practice NFT hydroponics and produce vegetables with good quality.
Menumbuhkan Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi melalui Wirausaha Buket: Growing Creativity and Economic Independence through Bouquet Entrepreneurship Nissa, Ita Chairun; Yuntawati, Yuntawati; Pujilestari, Pujilestari; Masjudin, Masjudin; Noviyanti, Putu Ledyari
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 7 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i7.6977

Abstract

This entrepreneurial activity is carried out in the form of training in making flower bouquets and assistance in efforts to maintain and develop the business being formed. This entrepreneurial activity was motivated by the condition of the productive age population in the city of Mataram, NTB, especially in Lendang Lekong village. The productive age population consists of teenagers who are members of youth organizations. The results of the activities carried out show an increase in entrepreneurial attitudes, knowledge and skills in making bouquets and running a bouquet business to gain economic income.
Transpotition Didactic Design in Mathematics Learning: A Hermeneutic Phenomenology Muzaki, Ahmad; Masjudin, Masjudin; Pujilestari, Pujilestari; Nissa, Ita Chairun; Yuliyanti, Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1951

Abstract

Abstrak Meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi pentingnya pecahan dalam kurikulum sekolah dasar, penelitian mengenai topik ini di tingkat sekolah menengah pertama masih terbatas, terutama dalam mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan merancang pendekatan alternatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi hermeneutik. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Narmada Lombok Barat yang terdiri dari 29 siswa kelas VIII. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang didukung dengan beberapa alat seperti tes operasi pecahan, pedoman wawancara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa rendahnya kemampuan siswa dalam mengoperasikan bilangan bulat, khususnya perkalian dan pembagian, merupakan faktor utama kesulitan belajar. Rancangan didaktis terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama meliputi beberapa kegiatan yaitu Ayo Tebak dan Ayo Baca. Tahap kedua meliputi kegiatan-kegiatan seperti Mari Mencari, Mari Berdiskusi, dan Mari Menyimpulkan. Tahap ketiga terdiri dari kegiatan Ayo Latihan dan Refleksi Diri. Tahapan ini dikembangkan untuk memperkuat pemahaman terhadap prasyarat tersebut melalui kegiatan yang melibatkan penentuan kelipatan persekutuan terkecil dan faktor persekutuan terbesar. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan agar guru matematika mengadopsi berbagai situasi didaktik berbasis masalah dalam pembelajaran pecahan. Abstract Although numerous studies have explored the role of fractions in the elementary school curriculum, research at the junior high school level remains limited, especially in identifying factors contributing to students' learning difficulties and developing alternative instructional approaches to address these challenges. This study aimed to examine both aspects. A hermeneutic phenomenology method was employed, with participants consisting of 29 eighth-grade students from SMPN 1 Narmada in West Lombok. The researcher acted as the primary instrument, supported by tools such as fraction operation tests and in-depth interview guidelines. The findings indicated that students’ difficulties stemmed primarily from their weak understanding of integer operations, particularly multiplication and division. To address this, a three-stage didactic design was implemented. The first stage included activities like "Let’s Guess" and "Let’s Read." The second stage incorporated "Let’s Search," "Let’s Discuss," and "Let’s Conclude." The final stage consisted of "Let’s Practice" and "Self-Reflection." These stages were designed to strengthen prerequisite knowledge through exercises on determining the least common multiple and greatest common factor. The study recommends that mathematics teachers integrate problem-based didactic strategies into fraction instruction.