Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Ketidaksantunan Warganet Pada Kolom Komentar Akun Tiktok @Satyasalsabila musdolifah, ari; sari, dewi ratna; rahmadina, nur; nadhila, safira ayu; fitriani, karina ayu; arum, aprilian chandra; widiawati, ariska dwi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 1 (2025): Juni (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i1.10654

Abstract

Abstrak yang dipersiapkan dengan baik Masyarakat saat ini menggunakan media sosial seperti TIKTOK, komentar ini juga banyak menunjukkan bahasa ketidaksantunan yang sering muncul. Data ini ditemukan dalam salah satu akun media sosial TIKTOK yang mana digunakan untuk mengupengumpulan data ; hasil analisis teori ketidaksantunan Culpaper sangaat mendukung untuk pengumpulkan data (2021). Studi ini menemukan bahwa warganet menggunakan ketidaksantunan untuk menyerang pengguna akun @Satyasalsabila dan membuat target merasa tidak nyaman dengan berbagai macam umpatan, hinaan, dan ancaman. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui ketidaksantunan yang ada dalam kolom komentar akun @Satyasalsabila. Singkatnya, ketidaksantunan warganet secara tidak langsung menunjukkan adanya sebuah strategi ketidak sukaan yang mana dengan tujuan untuk menghina, menyindir, atau merendahkan. Pada kolom komentar akun TIKTOK @Satyasalsabila terdapat empat tanda ketidaksantunan. Oleh karena itu, warganet harus memiliki sifat yang bertanggung jawab sebagai masyarakat dengan bersikap sopan saat berkomunikasi di media sosial. Untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat dan mempertahankan norma dan nilai moral masyarakat, tanggung jawab ini harus diperhatikan.
Memaknai Nilai-Nilai Sosial pada Novel Napas Mayat Karya Bagus Dwi Hananto Musdolifah, Ari
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 11 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v11i1.1929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaknai nilai-nilai sosial pada novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto dengan mendeskripsikan: (a) amanat cerita yang disampaikan oleh pengarang (b) pudarnya nilai sosial yang melatari novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto (c) temuan yang terkait dengan nilai pendidikan dalam novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan analisis data yang mengacu pada pendekatan sosiologi karya sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa amanat cerita yang disampaikan pengarang dalam novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto adalah pentingnya menjunjung tinggi nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat dengan meningkatkan nilai kasih sayang dan kerukunan antarumat manusia. Pudarnya nilai sosial pada novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto adalah krisis nilai kasih sayang dan kerukunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa novel ini memuat nilai pendidikan, yaitu nilai moral.
Kajian Penanda Sosiokultural pada Cerita Rakyat Paser dan Berau karya Syahidin dkk. untuk Pengembangan Materi Ajar Krtitik Sastra Ratnawati, Indah Ika; Musdolifah, Ari; Maryatin, Maryatin
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3541

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penanda sosiokultural dalam buku Cerita Rakyat Paser dan Berau karya Syahidin, dkk., dan mendeskripsikan pengembangan materi ajar kritik sastra melalui pendekatan sosiokultural. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan desain educational research and development (R&D). Hasil penelitian ini adalah penanda yang terdapat dalam 20 cerita rakyat Paser dan 17 cerita rakyat Berau, yaitu cara berpikir rasional, sikap bijaksana, kebiasaan hidup gotong royong, sikap pantang menyerah, sikap tanggung jawab, sikap tolong menolong, kebiasaan hidup berburu, cara berpikir percaya takhayul, sikap saling menghargai, sikap bijaksana, cara berpikir tidak rasional, sikap gagah, sikap menghormati, sikap saling menyayangi, sikap musyawarah, sikap tabah dan berbesar hati, dan cara berpikir percaya hal ghaib, kebiasan hidup bertaqwa, pesta adat, pesta rasa syukur, proses mandudus, hidup berpindah-pindah, mangasa, mudik, upacara ritual, proses periapan pernikahan, mendirikan pondok, sikap selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sikap tenggang rasa, dan sikap pemberani. Sementara itu, pengembangan materi ajar dengan pendekatan sosiokultural layak untuk diterapkan pada proses belajar mengajar di kelas. Modul pengembangan materi ajar pendekataan sosiokultural, sudah melalui tes yang pertama. Mahasiswa dapat mengerjakaan beberapa pertanyaan dari dosen dengan nilai rata-rata 84.Kata kunci: Cerita rakyat, sosiokultural, semiotik ABSTRACTThe purpose of this study is to describe the socio-cultural markers in Cerita Rakyat Paser dan Berau books written by Syahidin, et al. and describe the development of literary criticism teaching material through a sociocultural approach. This research is a research development using the design of an educational research and development (R&D) research design. The results of this study indicate that the markers contained in 20 Paser folklore and 17 Berau folklore, namely the rational way of thinking, wise attitude, mutual living habits, unyielding attitude, attitude of responsibility, attitude to help, hunting habits, thinking superstition, mutual respect, thoughtful attitude, irrational way of thinking, manly attitude, respect, mutual affection, deliberation, steadfastness and heartfelt attitude, and unbelievable way of thinking, habits of devout life, customary party, feast party gratitude, the mandudus process, sedentary life, mangasa, homecoming, ritual ceremonies, marriage preparation process, erecting a hut, always grateful attitude to God, compassion, and courageous attitude. Meanwhile, the development of teaching materials with a sociocultural approach is feasible to be applied to the teaching and learning process in the classroom. The module for developing sociocultural teaching materials, has passed the first test for students to work on the questions that have been submitted by the lecturer with several questions and the students get an average score of 84.Keywords: Folklore, sociocultural, semiotic
Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Teks Anekdot di Kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan Musdolifah, Ari; Maulida, Nurliani; Yankiapoli, Yosef Nober
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.15700

