Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH MODEL TREFFINGER TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Jannah, Miftakhul; Sukarma, I Ketut; Nissa, Ita Chairun
Media Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v7i2.2033

Abstract

Students’ knowledge about apperception material is important in supporting the success of a learning. One of the learning innovations to maximize apperception material can be done with treffinger learning model. This research aims to find out how the effect of the learning model treffinger on students’ cognitive learning outcomes for the subject of two variables linear inequality system. This research was conducted at SMA Negeri 1 Gunungsari, West Lombok. The research design used is quasi experimental design. Sampling in this study uses simple random sampling technique. X MIA 3 class as an experimental class and X MIA 1 class as a control class. The research instrument was a test sheet and observation sheet for the implementation of the learning model treffinger. The results of the research were obtained by using t-test, the average score of cognitive results of the experimental class students was 68.88 and the control class was 64.10, obtained tcount>ttable (2.557 > 2.042). So it can be conclude that H0 is rejected and Ha is accepted, this means that there are significant treffinger learning model towards students cognitive learning outcomes in materials twi variable linear inequality system at class X grade of SMA Negeri 1 Gunungsari academic year 2018/2019.
Perspektif Siswa Terhadap E-Learning Berdasarkan Model Motivasi ARCS Nissa, Ita Chairun; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Astutik, Fitri; Iswawan, Muhamad Galang
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v9i1.3831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat motivasi siswa yang telah melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan E-Learning. Jenis penelitian adalah survey karena menggunakan kuesioner sebagai instrument pengumpul data yang utama. Pernyataan dalam kuesioner merujuk pada Model Motivasi ARCS oleh Keller pada empat elemen yaitu Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction. Uji validitas oleh dua ahli menyatakan bahwa kuesioner adalah sangat valid dengan sedikit revisi. Responden adalah 42 siswa kelas XI SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Lombok Barat dimana guru mereka telah mendapatkan pelatihan menggunakan E-Learning khususnya platform Google Classroom pada tahun 2020 lalu. Data kuesioner dianalisa secara kuantitatif dan dinyatakan dalam bentuk distribusi frekuensi dan kriteria motivasi untuk setiap elemen ARCS. Penyajian data kuantitatif ini kemudian dilengkapi dengan deskripsi alasan siswa pada saat memilih suatu jawaban tertentu. Perspektif siswa terhadap E-Learning menurut Model Motivasi ARCS pada penelitian ini terbagi dalam dua jenis respon yaitu respon siswa terhadap pengalaman belajar menggunakan E-Learning dan respon siswa terhadap ketersediaan fitur/aplikasi/media dalam E-Learning. Berdasarkan rata-rata skor akhir pada setiap elemen ARCS dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap pengalaman belajar menggunakan E-Learning pada elemen Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction semuanya berada pada kriteria baik. Sedangkan respon siswa terhadap ketersediaan fitur/aplikasi/media dalam E-Learning pada elemen Attention, Relevance, dan Satisfaction berada pada kriteria tidak baik kecuali elemen Confidence yang berada pada kriteria baik.
Eksplorasi Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Matematika Program Linier Nissa, Ita Chairun; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Astutik, Fitri
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4467

