Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN K3 TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PEMBESIAN Munasih Munasih; Thomas Priyasmanu; Harmutatik Harmutatik
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 5 No 1 (2015): inovatif Vol. 5 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian penerapan K3 yang ada banyak dilakukan pada perusahaan manufaktur tetapi masih jarang dilakukan pada perusahaan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui peranan manajemen dalam menangani permasalahan K3, berapa besar pengaruh K3 terhadap produktifitas pekerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pada pembangunan Proyek Mall Dinoyo Malang dengan total populasi sekitar 300 orang pekerja. Sampel yang terpilih menjadi responden berdasarkan rumus solvin yaitu sebanyak 100 orang pekerja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi dan diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian yang di dapat bahwa Perusahaan telah melaksanakan penerapan program K3 sebagai wujud pertanggungjawabannya terhadap pekerjanya walaupun masih ada angka kecelakaan 0,7 % dari total pekerja. Hubungan antara penerapan K3 terhadap Produktifitas meningkat dengan persamaan Y = 16.548 + 0.168X1 + 0.072X2 ; Dengan Y = Produktifitas dan X1 = Keselamatan Kerja ; X2 = Kesehatan kerja.
PENGURANGAN ANTRIAN KENDARAAN MELALUI PERHITUNGAN PENYALAAN LAMPU LALU LINTAS YANG OPTIMAL Emmalia Adriantantri; Joseph Dedy Irawan; Munasih Munasih
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 4 No 1 (2014): inovatif Vol. 4 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan raya merupakan suatu fasilitas transportasi yang amat penting, bagi perkembangan perekonomian suatu daerah, karena sangat memperngaruhi kelancaran mobilitas masyarakat. Oleh sebab itu dengan bertambahnya jumlah kendaraan menyebabkan kepadatan lalu lintas yang tinggi dan mengakibatkan kemacetan bahkan bisa terjadi kecelakaan lalu lintas.Seperti yang terjadi di kota Malang, jumlah pemilik kendaraan bermotor terus bertambah. Akibatnya, menimbulkan kepadatan lalu lintas yang menyebabkan kemacetan, dimana antisipasi dengan pelebaran jalan tampaknya sulit untuk dilakukan.Penelitian ini dilakukan pada persimpangan jl A.Yani dan Borobudur. Dimana pada persimpangan tersebut sering timbul kemacetan, terutama di jam dan hari tertentu. Untuk itu, peneliti ingin mengetahui pola kedatangan, jumlah kedatangan dan keluaran kendaraan, sehingga dapat diketahui jumlah antrian dan tingkat pelayanan dari lampu lintas. Untuk selanjutnya dilakukan perhitungan nyala lampu yang optimal untuk mengurangi kemacetan tersebut.Penelitian ini menggunakan teori antrian untuk menghitung tingkat pelayanan lampu lalu lintas (traffic light) dan perhitungan nyala lampu lalu lintas optimal menggunakan teori Webster.Hasil penelitian ini adalah tingkat kegunaan bagian pelayanan(p) dari : arah Jl. Borobudur ke Jl. A.Y. Selatan sebesar 1,05, arah A.Y. Selatan ke Jl. A.Y. Utaradi peroleh (p) sebesar 1,02, arah A. Y. Utara ke Jl. Borobudur diperoleh(p)1,02. Sedangkan waktu penyalaan lampu lalu lintas (traffic light) optimal yang diperoleh di persimpangan Blimbing, Jl. A. Yani dan Jl. Borobudur, sebagai berikut : dari Jl. Borobudur ke Jl. Ahmad Yani selatan dengan pelayanan nyala lampu merah 69 detik, nyala lampu hijau 21 detik dan nyala lampu kuning 3 detik. Dari arah Jl. Ahmad Yani Selatan ke Jl. Ahmad Yani Utara dengan pelayanan nyala lampu merah 63 detik, nyala lampu hijau 27 detik dan nyala lampu kuning 3 detik. Dari arah Jl. Ahmad Yani Utara ke Jl. Borobudur dengan pelayanan nyala lampu merah 50 detik, nyala lampu hijau 40 detik dan nyala lampu kuning 3 detik.
Percepatan Penyelesaian Proyek Menggunakan Metode Fast-Track (Studi Kasus: Proyek Gedung Serbaguna PLBN Entikong Kalimantan Barat) Wiwik Wiharti; Lila Winanda; Munasih Munasih; Maranatha Wijayaningtyas
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v6i1.31286

