Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH REBUSAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA ASAM URAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO LOLO KOTA SUNGAI PENUH EFFECT OF SOURSOP LEAF DECOCTION (ANNONA MURICATA L.) ON DECREASING PAIN INTENSITY IN URIC ACID PATIENTS IN THE WORK AREA OF PUSKESMAS KOTO LOLO KOTA SUNGAI PENUH Helena Patricia; Niken .,; Widya Usmarini
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 3, No 1 (2020): November 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v3i1.843

Abstract

ABSTRAK Prevalensi penyakit asam urat di dunia menurut World Organization Health (WHO, 2018) mengalami kenaikan dengan jumlah 1370 (33,3 %) sedangkan Indonesia merupakan negara terbesar di dunia yang penduduknya menderita penyakit asam urat. Data Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Tahun 2020, asam urat termasuk 10 penyakit tertinggi.  Sedangkan berdasarkan data asam urat  di Puskesmas Koto Lolo tahun 2020 sebanyak 59 kasus. Cara pengobatan asam urat secara herbal yaitu menggunakan rebusan daun sirsak yang berfungsi sebagai analgesik yang kuat serta bersifat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rebusan daun sirsak terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Lolo Kota Sungai Penuh Tahun 2020.  Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan tanggal 14-18 September 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Lolo sebanyak 47 orang. Teknik sampel Purposive Sampling dengan jumlah 16 orang yang terdiri dari 8 orang kelompok eksperimen dan 8 orang kelompok kontrol. Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T Test Independent. Hasil penelitian didapatkan rata-rata intensitas nyeri pada kelompok intervensi sebelum diberikan rebusan daun sirsak adalah 4,63 sedangkan sesudah adalah 2,38 sedangkan pada kelompok kontrol sebelum tanpa perlakuan rebusan daun sirsak adalah 5,00 sedangkan sesudah adalah 3,75. Berdasarkan uji statistik di dapatkan p value = 0,014 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh rebusan daun sirsak terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita asam urat. Diharapkan pihak puskesmas dapat menerapkan terapi herbal dengan rebusan daun sirsak pada penderita asam urat. Kata kunci : Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata L.), Intensitas Nyeri, Penderita Asam Urat   ABSTRACK The prevalence of gout in the world according to the World Health Organization (WHO, 2018) has increased by 1,370 (33,3%), while Indonesia is the largest country in the world whose population suffers from gout. Data from the health office of Sungai Penuh City in 2020, gout is one of the 10 highest diseases. Meanwhile, based on uric acid data at the Koto Lolo Community Health Center in 2020, there were 59 cases. The herbal method of treating uric acid is to use soursop leaf decoction which functions as a strong analgesic and acts as an antioxidant. The purpose of this study was to determine the effect of soursop leaf decoction on reducing pain intensity in uric acid sufferers in the Work Area of the Koto Lolo Public Health Center Kota Sungai Penuh in 2020. The type of research used was a Quasy Experiment with a Two Group Pretest-Posttest design approach which was held on September 14 th to 18 th. The population in this study were 47 people with gout in the Puskesmas Koto Lolo. The sample technique was purposive sampling with a total of 16 people consisting of 8 people in the experimental group and 8 people in the control group. Data were processed computerized with univariate and bivariate analysis using the Independent T Test. The results showed that the average pain intensity in the intervention group before being given soursop leaf decoction was 4,63 while after it was 2,38 while in the control group before without treatment it was 5,00 while after it was 5,00 while after it was 3,75. Based on statistical tests, it was found that p value = 0,014 < 0,05. It can be concluded that there is an effect of soursop leaf decoction on reducing pain intensity in gout sufferers. It is hoped that the health center can apply herbal therapy with soursop leaf decoction for gout sufferers. Keyword : Soursop Leaf Decoction (Annona muricata L.), Pain Intensity, Uric Acid Patients
PERBEDAAN JUMLAH LIMFOSIT PADA TENAGA KESEHATAN YANG SUDAH MENERIMA VAKSIN DOSIS LENGKAP DENGAN YANG TIDAK MENERIMA VAKSIN COVID - 19 DI RSUD ACEH SINGKIL Nisnawati Nisnawati; Niken Niken; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1275

