Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit TB Paru di Desa Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi Rahmah, Rahmah; Brata, Andy
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 3 No. 2 (2023): NCHAT July - December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v3i2.69

Abstract

Tuberkulosa adalah penyakit kronis menular yang menjadi penyakit pembunuh terbanyak saat ini. Faktor pengetahuan memiliki pengaruh yang besar terhadap status kesehatan individu maupun masyarakat dan berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu program penanggulangan penyakit dan pencegahan penularan TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB Paru di Desa Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan jumlah populasi 895 KK dan  sampel sebanyak 287 KK. Sampel  penelitian ini diambil secara poporsional di 3 dusun yaitu Dusun Muaro Sakean, Dusun Olak Pinang Setingkil, dan Dusun Pangeran Nato dengan proporsi jumlah sampel berdasarkan perhitungan  adalah sebagai berikut: Dusun Muaro Sakean dengan Jumlah populasi 376 KK = 120 KK (Sampel), Dusun Opak Pinang Setingkil Jumlah popoulasi 242 KK = 78 KK (Sampel), Dusun Pangeran Nato Jumlah  populasi  277 KK = 89 KK (Sampel). Sampel berjumlah 20 orang petugas pengelola obat, yang dipilih secara total sampling. Penelitian menunjukkan bahwa kategori pengetahuan rendah sebesar 64.8%, kategori pengetahuan cukup sebesar 28.6%, dan kategori pengetahuan tinggi 6.6%. Hal tersebut sejalan dengan tingkat pendidikan responden yang mayoritas pendidikan SD 32.7% dan SMP 31.7%, pendidikan SMA 28%, sedangkan pendidikan tinggi hanya 4.2 %, tidak sekolah 3.2%. Simpulan pengetahuan bahwa dominan pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB Paru adalah rendah.  
Edukasi pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan daun insulin di Desa Jambi Kecil Kabupaten Muaro Jambi Brata, Andy; Sugiarti, Sugiarti
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v5i2.802

Abstract

The insulin plant (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) is a flowering plant with orange-colored flowers that belongs to the Asteraceae family. It can be cultivated as an ornamental plant in gardens or green spaces and used in traditional medicine. The benefits and potential of this plant are numerous, including its use as green manure, pest, and disease control, fodder for livestock, soil and water conservation, and its potential in traditional treatments for urinary tract infections, digestive issues, and diabetes management. This community service aims to enhance public knowledge regarding using insulin plant leaves as crude drugs for diabetes treatment. The method employed involves conducting informational sessions through lectures followed by a question-and-answer session. The results show the community learned about using insulin plants as a diabetes remedy. The community's knowledge about using insulin plants as a traditional remedy as a decoction for diabetes treatment increased to 100%.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Daun Insulin di Desa Jambi Kecil Kabupaten Muaro Jambi Brata, Andy
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v6i2.896

Abstract

Tanaman daun insulin (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) adalah tumbuhan berbunga yang berwarna orange yang termasuk dalam keluarga Asteraceae. Dalam penggunaannya dapat ditanam sebagai tanaman hias di taman atau di lahan hijau untuk dapat memanfaatkannya dalam pengobatan tradisional. Manfaat dan potensi dari tanaman ini banyak sekali, seperti penggunaannya sebagai pupuk hijau, pengendalian hama dan penyakit, sebagai tanaman pakan ternak, berperan dalam konservasi tanah dan air, juga berpotensi dalam pengobatan tradisional seperti infeksi saluran kemih dan masalah pencernaan juga dalam penanganan penyakit diabetes. Pengabdian ini bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan daun insulin dalam bentuk simplisia dalam penangan penyakit diabetes. Metoda yang dipergunakan ialah membuat penyuluhan berupa pemaparan materi dengan bentuk ceramah dan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Hasil yang didapatkan yakni masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan daun insulin sebagai obat diabetes. Pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan daun insulin sebagai obat tradisional secara sederhana dalam bentuk rebusan simplisia untuk penanganan diabetes meningkat menjadi 99%.
Aplikasi Dan Uji Klinis Arkawa Black Soap Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kabupaten Tanjab Timur Lestari, Uce; Saputra, Riki; Brata, Andy; Sari, Eza Permata; Griselta, Eugenia; Lismiati, Lismiati; Azkianti, Erin
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.91 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v5i3.16229

