Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Local Perspective: Factors Associated with Covid-19 Preventive Behavior in West Nusa Tenggara, Indonesia Duarsa, Artha Budi Susila; Mardiah, Aena; Hanafi, Fachrudi; Karmila, Dany; Anulus, Ayu
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The case fatality rate (CFR) of Co­vid­-19 death­s in Indonesia on June 16, 2020 was 5.52% and 4.19% in West Nusa Tenggara. One of the causes of this high percentage of deaths is the lack of preventive behavior against Covid-19. This study aims to analyze factors as­so­ciated with Co­vid-19 preventive behavior among people in West Nusa Tenggara, Indonesia.Subjects and Method: A cross-sectional study was conducted in 10 cities/districts in West Nusa Tenggara from May-June 2020. A total of 385 people were enrolled in this study. Data were collected using a questionnaire distributed in the form of Google form and analyzed using multiple linear regressions with Stata 13.Results: High education level (≥high school) (aOR= 0.43; 95%CI=0.03 to 0.82; p=0.033), perceived benefits (aOR=0.16; 95%CI= 0.07 to 0.25; p=0.001), and good knowledge (aOR=0.19; 95%CI= 0.01 to 0.37; p=0.034) were increased the preventive behavior. While, male (aOR= 0.54; 95% CI= -0.89 to -0.19; p=0.002), perceived barriers (aOR= -0.16; 95%CI= -0.25 to -0.07; p= 0.001) were decreased the preventive behavior toward Covid-19, and they were statis­ti­cally sig­nificant.Conclusion: Education higher than high school, high perceived benefit, and good knowledge are increase the local people behavior to prevent Co­vid-19 in West Nusa Tenggara.Keywords: Covid-19, preventive behavior, West Nusa TenggaraCorrespondence: Artha Budi Susila Duarsa. Faculty of Medicine, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram. Unizar-Street Number 20, Turida, Sandubaya, Mataram, West Nusa Tenggara. Email: duarsaartha­@un­i­zar.ac.id. Mobile Phone: +62 812-9125-5000.Journal of Health Promotion and Behavior (2021), 06(01): 1-8https://doi.org/10.26911/thejhpb.2021.06.01.01 
Hubungan Pengetahuan, Sikap,Perilaku Ibu Tentang DBD Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Mardiah, Radiatam; Susila Duarsa, Artha Budi; Mahdaniyati S, Aulia; Mardiah, Aena
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2704

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Perkembangan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang tahun 2021 sebanyak 57 kasus (0,08%) yaitu Kelurahan Tanjung Karang 11 kasus (0,19%), Kelurahan Karang Pule 10 kasus (0,06%), Kelurahan Tanjung Karang Permai 12 kasus (0,13%), Kelurahan Jempong Baru 17 kasus (0,10%) dan Kelurahan Kekalik Jaya 7 kasus (0,03%). Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang demam berdarah dengue dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Desain penelitian Cross Sectional dengan alat ukur kuesioner dan observasi. Sebanyak 80 sampel penelitian dilakukan dengan tekhnik pengambilan sampel Stratified Random Sampling dan Simpel Random Sampling pada ibu rumah tangga di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Dari data bulan November – Desember 2022. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p < 0,05), dan tidak ada hubungan antara sikap dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p > 0,05).
Implementasi Program Neighbour Support System (NSS) terhadap Kejadian Stunting: Studi Kualitatif Mardiah, Aena; Karmila, Dany
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i02.3766

Abstract

Stunting merupakan masalah global, termasuk Indonesia dan menduduki posisi kelima terbanyak dalam jumlah stunting di dunia. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi prioritas penanganan stunting. Stunting bukan hanya masalah kesehatan jangka pendek, tetapi juga berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu desa di Kabupaten Lombok Barat yang memiliki kasus stunting tinggi yaitu desa Gelangsar yang juga desa binaan Fakultas Kedokteran Unizar. Salah satu upaya mengurangi kejadian stunting yaitu dengan melaksanakan program Neighbor support system (NSS) atau dukungan tetangga dalam memantau asupan nutrisi harian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program NSS terhadap kejadian stunting di Desa Gelangsar sebagai penekan timbulnya kejadian stunting dan gizi buruk. Desain penelitian menggunakan desain kualitatif melalui pendekatan induktif dengan pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara mendalam yang melibatkan 10 partisipan yang terdiri dari 6 Ibu yang mengikuti program NSS, 3 kader dan 1 koordinator desa. Program Neighbor Support System (NSS) berhasil meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang MPASI dalam pencegahan stunting sehingga dapat meningkatkan asupan gizi pada Balita melalui pemantauan tetangga dan kader dengan menggunakan logbook. Intervensi berbasis komunitas ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan dalam penurunan stunting di Desa Gelangsar.
Hubungan Pengetahuan, Sikap,Perilaku Ibu Tentang DBD Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Mardiah, Radiatam; Susila Duarsa, Artha Budi; Mahdaniyati S, Aulia; Mardiah, Aena
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2704