Abstract

ABSTRAKProfil  Pelajar  Pancasila  adalah  cara  untuk  menguatkan  nilai  karakter khususnya peserta didik dari pengaruh pergeseran budaya. Tujuan penelitian ini  adalah  (1)  mendeskripsikan  implementasi  mendeskripsikan implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pelajaran bahasa Indonesia di Kelas  X  DKV  SMK  Negeri  3  Balikpapan  (2)  mendeskripsikan  metode  untuk menguatkan karakter Profil Pelajar Pancasila dalam pelajaran bahasa Indonesia di kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah 36 peserta didik kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah  wawancara,  observasi,  dan  dokumentasi.  Teknik  analisis  data penelitian  ini  dilakukan  dengan  reduksi  data,  penyajian  data,  dan kesimpulan. Hasil  dalam penelitian ini adalah implementasi Profil Pelajar Pancasila telah diterapkan dengan baik oleh peserta didik karena guru kelas selalu mengingatkan dan memberi nasihat kepada peserta didik. Hal tersebut tampak pada pembelajaran bahasa Indonesia materi teks aknekdot. Metode yang dilakukan sebagai penguatan Profil Pelajar Pancasila sudah diterapkan ke dalam pembelajaran dan akan terus dikembangkan melalui RPP.Kata Kunci: Teks anekdot, Profil Pelajar Pancasila.ABSTRACTPancasila Student Profile is a way to strengthen character values, especially students from the influence of cultural shifts. The objectives of this study are (1) describing the implementation of the Pancasila Student Profile in Indonesian language lesson in Class X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan (2) Describing methods to strengthen the character of the Pancasila student profile in Indonesian language lessons in class X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan. This type of research is descriptive qualitative. The source of this research data is 36 students of class X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan. The data collection techniques of this study are interviews, observations, and documentation.  Data analysis techniques of this study were carried out by reducing data, presenting data, and conclusions. Results in this research is the implementation of profile students pancasila has been applied in advance by student because class teachers always remind and provides advice to the students. This can be seen in the learning Indonesian language of the anecdote text material. The method carried out as a strengthening of the Pancasila Student Profile has been applied to learning and will continue to be developed through lesson plan.Keywords: anecdote text, Pancasila Student Profile.
Pengenalan World Schools Style of Debating di Tingkat SMK Se-Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang Retnowaty, Retnowaty; Indriawati, Prita; Yuniarti, Suci; Musdolifah, Ari; Casmudi, Casmudi; Istianingrum, Rika; Intan Permatasari, Besse
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.492

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh tim dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Balikpapan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan debat siswa SMK dengan memperkenalkan format World Schools Style of Debating (WSDC) di Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 18-19 September 2024, para siswa mendapatkan pelatihan intensif mengenai struktur debat, teknik argumentasi, refutasi, dan keterampilan berbicara di depan umum dalam Bahasa Inggris. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa tidak hanya untuk kompetisi lokal, tetapi juga kompetisi debat tingkat internasional. Melalui workshop dan simulasi debat, siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan analitis, dan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif dengan meningkatkan pemahaman siswa tentang format debat internasional. Meskipun pelatihan berlangsung dalam waktu singkat, program ini sukses memperkenalkan dan memperkuat keterampilan penting yang diperlukan untuk kompetisi debat dan komunikasi global. Keterbatasan durasi pelatihan dan variasi kemampuan Bahasa Inggris di antara siswa menjadi masukan untuk pengembangan program lebih lanjut, seperti memperpanjang waktu pelatihan atau menambah sesi pendampingan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya berpikir kritis dan keterampilan komunikasi yang berkelanjutan di kalangan siswa SMK.