Abstract

Limfosit ditemukan dalam darah dan limfonodi. Selain sel Natural Killer (NK), sel T dansel B adalah berbagai bentuk limfosit. Masing-masing sel ini memainkan peran mendasardalam respons imun adaptif tubuh. Sel B berperan penting dalam respon imun, secararesmi dikenal sebagai prekursor sel penghasil antibodi, Sel T berperan dalam responimun sitotoksik. Sel T termasuk dalam sistem imun adaptif dan melakukan beragamfungsi dalam regulasi imun, peradangan, serta respons imun protektif. Tujuanpemeriksaan limfosit pada nakes yang divaksin Covid-19 adalah untuk mengetahuirespon imun tubuh terhadap Antigen virus dan terbentuk antibodi tubuh. Pemeriksaanjumlah limfosit dapat dilakukan dengan menggunakan alat hematologi analyzer.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan jumlah limfosit pada tenagakesehatan yang sudah divaksin dan yang tidak divaksin COVID-19 dosis lengkap.Desain penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross sectionalstudy. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium RSUD Aceh Singkil KabupatenAceh Singkil dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai denganbulan September 2021. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden yaitu 15responden adalah nakes yang sudah divaksin COVID-19 dosis lengkap dan 15 respondenadalah nakes yang tidak divaksin COVID-19. Analisa data secara univariat dan bivariatdengan memakai uji t test independent. Hasil dari penelitian menunjukkan reratajumlah yang didapatkan pada pemeriksaan jumlah limfosit pada nakes yang divaksinCOVID-19 dosis lengkap adalah 35,27%. Rerata jumlah limfosit pada nakes yangtidak divaksin COVID-19 adalah 28,87%. Kesimpulan dari penelitian ini yaituterdapat perbedaan jumlah limfosit pada nakes yang divaksin COVID-19 dosislengkap dengan nakes yang tidak divaksin COVID-19dengan ρv diperoleh =0.013.Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian tingkat akurasi,dan presisi pemeriksaan jumlah limfosit sebelum dan sesudah vaksinasi dengan goldstandard dan dilakukan penelitian untuk membandingkan pemeriksaan jumlah limfositpada responden yang sudah divaksin dengan yang tidak divaksin dengan metode lainyayang lebih lengkap dengan menggunakan subjek yang lebih banyak sebagai sampelpenelitian.Kata Kunci: Jumlah Limfosit,Tenaga Kesehatan ,Vaksin COVID-19
INFEKSI PARASIT USUS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KAWASAN TAMBANG NAGARI PALANGKI KABUPATEN SIJUNJUNG Niken Niken; al kudri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.243

Abstract

Parasit usus merupakan parasit pada saluran pencernaan yang biasanya menempel pada didning usus. Infeksi parasit usus merupakan masalah kesehatan dikalangan masayarakat. Pada umumnya yang terserang penyakit infeksi golongan STH adalah kelompok anak sekolah dasar (SD). Hal tersebut dikarenakan anak-anak SD sering berkontak langsung dengan tanah sebagai sumber infeksi. Area permainan di tanah-tanah kotor, daerah kumuh, defekasi di halaman rumah, kawasan rumah yang dekat dengan lokasi tambang dapat menyebabkan tanah tercemar telur cacing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar di kawasan tambang Nagari Palangki Kabupaten Sijunjung. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anak SDN 1 Pakangki dan SDN 13 Palangki di Kecamatan IV Nagari kelas I sampai VI. Hasil penelitian berdasarkan pemeriksaan tinja, didapatkan infeksi cacing usus 53%, dan infeksi tidak cacing usus 47%.
UJI SENYAWA FITOKIMIA BUAH PEDADA MERAH (Sonneratia casiolaris) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE MANGGUANG KOTA PARIAMAN PHYTOCHEMISTRY COMPOUND TEST FROM RED SPRING (Sonneratia casiolaris) IN THE AREA OF FORESTRY MANGROVE MANGGUANG PARIAMAN CITY Niken .,; Irma Leilani Ekaputri; Feni Rahayu Gusti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i2.343