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Perkembangan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang tahun 2021 sebanyak 57 kasus (0,08%) yaitu Kelurahan Tanjung Karang 11 kasus (0,19%), Kelurahan Karang Pule 10 kasus (0,06%), Kelurahan Tanjung Karang Permai 12 kasus (0,13%), Kelurahan Jempong Baru 17 kasus (0,10%) dan Kelurahan Kekalik Jaya 7 kasus (0,03%). Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang demam berdarah dengue dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Desain penelitian Cross Sectional dengan alat ukur kuesioner dan observasi. Sebanyak 80 sampel penelitian dilakukan dengan tekhnik pengambilan sampel Stratified Random Sampling dan Simpel Random Sampling pada ibu rumah tangga di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Dari data bulan November – Desember 2022. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p < 0,05), dan tidak ada hubungan antara sikap dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p > 0,05).
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendapatan, dan Sarana Air Bersih Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja PUSKESMAS Dompu Kota Kabupaten Dompu Safitri, Nastiti Aisyah Defita; Mardiah, Aena; Sherliyanah, Sherliyanah; Benvenuto, Ananta Fittonia
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.14546

Abstract

This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge, family income, and access to clean water with the incidence of diarrhea in children under five in the working area of Dompu Kota Public Health Center, Dompu Regency. The research employed a cross-sectional design involving 222 mothers with children under five as respondents. Data were collected through guided interviews using questionnaires and analyzed using the chi-square test. The study results showed that (1) 68.9% of children under five experienced diarrhea. (2) The majority of mothers had low levels of knowledge (54.5%) and came from families with low income (54.1%). (3) Bivariate analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge (p=0.013) and family income (p=0.048) with the incidence of diarrhea. (4) There is no significant relationship was found between access to clean water and the incidence of diarrhea (p=0.291). (5) Risk factors for diarrhea include low maternal knowledge regarding prevention and economic constraints that limit access to sanitation and healthcare. This study emphasizes the importance of improving health education for mothers and enhancing socioeconomic conditions and environmental sanitation to reduce the prevalence of diarrhea in children under five.
Usia Menarche, Frekuensi Konsumsi Fast Food, Status Gizi, Stres Akademik dan Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Dismenore Primer pada Siswi di SMA Negeri 2 Mataram Sapitri, Ni Ketut Ayu Rachma Nanda; Mardiah, Aena; Azhar, Abdillah Adipatria Budi; Mahayani, Ida Ayu Made
Action Research Literate Vol. 8 No. 1 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i1.204

Abstract

Gangguan selama periode menstruasi yang sering terjadi pada remaja putri adalah dismenore primer. Beberapa faktor risiko penyebab dismenore primer yaitu usia menarche, keturunan, siklus dan lama menstruasi, konsumsi fast food, status gizi, penggunaan alkohol, perokok aktif dan pasif, stres, aktivitas fisik, anemia dan lain-lain. Menganalisis hubungan usia menarche, frekuensi konsumsi fast food, status gizi, stres akademik dan aktivitas fisik dengan dismenore primer pada siswi SMA Negeri 2 Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Mataram pada hari Rabu, 6 September 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan besar sampel 110 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman dengan batas nilai signifikansi (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas berusia 16 tahun (51,8%) dan kelas X (36,4%), mengalami dismenore primer sedang (50,9%), menarche dini (52,7%), sering mengonsumsi fast food (61,8%), gizi lebih (48,2%), stres akademik sedang (45,5%) dan aktivitas fisik sedang (44,5%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan usia menarche dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan frekuensi konsumsi fast food dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan status gizi dengan dismenore primer (p=0,000), hubungan stres akademik dengan dismenore primer (p=0,000) dan hubungan aktivitas fisik dengan dismenore primer (p=0,001) pada siswi di SMA Negeri 2 Mataram. Usia menarche, frekuensi konsumsi fast food, status gizi, stres akademik dan aktivitas fisik berhubungan dengan dismenore primer pada siswi SMA Negeri 2 Mataram.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji, Aktivitas Fisik, Paparan Media Massa Dan Kejadian Menarche Dini Santhi, Luh Ade Meita; Mardiah, Aena; Azhar , Abdillah Adipatria Budi; Mahardika, I Nyoman Gde Dwipa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.55656