Abstract

Construction projects have unique, dynamic, and complex characteristics; therefore, frequent inaccuracies between planning and implementation are found. It generates a budget change as a consequence. Project delays also occurred in Entikong PLBN Multi Purposes Building Project, West Kalimantan; therefore, an “addendum” time had to be submitted for the 31st week. According to the identified problems, the purpose of this study is to analyze the time acceleration to achieve project time reduction and cost savings. The analytical approach uses a fast-track method widely applied and proven effective in time reduction through overlapping the critical activities. The result of the project schedule shows that the normal duration of 359 days turned into 302 days; therefore, a reduction in time of 57 days can be obtained. Time reduction through project acceleration was 15,88% without causing an overallocated resource. The time reduction impacts project cost efficiency, especially in indirect cost savings of Rp 17.345.955. Implementing the fast-track method by paying attention to the allocation and availability of resources provides an optimal schedule. Thus, the risk of unrealized activities due to acceleration can be minimized. ABSTRAK Proyek konstruksi memiliki karakteritik unik, dinamis dan kompleks,sehingga sering ditemukan ketidaktepatan antara perencanaan dan pelaksanaan. Pada saat waktu penyelesaian proyek tidak sesuai dengan perencanaan, hal ini membawa konsekuensi pada perubahan pembiayaan proyek. Keterlambatan proyek juga terjadi pada proyek gedung serbaguna PLBN Entikong, Kalimantan Barat sehingga harus dilakukan addendum waktu pada minggu ke-31. Berdasarkan pada permasalahan yang teridentifikasi, maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis percepatan waktu sehingga diperoleh pengurangan waktu pekerjaan dan penghematan biaya proyek. Pendekatan analisis menggunakan metode fast-track dimana telah banyak diimplementasikan dan terbukti secara efektif dalam mereduksi waktu penyelesaian dengan menata aktivitas-aktivitas kritis secara tumpang tindih (overlapping). Hasil penjadwalan proyek menunjukkan bahwa durasi normal proyek selama 359 hari menjadi 302 hari, sehingga terjadi reduksi sebanyak 57 hari. Pengurangan waktu dengan melakukan percepatan adalah sebesar 15,88% tanpa menyebabkan overallocated sumber daya. Pengurangan waktu berdampak pada efisiensi biaya proyek, yaitu penghematan biaya tidak langsung sebesar Rp 17.345.955. Penerapan metode fast-track dengan memperhatikan alokasi dan ketersediaan sumber daya, dapat memberikan jadwal yang optimal. Dengan demikian resiko tidak terlaksananya aktivitas akibat percepatan dapat diminimalkan.
SISTEM INFORMASI MONITORING PERKEMBANGAN PEKERJAAN PROYEK Joseph Dedy Irawan; Munasih Munasih; Renaldi P. P.
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 5 No 3 (2023): EDISI 17
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v5i3.2510

Abstract

Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pekerjaan konstruksi, seperti pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, dan pekerjaan-pekerjaan yang lain, memerlukan sistem pengawasan yang baik terhadap perkembangan proyeknya, karena keterlambatan pengerjaan suatu pekerjaan akan berakibat kerugian pada pelaksana pekerjaan maupun pemberi pekerjaan, oleh sebab itu, dibutukan sebuah sistem yang dapat melakukan monitoring dari pekerjaan tersebut, setiap pekerjaan pasti memiliki perencanaan, dimana salah satunya adalah masalah waktu pengejaan, sehingga dengan membuat sebuah sistem informasi yang dapat melakukan monitoring progres dari semua pekerjaan-pekerjaan yang sedang berjalan, akan menghasilkan sebuah perusahaan yang dapat melaksanakan semua pekerjaannya tepat waktu, hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah sistem informasi yang dapat memonitor progres dari semua pekerjaan proyek, sehingga dapat dengan cepat diketahui jika terjadi resiko keterlambatan sebuah proyek.
PEMBUATAN DAN PEMAKAIAN ALAT FILTRASI LIMBAH GREYWATER YANG DIOLAH MENJADI AIR BERSIH UNTUK MENAIKAN pH DENGAN MENGGUNAKAN PERMEN 2001 Lies Kurniawati Wulandari; I Wayan Mundra; Munasih
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v4i2.8169