Abstract

ABSTRAK Indonesia mempunyai luas ekosistem maangrove terluas di dunia (21% luas mangrove dunia. Salah satu bentuk diversifikasi dari pemanfaatan buah mangrove adalah jenis Pedada merah (Sonneratia casiolaris) sebagai sumber bahan makanan. Sonneratia casiolaris merupakan satu dari banyak tanaman mangrove yang banyak ditemukan di pesisir pantai kawasan Mangguang Kota Pariaman. Buah dari tanaman ini banyak digunakan sebagai bahan obat dan diyakini memiliki potensi sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk pengujian fitokimia buah Sonneratia casiolaris. Metode analisis data adalah secara kualitatif yaitu dengan menggambarkan dan menjelaskan kandungan (positif atau negatif) senyawa fitokimia yang terdapat dalam buah Pedada Merah (Sonneratia casiolaris). Penelitian ini dilakukan bulan Desember-Januari 2019 di laboratorium LLDIKTI Wilayah X dan Laboratorium Universitas Negeri Padang. Pengambilan sampel penelitian dilakukan di kawasan hutan manggrove mangguang kota Pariaman. Hasil analisa fitokimia menunjukkan bahwa buah Sonneratia casiolaris mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, tannin, dan steroid. Kata kunci: fitokimia, Sonneratia casiolaris, mangrove                                                                      ABSTRACT Indonesia has the largest area of mangrove ecosystem in the world (21% of the world's mangrove area. One form of diversification from the use of mangroves is the type of red Pedada (Sonneratia casiolaris) as a source of food. Sonneratia casiolaris is one of the many mangroves found on the coast Mangguang area of Pariaman City The fruit of this plant is widely used as a medicinal material and is believed to have potential as a source of antioxidants.The purpose of this study is to test the phytochemicals of Sonneratia casiolaris fruit.The method of analyzing data is qualitatively by describing and explaining the content (positive or negative) phytochemical compounds contained in the Red Pedada fruit (Sonneratia casiolaris) .This research was conducted in December-January 2019 in the LLDIKTI laboratory of Region X and Padang State University Laboratory. The study samples were taken in the mangrove forest area of the city of Pariaman. Phytochemical analysis showed that the Sonneratia casiolaris fruit contained alkaloid, flavonoid, phenolic, tannin and steroid compounds. Keywords : phytochemicals, Sonneratia casiolaris, mangroves 
PERBEDAAN KADAR ASAM URAT DENGAN IMT PADA REMAJA OBESITAS RELATIONSHIP OF URIC ACID LEVELS WITH BMI INDEX IN OBESITY ADOLESCENT Annita .,; Niken .,; Sri Wahyuni Handayani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i2.339

Abstract

ABSTRAK Obesitas yang terjadi pada anak-anak menggambarkan tingginya resiko mengalami obesitas pada usia dewasa yang berakibat pada besarnya kemungkinan orang tersebut akan mengalami penyakit metabolik dikemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kadar asam urat dengan IMT pada remaja obesitas. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control. Penelitian ini dilakukan pada 17 orang siswa obesitas dan 17 orang siswa non-obesitas dengan teknik Purposive sampling. Pengumpulan data dari hasil pemeriksaan IMT dan kadar asam urat. Data di olah dengan menggunakan uji t-test dependen dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat pada remaja obesitas cenderung lebih tinggi daripada remaja non-obesitas (7,0 mg/dl; 5,3 mg/dl). Terdapat perbedaan kadar asam urat yang signifikan pada remaja obesitas dan non-obesitas (p=0,000). Kata kunci : Asam Urat; IMT; Obesitas ABSTRACT Obesity that occurs in children illustrates the high risk of obesity in adulthood which results in the possibility that the person will experience metabolic disease in the future. This study aims to look at differences in uric acid levels with BMI in obese adolescents. This type of research is an observational study with a case control approach. This study was conducted on 17 obese students and 17 non-obese students with Purposive sampling techniques. Data collection from the results of BMI examination and uric acid levels. The data is processed using the dependent t-test with a significance level of α = 0.05. The results showed that uric acid levels in obese adolescents tended to be higher than non-obese adolescents (7.0 mg / dl; 5.3 mg / dl). There were significant differences in uric acid levels in obese and non-obese adolescents (p = 0,000).  Keywords: Uric Acid ; BMI; Obesity
PENGARUH KOMPRES HANGAT KAYU MANIS (Cinnamomum burmani) TERHADAP PENURUNAN NYERI PENDERITA ARTHRITIS GOUT EFFECT OF WARM COMPRESS OF SWEET WOOD (Cinnamomum burmani) TOWARDS DECREASE IN ARTHRITIS GOUT PATIENTS Niken .,; Helena Patricia; Emira Apriyeni
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i2.571