Abstract

Gangguan reproduksi banyak terjadi pada remaja putri yang disebabkan oleh menarche dini. Menarche dini adalah menstruasi pertama yang dialami seorang perempuan pada usia di bawah 12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik, paparan media massa dan kejadian menarche dini pada siswi kelas VII SMP. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Mataram. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel 157 responden. Kriteria inklusi dari sampelnya yaitu siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram, siswi yang sudah mengalami menarche dan siswi yang menandatangani lembar informed consent. Data dianalisis menggunakan chi-square dengan p-value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 12 tahun (65,6%), menarche dini (63,7%), jarang konsumsi makanan cepat saji (52,2%), aktivitas fisik ringan (53,5%), dan tidak terpapar media massa (66,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan menarche dini (p=0,000), aktivitas fisik dengan menarche dini (p=0,001), dan paparan media massa dengan menarche dini (p=0,000) pada siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram. Frekuensi konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik dan paparan media massa memiliki hubungan dengan menarche dini pada siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram.
Hubungan Akses Media Pornografi dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Sekolah XX Wilayah Lombok Barat Sastrawan, Komang Riski; Mardiah, Aena; Mathar, Muhammad Ashhabul Kahfi; Imam, Lalu Yogi Prasetio
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/62gxsz76

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan masalah yang berdampak pada kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan stres psikologis. Remaja mengalami perubahan fisik dan emosional yang sering tidak disertai pengetahuan seksual yang memadai, sementara paparan media pornografi dan stres dapat memengaruhi kecenderungan perilaku seksual mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan seksual, akses media pornografi, dan tingkat stres terhadap kejadian perilaku seksual pranikah pada remaja di Sekolah XX wilayah Lombok Barat. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 102 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan seksual, paparan pornografi, dan tingkat stres melalui Perceived Stress Scale (PSS-10), serta perilaku seksual pranikah. Data  dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan  menunjukkan Terdapat hubungan bermakna antara akses media pornografi dan perilaku seksual pranikah (p = 0,000), sedangkan pengetahuan seksual (p = 0,352) dan tingkat stres (p = 0,289) tidak berhubungan dengan perilaku seksual pranikah. The Relationship Between Access to Pornographic Media and Premarital Sexual Behavior among Adolescents at XX Schools in the West Lombok Region Abstract Premarital sexual behavior among adolescents is an issue that can lead to unwanted pregnancies, sexually transmitted infections, and psychological stress. Adolescents undergo physical and emotional changes that are often not accompanied by adequate sexual knowledge, while exposure to pornographic media and stress may influence their tendency to engage in sexual behavior. This study aims to analyze the relationship between sexual knowledge, access to pornographic media, and stress levels with the occurrence of premarital sexual behavior among adolescents at School XX in the West Lombok region.This research used a cross-sectional design with 102 respondents selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires on sexual knowledge, pornography exposure, stress levels measured by the Perceived Stress Scale (PSS-10), and premarital sexual behavior. Data were analyzed using the Chi-Square test and showed a significant relationship between access to pornographic media and premarital sexual behavior (p = 0.000), while sexual knowledge (p = 0.352) and stress levels (p = 0.289) were not associated with premarital sexual behavior.
PREVENTION BEHAVIOR ABOUT COVID-19 RELATED TO THE ANXIETY LEVEL OF COMMERCIAL FLIGHT CABIN CREW IN INDONESIA Mardiah, Aena; Duarsa, Artha Budi Susila; Anditiarina, Dasti; Anulus, Ayu
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 20 No. 3 (2025): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v20i3.2025.568-581

