Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERANCANGAN DESAIN MODUL HIJAU DI RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK SATRIA JELAMBAR JAKARTA BARAT Agustin, Laura Tri; Irene Syona Darmady; Theresia Budi Jayanti; Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35115

Abstract

DKI Jakarta serves as a central hub for governance and economic activities, attracting a significant number of migrants seeking improved quality of life. However, this rapid urbanization has intensified environmental issues, especially in urban waste management. One of the pressing concerns is the increasing volume of plastic waste, which poses threats to both environmental and public health. Addressing this issue requires collaborative and sustainable efforts from various segments of society. In response, this program focuses on developing a plastic waste recycling initiative at RPTRA Satria Jelambar. The initiative aims to repurpose plastic waste into innovative and functional modules that support the expansion of green public spaces. More than just converting waste into environmentally friendly products, the program encourages active participation from community members across all age groups through discussions and hands-on workshops. The program is implemented in several phases: starting with surveys and data collection to assess local waste conditions, followed by community discussions and the design of recycling modules. The PKM team will then develop conceptual designs based on these inputs. The final outcome is a prototype of a recycling module, which will be handed over to the RPTRA management for continued development and implementation. By promoting sustainable practices, this program aspires to create a long-term, adaptable plastic waste management model that can inspire similar initiatives throughout DKI Jakarta. ABSTRAK DKI Jakarta merupakan salah satu pusat pemerintahan dan perekonomian di Indonesia. Kondisi ini menjadikan Jakarta sebagai tujuan banyak orang untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Namun, tingginya angka migrasi dan urbanisasi membawa dampak negatif, salah satunya adalah permasalahan sampah kota. Masalah sampah, terutama sampah plastik, menjadi tantangan serius yang perlu diselesaikan bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, diangkat topik perancangan desain untuk mendaur ulang sampah plastik di RPTRA Satria Jelambar. Sampah plastik akan dimanfaatkan dan diubah menjadi modul-modul menarik yang dapat digunakan untuk memperluas area yang hijau di RPTRA. Selain mengolah sampah menjadi produk ramah lingkungan, kegiatan ini juga mendorong keterlibatan aktif warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, melalui kegiatan diskusi dan workshop yang interaktif. Pelaksanaan PKM dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dari survei dan pengumpulan data, dilanjutkan dengan diskusi bersama warga untuk merancang ide modul, dan diakhiri dengan proses pembuatan desain prototype oleh tim PKM. Desain prototype modul hasil kegiatan ini akan diserahkan kepada pihak pengelola RPTRA untuk dikembangkan lebih lanjut bersama warga. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di wilayah DKI Jakarta.
MEMBACA KERUANGAN KAWASAN DENGAN DRONE DAN VISUAL MAPPING DI KENDRAN, BULELENG, BALI Irene Syona Darmady; Veronica Gandha; Agustinus Susanto
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/mv18rr91

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi kini pengamatan kawasan, survey lokasi, dan pemetaan populer dengan menggunakan bantuan Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/ Drone. Pengamatan kawasan dengan menggunakan drone pun kini kerap kali digunakan karena dapat memberikan gambaran keruangan kawasan yang lebih luas dengan waktu yang relatif lebih singkat. Kelurahan Kendran, Buleleng, Bali merupakan salah satu dari 11 kelurahan/ desa yang menjadi fokus pengembangan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Program RBI sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenP3A) dalam rangka mewujudkan Kota Ramah Anak dan Perempuan. Untuk mendesain RBI sebagai wadah kegiatan dan kolaborasi terlebih dahulu dibutuhkan pemahaman atas keruangan fisik dan sosial Kelurahan Kendran. Melalui hasil fotogrametri drone, studi ini diharapkan menemukan pola keruangan fisik dan sosial Kelurahan Kendran guna menemukan lokasi tapak potensial yang dapat menjadi tempat diwujudkannya RBI. Metode survey, observasi lapangan digunakan untuk menjaring data primer terkait Kelurahan Kendran. Sedangkan metode mapping, overlaying digunakan untuk mengolah dan menganalisis temuan dan mencapai kesimpulan. Hasil studi salah satunya berupa informasi keruangan fisik Kelurahan Kendran yang memberikan kontribusi kelengkapan arsip bagi satuan administratif Kelurahan Kendran. Lebih lanjut, hasil studi berupa sebuah rekomendasi tapak yang diperlukan untuk proyek perancangan Ruang Bersama Indonesia (RBI).
PENDEKATAN KONSEP “MENYAMA BRAYA” RUANG BERSAMA INDONESIA KELURAHAN KENDRAN, BULELENG, BALI Gandha, Maria Veronica; Darmady, Irene Syona; Sutanto, Agustinus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/84z59171

Abstract

Pendekatan Arsitektur keseharian sering dilakukan sebagai pendekatan sebuah desain. Arsitektur keseharian pada perancangan 2 dimensi keruangan Ruang Bersama Indonesia memakai pendekatan konsep “Menyama Braya” yang merujuk pada kehidupan keseharian lokal masyarakat Kendran di Buleleng, Bali. Masyarakat Bali secara turun temurun telah memiliki penghayatan budaya keseharian yang kuat. Penghayatan budaya masyarakat Bali membangun keharmonisan sosial dan kebersamaan yang terintegrasi pada semua aspek kehidupan masyarakat Bali menjadi fokus pendekatan Ruang Bersama Indonesia di Kendran. Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenP3A) mempunyai tujuan untuk mewujudkan kota – kota di Indonesia yang ramah anak dan perempuan. Tujuan dari RBI Kendran melalui ruang keseharian masyarakat kelurahan Kendran dengan pendekatan konsep “Menyama Braya” adalah untuk dapat mewujudkan ruang bersama yang mempunyai keharmonisan sosial dan kebersamaan baik antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam maupun manusia dengan Tuhan. Konsep “Menyama Braya” dipakai untuk mewujudkan perancangan ruang 2 dimensi di RBI Kendran yang dapat menampung kegiatan sosial, interaksi, edukasi, seni dan budaya yang sesuai dengan kriteria RBI dari KemenP3A. Pendekatan konsep ini dilakukan dengan metode survei, pengamatan aktivitas, pengamatan keruangan dan wawancara kepada semua unsur masyarakat dan aktivitas di Kelurahan Kendran pada waktu yang berbeda. Hasil analisis dari metode ini diharapkan dapat menghasilkan perancangan ruang 2 dimensi RBI yang ramah anak dan perempuan dapat diwujudkan sesuai dengan karakter keseharian dan kelokalan masyarakatnya yaitu “Menyama Braya”.
MEMBACA KERUANGAN KAWASAN DENGAN DRONE DAN VISUAL MAPPING DI KENDRAN, BULELENG, BALI Darmady, Irene Syona; Gandha, Veronica; Susanto, Agustinus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/mv18rr91

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi kini pengamatan kawasan, survey lokasi, dan pemetaan populer dengan menggunakan bantuan Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/ Drone. Pengamatan kawasan dengan menggunakan drone pun kini kerap kali digunakan karena dapat memberikan gambaran keruangan kawasan yang lebih luas dengan waktu yang relatif lebih singkat. Kelurahan Kendran, Buleleng, Bali merupakan salah satu dari 11 kelurahan/ desa yang menjadi fokus pengembangan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Program RBI sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenP3A) dalam rangka mewujudkan Kota Ramah Anak dan Perempuan. Untuk mendesain RBI sebagai wadah kegiatan dan kolaborasi terlebih dahulu dibutuhkan pemahaman atas keruangan fisik dan sosial Kelurahan Kendran. Melalui hasil fotogrametri drone, studi ini diharapkan menemukan pola keruangan fisik dan sosial Kelurahan Kendran guna menemukan lokasi tapak potensial yang dapat menjadi tempat diwujudkannya RBI. Metode survey, observasi lapangan digunakan untuk menjaring data primer terkait Kelurahan Kendran. Sedangkan metode mapping, overlaying digunakan untuk mengolah dan menganalisis temuan dan mencapai kesimpulan. Hasil studi salah satunya berupa informasi keruangan fisik Kelurahan Kendran yang memberikan kontribusi kelengkapan arsip bagi satuan administratif Kelurahan Kendran. Lebih lanjut, hasil studi berupa sebuah rekomendasi tapak yang diperlukan untuk proyek perancangan Ruang Bersama Indonesia (RBI).
MONTASE DAN KOLASE SEBAGAI STRATEGI VISUALISASI GAGASAN ARSITEKTURAL RUANG BERSAMA INDONESIA DI KELURAHAN KENDRAN Djarot, Adelia Andani; Darmady, Irene Syona
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/m7g97766

Abstract

Ruang Bersama Indonesia di Kendran, Buleleng adalah proyek kolaborasi antara Universitas Tarumanagara (Untar), STIE Satyadharma, dan Kementerian Pemerbedaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Pada proyek ini, Prodi S1 Arsitektur Untar bertugas mengajukan gagasan awal implementasi Ruang Bersama Indonesia dalam perencanaan ruang di skala kelurahan atau desa. Di tahap awal pengajuan gagasan, tim perencana menggunakan gambar montase dan kolase sebagai sebuah strategi dalam memvisualisasikan ide-ide kerungan. Strategi ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan keruangan berupa impresi yang belum memiliki bentuk, sehingga masih ada ruang gerak yang luas untuk pengembangan desain di tahap selanjutnya. Untuk merumuskan strategi, penulis melakukan analisis studi kasus pada gambar-gambar arsitektural karya dua biro arsitek: kolase karya Tatiana Bilbao Estudio, serta montase karya Fala Atelier; keduanya memanfaatkan montase dan kolase dalam tahap awal proyek, sebagaimana kondisi pada proyek RBI. Melalui analisis ini, penulis menemukan kualitas-kualitas yang dapat menjadi strategi untuk mengkomunikasikan gagasan awal melalui gambar, antara lain respon formasi terhadap konteks, abstraksi elemen pembentuk karakter ruang, serta impresi suasana dan aktivitas. Pada gambar gagasan awal RBI, tim perencana menggunakan gabungan antara kolase dan montase untuk menunjukkan ketiga kualitas ini.