Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN JENIS KELAMIN TERHADAP POLA MAKAN PADA REMAJA Herlina, Herlina; Virgia, Vera; Wardani, Riska Aprilia
Enfermeria Ciencia Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 1, Nomor 1, Agustus 2023
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v1i1.1

Abstract

Pola makan remaja saat ini sudah mulai bergeser pada pola makan yang tidak seimbang sehingga meningkatkan kejadian obesitas pada remaja. Salah satu faktor yang mempengaruhi pola makan pada remaja yaitu body image, dan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dan jenis kelamin terhadap pola makan pada remaja di SMKN 1 Wonosalam. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 212 siswa dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 92 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah body image, jenis kelamin dan pola makan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body image pada siswa SMKN 1 Wonosalam dalam kategori positif 60 responden (65,2 %). Hasil penelitian didapatkan 56 orang berjenis kelamin perempuan (60,9%). Pola makan siswa dalam kategori kurang baik 61 responden (66,3%). Hasil uji chi square tentang hubungan body image terhadap pola makan didapatkan p value sebesar 0,047< α (0,05). Hasil uji chi square tentang hubungan jenis kelamin terhadap pola makan didapatkan p value sebesar 0,048 < α (0,05). Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwasanya terdapat hubungan yang bermakna antara body image dan jenis kelamin terhadap pola makan pada remaja di SMKN 1 Wonosalam. Bagi seorang remaja, body image adalah hal penting. Namun terkadang, penerapan diet yang tidak tepat akan berdampak pada kondisi kesehatan yang dimiliki oleh remaja itu sendiri
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI WANITA USIA SUBUR DALAM MELAKUKAN SADANIS Wardani, Riska Aprilia; Arismawati, Dian Fitra; Mayasari, Bety
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Volume 3, Nomor 5, Oktober 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i5.396

Abstract

Sebagai salah satu penyebab utama kematian penyakit tidak menular, kanker terus menjadi beban yang semakin meningkat secara global. Empat jenis kanker penyebab kematian tertinggi adalah kanker payudara, leher rahim paru-paru, dan kolorektal. Faktor resiko peningkatan kanker terbanyak adalah gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan pola makan yang kurang baik. Berbagai upaya pencegahan dan deteksi dini kanker serta upaya peningkatan akses pengobatan telah dilakukan pada berbagai tingkatan fasilitas kesehatan. Namun kondisi ini masih belum mampu mendapatkan hasil sesuai dengan harapan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara adalah dengan melakukan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis). Meskipun SADANIS sangat efektif untuk deteksi dini kanker payudara, namun jumlah wanita usia subur yang melakukan SADANIS masih jauh dari harapan sehingga diperlukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan hasil intervensi kesehatan baik melalui fasilitas kesehatan maupun perubahan perilaku individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap motivasi wanita usia subur dalam melakukan SADANIS di fasilitas kesehatan pratama Puskesmas Sooko Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi menggunakan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 114 responden yang ditentukan menggunakan simple random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah motivasi melakukan SADANIS, usia, pekerjaan, informasi tentang SADANIS, riwayat kanker payudara dalam keluarga, dukungan suami dan pendapatan keluarga. Instrument penelitian yang digunakan untuk melakukan pengumpulan data menggunakan jenis instrument tertutup dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap motivasi wanita usia subur dalam melakukan SADANIS di fasilitas kesehatan pratama digunakan uji regresi linear berganda. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan faktor yang berpengaruh terhadap motivasi wanita usia subur dalam melakukan SADANIS diantaranya adalah usia (sig. 0,000), pendidikan (sig. 0,002), informasi tentang SADANIS (0,005), riwayat kanker payudara pada keluarga (sig. 0,008), dan dukungan suami (sig. 0,000). Sementara itu, dua faktor yang tidak berpengaruh terhadap motivasi wanita usia subur dalam melakukan SADANIS adalah pekerjaan (sig. 0,052), dan pendapatan keluarga (sig. 0,065)
TRANSFER IPTEK PADA REMAJA PUTRI TERKAIT BODY MASS INDEX (BMI) SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA DISMENOREA Arismawati, Dian Fitra; Wardani, Riska Aprilia
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2, Nomor 2, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorea merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dijumpai pada remaja putri dan memiliki dampak cukup serius karena dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari. Dismenorea terjadi terutama pada perut bagian bawah, namun dapat pula menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, paha atas, hingga betis. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya dismenorea yaitu karena Body Mass Index (BMI) yang abnormal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan edukasi pada remaja putri terkait Body Mass Index (BMI) sebagai faktor risiko terjadinya Dismenorea. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Remaja usia 16-18 Tahun di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah transfer ilmu pengetahuan tentang Body Mass Index (BMI) sebagai faktor risiko terjadinya Dismenorea. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan didapatkan data bahwa sebagian besar peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki BMI gemuk berat yaitu sebanyak 7 responden (87,5%) dan dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto didapatkan hampir setengahnya BMI responden peserta kegiatan pengabdian masyarakat yaitu normal dengan persentase 35,5% dan BMI kurus ringan menduduki peringkat kedua setelah BMI normal dengan persentase 26,7%
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG IMPLEMENTASI SELF HYPNOPREGNANCY UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL Kiftiyah, Kiftiyah; Wardani, Riska Aprilia
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 3 No. 5 (2024): Volume 3, Nomor 5, Oktober 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan yang dialami bagi banyak perempuan merupakan kondisi yang membahagiakan. Namun bagi beberapa perempuan, selama masa kehamilan terkadang beresiko mengalami gangguan kesehatan dimana salah satunya adalah mengalami kecemasan. Kecemasan pada masa kehamilan dapat berdampak pada kondisi janin yang dikandung serta berdampak pada ibu hamil itu sendiri. Penanganan kecemasan pada kehamilan menjadi penting dilakukan karena gangguan kecemasan pada masa kehamilan akan mengganggu pertumbuhan janin dan kesehatan ibu hamil itu sendiri. Salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan pada masa kehamilan adalah dengan mengimplementasikan self hypnopregnancy. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan transfer IPTEK kepada ibu hamil mengenai self hypnopregnancy untuk menurunkan kecemasan pada masa kehamilan. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah wawancara, diskusi, tanya jawab dan pratik. Sebagai evaluasi pelaksanaan kegiatan, digunakan lembar kuesioner yang berisi mengenai pertanyaan pengetahuan ibu hamil tentang self hypnopregnancy. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang self hypnopregnancy untuk menurunkan kecemasan pada masa kehamilan yang semula seluruhnya memiliki pengetahuan kurang berubah menjadi berpengetahuan baik sebanyak 1 peserta (4,5%), berpengetahuan cukup sebanyak 8 peserta (36,4%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 13 peserta (59,1%). Transfer IPTEK mengenai self hypnopregnancy untuk mengatasi kecemasan selama masa kehamilan merupakan bentuk nyata hilirisasi pengetahuan yang dimiliki oleh civitas akademik kepada masyarakat dengan tujuan agar manfaat dari ilmu pengetahuan juga dirasakan oleh masyarakat dan salah satunya adalah implementasi self hypnopregnancy pada ibu hamil untuk mengatasi kecemasan pada masa kehamilan
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PIJAT BAYI MANDIRI PADA IBU MENYUSUI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TIDUR BAYI Wardani, Riska Aprilia; Virgia, Vera; Rosyidah, Nanik Nur
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4, Nomor 2, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i2.486

Abstract

Permasalahan tidur pada bayi sering kali berkaitan dengan rendahnya pengetahuan ibu mengenai teknik dan manfaat pijat bayi sebagai salah satu metode non-farmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur. Banyak ibu yang belum memahami bahwa pijat bayi tidak hanya memberikan efek relaksasi, tetapi juga membantu mengatur pola tidur, meredakan ketegangan otot, serta menenangkan sistem saraf bayi. Akibat kurangnya pengetahuan ini, ibu cenderung tidak memasukkan pijat bayi dalam rutinitas harian, sehingga bayi lebih rentan mengalami gangguan tidur seperti sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur yang tidak nyenyak. Ketidaktahuan ini menunjukkan perlunya edukasi yang tepat dan praktis bagi ibu agar mampu menerapkan pijat bayi secara mandiri sebagai upaya sederhana namun efektif untuk mendukung tidur yang berkualitas dan perkembangan optimal pada bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan menggunakan metode edukasi. Materi disampaikan kepada peserta kegiatan melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan secara sumatif. Dari hasil sumatif yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat tentang pijat bayi sebelum dilakukan kegiatan edukasi sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang tentang pijat bayi yaitu sebanyak 11 peserta (73,3%), dan setelah dilakukan kegiatan edukasi didapatkan lebih dari separuh peserta kegiatan memiliki pengetahuan cukup tentang pijat bayi yaitu sebanyak 8 peserta (53,3%). Kegiatan transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat bayi, karena memberikan akses langsung kepada informasi yang akurat, terstruktur, dan mudah dipahami mengenai manfaat serta teknik pijat yang aman bagi bayi. Melalui kegiatan ini, ibu tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam perawatan sehari-hari. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu, diharapkan pijat bayi dapat menjadi bagian dari rutinitas yang mendukung kesehatan fisik dan emosional bayi, termasuk dalam membantu bayi tidur lebih nyenyak dan tumbuh optimal
PENGARUH STRESS TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Mayasari, Bety; Arismawati, Dian Fitra; Wardani, Riska Aprilia
Jurnal Surya Vol 13 No 3 (2021): VOL 13 NO 03 DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v13i3.294

Abstract

Background: Usia remaja terjadi perubahan psikologis seperti emosi yang tidak stabil sehingga dapat mempengaruhi remaja dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang sedang dialami. Apabila masalah tidak ditangani secara benar akan menimbulkan stress. Salah satu yang terjadi pada perempuan yang mengalami stress adalah gangguan reproduksi berkaitan dengan peristiwa haid (Hawari, 2016). Bisa saja karena stres, tubuh jadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut terganggu.Objectives: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh stress terhadap siklus menstruasi pada remaja putriDesign: Desain penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berjumlah  275 mahasiswa dengan sampel sebanyak 65 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan dalam pengumpulan data mengunakan instrumen berupa kuesioner. Tahap pengolahan data penelitian meliputi tahap editing, coding, scoring dan tabulating. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan dianalisa dengan uji Chi-Square.Data Sources: Remaja putri di Desa Pungging kabupaten MojokertoResults: Hasil penelitian diperoleh data dari 65 responden yang siklus menstruasinya teratur sebanyak 21 responden(32,31%), dan 44 responden (67,69%) yang siklus menstruasinya tidak teratur.  Berdasarkan uji statistik dengan uji chi square pada taraf signifikan α=0,05 didapatkan bahwa r(value) = 0,000 jadi r < a jadi H0 ditolak dan H1 diterima atau dengan kata lain ada pengaruh stres terhadap siklus menstruasi.Conclusions: Mahasiswa yang mengalami stres pada tahap berat ( V dan VI) cenderung mengalami gangguan siklus menstrusi.
KOMBINASI INTERMITTENT FASTING DAN STRENGTH TRAINING UNTUK MENURUNKAN LINGKAR PERUT DAN INDEKS MASSA TUBUH Purwanto, Nasrul Hadi; Wardani, Riska Aprilia; Cahyono, Eko Agus
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i5.542

