Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

THE CORRELATION OF KNOWLEDGEMENT RATING AND PERSONAL HYGIENE WITH PEDICULOSIS CAPITIS AMONG SEVENTH, EIGHTH, AND NINTH GRADE OF FEMALE STUDENTS AT YUSUF ABDUSSATAR ISLAMIC BOARDING SCHOOL Nurbayani, Karina Putri; Mariam, Lysa; Mardiah, Aena; Anditiarina, Dasti
Lux Mensana: Journal of Scientific Health Vol. 2 Issue 2 (2023)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jsh.v2i2.288

Abstract

Introduction. Pediculosis capitis among the children in school can affect learning performance. These children also suffer from sleep disturbances at night due to itching, social stigma, embarrassment and low self-esteem. Pediculosis capitis is especially prevalent in boarding schools with knowledge and personal hygiene being the main risk factors for pediculosis capitis. This research was conducted to determine the correlation of knowledge rate and personal hygiene with pediculosis capitis in seventh, eighth, and ninth grade of female students at Yusuf Abdussatar Islamic Boarding School. Method. This research used an observational analytic quantitative method with a cross sectional study design. The sampling technique used stratified random sampling. The research was conducted at Yusuf Abdussatar Islamic Boarding School on October 15, 2022. The research sample was 188 respondents. Result and Analysis. The data obtained were analyzed with the Chi-Square correlation test. The limit of significance value is p-value <0.05. Bivariate analysis results based on the level of knowledge obtained a p-value of 0.650 (p-value> 0.05) and based on personal hygiene p-value of 0.295 (p-value> 0.05). Discussion. There was no significant relationship between the knowledge rate and personal hygiene with pediculosis capitis in seventh, eighth, and ninth grade of female students at Yusuf Abdussatar Islamic Boarding School.
Local Perspective: Factors Associated with Covid-19 Preventive Behavior in West Nusa Tenggara, Indonesia Duarsa, Artha Budi Susila; Mardiah, Aena; Hanafi, Fachrudi; Karmila, Dany; Anulus, Ayu
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The case fatality rate (CFR) of Co­vid­-19 death­s in Indonesia on June 16, 2020 was 5.52% and 4.19% in West Nusa Tenggara. One of the causes of this high percentage of deaths is the lack of preventive behavior against Covid-19. This study aims to analyze factors as­so­ciated with Co­vid-19 preventive behavior among people in West Nusa Tenggara, Indonesia.Subjects and Method: A cross-sectional study was conducted in 10 cities/districts in West Nusa Tenggara from May-June 2020. A total of 385 people were enrolled in this study. Data were collected using a questionnaire distributed in the form of Google form and analyzed using multiple linear regressions with Stata 13.Results: High education level (≥high school) (aOR= 0.43; 95%CI=0.03 to 0.82; p=0.033), perceived benefits (aOR=0.16; 95%CI= 0.07 to 0.25; p=0.001), and good knowledge (aOR=0.19; 95%CI= 0.01 to 0.37; p=0.034) were increased the preventive behavior. While, male (aOR= 0.54; 95% CI= -0.89 to -0.19; p=0.002), perceived barriers (aOR= -0.16; 95%CI= -0.25 to -0.07; p= 0.001) were decreased the preventive behavior toward Covid-19, and they were statis­ti­cally sig­nificant.Conclusion: Education higher than high school, high perceived benefit, and good knowledge are increase the local people behavior to prevent Co­vid-19 in West Nusa Tenggara.Keywords: Covid-19, preventive behavior, West Nusa TenggaraCorrespondence: Artha Budi Susila Duarsa. Faculty of Medicine, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram. Unizar-Street Number 20, Turida, Sandubaya, Mataram, West Nusa Tenggara. Email: duarsaartha­@un­i­zar.ac.id. Mobile Phone: +62 812-9125-5000.Journal of Health Promotion and Behavior (2021), 06(01): 1-8https://doi.org/10.26911/thejhpb.2021.06.01.01 
Hubungan Pengetahuan, Sikap,Perilaku Ibu Tentang DBD Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Mardiah, Radiatam; Susila Duarsa, Artha Budi; Mahdaniyati S, Aulia; Mardiah, Aena
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2704