Abstract

ABSTRAKPrevalensi penyakit Arthritis Gout termasuk kategori tinggi. Gangguan akibat kadar asam urat yang tinggi bisa mengakibatkan nyeri sendi kuat, pembengkakan sendi, peradangan pada sendi, dan kerusakan pada sendi. Kayu manis memiliki efek farmakologi seperti anti rematik, dan analgesic dapat penghilang rasa sakit. Kayu manis mengandung minyak atsiri (1-4%) yang  terdiri atas senyawa eugenol, safrol, sinamaldehide, tannin, kalsium oksalat, damar, serta zat penyamak. Jenis penelitian adalah Quasi Experiment, dengan rancangan pre test post test two group design dengan jumlah 20 orang sampel. Penelitian dilakukan  tanggal 10 - 13 September 2019 di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang dengan teknik Porposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisa secara Univariat dan Bivariat.  Hasil penelitian diketahui nilai rata-rata skala nyeri sebelum diberikan kompres hangat kayu manis yaitu 5,00 sedangkan setelah diberikan kompres hangat kayu manis yaitu 2,30. Berdasarkan hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan nilai Sig (2-tailed) = 0,005, maka Sig  ≤ 0,05. Ada pengaruh pemberian kompres hangat kayu manis terhadap penuruanan skala nyeri penderita Arthritis Gout. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan dalam memberikan pendidikan kesehatan bagi pimpinan puskesmas pada penderita Artritis Gout untuk dapat menggunakan kayu manis sebagai salah satu terapi non farmakologi  penderitaArthritis Gout. Kata Kunci: Skala nyeri, Cinnamomun burmani, Arthritis Gout. ABSTRACTThe prevalence of Gouty Arthritis is high. Disorders due to high uric acid levels can result in strong joint pain, joint swelling, inflammation in the joints, and damage to the joints. Cinnamon has pharmacological effects such as anti-rheumatism, and analgesics can be pain relief. Cinnamon contains essential oils (1-4%) consisting of eugenol, safrol, sinamaldehide, tannin, calcium oxalate, resin, and tanning substances. This type of research is Quasi Experiment, with a pre-test post test two group design with a total of 20 samples. The study was conducted September 10-13, 2019 in the working area of the Lubuk Begalung Public Health Center in Padang using the Porposive Sampling technique. Data collection uses observation sheets and analyzed by Univariate and Bivariate. The results of the study revealed the average value of the pain scale before given cinnamon warm compress is 5.00 while after given cinnamon warm compress is 2.30. Based on the Mann Whitney statistical test results obtained Sig (2-tailed) = 0.005, then Sig ≤ 0.05. There is an effect of giving warm cinnamon compresses to reduce the pain scale in patients with Arthritis Gout. It is hoped that the results of this study can be used as material in providing health education for health center leaders in patients with Arthritis Gout to be able to use cinnamon as one of the non-pharmacological therapies for Gout Arthritis patients. Keywords: Pain scale, Cinnamomun burmani, Arthritis Gout. 
HUBUNGAN KUALITAS SEDIAAN BAKTERI TAHAN ASAM (BTA) TERHADAP HASIL DIAGNOSIS PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT YOS SUDARSO PADANG Niken .,; Ika Yulia Darma; Hendra Yulia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1378