Abstract

Program linier memiliki muatan materi yang menekankan pada metode penentuan nilai optimum (maksimum atau minimum). Masalah program linier pada umumnya disajikan dalam bentuk soal cerita yang melibatkan pertidaksamaan linier dan grafik garis lurus yang masing-masing memerlukan strategi dan pengetahuan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kemampuan siswa yang memecahkan masalah program linier dalam bentuk soal cerita dan dalam bentuk grafik. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 26 orang siswa kelas 11 SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain eksplanatoris sekuensial. Data kuantitatif diperoleh melalui tes dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara. Analisa data dengan uji statistik komparatif dua pihak menghasilkan tstatistik = 3.63 > tkritis satu pihak = 2.05 pada α = 0.05 yang artinya Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan atas kemampuan siswa yang memecahkan masalah program linier dalam bentuk soal cerita dan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi pentingnya memberikan pengalaman pemecahan masalah kepada siswa secara konsisten, berkelanjutan dan beragam dalam tingkat kesukarannya.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Berdasarkan Teori Jhon Dewey Pasca Pandemi Covid 2019 Pada Materi Fungsi Kelas XI Ma Darul Aitam Jerowaru Abdullah, Hamdan; Nissa, Ita Chairun; Sanapiah, Sanapiah
Media Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v10i2.6529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah mastematis siswa MA Darul Aitam berdasrkan teori John Dewey dalam menyelesaikan soal fungsi. Adapun jenis penelitian yang dinggunakan dalam penelitian ini adalah dpenelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh hasil, bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berada dalam kategori rendah. Didukung oleh hasil penelitian bahwa separuh dari jumlah siswa kelas XI MIPA kemampuan pemecahan masalahnya masih rendah dilihat dari hasil tes 28 siswa ditinjau dari teori John Dewey. Adapun siswa dengan kemampuan pemecahan masalah kategori sedang yang diperoleh 9 siswa. Sedangkan siswa dengan kemampuan pemecahan masalah dengan kategori tinggi terdapat 5 siswa. Adapun persentasenya bahwa siswa dengan kategori tinggi terdapat 17%, kategori sedang terdapat 33%, dan kategori rendah terdapat 50%. Jadi siswa kelas XI MIPA dengan berkemampuan rendah terdapat 14 siswa, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau berdasarkan teori John Dewey masih kurang baik. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditemukan data bahwa siswa XI MIPA dalam menyelesaikan soal fungsi, terdapat siswa yang menguraikan jawaban sejalan dengan langkah pemecahan masalah menurut John Dewey dan terdapat pula siswa yang menguraikan jawaban tidak sejalan dengan langkah pemecahan masalah menurut John Dewey. Wawancara yang dilakukan kepada 6 siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian, bertujuan untuk menemukan data yang intensif berdasarkan kemampuan pemecahan masalah. Untuk kelancaran proses wawancara, peneliti memilih siswa yang mudah berkomunikasi.
Pengembangan buku ajar mata kuliah matematika dasar untuk fisika Nissa, Ita Chairun; Pangga, Dwi; Febrilia, Baiq Rika Ayu
Media Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v10i2.6545

Abstract

Kebutuhan terhadap buku ajar matematika dasar yang terintegrasi dengan konten dan konteks masalah fisika ternyata sangat diperlukan oleh pengajar maupun mahasiswa program studi pendidikan fisika yang menempuh mata kuliah matematika dasar. Mata kuliah matematika dasar yang diajarkan kepada mahasiswa program studi pendidikan fisika harus memiliki karakteristik implementasi konsep matematika dasar terhadap penyelesaian masalah-masalah fisika. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan suatu buku ajar matematika dasar untuk fisika. Pengembangan dilakukan melalui model Hannafin and Peck dalam tiga fase yaitu fase analisis kebutuhan, fase desain, dan fase pengembangan dan implementasi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes dan angket dan dianalisa secara statistik deskriptif. Pengujian buku ajar terdiri dari uji kelayakan (validitas dan reliabilitas) buku ajar, uji kepraktisan buku ajar, dan uji keefektifan buku ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar matematika dasar untuk fisika telah memenuhi kriteria layak, praktis, dan efektif sebagai alternatif buku referensi untuk perkuliahan
Model Problem Based Learning dengan Media Power Point untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Lastri, Fitriatun; Nissa, Ita Chairun; Yuliyanti, Sri
Media Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v11i1.8221

Abstract

This study aims to describe the application of the problem-based learning model with power point media in increasing interest and ability to solve math problems for class XI students at MA Plus Nurul Islam Sekarbela. The method used in this research is classroom action research which has four stages: action planning, action implementation, data observation and reflection. Data collection techniques in this study were test techniques, questionnaire techniques, observation techniques and documentation techniques, while the instruments in this study were test instruments, questionnaires and observation sheets. The results showed that students' interest in learning mathematics was high with a score of 80.13% in both cycle I and cycle II. Students' mathematical problem solving abilities also increased from cycle I to cycle II, namely 45.6% (enough) to 80.6% (high). This increase in interest and learning outcomes was supported by the average learning observation results in cycle I of 89% (very high) which increased in cycle II to 99.33% (very high). Based on the results of this study, it can be said that the application of the Problem Based Learning model with Power Point media can be used as an alternative learning to increase students' interest and ability to solve mathematical problems in class XI MIPA at MA Plus Nurul Islam Sekarbela.