Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENERAPAN METODE SIMPLEKS UNTUK OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN PENGANGKUTAN Majid, Haqya; Lila Ayu Ratna Winanda; Munasih
Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2025): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v10i1.1035

Abstract

Most construction projects currently use heavy equipment during their implementation. The purpose of using heavy equipment is to make it easier to do work so that work can be done more easily and quickly. The Babon River is a river that crosses the city of Semarang with a watershed area of ​​119,417 km2 and a length of around 17 km starting from downstream of Pucang Gading Dam to the estuary passing Karang Roto Dam. The condition of the Babon River, which is experiencing channel narrowing and shallowing, has reduced the capacity of the river's cross-section to carry flood discharge, so that during the rainy season, floods often occur which inundate the area around the Babon River. Therefore, it is necessary to normalize the Babon River so that its function continues to run well so that it can overcome flooding in the area around the Babon River. Through the preparation of this journal the author tries to analyze the productivity of each heavy equipment used, namely: PC-200 Excavator, Hitachi ZX210LC-5g Long Arm Excavator + pontoon, Hino FG 260 JJ Dump Truck, Hino 136 HD Dump Truck, and Dump Truck Hino FM 260 JD. Based on the analysis results, the productivity results of the PC-200 Excavator were: 228.3 m3/hour, the productivity of the Hitachi ZX210LC-5g Long Arm Excavator + pontoon: 73.6 m3, the productivity of the Hino FG 260 JJ Dump Truck: 17.54 m3/hour, Hino 136 HD Dump Truck productivity: 11.76 m3/hour, Hino FM 260 JD Dump Truck productivity: 25.23 m3/hour. Keywords: Heavy Equipment, Heavy Equipment Optimization, Heavy Equipment Productivity
ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TUKANG BATU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ADIPADMA IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI Nugroho; Ir. H. Edi Hargono,D.P.; MS, Ir. Munasih, MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.839 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2567

Abstract

Produktivitas tenaga kerja pada konstruksi merupakan tanggungjawab penting dan bersifat strategis bagi manajemen konstruksi. Rendahnya produktivitas tenaga kerja dapat mengakibatkan proyek pembangunan yang dihasilkan tidak maksimal, bahkan dapat mengakibatkan kerugian bagi kontraktor. Hal ini diduga adanya faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya: faktor motivasi, disiplin, pendidikan, usia, dan pengalaman kerja. Sehingga dilakukan perbandingan antara produktivitas tenaga kerja dilapangan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan observasi lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner terhadap 44 pekerja serta melakukan pengukuran produktivitas tenaga kerja tukang batu. Data yang diperoleh dari kuesioner diolah dengan menggunakan metode regresi berganda dan menggunakan program bantu SPSS versi 21. Dari hasil perhitungan rata-rata produktivitas tenaga kerja tukang batu dengan jam kerja selama 7 jam per hari dan komposisi 1 tk : 2 pk didapatkan sebesar 14,21 m2/hari. Dengan tingkat kesalahan sebesar α = 5% untuk 5 jam kerja dengan komposisi 1 Tk : 2 Pk produktivitas tenaga kerja di lapangan didapatkan sebesar 11,34 m2/hari sedangakan di SNI 2002 sebesar 10 m2/hari, dimana dilapangan lebih besar dengan perbandingan sebesar 1,34m2/hari atau 13,4%. Faktor disiplin = 0,034 dan faktor pengalaman kerja = 0,000 secara simultan berpengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja tukang batu. Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja tukang batu adalah faktor pengalaman kerja dengan nilai koefisien β tertinggi sebesar 0,260.
KAJIAN FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KONSTRUKSI Prayitno Osmar Dangga; Munasih; Lila Ayu Ratna Winanda
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i1.3635

Abstract

Tingkat pengetahuan, pemahaman, dan penerapan oleh pihak-pihak yang terkait untuk pencegahan keselamatan kerja sangat rendah. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengidentifikasiakan faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan konstruksi dam untuk mengetahui hubungan antar faktor yang teridentifikasi. Penelitian ini dilakukan penelusuran literature dan kejadian kecelakaan dengan cara melakukan pencarian faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja pada konstruksi dengan menggunakan acuan dari penelitian terdahulu, berita media cetak dan elektronik, setelah itu melakukan penelusuran terhadap berita-berita kecelakaan konstruksi yang telah terjadi pada 10 tahun terakhir dalam bentuk sintesa uraian dan table untuk mencari hubungan antar factor, apakah factor tersebut mempunyai hubungan searah atau timbal balik dengan bantuan aplikasi Ventana simulation (Vensim) PLE yang digunakan untuk mengukur hubungan antara faktor penyebab kecelakaan dengan melihat diagram caustik.Hasil analisis kecelakaan yang dominan terjadi, faktor dominan penyebab kecelakaan, hubungan antar faktor dalam causatik diagram menunjukan kejadian kecelakaan konstruksi yang sering terjadi dalam 10 tahun terakhir yang terangkum dari tahun 2015 sampai 2019 merupakan kejadian kecelakaan yang dimana memakan korban jiwa seperti luka-luka ringan bahkan meninggal dunia, adapaun kecelakaanya konstruksi terjadi pada proyek MRT, Jalan tol, jembatan, dan underpass dan yang sering terjadi adalah kecelakaan pada proyek jalan tol. Adapun factor-faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja adalah tidak dilibatkannya tenaga ahli K3 konstruksi dan penggunaan metode pelaksanaan yang kurang tepat, lemahnya penguasaan K3, kurang emadainya kualitas dan kuantitas, ketersediaan peralatan perlindungan diri, kurang disiplinya para tenaga kerja dalam mematuhi ketentuan dalam K3
ANALISIS REKAYASA NILAI PADA PROYEK GEDUNG : (Studi Kasus Pada Gedung Rawat Inap 5 Lantai RSUD Dr. Iskak Tulungagung) Ajeng Tantri Anugerahini; Lila Ayu Ratna Winanda; Munasih
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4620