Abstract

Introduction: As of March 2020, Indonesia’s COVID-19 case fatality rate was 8.9%. Cabin crew are directly exposed to the consequences of the pandemic during flights. In addition, widespread flight cancellations have been associated with increased anxiety among employees. Aims: This study aimed to analyze the relationship between COVID-19 knowledge, attitudes, preventive behaviors, and anxiety among cabin crew in Indonesia. Methods: This cross-sectional study was conducted at the Aviation Health Center in Indonesia. A total of 314 cabin crew participated in the study and were recruited using consecutive sampling. Data on knowledge, attitudes, preventive behaviors, and anxiety were collected using online questionnaires. Bivariate and multivariate analyses were performed using Chi-square and logistic regression. Results: The majority of participants were female (79.6%) and aged 17-25 years (38.2%). In the multivariate analysis, poor preventive behavior remained a significant predictor of anxiety (aOR=2.63; 95% CI=1.14-6.02; p=0.023). Participants with negative attitudes had 1.55 times higher odds of experiencing anxiety compared to those with positive attitudes (aOR=1.55; 95% CI=1.10-2.17; p=0.010). Conclusion:  Improving COVID-19–related attitudes and preventive behaviors among cabin crew may help reduce anxiety levels during flights.
Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Kejadian Gizi Kurang (Underweight) pada Balita di Wilayah Pesisir Pantai Nipah Baiq Amira Fatmaharani; Mardiah, Aena; Maya Samodra, Velia; Budi Susila Duarsa, Artha
Midwifery Student Journal (MS Jou) Vol. 4 No. 1 (2025): Midwifery Student Journal (MS Jou)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/msjou.v4i1.22

Abstract

Latar Belakang Underweight atau gizi kurang adalah masalah gizi balita yang paling awalbisa terdeteksi dibanding stunting dan wasting. Gangguan awal pertumbuhan anak ditandaidengan weight faltering yaitu berat badan tidak naik sesuai standar, yang jika dibiarkan anakbisa mengalami Underweight, berlanjut menjadi wasting, dan jika dibiarkan akan mengalamistunting. Faktor sosiodemografi dapat mempengaruhi kejadian gizi kurang (underweight) yang tercakup dalam sosiodemografi yaitu tingkat pendidikan ayah, tingka pendidikan ibu, tingkat pengetahuan orang tua, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendapatan keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan kejadian gizi kurang (Underweight) pada balita di wilayah Pesisir Pantai Nipah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan studi cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh orang tua yang memiliki anak balita Di Wilayah Pesisir Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Batas nilai signifikansi adalah p-value <0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkatpendidikan ayah (p-value = 0,794), tingkat pendidikan ibu (p-value = 0,686), dan tingkatpendapatan keluarga (p-value = 0,528) terhadap kejadian gizi kurang. Sedangkan terdapathubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua (p-value = 0.000) dan jumlah anggota keluarga (p-value = 0,001) terhadap kejadian gizi kurang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua, dan jumlah anggota keluarga terhadap kejadian gizi kurang (underweight) pada balita diwilayah pesisir pantai nipah, sedangkan tidak ditemukan adanya hubungan antara tingkat pendidikan ayah, tingkat pendidikan ibu, dan tingkat pendapatan keluarga terhadap kejadian gizi kurang (underweight) pada balita diwilayah pesisir pantai nipah AbstractBackground: Underweight or insufficient nutrition is a nutritional issue in toddlers that can be detected earlier than stunting and wasting. Early growth disturbances in children are characterized by weight faltering, where the weight does not increase according to standards. If left unaddressed, it can lead to underweight, progress to wasting, and eventually result in stunting. Sociodemographic factors can influence the occurrence of underweight, encompassing educational levels of parents, parental knowledge, family size, and family income. Objective: To determine the relationship between sociodemographic factors and the incidence ofunderweight among toddlers in the Nipah Coastal Area. Method: This research is a quantitative study using a cross-sectional design. The study population consists of all parents with toddlers in the Nipah Coastal Area, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Cluster random sampling was used to select the sample. The significance level was set at a p-value of <0.05. Results: The study indicates that there is no significant relationship between the father's educationallevel (p-value = 0.794), mother's educational level (p-value = 0.686), and family income (p-value =0.528) with the occurrence of underweight. However, there is a significant relationship between parental knowledge level (p-value = 0.000) and family size (p-value = 0.001) with the occurrence of underweight. Conclusion: Based on the statistical tests conducted, there is a relationship between parental knowledgelevel, and family size with the incidence of underweight in toddlers in the Nipah Coastal Area. Meanwhile, no relationship was found between the father's educational level, mother's educational level, and family income with the occurrence of underweight in toddlers in the Nipah Coastal Area.