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Perkembangan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang tahun 2021 sebanyak 57 kasus (0,08%) yaitu Kelurahan Tanjung Karang 11 kasus (0,19%), Kelurahan Karang Pule 10 kasus (0,06%), Kelurahan Tanjung Karang Permai 12 kasus (0,13%), Kelurahan Jempong Baru 17 kasus (0,10%) dan Kelurahan Kekalik Jaya 7 kasus (0,03%). Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang demam berdarah dengue dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Desain penelitian Cross Sectional dengan alat ukur kuesioner dan observasi. Sebanyak 80 sampel penelitian dilakukan dengan tekhnik pengambilan sampel Stratified Random Sampling dan Simpel Random Sampling pada ibu rumah tangga di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Dari data bulan November – Desember 2022. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p < 0,05), dan tidak ada hubungan antara sikap dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p > 0,05).
Implementasi Program Neighbour Support System (NSS) terhadap Kejadian Stunting: Studi Kualitatif Mardiah, Aena; Karmila, Dany
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i02.3766

Abstract

Stunting merupakan masalah global, termasuk Indonesia dan menduduki posisi kelima terbanyak dalam jumlah stunting di dunia. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi prioritas penanganan stunting. Stunting bukan hanya masalah kesehatan jangka pendek, tetapi juga berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu desa di Kabupaten Lombok Barat yang memiliki kasus stunting tinggi yaitu desa Gelangsar yang juga desa binaan Fakultas Kedokteran Unizar. Salah satu upaya mengurangi kejadian stunting yaitu dengan melaksanakan program Neighbor support system (NSS) atau dukungan tetangga dalam memantau asupan nutrisi harian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program NSS terhadap kejadian stunting di Desa Gelangsar sebagai penekan timbulnya kejadian stunting dan gizi buruk. Desain penelitian menggunakan desain kualitatif melalui pendekatan induktif dengan pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara mendalam yang melibatkan 10 partisipan yang terdiri dari 6 Ibu yang mengikuti program NSS, 3 kader dan 1 koordinator desa. Program Neighbor Support System (NSS) berhasil meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang MPASI dalam pencegahan stunting sehingga dapat meningkatkan asupan gizi pada Balita melalui pemantauan tetangga dan kader dengan menggunakan logbook. Intervensi berbasis komunitas ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan dalam penurunan stunting di Desa Gelangsar.
Berhubungan Berat Badan Lahir Rendah, Status Gizi Ibu Hamil dan Anemia pada Ibu Hamil dengan Stunting pada Balita Puskesmas Pelangan, Kabupaten Lombok Barat Silpiyana, Saufi; Iing, Iing; Mardiah, Aena; Benvenuto, Ananta Fittonia
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19314

Abstract

ABSTRACT Stunting is not only an indicator of serious nutritional and health problems but also has long-term impacts on child development. In West Nusa Tenggara (NTB), the prevalence of stunting is recorded at 19.9%, which remains higher than the national average. Objective to determine the relationship between low birth weight (LBW), maternal nutritional status, and maternal anemia with the incidence of stunting in toddlers at Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat. This research is a quantitative analytic observational study with a cross-sectional design. The sampling technique used was simple random sampling. The study was conducted at Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat, in December 2024, involving 155 respondents. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p < 0.05. The bivariate analysis indicated a significant relationship between low birth weight and stunting (p-value 0.007; PR 1.831; CI 1.188–2.824), maternal nutritional status and stunting (p-value 0.002; PR 1.947; CI 1.280–2.962), and maternal anemia and stunting (p-value 0.015; PR 1.720; CI 1.135–2.607). There is a significant relationship between low birth weight, maternal nutritional status, and maternal anemia with the incidence of stunting in toddlers at Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat. Keywords: Stunting, Low Birth Weight, Maternal Nutritional Status, Anemia  ABSTRAK Stunting tidak hanya menjadi indikator adanya masalah gizi dan kesehatan yang serius, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap perkembangan anak dalam jangka panjang. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), prevalensi stuntingtercatat sebesar 19,9%, yang masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Tujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir rendah, status gizi ibu hamil, dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Pelangan, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat pada bulan Desember 2024. Sampel penelitian sebanyak 155 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan nilai signifikasi p < 0.05.  Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting dengan p-value 0,007 (PR 1,831; CI 1,188-2,824), terdapat hubungan signifikan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting dengan p-value 0,002 (PR 1,947; CI 1,280-2,962), dan ada hubungan signifikan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting dengan p-value 0,015 (PR 1,720; CI 1,135-2,607). Berat badan lahir rendah, status gizi ibu hamil, dan anemia pada ibu hamil kemungkinan menyebabkan stunting pada balita di Puskesmas Pelangan, Kabupaten Lombok Barat. Kata Kunci: Stunting, BBLR, Status Gizi, Anemia
Pemberdayaan ibu melalui cooking class MPASI untuk mencegah stunting Mardiah, Aena; Zoraya, Sabrina Intan; Azmi , Fahriana
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p177-188

