Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal PADE: Pengabdian

Edukasi gizi tentang pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dengan pemanfaatan pangan lokal di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar Fitriyaningsih, Eva; Mulyani, Nunung Sri; Ahmad, Aripin
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v5i1.1097

Abstract

Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi / anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan. Pengenalan makanan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan pangan disekitar tempat tinggal atau pangan local yang sering dikonsumsi oleh masyarakat atau keluarga. Pemberian edukasi kepada ibu balita sangat berpengaruh terhadap pengetahuan ibu untuk memanfaatkan pangan lokal agar makanan yang diberikan kepada anak dapat bervariasi. Metode yang dilaksanakan dalam pengabmas adalah penyuluhan dan demo masak bahan pangan lokal dalam  pembuatan makanan pendamping ASI. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu tgl 25 Agustus dan 29 September 2022 di dsa Ateuk Mon Panah Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar. Hasil yang diperolah Pemanfaatan pangan lokal sekitar sudah dilakukan namun informasi pemanfaatan ini  belum merata. Ada peningkatan pemanfaatan pangan lokal setelah diberikan edukasi. Pemanfaatan pangan lokal yang banyak digunakan adalah ubi kayu dan ubi jalar, labu kuning, daun kelor, daun ubi, wortel, ikan mujair dan lele serta pisang dan pepaya. Ada peningkatan pemberian makanan selingan/snack dengan pangan lokal juga ferkuensi pemberiannya.Informsi pemanfaatan pangan lokal ini dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan nilai gizi balita bersumber pangan lokal.
Penguatan percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan remaja peduli stunting Wagustina, Silvia; Arnisam, Arnisam; Mulyani, Nunung Sri; Hadi, Abdul; Fitriyaningsih, Eva
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 6, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v6i1.1788

Abstract

Angka Kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Prevalensi stunting di Provinsi Aceh menempati posisi ke lima tertinggi dengan angka 33,2% menempati posisi ke lima tertinggi secara nasional.  Kabupaten Aceh besar merupakan salah lokasi focus stunting dari 13 kabupaten/kota yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk mencegah kejadian stunting ini, intervensi selanjutnya harus melibatkan pada remaja sebagai calon ibu. Keterlibatan remaja dalam upaya mengatasi dan mencegah stunting ini sesuai dengan program Badan Koordinasi Keluarga Beremcana Nasional (BKKBN) dalam bentuk remaja peduli stunting. Remaja peduli stunting ini diberdayakan sebagai konselor bagi remaja sebaya dan ibu yang mempunyai balita. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan keterampilan remaja sebagai konselor remaja terkait stunting. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan edukasi melalui pelatihan konseling gizi bagi remaja tentang stunting: pengkajian, perencanaan, intervensi dan evaluasi. Hasil, terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang stunting sebesar 33,3%. kemampuan memberikan konseling kepada remaja sebaya serta ibu yang mempunyai balita dengan menggunakan keterampilan dasar konseling meningkat sebesar 33,3%. Kesimpulan, setelah dilatih, remaja mampu memberikan konseling gizi tentang anemia gizi, KEK dan dampaknya terhadap stunting kepada remaja sebayanya dan kepada ibu balita.   
Deteksi dini kejadian sindrom metabolik melalui penyuluhan gizi, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pemeriksaan tekanan darah serta kadar gula darah Mulyani, Nunung Sri; Fitriyaningsih, Eva; Wagustina, Silvia; Arnisam, Arnisam
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v5i1.1098

Abstract

Sindroma metabolik merupakan kumpulan kelainan metabolik komplek yang muncul sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular serta diabetes mellitus tipe II. Komponen utama sindrom metabolik diantaranya adalah obesitas abdomen, peningkatan kadar glukosa darah (sewaktu dan atau puasa), peningkatan tekanan darah dan dislipidemia. Penyuluhan gizi pada pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai sindrom metabolik yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular. Pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 19-20 September 2022 di desa Lamrukam kecamatan Peukan Bada Aceh Besar. Peserta pengabmas adalah ibu-ibu yang memiliki resiko sindrom metabolic sebanyak 25 orang. Kegiatan pengabmas terdiri dari pre test untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang sindrom metabolic, pengukuran tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) untuk mengetahui status gizi peserta pengabmas, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran gula darah, penyuluhan gizi dan post test. Hasil, status gizi peserta overweight yaitu 12 orang (48%), sedangkan tekanan darah   dan kadar gula darah normal yaitu 18 orang (72%) dan 22 orang (88%). rata-rata pengetahuan peserta sebelum penyuluhan gizi yaitu 36 sedangkan setelah dilakukan penyuluhan gizi rata-rata pengetahuan peserta menjadi 64,8. Hal ini dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 28,8%. Kesimpulan, penyuluhan pada peserta pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat cara deteksi dini kejadian sindrom metabolik.
Meningkatkan pengetahuan masyarakat Meunasah Krueng Kecamatan Ingin Jaya tentang bahan makanan yang mengandung formalin Hadi, Abdul; Ichsan, Ichsan; Alfridsyah, Alfridsyah; Khazanah, Wiqayatun; Mulyani, Nunung Sri
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v5i1.1334

