Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementasi Program Neighbour Support System (NSS) terhadap Kejadian Stunting: Studi Kualitatif Mardiah, Aena; Karmila, Dany
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i02.3766

Abstract

Stunting merupakan masalah global, termasuk Indonesia dan menduduki posisi kelima terbanyak dalam jumlah stunting di dunia. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi prioritas penanganan stunting. Stunting bukan hanya masalah kesehatan jangka pendek, tetapi juga berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu desa di Kabupaten Lombok Barat yang memiliki kasus stunting tinggi yaitu desa Gelangsar yang juga desa binaan Fakultas Kedokteran Unizar. Salah satu upaya mengurangi kejadian stunting yaitu dengan melaksanakan program Neighbor support system (NSS) atau dukungan tetangga dalam memantau asupan nutrisi harian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program NSS terhadap kejadian stunting di Desa Gelangsar sebagai penekan timbulnya kejadian stunting dan gizi buruk. Desain penelitian menggunakan desain kualitatif melalui pendekatan induktif dengan pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara mendalam yang melibatkan 10 partisipan yang terdiri dari 6 Ibu yang mengikuti program NSS, 3 kader dan 1 koordinator desa. Program Neighbor Support System (NSS) berhasil meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang MPASI dalam pencegahan stunting sehingga dapat meningkatkan asupan gizi pada Balita melalui pemantauan tetangga dan kader dengan menggunakan logbook. Intervensi berbasis komunitas ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan dalam penurunan stunting di Desa Gelangsar.
Hubungan Pengetahuan, Sikap,Perilaku Ibu Tentang DBD Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Mardiah, Radiatam; Susila Duarsa, Artha Budi; Mahdaniyati S, Aulia; Mardiah, Aena
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2704

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Perkembangan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang tahun 2021 sebanyak 57 kasus (0,08%) yaitu Kelurahan Tanjung Karang 11 kasus (0,19%), Kelurahan Karang Pule 10 kasus (0,06%), Kelurahan Tanjung Karang Permai 12 kasus (0,13%), Kelurahan Jempong Baru 17 kasus (0,10%) dan Kelurahan Kekalik Jaya 7 kasus (0,03%). Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang demam berdarah dengue dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Desain penelitian Cross Sectional dengan alat ukur kuesioner dan observasi. Sebanyak 80 sampel penelitian dilakukan dengan tekhnik pengambilan sampel Stratified Random Sampling dan Simpel Random Sampling pada ibu rumah tangga di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Dari data bulan November – Desember 2022. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p < 0,05), dan tidak ada hubungan antara sikap dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p > 0,05).
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendapatan, dan Sarana Air Bersih Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja PUSKESMAS Dompu Kota Kabupaten Dompu Safitri, Nastiti Aisyah Defita; Mardiah, Aena; Sherliyanah, Sherliyanah; Benvenuto, Ananta Fittonia
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.14546

Abstract

This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge, family income, and access to clean water with the incidence of diarrhea in children under five in the working area of Dompu Kota Public Health Center, Dompu Regency. The research employed a cross-sectional design involving 222 mothers with children under five as respondents. Data were collected through guided interviews using questionnaires and analyzed using the chi-square test. The study results showed that (1) 68.9% of children under five experienced diarrhea. (2) The majority of mothers had low levels of knowledge (54.5%) and came from families with low income (54.1%). (3) Bivariate analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge (p=0.013) and family income (p=0.048) with the incidence of diarrhea. (4) There is no significant relationship was found between access to clean water and the incidence of diarrhea (p=0.291). (5) Risk factors for diarrhea include low maternal knowledge regarding prevention and economic constraints that limit access to sanitation and healthcare. This study emphasizes the importance of improving health education for mothers and enhancing socioeconomic conditions and environmental sanitation to reduce the prevalence of diarrhea in children under five.
Usia Menarche, Frekuensi Konsumsi Fast Food, Status Gizi, Stres Akademik dan Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Dismenore Primer pada Siswi di SMA Negeri 2 Mataram Sapitri, Ni Ketut Ayu Rachma Nanda; Mardiah, Aena; Azhar, Abdillah Adipatria Budi; Mahayani, Ida Ayu Made
Action Research Literate Vol. 8 No. 1 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i1.204

