Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

EDUKASI SADARI (PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA SISWI SMA MEDAN Amila, Amila; Sinuraya, Elida; Bevy Gulo, Adventy Riang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker penyebab kematian tertinggi nomor 2 setelah kanker leher rahim. Saat ini, kanker payudara sudah mulai menyerang remaja. Namun remaja masih memiliki pengetahuan dan sikap yang rendah mengenai deteksi dini kanker payudara. Salah satu penanggulangan kanker payudara yaitu penemuan kasus dengan deteksi dini yang dilakukan melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang bisa dilakukan secara mudah yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya benjolan yang dapat berkembang menjadi kanker payudara. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan perubahan perilaku tentang deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMA YPI Amir Hamzah Medan. Sasaran khalayak dari pengabdian ini adalah siswi SMA YPI Amir Hamzah Medan. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan proses ceramah, pemutaran video, pemberian poster atau leaflet tentang SADARI, tanya jawab, praktek dan evaluasi kegiatan berupa Tanya jawab dan demonstrasi siswi. Disarankan kepada remaja putri untuk melakukan SADARI secara rutin dan sekolah melakukan penyuluhan kesehatan siswanya.
EDUKASI TENTANG UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI PASAR SUKARAMAI KECAMATAN MEDAN AREA TAHUN 2020 Siregar, Rinco; Gulo, Adventy Riang Bevy; Efrina Sinurat, Lasma Rina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan SarsCoV-2. Virus corona adalah jenis zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Memburuknya wabah virus Corona mengharuskan pemerintah mengambil sikap dan tindakan untuk menerapkan social distancing (menjaga jarak), menggunkan masker dan mencuci tangan dengan sabun guna menghadapi pandemi COVID-19. Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun merupakan beberapa upaya pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan COVID-19. Solusi Permasalahan dalam pengabdian ini melaksanakan sosialisasi pencegahan virus corona yang tepat dan efektif sekaligus pembagian masker pada masyarakat di Pasar Sukaramai Kecamatan Medan Area dengan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Hal ini dilakukan dengan media leaflet dan membagikan masker kain. Luaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat baik pedagang maupun pembeli di Pasar Sukaramai Kecamatan Medan Area mampu memahami dan menjelaskan kembali definisi COVID-19, penyebab COVID-19, tanda dan gejala COVID-19, upaya pencegahan COVID-19 yang tepat dan efektif dan cara menggunakan masker yang tepat.
PENINGKATAN KINERJA PERAWAT MELALUI PELATIHAN SUPERVISI DI RUANG RAWAT INAP RSU FULL BETHESDA Saragih, Masri; Hasibuan, Eva Kartika; Bevy Gulo, Adventy Riang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembina dan peningkatan kemampuan pihak yang disupervisi agar dapat melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan secara efesien dan efektif. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa pengetahuan perawat tenang supervisi masih kurang, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan sosialisasi baik supervisi yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung pada perawat didapatkan hasil 60%, hal ini menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan supervisi. Tujuan Pengabdian ini agar pengetahuan dan aplikasi supervisi pada perawat dapat dilakukan sesuai SOP. Pengabdian ini dilakukan di ruang rawat inap RSU Full Bethesda. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan sosialisasi dan praktek menunjukkan 85 % perawat paham terkait penjelasan materi tentang supervisi dan 95% perawat dapat mempraktekkan supervisi. Saran bagi manajemen RSU Full Bethesda agar dapat mengevaluasi secara rutin pelaksanaan supervisi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Peningkatan Kinerja Perawat Melalui Pelatihan Ronde Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam Hasibuan, Eva Kartika; Bevy Gulo, Adventy Riang; Saragih, Masri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ronde keperawatan merupakan suatu kegiatan yang tujuannya untuk mengatasi masalah keperawatan pasien yang dilaksanakan oleh perawat dan melibatkan pasien untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan. Pelaksanaan ronde keperawatan dapat mengurangi kesalahan pada perawatan dan meningkatkan hasil kinerja yang lebih baik dalam pemberian asuhan keperawatan. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa pengetahuan perawat tentang ronde keperawatan masih kurang, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan sosialisasi didapatkan hasil 50 persen, hal ini menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan ronde keperawatan. Tujuan Pengabdian ini agar pengetahuan dan aplikasi ronde keperawatan pada perawat dapat dilakukan sesuai SOP. Pengabdian ini dilakukan di ruang rawat inap RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan sosialisasi dan praktek menunjukkan 90 persen perawat paham terkait penjelasan materi tentang supervisi dan 90 persen perawat dapat mempraktekkan ronde keperawatan. Saran bagi manajemen RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam agar dapat mengevaluasi secara rutin pelaksanaan ronde keperawatan.
Peningkatan Pemahaman Perawat Dalam Mengoptimalkan Kesehatan Dan Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit (K3RS) Bevy Gulo, Adventy Riang; Hasibuan, Eva Kartika; Saragih, Masri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perawat merupakan produktivitas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai wewenang dan tanggung jawab yang dapat diukur secara kualitas dan kuantitas. Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting diterapkan khususnya pada perusahaan yang berhubungan langsung dengan bidang produksi agar karyawannya merasa aman, nyaman, sehat dan selamat dalam melakukan pekerjaan mereka, sehingga produktivitas kerja dapat tercapai secara optimal. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa pengetahuan perawat tenang K3RS masih kurang, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan sosialisasi pada perawat didapatkan hasil 60%, hal ini menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan K3RS. Tujuan Pengabdian ini agar pengetahuan dan aplikasi K3RS pada perawat dapat dilakukan sesuai SOP. Pengabdian ini dilakukan di ruang rawat inap RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan sosialisasi dan praktek menunjukkan 85 % perawat paham terkait penjelasan materi tentang K3RS dan 95% perawat dapat mempraktekkan K3RS. Saran bagi manajemen RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam agar dapat mengevaluasi secara rutin pelaksanaan K3RS.
Peningkatan Kualitas Pelayanan Keperawatan Melalui Penerapan Manajemen Konflik Bevy Gulo, Adventy Riang; Masri Saragih; Henny Syapitri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit ialah suatu instansi untuk setiap orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan. Namun tidak dapat dipungkiri didalam dunia pekerjaan pastinya sebagian besar perawat antar perawat maupun perawat antar tim kolaboratif lainnya di pelayanan rumah sakit mengalami konflik atau hal – hal yang tidak diinginkan terjadi. Oleh sebab itu konflik harus ditangani dan dikelola dengan sebaik – baiknya untuk perkembangan suatu organisasi atau individu untuk mendapatkan pelayanan keperawatan yang berkualitas. Pelayanan keperawatan menjadi sangat penting terlebih lagi pelayanan keperawatan sering dijadikan tolok ukur sebuah citra rumah sakit dimata masyarakat, sehingga menuntut adanya profesionalisme perawat pelaksana maupun perawat pengelola dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Peningkatan kualitas pelayanan keperawatan melalui penerapan manajemen konflik di Rumah Sakit Umum Advent Medan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikan sosialisasi penerapan manajemen konflik. Materi disampaikan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Pelaksanaan sosialisasi diawali dengan pembukaan meliputi penyampaian salam, perkenalan diri, menjelaskan topik sosialisasi, menjelaskan tujuan, kontrak waktu, dilanjutkan penyampaian materi, evaluasi dan terminasi. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 30 orang peserta. Antusias peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi dibuktikan selama acara berlangsung, para perawat terlihat sangat antusias. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah 76,7% peserta telah mampu memahami dan menjelaskan tentang penerapan manajemen konflik secara mandiri dan 80% peserta sudah menerapkan manajemen konflik.
PENINGKATAN KOMITMEN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Bevy Gulo, Adventy Riang; Eva K. Hasibuan; Masri Saragih; Yudia Indriani; Steve Sebayang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6157

Abstract

Budaya organisasi merupakan sekumpulan nilai, norma, dan perilaku kerja yang diyakini bersama dan dijadikan pedoman dalam suatu institusi. Dalam konteks rumah sakit, budaya organisasi yang kuat sangat diperlukan untuk mendorong perawat dalam memberikan pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa masih terdapat ketimpangan pemahaman dan implementasi budaya organisasi di kalangan perawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen perawat terhadap budaya organisasi melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara langsung di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta evaluasi pra dan pasca kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang perawat. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 60% peserta memiliki tingkat pemahaman yang rendah terhadap budaya organisasi dan 86,67% belum menerapkannya dalam praktik kerja sehari-hari. Setelah dilakukan intervensi, terjadi peningkatan signifikan; 76,67% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang baik dan 80% mulai menerapkan budaya organisasi secara aktif. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan edukatif seperti sosialisasi nilai-nilai organisasi dapat secara efektif meningkatkan komitmen dan kinerja perawat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat dijadikan program berkelanjutan oleh manajemen rumah sakit untuk memperkuat budaya organisasi dan mutu pelayanan keperawatan.