Abstract

Tujuan analisis efektifitas model fisik pengolahan greywater dan air hujan menggunakan filter bertingkat menjadi air bersih sebagai alternatif air baku dalam penanganan krisis air. Penelitian ini mengembangkan sebuah teknik pengolahan air limbah greywater dan air hujan menjadi air bersih, yakni dengan teknik filtrasi menggunakan pasir sebagai material filter, serta penambahan PAC (Poly Alumunium Chloride) dan soda ash (Sodium Chloride) untuk menetralisir pH. Alat sederhana ini mampu menaikkan ph dan turbiditas dari air limbah rumah tangga. Penciptaan alat ini dilatar belakangi semakin banyaknya limbah air buangan sedangkan pada daerah tertentu kekurangan air. Alat sederhana ini terbuat dari pipa stenlist yang berdiameter 3” dan Panjang 20 cm sedangkan bagian bawah berupa saringan yang akan diisi oleh material tertentu yaitu: sand filter bertingkat. Berdasarkan hasil penelitian maka alat tersebut dapat menyaring limbah air buangan. Metode pengolahan yang digunakan adalah filtrasi menggunakan filter pasir dan obat kimia serta gabungan pengolahan filtrasi pasir untuk menghasilkan air bersih. Metode filtrasi bertingkat mampu menghilangkan polutan yang terkandung dalam air limbah greywater dan dapat menjadi solusi pemenuhan air bersih dengan Permenkes 2001. Hasil aktual kualitas air sebelum dilakukan pengolahan: pH 5,2 menjadi 6-9.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN PENGELOLAAN SAMPAH DI SMKN 7 JLN SATSUI TUBUN IV KOTA MALANG Lies Kurniawati Wulandari; I Wayan Mundra; Hardianto; Munasih; Nenny Roostrianawaty
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v5i1.10055

Abstract

Tujuan Pendampingan pengolahan sampah ini adalah sosialisasi mulai dari keles sampai pada pembuangan sampah di luar sesuai jenis sampahnya. Kesadaran siswa dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu faktor penting dalam pembelajaran kesehatan lingkungan agar menjadi sehat dan bersih. Dasar dan konsep pengelolaan sampah tidak semata-mata menggunakan teknologi canggih, tetapi lebih membutuhkan perubahan dan pembentukan perilaku dari setiap individu. Pembentukan perilaku individu dalam mengelola sampah secara tepat perlu ditanamkan sejak usia dini, yang merupakan usia emas pembentukan perilaku seseorang, yang akan menjadi lebih mudah dan lebih terlihat hasilnya di usia berikutnya. Pembentukan perilaku mengelola sampah sejak usia dini ini dapat dimulai dari pembentukan kebiasaan memilah dan menempatkan sampah pada tempatnya, yang diharapkan akan menjadi kebiasaan dalam perjalanan hidupnya. Sehingga kebersamaan dalam pengelolaan dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat akan lebih mudah terwujud. Hasil akhir dan solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi dan pendampingan kepada para siswa untuk membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan, memisahkan sampah organik, sampah anorganik, dan sampah B3, serta meminimalisir timbulan sampah dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Kegiatan sosialisasi secara langsung digantikan dengan penyerahan tempat sampah pemilahan sampah yang akan ditempatkan pada sekolah tersebut.
Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Jati Sebagai Material Pengisi Pada Campuran Asphalt Treated Base (ATB) Ditinjau Dari Uji Marshall Muslimin; Eding Iskak Imananto; Munasih
Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2023): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.443 KB) | DOI: 10.56071/deteksi.v8i1.526

Abstract

Pondasi pada perkerasan jalan berperan sangat penting dalam konstruksi jalan karena sebagai titik tumpu untuk meneruskan dan menyebarkan beban ke bagian konstruksi di bawahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan serbuk kayu jati sebagai material pengisi pada ATB dan menganalisis persentase nilai optimum variasi komposisi serbuk kayu jati sebagai material pengisi pada campuran ATB. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi eksperimental di laboratorium untuk memperoleh data yang diperlukan dalam analisis. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh hasil yaitu serbuk kayu jati dapat dikatakan layak dijadikan material pengisi pada campuran ATB. Hasil parameter marshall test tersebut masih berada pada syarat minimum dan maksimum yang ditentukan pada Spesifikasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim Tahun 2018. Indeks perendaman serbuk kayu optimum sebesar 76,08% sehingga dalam hal ini campuran ATB memenuhi syarat Spesifikasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim Tahun 2018 yang mengisyaratkan nilai stabilitas marshall minimal 800 kg dan indeks perendaman minimal 75%.
Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Model Peta Konsep (Concept Mapping) Pada Siswa Kelas XII-1 Semester Ganjil SMAN 8 Samarinda Tahun Pelajaran 2023/2024 Munasih, Munasih
Educationist: Journal of Educational and Cultural Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Educational and Cultural Studies
Publisher : PT Literasi Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas XII-1 di SMA Negeri 8 Samarinda. Metode PTK digunakan dengan desain Classroom Action Research yang melibatkan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes evaluasi, dan dokumentasi, dan dianalisis dengan menggunakan indikator kinerja serta kriteria ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode pembelajaran kooperatif model peta konsep, rata-rata prestasi belajar siswa belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Namun, setelah penerapan metode tersebut, rata-rata prestasi belajar meningkat dan mencapai atau melebihi KKM. Hasil analisis data juga menunjukkan pengaruh signifikan dari metode ini terhadap prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan temuan ini, peneliti memberikan sejumlah saran, seperti mendorong siswa untuk mencapai nilai sesuai KKM, guru perlu merencanakan penyampaian materi dengan baik, kepala sekolah perlu mendukung penyediaan sarana pembelajaran, guru dapat berinovasi dengan menggabungkan berbagai model atau media pembelajaran, dan penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk memperbaiki kelemahan dalam penelitian ini. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai penggunaan metode pembelajaran kooperatif model peta konsep dalam meningkatkan prestasi belajar siswa sejarah di sekolah.
PEMANFAATAN PEMBUKUAN ELEKTRONIK UNTUK PENGUSAHA KUE Adriantantri, Emmalia; Indriani, Sri; Munasih, Munasih
Jurnal Mnemonic Vol 7 No 2 (2024): Mnemonic Vol. 7 No. 2
Publisher : Teknik Informatika, Institut Teknologi Nasional malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/mnemonic.v7i2.11791

Abstract

Promosi merupakan salah satu cara untuk mengenalkan produk yang dijual kepada masyarakat, dengan tujuan supaya semakin banyak yang mengenal produk kita, maka akan semakin banyak juga pembeli yang mengakibatkan keuntungan menjadi meningkat. Salah satu kekurangan dari mitra adalah, tidak ada promosi yang dilakukan untuk memasarkan produknya, hanya infomasi dari mulut ke mulut, sehingga tidak banyak yang mengenal mitra, oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan promosi yang akan dilakukan dengan cara membuat web, karena dewasa ini promosi menggunakan media internet sangat banyak yang membaca, selain itu kedala yang dimiliki mitra adalah pembukuan keuangan, selama ini tidak pernah dilakukan pembukuan, sehingga tidak diketahui dengan pasti berapa keuntungan atau kerugian yang diperoleh selama menjalankan usaha, sehingga akan dibuat sebuah aplikasi pembukukan digital, sehingga dapat dilakukan pembukuan dengan mudah, cepat dan akurat.
Sosialisasi Peningkatan Pemilahan Sampah Dari Kelas Sampai Ke Halaman Sekolah Di SMKN 7 Malang Wulandari, Lies Kurniawati; Mundra, I Wayan; Hardianto, Hardianto; Munasih, Munasih; Roostrianawaty, Nenny; Gai, Ardiyanto Maksimilianus
Jurnal ABM Mengabdi Vol 11 No 2 (2024): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31966/jam.v11i2.1493

Abstract

The development of the current era of globalization has led to technological advances in various fields, both in terms of economy, social, education, and health. Technological advances have positive and negative impacts on the environment. One of the negative impacts of technological advances on the environment is environmental damage which results in a decrease in the quality of the environment. The environment is a unified system where there is a mutual interaction between living things, objects, and resources. A person's attitude can determine the good and bad conditions and conditions that occur in the surrounding environment. The environment must be kept clean and beautiful with a full sense of responsibility and have sensitivity in protecting the environment. However, based on the results of observations, it is known that the attitude of caring for students at one of the SMKN in Malang City is still lacking. To foster an attitude of caring for the environment, community service is carried out which aims to provide education on environmental awareness, especially SMKN students. The results obtained from this community service turned out to be very beneficial for students, they became more aware of protecting and maintaining the environment around them.