Abstract

Gangguan selama periode menstruasi yang sering terjadi pada remaja putri adalah dismenore primer. Beberapa faktor risiko penyebab dismenore primer yaitu usia menarche, keturunan, siklus dan lama menstruasi, konsumsi fast food, status gizi, penggunaan alkohol, perokok aktif dan pasif, stres, aktivitas fisik, anemia dan lain-lain. Menganalisis hubungan usia menarche, frekuensi konsumsi fast food, status gizi, stres akademik dan aktivitas fisik dengan dismenore primer pada siswi SMA Negeri 2 Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Mataram pada hari Rabu, 6 September 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan besar sampel 110 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman dengan batas nilai signifikansi (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas berusia 16 tahun (51,8%) dan kelas X (36,4%), mengalami dismenore primer sedang (50,9%), menarche dini (52,7%), sering mengonsumsi fast food (61,8%), gizi lebih (48,2%), stres akademik sedang (45,5%) dan aktivitas fisik sedang (44,5%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan usia menarche dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan frekuensi konsumsi fast food dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan status gizi dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan stres akademik dengan dismenore primer (p=0,000) dan hubungan aktivitas fisik dengan dismenore primer (p=0,001) pada siswi di SMA Negeri 2 Mataram. Usia menarche, frekuensi konsumsi fast food, status gizi, stres akademik dan aktivitas fisik berhubungan dengan dismenore primer pada siswi SMA Negeri 2 Mataram.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji, Aktivitas Fisik, Paparan Media Massa Dan Kejadian Menarche Dini Santhi, Luh Ade Meita; Mardiah, Aena; Azhar , Abdillah Adipatria Budi; Mahardika, I Nyoman Gde Dwipa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.55656

Abstract

Gangguan reproduksi banyak terjadi pada remaja putri yang disebabkan oleh menarche dini. Menarche dini adalah menstruasi pertama yang dialami seorang perempuan pada usia di bawah 12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik, paparan media massa dan kejadian menarche dini pada siswi kelas VII SMP. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Mataram. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel 157 responden. Kriteria inklusi dari sampelnya yaitu siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram, siswi yang sudah mengalami menarche dan siswi yang menandatangani lembar informed consent. Data dianalisis menggunakan chi-square dengan p-value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 12 tahun (65,6%), menarche dini (63,7%), jarang konsumsi makanan cepat saji (52,2%), aktivitas fisik ringan (53,5%), dan tidak terpapar media massa (66,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan menarche dini (p=0,000), aktivitas fisik dengan menarche dini (p=0,001), dan paparan media massa dengan menarche dini (p=0,000) pada siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram. Frekuensi konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik dan paparan media massa memiliki hubungan dengan menarche dini pada siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram.
Hubungan Akses Media Pornografi dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Sekolah XX Wilayah Lombok Barat Sastrawan, Komang Riski; Mardiah, Aena; Mathar, Muhammad Ashhabul Kahfi; Imam, Lalu Yogi Prasetio
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/62gxsz76

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan masalah yang berdampak pada kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan stres psikologis. Remaja mengalami perubahan fisik dan emosional yang sering tidak disertai pengetahuan seksual yang memadai, sementara paparan media pornografi dan stres dapat memengaruhi kecenderungan perilaku seksual mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan seksual, akses media pornografi, dan tingkat stres terhadap kejadian perilaku seksual pranikah pada remaja di Sekolah XX wilayah Lombok Barat. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 102 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan seksual, paparan pornografi, dan tingkat stres melalui Perceived Stress Scale (PSS-10), serta perilaku seksual pranikah. Data  dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan  menunjukkan Terdapat hubungan bermakna antara akses media pornografi dan perilaku seksual pranikah (p = 0,000), sedangkan pengetahuan seksual (p = 0,352) dan tingkat stres (p = 0,289) tidak berhubungan dengan perilaku seksual pranikah. The Relationship Between Access to Pornographic Media and Premarital Sexual Behavior among Adolescents at XX Schools in the West Lombok Region Abstract Premarital sexual behavior among adolescents is an issue that can lead to unwanted pregnancies, sexually transmitted infections, and psychological stress. Adolescents undergo physical and emotional changes that are often not accompanied by adequate sexual knowledge, while exposure to pornographic media and stress may influence their tendency to engage in sexual behavior. This study aims to analyze the relationship between sexual knowledge, access to pornographic media, and stress levels with the occurrence of premarital sexual behavior among adolescents at School XX in the West Lombok region.This research used a cross-sectional design with 102 respondents selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires on sexual knowledge, pornography exposure, stress levels measured by the Perceived Stress Scale (PSS-10), and premarital sexual behavior. Data were analyzed using the Chi-Square test and showed a significant relationship between access to pornographic media and premarital sexual behavior (p = 0.000), while sexual knowledge (p = 0.352) and stress levels (p = 0.289) were not associated with premarital sexual behavior.
SKRINING TUBERKULOSIS (TB) PARU DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH Mardiah, Aena
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.574 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i1.62