Abstract

Pengendalian biaya proyek merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan dalam pembangunan sebuah proyek konstruksi. Pemilihan desain dan bahan juga berpengaruh terhadap mutu dan kualitas bangunan tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan peninjauan kembali dengan mengkaji ulang desain awal proyek dengan cara mereduksi dan mengidentifikasi biaya-biaya yang tidak perlu tanpa mengurangi kualitas dan fungsi bangunan. Analisis rekayasa nilai pada Pembangunan Gedung Rawat Inap 5 Lantai RSUD Dr. Iskak Tulungagung dilakukan pada pekerjaan arsitektur dikarenakan beberapa item pekerjaan mempunyai biaya yang tinggi pada pekerjaan kusen pintu dan jendela. Penelitian dilakukan dengan mencari alternatif-alternatif penganti material desain awal lalu akan diseleksi menggunakan analisa keuntungan dan kerugian. Selanjutnya akan diperoleh beberapa alternatif yang akan dianalisis lebih lanjut menggunakan metode Multi Criteria Discussion Making (MCDM) yaitu analisis kriteria non biaya dengan metode Analysis Hierarchy Process (AHP) dan analisis kriteria biaya dengan metode Life Cycle Cost (LCC). Dari hasil penelitian didapatkan alternatif penganti desain awal 5 jenis pekerjaan yaitu meliputi pekerjaan pintu P1 yaitu alternatif 1, pekerjaan pintu P3 alternatif 1, pekerjaan pintu PB1 alternatif 1, pekerjaan jendela J1 alternatif 3, dan pekerjaan jendela J4 yaitu alternatif 3. Besar penghematan yang diperoleh dari analisis sebesar Rp. 305.337.079,36. Total biaya keseluruhan proyek adalah Rp. 33.405.874.877,09 setelah dilakukan analisis rekayasa nilai menjadi Rp. 33.100.537.797,73 dengan penghematan sebesar 0,91 %. Biaya desain awal item pekerjaan yang terpilih (analisis rekayasa nilai) adalah Rp. 847.417.988,50 berubah menjadi Rp. 542.080.909,14 dengan penghematan sebesar 36,03%. Berdasarkan hasil penelitian ini, analisis rekayasa nilai terbukti memberikan penghematan biaya sesuai dengan fungsi bangunan.
PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU JATI SEBAGAI MATERIAL PENGISI PADA CAMPURAN ASPHALT TREATED BASE (ATB) DITINJAU DARI UJI MARSHALL Muslimin; Eding Iskak Imananto; Munasih
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v6i1.5172

Abstract

Pondasi pada perkerasan jalan berperan sangat penting dalam konstruksi jalan karena sebagai titik tumpu untuk meneruskan dan menyebarkan beban ke bagian konstruksi di bawahnya. Pada penelitian ini dilakukan penambahan limbak serbuk kayu jati sebagai material pengisi pada campuran Asphalt Treated Base (ATB). Analisis pengujian benda uji meliputi analisis kekuatan agregat terhadap tumbukan, indeks kepipihan, angka angularitas, berat isi agregat, analisa saringan agregat halus dan kasar, berat jenis dan penyerapan agregat halus, berat jenis dan penyerapan agregat kasar serta keausan agregat menggunakan alat los angeles. Pengujian benda uji aspal meliputi pemeriksaan penetrasi bahan-bahan bitumen, pemeriksaan titik nyala dan bakar, pemeriksaan titik lembek aspal dan ter, daktilitas bahan bitumen, pemeriksaan berat jenis bitumen keras dan ter, serta penurunan berat minyak aspal. Pengujian Marshall meliputi pengujian stabilitas, flow, VIM, VMA, MQ, VFA, dan density. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh hasil yaitu serbuk kayu jati dapat dikatakan layak dijadikan material pengisi pada campuran ATB. Nilai persentase kadar serbuk kayu optimum (SKO) pada campuran ATB adalah sebesar 0,27% pada kadar aspal optimum 5.35% dengan nilai parameter marshall test stabilitas SKO sebesar 1084,33 kg, flow 3,46mm, VIM 4,54%, VMA 16,71%, MQ 312kg/mm, dan VFA 72,81%.