Abstract

Sebagian besar konsumen tidak paham seberapa besar bahaya yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya, mereka tertarik pada bahan makanan seperti ikan dan daging yang tampak segar, berwarna cerah, kenyal, tidak berbau dan murah walaupun sebenarnya bahan makanan tersebut mengandung pengawet berbahaya. Metode : Metoda yang dilakukan di pengabdian masyarakat ini adalah metode penyuluhan tentang bahan makanan yang mengandung Formalin Hasil Kegiatan : Dari hasil perolehan nilai rata-rata pengetahuan dan sikap peserta yang mengikuti pre-test dan posttest terlihat bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta sebesar 57,5% yaitu dari 37,5% menjadi 95%. Kemudian, terjadi peningkatan juga terhadap rata-rata sikap peserta sebesar 63,68% yaitu dari 33,04% menjadi 96,72%. Kesimpulan : Penyuluhan yang dilakukan sebanyak dua hari telah dapat menambah wawasan masyarakat serta dapat peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat menjadi lebih baik. 
Pelatihan penggunaan vakum sealer untuk mempertahankan kadar air dan memperpanjang umur simpan ikan asin pada produsen ikan asin di Desa Layeun Kecamatan Leupung Hadi, Abdul; Mulyani, Nunung Sri; Wagustina, Silvia; Al Rahmad, Agus Hendra
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i1.2224

Abstract

Microbiological deterioration of fish is caused by microbial contamination or spoilage microbes. One technique to extend the shelf life and maintain the sensory quality of a food product is vacuum packaging. The principle of vacuum packaging is to remove all air from the package, then close it tightly so that a condition without oxygen is created in the package. The absence of oxygen can inhibit the growth of destructive microorganisms and chemical reactions, thus extending the shelf life of the packaged product. This community service activity aims to increase community knowledge, especially salted fish producers in order to extend the shelf life of salted fish. From the results of the acquisition of the average value of knowledge and attitudes of participants who took the pre-test and post-test, it was seen that there was an increase in participant knowledge by 6%, from 70,33% to 76,33%. There was an increase in the average attitude of participants by 1,34%, from 84,33 to 85,67%. Training on the use of vacuum sealers to maintain moisture content and extend the shelf life of salted fish in salted fish producers in Layeun Village, Leupung District has a positive impact on increasing knowledge and attitudes towards salted fish preservation. Keywords: Vacuum Sealer, Salted Fish, Shelf Life 
Pemberdayaan kader posyandu dalam penyusunan menu ibu hamil dan menyusui untuk pencegahan stunting Fitriyaningsih, Eva; Rachmawati, Rachmawati; Mulyani, Nunung Sri; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Lajuna, Lia; Wagustina, Silvia; Al Rahmad, Agus Hendra
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i2.2632

Abstract

The target community of posyandu is in accordance with the target of specific nutrition interventions for handling stunting. Posyandu is a place for pregnant, lactating mothers, infants and toddlers to get services that include maternal and child health in the form of growth and development monitoring, provision of vitamin A capsules, immunization, prevention and control of diarrhea, nutritional counseling according to their problems and family planning. Posyandu cadres are the main drivers of all activities carried out in the posyandu. One of the most basic posyandu problems is the low level of knowledge of cadres both from an academic and technical perspective, therefore to be able to provide optimal services at Posyandu, it is necessary to adjust the knowledge and skills of cadres, so that they are able to carry out Posyandu activities according to the norms, standards, procedures and criteria for developing Posyandu.In preventing stunting, the thing that must be considered is the balanced nutrition of pregnant women and nursing mothers. The purpose of this community service in general is to empower cadres to increase knowledge and skills in compiling and processing menus for pregnant women and nursing mothers as an effort to prevent stunting. The benefits of this activity are to increase the knowledge and skills of cadres in processing a balanced menu for pregnant women and nursing mothers so that cadres can provide this nutrition education widely, sustainably, and independently.Evaluation results showed a significant improvement in cadres' knowledge and skills, as evidenced by the comparison of pre-test and post-test results. A total of 85% of cadres showed a better understanding of nutrition and were able to develop a balanced menu.