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Target pembangunan milenium Indonesia pada tahun 2015, angka prevalensi tuberkulosis di Indonesia diharapkan dapat turun sebesar 50% dan pada tahun 2050 diharapkan eliminasi tuberkulosis sebagai masalah kesehatan masyarakat. Di Kabupaten Banyumas penyakit TB masih merupakan masalah yang cenderung fluktuatif. Angka prevalensi di Kabupaten Banyumas dari tahun 2009-2011 masih jauh dari angka prevalensi Jawa Tengah. Berdasarkan situasi tersebut untuk menemukan kasus TB sedini mungkin maka perlu dilakukan skrining TB. Metode: Sasaran skrining TB adalah penduduk yang belum terdiagnosis sebagai penderita BTA positif TB paru di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas, Sumbang I, dan Kembaran I, Kabupaten Banyumas. Untuk memudahkan pengambilan sputum dahak maka subjek skrining dipilih yang mengalami batuk atau batuk berdahak, termasuk kontak serumah dengan penderita TB – BTA positif. Uji diagnostik berdasarkan gejala klinis TB, sedangkan gold standar dengan pemeriksaan mikroskopis dahak menggunakan metode pengecatan Zeihl Neelsen.Hasil: Hasil pelaksanaan skrining TB paru di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas, Kembaran I, dan Sumbang I Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 menunjukkan bahwa dari 97 orang yang diperiksa, ditemukan 90 orang (92,8%) memiliki gejala utama penderita TB paru yaitu batuk berdahak selama 2 – 3 minggu atau lebih. Kasus TB BTA positif ditemukan sebanyak 6 orang (6,18%). Berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis dahak dengan metode pengecatan Zeilh Neelsen sebagai gold standar, didapatkan proporsi TB BTA positif pada penduduk berusia ≥ 15 tahun sebesar 6,18%.Kesimpulan: Gejala klinis utama TB paru berupa batuk berdahak selama 2 – 3 minggu atau lebih yang mana batuk tersebut diikuti dengan gejala tambahan yaitu sesak nafas, badan lemah, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, malaise, dan demam pada malam hari dapat digunakan mengidentifikasi penyakit TB paru pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas, Kembaran I, dan Sumbang I Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.
Hubungan Status Paritas, Status Gizi Ibu, dan Usia Kehamilan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Dr. R. Soedjono Selong Bq. Nia Apriliana Putri; Lalu Irawan Surasmaji; Aena Mardiah; Ida Ayu Made Mahayani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.10233

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is one of the main causes of neonatal morbidity and mortality and remains a public health problem. The incidence of LBW is influenced by various multifactorial factors involving maternal, fetal, and environmental factors. This study aims to determine the relationship between parity status, maternal nutritional status, and gestational age with the incidence of LBW at Dr. R. Soedjono Selong Regional General Hospital. This observational analytical study with a cross-sectional design involved 86 mothers who gave birth through simple random sampling from medical records in 2024. Data were analyzed univariately, bivariately using the Chi-square test, and multivariately using logistic regression. The results showed a prevalence of LBW of 26.7%. Bivariate analysis showed that parity status was not significantly associated with LBW (p = 0.218), while maternal nutritional status (p = 0.007) and gestational age (p = 0.000) were significantly associated with the incidence of LBW. In multivariate analysis, gestational age was the most dominant factor (PR = 18.945; p = 0.000), while maternal nutritional status only showed a trend toward increased risk (p = 0.105), and parity status had no significant effect. Gestational age was the primary determinant of LBW incidence. Maternal nutritional status was associated with LBW, while parity showed no significant association.
Berhubungan Berat Badan Lahir Rendah, Status Gizi Ibu Hamil dan Anemia pada Ibu Hamil dengan Stunting pada Balita Puskesmas Pelangan, Kabupaten Lombok Barat Saufi Silpiyana; Iing Iing; Aena Mardiah; Ananta Fittonia Benvenuto
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19314

Abstract

ABSTRACT Stunting is not only an indicator of serious nutritional and health problems but also has long-term impacts on child development. In West Nusa Tenggara (NTB), the prevalence of stunting is recorded at 19.9%, which remains higher than the national average. Objective to determine the relationship between low birth weight (LBW), maternal nutritional status, and maternal anemia with the incidence of stunting in toddlers at Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat. This research is a quantitative analytic observational study with a cross-sectional design. The sampling technique used was simple random sampling. The study was conducted at Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat, in December 2024, involving 155 respondents. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p 0.05. The bivariate analysis indicated a significant relationship between low birth weight and stunting (p-value 0.007; PR 1.831; CI 1.188–2.824), maternal nutritional status and stunting (p-value 0.002; PR 1.947; CI 1.280–2.962), and maternal anemia and stunting (p-value 0.015; PR 1.720; CI 1.135–2.607). There is a significant relationship between low birth weight, maternal nutritional status, and maternal anemia with the incidence of stunting in toddlers at Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat. Keywords: Stunting, Low Birth Weight, Maternal Nutritional Status, Anemia  ABSTRAK Stunting tidak hanya menjadi indikator adanya masalah gizi dan kesehatan yang serius, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap perkembangan anak dalam jangka panjang. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), prevalensi stuntingtercatat sebesar 19,9%, yang masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Tujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir rendah, status gizi ibu hamil, dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Pelangan, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat pada bulan Desember 2024. Sampel penelitian sebanyak 155 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan nilai signifikasi p 0.05.  Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting dengan p-value 0,007 (PR 1,831; CI 1,188-2,824), terdapat hubungan signifikan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting dengan p-value 0,002 (PR 1,947; CI 1,280-2,962), dan ada hubungan signifikan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting dengan p-value 0,015 (PR 1,720; CI 1,135-2,607). Berat badan lahir rendah, status gizi ibu hamil, dan anemia pada ibu hamil kemungkinan menyebabkan stunting pada balita di Puskesmas Pelangan, Kabupaten Lombok Barat. Kata Kunci: Stunting, BBLR, Status Gizi, Anemia