Abstract

Prevalensi stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2021 meningkat di tahun 2022. Salah satu kabupaten di NTB dengan angka kejadian Stunting tinggi adalah Lombok Barat. Hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) tahun 2022 di Desa Gelangsar menunjukkan salah satu prioritas masalah yaitu asupan nutrisi anak di bawah 2 tahun. Salah satu upaya menurunkan angka Stunting adalah dengan memberikan pemahaman kepada ibu melalui Cooking Class MP-ASI yang dikemas dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk dilakukan untuk memberikan wawasan mengenai bahan MP-ASI serta alternatif pengolahan bahan pangan lokal agar makanan yang diberikan kepada anak beragam, bervariasi dan bergizi. Kegiatan ini melibatkan 21 ibu yang memiliki balita di Dusun Songoran dan dilaksanakan dari bulan Juni 2023 hingga Maret 2024. Bulan Juli 2023 hingga Maret 2024 merupakan tahap pelatihan, tahap pendampingan dan tahap evaluasi. Kegiatan cooking class MP-ASI di Dusun Songoran telah berhasil mencapai tujuan memberdayakan ibu-ibu peserta untuk dapat membuat MP-ASI yang memakai bahan pangan lokal. Hal ini ditunjukkan dari terpenuhinya target kegiatan. Ibu-ibu peserta memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang Stunting, kebutuhan gizi anak berdasarkan usia, jumlah, dan variasinya, MP-ASI, serta cara pembuatan berbagai variasi menu MP-ASI dari bahan pangan lokal. Ibu-ibu peserta juga mampu mengolah bahan pangan lokal menjadi MP-ASI.
Hubungan Pengetahuan, Sikap,Perilaku Ibu Tentang DBD Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Mardiah, Radiatam; Susila Duarsa, Artha Budi; Mahdaniyati S, Aulia; Mardiah, Aena
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2704

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Perkembangan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang tahun 2021 sebanyak 57 kasus (0,08%) yaitu Kelurahan Tanjung Karang 11 kasus (0,19%), Kelurahan Karang Pule 10 kasus (0,06%), Kelurahan Tanjung Karang Permai 12 kasus (0,13%), Kelurahan Jempong Baru 17 kasus (0,10%) dan Kelurahan Kekalik Jaya 7 kasus (0,03%). Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang demam berdarah dengue dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Desain penelitian Cross Sectional dengan alat ukur kuesioner dan observasi. Sebanyak 80 sampel penelitian dilakukan dengan tekhnik pengambilan sampel Stratified Random Sampling dan Simpel Random Sampling pada ibu rumah tangga di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Dari data bulan November – Desember 2022. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p < 0,05), dan tidak ada hubungan antara sikap dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p > 0,05).
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendapatan, dan Sarana Air Bersih Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja PUSKESMAS Dompu Kota Kabupaten Dompu Safitri, Nastiti Aisyah Defita; Mardiah, Aena; Sherliyanah, Sherliyanah; Benvenuto, Ananta Fittonia
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.14546