Abstract

Masyarakat Indonesia menghadapi masalah obesitas yang semakin mengkhawatirkan, ditandai dengan peningkatan prevalensi Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas normal dan lingkar perut yang berlebih. Kondisi ini tidak hanya mencerminkan ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi, tetapi juga menjadi faktor risiko utama untuk penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan stroke. Transisi gaya hidup urbanisasi, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta kurangnya aktivitas fisik berkontribusi besar terhadap fenomena ini, menciptakan beban ganda kesehatan yang serius bagi sistem kesehatan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kombinasi intermittent fasting dan strength training untuk menurunkan lingkar perut dan indeks massa tubuh pada penderita obesitas. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan pendekatan pretest posttest design. Variabel dalam penelitian ini adalah lingkar perut dan indeks massa tubuh. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden yang terbagi menjadi 3 kelompok penelitian. Untuk menganalisis pengaruh kombinasi intermittent fasting dan strength training terhadap perubahan lingkar perut dan indeks massa tubuh penderita obesitas digunakan uji paired t test dan uji anova. Hasil penelitian menyimpulkan bahwasanya pemberian intervensi kombinasi intermitted fasting dan strength training efektif untuk menurunkan lingkar perut pada penderita obesitas (Sig. 0,029), dan pemberian intervensi kombinasi intermitted fasting dan strength training efektif untuk menurunkan indeks massa tubuh pada penderita obesitas (Sig. 0,041). Dibutuhkan adanya konsistensi untuk melakukan kombinasi intermitted fasting dan strength training dalam upaya pengendalian obesitas pada masyarakat dan kepatuhan penerapan pola hidup sehat guna pencapaian hasil yang maksimal
PENINGKATAN PARTISIPASI DAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN STUNTING MELALUI PROGRAM DAPUR IBU LURAH Wardani, Riska Aprilia; Purwanto, Nasrul Hadi; Cahyono, Eko Agus
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 1 (2026): Periode Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i1.7412

Abstract

This Community Service activity was motivated by the high prevalence of stunting in Sooko Village, Mojokerto Regency, which is triggered by multidimensional factors including parental ignorance in fulfilling toddler nutrition, economic limitations, and the lack of synergy of sustainable programs among stakeholders at the village level. To address this, a series of activity implementation methods were carried out, including intensive nutrition education on stunting and the preparation of nutritious menus, local food diversification training to optimize affordable food ingredients, and productive skills training such as making herbal products using a food dehydrator and making ecoprint batik using a steaming technique. All methods were designed in a participatory and collaborative manner, involving the village government, health workers, and PKK members as participants, with direct mentoring from a team of academics to ensure the achievement of applicable and sustainable knowledge and skills transfer. This community service activity has been successfully implemented through a series of collaborative interventions between the village government, health workers, and academics in Sooko Village, Mojokerto Regency. The implementation results showed a significant increase in community capacity, including a 40% increase in nutritional knowledge, mastery of herbal product production skills (using a food dehydrator) and ecoprint batik by 100% of participants, and the establishment of a Healthy Fund mechanism from the allocation of group business profits to purchase nutritious food for stunted toddlers. Sustainable synergy between nutrition training, economic empowerment, and local policy support can be an effective blueprint for accelerating the reduction in stunting prevalence independently and sustainably.
PROGRAM RUMAH SABUN SEBAGAI UPAYA BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGATASI PERMASALAHAN STUNTING Purwanto, Nasrul Hadi; Wardani, Riska Aprilia; Widiyawati, Rina
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 1 (2026): Periode Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i1.7422

Abstract

The problem of stunting that occurs in the community tends to occur due to the inability of the community, especially families, to meet the nutritional needs of toddlers during growth and development. To resolve this problem, one effort that can be done is to stimulate the community, especially families of stunted toddlers, to become economically empowered. One of these efforts is by providing productive skills combined with education related to stunting. The implementation method of the activity is focused on a collaborative and practical approach, starting with coordination with the Village Government to identify participants, followed by entrepreneurship training that includes interactive lectures on stunting and hands-on training in making dish soap, laundry soap, and softener. Through this method, the activity aims to create new sources of income for families as a practical step in stunting prevention efforts. The Rumah Sabun community service activity has succeeded in improving the technical skills of 23 participants in producing dish soap, laundry soap, and softener, which previously did not have any at all. The evaluation results showed a significant increase, where 34.8% of participants (8 people) were categorized as capable and 65.2% (15 people) were categorized as quite capable, so that there were no longer any unskilled participants. As a form of sustainability, this program goes beyond training and has also pioneered the formation of community-based entrepreneurial groups, assisted by the village government and academic volunteers. This collaboration also facilitates local product marketing, ensuring that this activity is not only a successful empowerment intervention but also creates a sustainable micro-enterprise ecosystem to support family economic growth, a strategic step in stunting prevention.