Abstract

Arkawa Black Soap merupakan suatu brand kosmetik pembersih wajah alami yang telah memiliki hak cipta merk dengan nama “ARKAWA” dalam pemanfaatan arang aktif cangkang sawit dan minyaknya sebagai bahan utama serta merupakan hasil produk inovasi hilirisasi penelitian dosen sejak tahun 2017 sampai sekarang. Arkawa Black Soap diproduksi oleh “UMKM Inti Palm Lestari” dengan Nomor Induk Berusaha 0220006741065. PPM ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Arkawa Black Soap dalam menyerap kotoran, minyak diwajah, melembabkan dan mencerahkan kulit wajah serta keamanannya. Metode dalam PPM ini meliputi mempersiapkan draft informed consent, mengumpulkan 50 orang volunteer yang berasal dari pelaku UMKM Tanjung Jabung Timur, melakukan pengujian kebersihan kulit dengan menggunakan microscope digital, pengujian kecerahan kulit menggunakan alat ukur human skin tones set, kelembaban kulit dengan menggunakan alat skin analyzer, iritasi dan hedonic sebelum dan sesudah pemakaian Arkawa Black Soap. Hasil uji klinis dari 50 orang volunteer menunjukkan terjadi kebersihan kulit sebesar 100%, peningkatan kadar air sebesar 72%, penurunan kadar minyak sebesar 62%, peningkatan kecerahan sebesar 58%, tidak mengalami iritasi sebesar 98%, yang menyukai warna sabun sebesar 82% dan tekstur sabun sebesar 72% sedangkan menyukai bau sabun sebesar 74%. Dari hasil uji klinis tersebut dapat disimpulkan bahwa Arkawa Black Soap memiliki efektifitas dalam membersihkan kotoran, menyerap minyak, sedikit mencerahkan kulit karena baru satu kali penggunaan, aman digunakan dan banyak disukai oleh volunteer dari segi warna, bau dan tekstur dan siap diajukan untuk pengurusan izin edar.
PENURUNAN KADAR GULA DARAH MENCIT PUTIH JANTAN DENGAN MENGGUNAKAN HASIL FRAKSINASI DAUN INSULIN Brata, Andy; Azizah, Lailan
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.286 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i2.207

Abstract

  Daun insulin adalah daun tanaman yang mengandung seskuiterpen lakton, asam klorogenat dan flavonoid sebagai zat aktif untuk menurunkan kadar gula darah (antidiabetes). Penggunaan daun insulin (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) sebagai rebusan yang dipergunakan di masyarakat selama ini sebagai antidiabetes belum diketahui keefektivitasannya. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis fraksi daun insulin (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) bisa menurunkan kadar gula darah pada mencit putih jantan diabetes yang diinduksi dengan aloksan sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan menggunakan desain the static-group comparison dan pembagian kelompok hewan uji dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hewan uji yang digunakan adalah mencit putih jantan sebanyak 42 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok dan terdapat 7 ekor mencit di masing-masing kelompok, kelompok hewan dibagi menjadi kelompok kontrol negatif (NaCMC), kelompok kontrol positif (glibenklamid), kelompok ekstrak etanol daun insulin 150 mg/kgbb, kelompok fraksi n-heksan 150 mg/kgbb, kelompok fraksi etil asetat 150 mg/kgbb dan kelompok fraksi air 150 mg/kgbb. Setelah itu dilakukan pengujian dengan pengecekan kadar glukosa mencit dimulai dari menit ke-35, 90, sampai 135. Ada aktivitas penurunan gula darah setelah pemberian berbagai variasi fraksi daun insulin pada mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Aktivitas penurunan gula darah pada pemberian berbagai variasi fraksi daun insulin pada mencit diabetes yang diinduksi dengan aloksan bermakna setelah pemberian pada menit ke-135 dengan p-value 0,027 (p<0,05).
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Kersen (Mutingia calabura L.) Sebagai Antikolesterol Pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Natasha, Adelia; Brata, Andy; Muin, Dona
Jurnal Pharmacopoeia Vol 3 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v3i2.874

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kadar kolesterol LDL puasa tanpa disertai peningkatan kadar Trigliserida. Salah satu tanaman yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol yaitu daun kersen (Mutingia calabura L.) diketahui mengadung flavonoid, alkaloid tanin dan saponin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kersen (Mutingia calabura L.)  serta dosis yang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol pada mencit putih jantan (Mus musculus). Metode yang digunakan pretest-posttes control grup desain, dibagi menjadi 5 kelompok. K- I sebagai kontrol negatif (Na. CMC 0,5%), K-II sebagai kontrol positif (Simvastatin), K-III sebagai kelompok dosis I (dosis 70mg/KgBB), K-IV sebagai kelompok dosis II (dosis 140mg/KgBB), K-V sebagai kelompok III  (dosis 210mg/KgBB). Penginduksi diberikan selama 7 hari, kemudian dilanjutkan dengan pemberian perlakuan selama 7 hari terhitung setelah pemberian penginduksi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One-Way ANOVA didapatkan nilai Sig. p=0,000 <0,05, Kemudian dilanjutkan dengan uji Post Hoc Duncan. Dari penelitian diperoleh bahwa ekstrak etanol daun kersen pada dosis III, II dan I secara berturut-turut dengan persentase penurunan 30,4%, 29,16%, dan 21,66 % memiliki efektivitas dalam menurunkan kadar kolesterol pada mencit putih jantan (Mus musculus). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kersen (Mutingia calabura L.) memiliki efektivitas sebagai penurun kadar kolesterol dengan dosis yang efektif adalah dosis III.
Antidiabetic activity test result of fractionation of Bengkal Leaves (Nauclea orientalis L.) on male white mice Brata, Andy; Azizah, Lailan
Riset Informasi Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v13i2.877

