Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Overview of Food Handler Sanitation Hygiene and the Presence of Bacteria Escherichia Coli on Prepared Food at Hospital X Surakarta Wardhany, Ruthy Ayu; Maharani, Nine Elissa
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i3.9224

Abstract

Pendahuluan: Rumah sakit X Surakarta dalam pelaksanaan higiene penjamah makanan belum terlaksana secara optimal, sesuai dengan SOP yang mewajibkan penjamah makanan menggunakan APD selama bekerja, namun kenyataannya tidak sesuai dengan standar prosedur. Bakteri E.coli adalah salah satu kontaminasi makanan yang sering ditemui, terutama akibat perilaku penjamah makanan yang tidak higienis, kontaminasi dapat menyebabkan gejala diare, muntah, kram perut, demam dan diare berdarah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan higiene sanitasi penjamah makanan dan keberadaan bakteri E.coli pada makanan jadi di rumah sakit X Surakarta. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini seluruh penjamah makanan yaitu 16 orang penjamah makanan dan sampel dalam penelitian ini 9 makanan jadi di Rumah Sakit X Surakarta yang dipilih secara purposive random sampling . Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner, observasi dan pemeriksaan laboratorium. Hasil: menunjukkan bahwa 31,2% penjamah makanan di Rumah Sakit X Surakarta tidak memenuhi syarat higiene sanitasi pada Permenkes RI No. 1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang higiene sanitasi jasaboga dan berdasarkan uji laboratorium 9 sampel makanan tidak mengandung Escherichia coli . Kesimpulan: bahwa 31,2% penjamah makanan tidak memenuhi syarat higienitas , sedangkan hasil laboratorium 100% sampel makanan jadi negatif Escherichia coli.   Introduction: Hygiene and sanitation of food handlers and food quality in hospitals are crucial for preventing the spread of disease. Although SOPs mandate that food handlers use Personal Protective Equipment (PPE) during work, the reality on the ground still does not meet established standards. E. coli is one of the most frequently encountered bacterial food contaminants. The aim of this study was to describe the sanitation hygiene of food handlers and the presence of E. coli bacteria in ready to eat food at Hospital X Surakarta. Method: This research is a quantitative descriptive study conducted in January–February 2025 at Hospital X Surakarta. The sample consisted of 16 food handlers (total sampling) and 9 processed food samples (purposive sampling). Data were collected through observation, questionnaires, and laboratory tests using the Most Probable Number (MPN) method according to SNI 2897:2008. The analysis was conducted descriptively and quantitatively based on the standards of the Indonesian Minister of Health Regulation No. 1096 of 2011. Results: The results showed that 31.2% of food handlers at Hospital X Surakarta did not meet hygiene and sanitation requirements. Based on laboratory tests, 9 food samples did not contain Escherichia coli bacteria. Conclusion: A total of 31.2% of food handlers were found not to meet hygiene requirements; however, laboratory test results showed that 100% of finished food samples were free from Escherichia coli.
Hubungan Obesitas Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Wonogiri I Maharani, Nine Elissa; .dr, Suryono; Ardiyanto, Bagus Fandy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v1i1.124

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 di puskesmas Wonogiri 1 dalam dua tahun terakhir dari tahun 2014 sampai 2015 meningkat yaitu tahun 2014 sebanyak 269 orang dan tahun 2015 meningkat menjadi 278. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Wonogiri 1. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini semua pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Wonogiri 1 yang berobat dari bulan Januari sampai Mei 2016 sebanyak 236 pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 orang yag terdiri dari 21 sampel kasus diabetes mellitus tipe 2 dan 21 sampel kontrol yang bukan penderita diabetes mellitus tetapi memiliki karakteristik yang sama. Teknik pengambilan sampel menggunakan si mpel random sampling. Variabel bebas adalah obesitas dan aktivitas fisik. Variabel terikat kejadian diabetes mellitus tipe 2. Analisis data menggunakan chi square dengan ? 5% dan OR. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan obesitas (p = 0.001; OR = 12,000) dan aktivitas fisik (p = 0.015; OR = 0.200) dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Wonogiri 1. Disarankan pihak puskesmas melakukan sosialisasi tentang faktor-faktor penyebab diabetes mellitus, gejala, komplikasi dan usaha mencegah diabetes mellitus.Kata kunci: obesitas, aktifitas fisik, diabetes mellitus tipe II
OVERVIEW OF COMMUNITY-BASED TOTAL SANITATION IN KEDURUS SURABAYA CITY 2024 Jayanti, Retno Dwi; Maharani, Nine Elissa
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.20896

Abstract

Environmental sanitation plays an important role in preventing environmental-based diseases such as diarrhea, which has increased significantly in Surabaya from 57.23% (2021), 76.7% (2022), to 92.9% (2023). One solution is the implementation of the program.Community Based Total Sanitation.(STBM) which consists of five pillars: Stop Defecating.Open Defecation, Washing Hands with Soap, Water Management.Household Food and Beverage,.Household Waste Security, and Security.Household Liquid Waste. This study aims to describe the implementation of STBM in Kedurus Village, Karang Pilang District, Surabaya. The study used a quantitative descriptive method with a survey approach on 5,854 heads of families. The results showed that 79.3% of families already had safe toilets, 98% implemented CTPS, and 99.8% managed drinking water and food properly. However, 7.4% of families had not sorted waste, and 35.6% had not managed liquid waste properly. These findings indicate that although the implementation of STBM was quite successful, improvements are still needed in waste and liquid waste management. The active involvement of the government and community as well as the role of STBM cadres need to be increased to support the sustainability of this program.