Abstract

This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge, family income, and access to clean water with the incidence of diarrhea in children under five in the working area of Dompu Kota Public Health Center, Dompu Regency. The research employed a cross-sectional design involving 222 mothers with children under five as respondents. Data were collected through guided interviews using questionnaires and analyzed using the chi-square test. The study results showed that (1) 68.9% of children under five experienced diarrhea. (2) The majority of mothers had low levels of knowledge (54.5%) and came from families with low income (54.1%). (3) Bivariate analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge (p=0.013) and family income (p=0.048) with the incidence of diarrhea. (4) There is no significant relationship was found between access to clean water and the incidence of diarrhea (p=0.291). (5) Risk factors for diarrhea include low maternal knowledge regarding prevention and economic constraints that limit access to sanitation and healthcare. This study emphasizes the importance of improving health education for mothers and enhancing socioeconomic conditions and environmental sanitation to reduce the prevalence of diarrhea in children under five.
Usia Menarche, Frekuensi Konsumsi Fast Food, Status Gizi, Stres Akademik dan Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Dismenore Primer pada Siswi di SMA Negeri 2 Mataram Sapitri, Ni Ketut Ayu Rachma Nanda; Mardiah, Aena; Azhar, Abdillah Adipatria Budi; Mahayani, Ida Ayu Made
Action Research Literate Vol. 8 No. 1 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i1.204

Abstract

Gangguan selama periode menstruasi yang sering terjadi pada remaja putri adalah dismenore primer. Beberapa faktor risiko penyebab dismenore primer yaitu usia menarche, keturunan, siklus dan lama menstruasi, konsumsi fast food, status gizi, penggunaan alkohol, perokok aktif dan pasif, stres, aktivitas fisik, anemia dan lain-lain. Menganalisis hubungan usia menarche, frekuensi konsumsi fast food, status gizi, stres akademik dan aktivitas fisik dengan dismenore primer pada siswi SMA Negeri 2 Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Mataram pada hari Rabu, 6 September 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan besar sampel 110 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman dengan batas nilai signifikansi (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas berusia 16 tahun (51,8%) dan kelas X (36,4%), mengalami dismenore primer sedang (50,9%), menarche dini (52,7%), sering mengonsumsi fast food (61,8%), gizi lebih (48,2%), stres akademik sedang (45,5%) dan aktivitas fisik sedang (44,5%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan usia menarche dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan frekuensi konsumsi fast food dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan status gizi dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan stres akademik dengan dismenore primer (p=0,000) dan hubungan aktivitas fisik dengan dismenore primer (p=0,001) pada siswi di SMA Negeri 2 Mataram. Usia menarche, frekuensi konsumsi fast food, status gizi, stres akademik dan aktivitas fisik berhubungan dengan dismenore primer pada siswi SMA Negeri 2 Mataram.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji, Aktivitas Fisik, Paparan Media Massa Dan Kejadian Menarche Dini Santhi, Luh Ade Meita; Mardiah, Aena; Azhar , Abdillah Adipatria Budi; Mahardika, I Nyoman Gde Dwipa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.55656

Abstract

Gangguan reproduksi banyak terjadi pada remaja putri yang disebabkan oleh menarche dini. Menarche dini adalah menstruasi pertama yang dialami seorang perempuan pada usia di bawah 12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik, paparan media massa dan kejadian menarche dini pada siswi kelas VII SMP. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Mataram. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel 157 responden. Kriteria inklusi dari sampelnya yaitu siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram, siswi yang sudah mengalami menarche dan siswi yang menandatangani lembar informed consent. Data dianalisis menggunakan chi-square dengan p-value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 12 tahun (65,6%), menarche dini (63,7%), jarang konsumsi makanan cepat saji (52,2%), aktivitas fisik ringan (53,5%), dan tidak terpapar media massa (66,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan menarche dini (p=0,000), aktivitas fisik dengan menarche dini (p=0,001), dan paparan media massa dengan menarche dini (p=0,000) pada siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram. Frekuensi konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik dan paparan media massa memiliki hubungan dengan menarche dini pada siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram.