Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

RAISA: Threat or Opportunity for Careers? A Study on Internship Students in Jabodetabek Helen, Helen; Alfyoni, Ghisanie Azahra; Christianto, Anastasia Bernessa; Jess, Sharon; Saraswati, Kiky Dwi Hapsari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i3.15299

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI), robots, and automation services (RAISA) show us the advancing technology, however, it also poses the potential of negative impacts that need to be addressed. One such impact is the takeover of career opportunities by RAISA, causing some college students to feel threatened about future prospects. This study analyzes the relationship between RAISA awareness and perceived future career opportunities (PFCO) among internship college students in universities within the Jabodetabek area. The researchers obtained 131 respondents from various universities, comprising 44 male and 87 female. The research data was processed using convenience sampling, utilizing RAISA awareness and PFCO questionnaires distributed online by Google Form. The data analysis revealed a Cronbach's alpha coefficient 0.923 for the RAISA Awareness and 0.819 for PFCO; Kolmogorov-Smirnov test p <0.05 for both indicating non-normal data distribution; and r (131) = +0.293, p <0.05 for the hypothesis test results using the Spearman's Correlation test. Then, it can be concluded that there is a positive and significant correlation between RAISA Awareness and PFCO among internship students in universities within the Jabodetabek area. AI, robot dan otomatisasi layanan (RAISA) menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi semakin pesat, bahkan yang perlu diwaspadai adalah potensi dari dampak negatif yang diciptakan oleh kemajuan teknologi. Salah satunya adalah peluang karir yang makin banyak diambil alih oleh RAISA membuat sebagian mahasiswa merasa terancam akan masa depan berkarirnya. Studi ini menganalisis hubungan kesadaran terhadap RAISA dengan peluang karir masa depan pada mahasiswa magang di Jabodetabek. Peneliti mendapatkan 131 responden dari berbagai universitas di Jabodetabek dengan jenis kelamin laki-laki 44 orang dan jenis kelamin perempuan 87 orang. Data penelitian diolah menggunakan convenience sampling, menggunakan kuesioner RAISA awareness dan Perceived Future Career Opportunity (PFCO) yang disebar secara daring menggunakan Google Form. Hasil analisis data diketahui koefisien Cronbach’s Alpha yang diperoleh adalah 0.923 untuk variabel RAISA Awareness dan 0.819 untuk PFCO; Kolmogorov-Smirnov test p<0.05 untuk kedua variabel yang menunjukkan distribusi data tidak normal; dan r(129) = .29, p < .001 untuk hasil uji hipotesis menggunakan metode Spearman’s Correlation test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif dan signifikan antara RAISA Awareness dengan PFCO pada mahasiswa magang di universitas Jabodetabek.
GAMBARAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA TEKNIK Saputri, Marselina; Saraswati, Kiky D. H.
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2026): Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v19i1.36959

Abstract

Academic stress is a common psychological condition experienced by university students when academic demands are perceived as exceeding their personal capabilities. Engineering students are particularly vulnerable to academic stress due to intensive coursework, project-based assignments, laboratory activities, and high academic performance expectations. This study aimed to describe academic stress among engineering students based on demographic characteristics, including gender, age, semester level, and organizational involvement. This research employed a quantitative descriptive approach using a convenience sampling technique. The participants consisted of 150 engineering students from various universities in Indonesia. Data were collected using the Perceived Academic Stress Scale (PASS) developed by Bedewy and Gabriel, which demonstrated good reliability with a Cronbach’s Alpha coefficient of 0.834. Data analysis was conducted using descriptive statistics, the Kolmogorov–Smirnov normality test, and non-parametric difference tests, namely Mann–Whitney U and Kruskal–Wallis. The results indicated that the overall level of academic stress among engineering students ranged from moderate to high, as shown by an empirical mean score higher than the hypothetical mean. The findings revealed no significant differences in academic stress based on gender and age. However, significant differences were found based on semester level in certain dimensions of academic stress, particularly workload and examinations, as well as academic self-perception. These results suggest that increasing academic demands across semesters contribute to higher academic stress among engineering students. Therefore, universities are encouraged to provide adequate academic and psychological support to help engineering students manage academic stress more effectively.
KECERDASAN BUATAN DI TEMPAT KERJA: BAGAIMANA STRATEGI MENGHADAPINYA? Kiky Dwi Hapsari Saraswati
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.35955

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan berbagai dampak bagi berbagai pihak. Dunia industri yang sebelumnya sangat mengandalkan peran SDM, perlahan mulai beralih kepada penggunaan teknologi pintar. Tugas-tugas yang sebelumnya dilakukan oleh karyawan, perlahan mulai digantikan oleh robot, artificial intelligence, dan service automation (RAISA). Terlepas dari dampak positif yang diakibatkan, karyawan juga merasakan dampak negatifnya, yaitu job replacement anxiety. Untuk mengantisipasi berbagai dampak penggunaan RAISA tersebut, mahasiswa tingkat akhir yang sedang bersiap memasuki dunia kerja perlu membekali diri dengan wawasan yang komprehensif. Tujuannya adalah agar mahasiswa memiliki pemahaman yang benar dan persepsi yang positif terhadap penggunaan RAISA, sehingga menjadikan RAISA sebagai peluang dan bukan ancaman bagi masa depan karier. Oleh karena itu, perlu diselenggarakan sebuah seminar yang ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir sebagai bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di era RAISA ini. Dalam seminar ini pula akan dipaparkan berbagai strategi yang dapat diimplementasikan oleh peserta agar dapat beradaptasi dengan makin meluasnya penggunaan RAISA di dunia usaha dan industri. Seminar akan melibatkan pemateri yang kompeten di bidang psikologi industri dan organisasi, sehingga mampu menyampaikan materi sesuai target yang ditetapkan. Efektivitas seminar akan diukur dengan menggunakan evaluasi berupa reaksi peserta terhadap pelaksanaan seminar. Selain itu, evaluasi juga akan dilakukan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test. Hasil evaluasi efektivitas seminar menyimpulkan bahwa peserta merasa puas dengan penyelenggaraan seminar ini dan terjadi peningkatan pengetahuan yang diperoleh oleh peserta.