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Berdasarkan hasil observasi ditemuakan pasien dengan suspek tuberkulosis melakukan pemeriksaan dahak, namun yang diberikan adalah sampel saliva, sehingga kualitas sediaan BTA jadi jelek dan menyebabkan hasil negatif palsu. Pasien dianjurkan memberikan sampel baru berupa mukopurulen sehingga didapatkankan sediaan BTA yang lebih baik dan didapatkan hasil yang sebenarnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas sediaan BTA terhadap hasil diagnosis pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Yos Sudarso Padang.Metode: Desain penelitian berupa cross sectional. Sampel adalah sampel dahak dari pasien sebanyak 60 sampel. Analisis univariat dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi dari masing masing variabel. Analisis bivariat adalah analisis statistik yang digunakan dalam mencari hubungan antara kualitas sediaan BTA terhadap hasil diagnosa pasien tuberkulosis paru di R.S Yos Sudarso Padang. Analisis ini bertujuan untuk mencari hubungan antar variabel dengan uji statistik analis korelasi chi square. Hasil: Hasil penelitian menyebutkan p value adalah 0.000 yang  artinya < 0,05 , jadi disimpulkan ada hubungan berarti antara kualitas sediaan BTA dengan hasil diagnosa pasien tuberculosis paru. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian, hasil diagnosa pasien sebanyak 33 positif tuberkulosis, lalu kualitas sediaan BTA terbaik ada pada dimensi ukuran dan kerataan Kata kunci : Diagnosis, Tuberkulosis Paru, Bakteri Tahan Asam ABSTRACT Background:Based on observations, it was found that patients with suspected TB did sputum examination, but saliva samples were given, so that the quality of the smear preparations was poor and caused false negative results. Patients are advised to give a new sample in the form of mucopurulent so that a better AFB preparation is obtained and the actual results are obtained. Methods: This study aims to determine the quality of acid proof bacteria preparations on the results of the diagnosis of pulmonary tuberculosis patients at Yos Sudarso Hospital, Padang. The research design was cross sectional. Samples were sputum samples from 60 patients. Univariate analysis was conducted to see the frequency distribution of each variable. Bivariate analysis is a statistical analysis used to find the relationship between the quality of acid proof bacteria preparations and the diagnosis of pulmonary TB patients at Yos Sudarso Hospital, Padang. This analysis aims to find the relationship between variables with the statistical test of chi square correlation analysisResults:The results of the study stated that the p value was 0.000, which means <0.05, so it was concluded that there was a significant relationship between the quality of acid proof bacteria preparations and the diagnosis of pulmonary tuberculosis patients.Conclusion:The conclusion of the study, the results of the patient's diagnosis were 33 positive for TB, then the best quality of acid proof bacteria preparations was in the dimensions of size and flatness Keywords : Diagnosis, Pulmonary Tuberculosis, Acid Proof Bacteria
HUBUNGAN KUALITAS SEDIAAN BAKTERI TAHAN ASAM (BTA) TERHADAP HASIL DIAGNOSIS PASIEN TUBERKULOSIS PARU Niken Niken; Ika Yulia Darma; Hendra Yulia
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1194