Abstract

Background: Bengkal leaves (Nauclea orientalis L.) is a plant that contains flavonoids as active substances to reduce blood glucose levels (antidiabetic). The use of a decoction of bengkal leaves (Nauclea orientalis L.) which has been used in the community as an antidiabetic has not yet been determined for its pharmacological activity. This research was conducted to test the activity of Bengkal leaf fractions (Nauclea orientalis L.) which were used as antidiabetic in male white mice that had been previously induced with alloxan. Method: This research is a quasi-experimental research using the static-group comparison design. The test animals used were 35 male white mice which were divided into 7 groups, namely negative control group (tragacanth), positive control group (alloxan), comparison group (glibenclamide), ethanol extract group, n-hexane fraction, ethyl acetate and Bengkal leaf water at a dose of 150mg/kgBW. After that, testing was carried out by checking the blood glucose levels of the mice starting from days 1, 3 to 7. Followed by a one-way ANOVA statistical test to obtain significant results on which day was the most effective. Then use the post hoc Duncan test to find out the best fraction that has an effect close to glibenclamide 5 mg. So it will be known whether the Bengkal leaf fraction (Nauclea orientalis L.) is effective as an antidiabetic. In the end, we will find out whether the Bengkal leaf fraction can be used as an antidiabetic drug. Results: There is antidiabetic activity after administration of various fractions of Bengkal leaves to male white mice induced by alloxan. Conclusion: Administration of ethyl acetate fraction of Bengkal leaves has antidiabetic activity in male white mice almost equivalent to glibenclamide. Bengkal leaf fraction has potential as an antidiabetic drug.
Antioxidant activity and gel formulation of Areca catechu fractionation Supriadi, Supriadi; Brata, Andy; Yuliawati, Yuliawati; Yulion, Rizky; Purwantiningsih, Purwantiningsih
Riset Informasi Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v13i2.883

Abstract

Pemberdayaan Pengolahan Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Menjadi Serbuk Daun Kelor instan Sebagai Obat Nafsu Makan Pada Anak Supriadi, Supriadi; Rahmah, Rahmah; Brata, Andy
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v5i1.818

Abstract

Latar belakang: Pengggunaan bahan tradisonal sebagai salah satu bahan untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat saat ini semakin tambah pesat. Berbagai bentuk sediaan yang dibuat oleh industri obat tradisionalpun semakin modern. Sebagai upaya dalam meningkatkan mutu produk dan desain produk sehingga menjadi daya tarik masyrakat. Salah satu penggunaan bahan tradisional yang bersal dari tanaman yang banyak terdapat di lingkungan masyarakat adalah daun Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai upaya untuk penambah nafsu makan pada anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana pemanfaatan daun kelor serta untuk meningkatan keterampilan masyrakat dalam pengolahan dan pembuatan serbuk instan daun kelor sebagai obat penambah nafsu makan pada anak. Metode: pemberian kepada 42 orang peserta dari ibu-ibu PKK warga kelurahan Tanjung Jahor. Hasil: terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pemanfaatan daun kelor baik sebagai penambah nafsu makan pada anak dimana sebelum dilaksanakan kegiatan dari 42 orang peserta rata – rata tingkat pengetahuan dalam katagori Cukup (61,70 %). Setelah dilakukannya kegiatan hasil pengetahuan dan ketrampilan masyrakat meningkat menjadi katagori Baik (91,72 %), atau naik sebesar 67,26 %. Kesimpulan: terjadi peningkatan Pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pemberdayaan pemenfaatan daun kelor menjadi serbuk instan daun kelor sebagai obat penambah nafsu makan anak
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Daun Bengkal di Desa Mudung Darat Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Brata, Andy; Azizah, Lailan
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i3.1104

Abstract

Diabetes melitus merupakan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal (hiperglikemia) karena tubuh kekurangan insulin secara absolut atau relatif merupakan ciri khas diabetes melitus, sekelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh kelainan pada sekresi insulin, fungsi insulin, atau keduanya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kandungan flavonoid pada daun bengkal memiliki aktivitas antioksidan tingkat tinggi, yang memungkinkannya mengatur kadar gula darah dengan meningkatkan produksi insulin oleh pankreas. Telah ditemukan bahwa infusa daun bengkal (Nauclea orientalis L.) berkhasiat sebagai antidiabetes sehingga dapat digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan penyakit diabetes. Masalah dalam kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat di Desa Mudung Darat Kec. Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi belum mengetahui dalam pemanfaatan daun bengkal untuk mengobati diabetes melitus. Masyarakat diikutsertkan dalam kegiatan ini sehingga masyarakat dapat diberi pemahaman dalam pemanfaatan daun bengkal sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan daun bengkal sebagai obat tradisional secara sederhana dengan bentuk rebusan simplisia untuk penanganan penyakit diabetes meningkat menjadi 79%.