Abstract

ABSTRACT Background:Based on observations, it was found that patients with suspected TB did sputum examination, but saliva samples were given, so that the quality of the smear preparations was poor and caused false negative results. Patients are advised to give a new sample in the form of mucopurulent so that a better AFB preparation is obtained and the actual results are obtained. Methods: This study aims to determine the quality of acid proof bacteria preparations on the results of the diagnosis of pulmonary tuberculosis patients at Yos Sudarso Hospital, Padang. The research design was cross sectional. Samples were sputum samples from 60 patients. Univariate analysis was conducted to see the frequency distribution of each variable. Bivariate analysis is a statistical analysis used to find the relationship between the quality of acid proof bacteria preparations and the diagnosis of pulmonary TB patients at Yos Sudarso Hospital, Padang. This analysis aims to find the relationship between variables with the statistical test of chi square correlation analysis Results:The results of the study stated that the p value was 0.000, which means <0.05, so it was concluded that there was a significant relationship between the quality of acid proof bacteria preparations and the diagnosis of pulmonary tuberculosis patients. Conclusion:The conclusion of the study, the results of the patient's diagnosis were 33 positive for TB, then the best quality of acid proof bacteria preparations was in the dimensions of size and flatness
Potensi Virgin Coconut Oil (VCO) Pada Minyak Herbal Sinergi (MHS) Terhadap Ulkus Diabetes Putri Dafriani; Niken Niken; Nyak Ramadhani; Roza Marlinda
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.545 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v7i1.418

Abstract

Ulkus DM merupakan salah satu komplikasi DM. Prevalensi Ulkus DM di Indonesia 15% dengan resiko amputasi 30%, resiko mortalitas 32% dan perawatan DM di rumah sakit yang terbanyak (80%). Perawatan luka dan pemberian antibiotik merupakan bagian dari penatalaksanaan ulkus DM. Ulkus DM sulit sembuh karena resisten dengan antibiotik. Perawatan luka konvensional biasanya menggunakan NaCl 0,9%. NaCl 0,9% merupakan salah satu bahan perawatan luka yang biasa dilakukan di rumah sakit. Klien ulkus DM yang kembali ke rumah membutuhkan bahan perawatan luka yang mudah didapatkan. Minyak Herbal Sinergi (MHS) adalah minyak tradisional yang berisikan herbal-herbal yang mengandung antibakteri, antiinflamasi, antioksidan dan antinyeri. Secara umum minyak ini sering dipakai oleh masyarakat sebagai obat luka. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh MHS terhadap luas ulkus DM. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment menggunakan 16 responden pasien ulkus DM di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus dan September 2019. Responden dibagi menjadi 2 kelompok, 8 orang kelompok kontrol dan 8 orang kelompok intervensi. Perawatan luka dilakukan selama 4 hari dengan menggunakan NaCl 0,9%. Pada kelompok intervensi diberikan MHS. Setelah dilakukan perawatan luka selama 4 hari, dilakukan pengukuran luas luka. Perbedaan rata-rata luas luka antar kelompok diuji dengan t test independent. Hasil penelitian didapatkan nilai p = 0,030 untuk kelompok intervensi, sedangkan untuk kelompok kontrol nilai p = 0,048 . Ini berarti ada pengaruh perawatan luka dengan menggunakan NaCl 0,9% dan minyak MHS. Disarankan kepada klien ulkus DM menggunakan minyak MHS sebagai bagian dari perawatan luka di rumah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG MATA KULIAH MIKROBIOLOGI DENGAN SIKAP ILMIAH TERHADAP KESEHATAN Niken
JOURNAL OF KOMODO SCIENCE EDUCATION Vol. 1 No. 01 (2018): Science Education in 21st century (NOVEMBER)
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.854 KB)

Abstract

Health is an investment to support economic development and has an important role in poverty reduction efforts. Education is an essential element in the development and improvement of the quality of human resources in addressing environmental problems. This research is conducted related to attitudes toward health such as knowledge about microbiology that discusses the life of microorganisms. This cognitive aspect has a close relationship with health, because the microorganisms that are the cause of disease in humans generally. The type of this study was observational analytic using survey method with correlational analysis, by collecting data on attitude toward health through attitude test or attitude scale. This research was conducted in December until the month of January 2016 and carried out on Stikes Syedza Saintika Padang campus. Population taken from a number of midwifery students who have followed the microbiology class of 2015 as many as 50 people. Samples taken as many as 25 people. The variable of this research consist of one independent variable (X) that is knowledge about microbiology, and one dependent variable (Y) attitude of student to health. Results obtained there is a significant relationship between the dimensions of cognition, affective and psychomotor of 0.7.