Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Factors Relating to the Presence of Escherichia Coli Bacteria in Beverages at the Area of Junior High School 1 Sukoharjo Nurbaya, Fiqi; Ani, Nur; Sari, Dewi Puspito; Maharani, Nine Elissa; Indhun, Qomariah
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 6, No 3 (2023): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v6i3.20335

Abstract

Introduction: There are many traders who sell beverages at the school at a cheap price, but delicious with a variety of flavors. A preliminary study at Junior High School 1 in Sukoharjo showed that 5 kinds of beverages sold at school contained Escherichia coli (E.coli) and some problems with food handlers occurred, such as not wearing head coverings and aprons. This study aimed to determine the association between food handler hygiene, equipment sanitation, water quality, and sanitation facilities with the presence of E. coli bacteria in beverages sold at the Junior High School 1 Sukoharjo area.Methods: This study used a cross-sectional design. The sampling method was total sampling. The sample size was 32 traders. Beverage samples of red and white syrup milk ice, macapuno coconut ice, milk tea ice, grass jelly ice, iced tea, milkshakes, hot tea, lemon tea ice, young coconut ice, sugar cane ice, Thai tea, chocolate ice, sour sugar ice. Data were collected through observation, interviews, and laboratory tests using total germ numbers. Chi-Square and Fisher Exact tests were used for the analysis.Results: There were associations between food handler hygiene, equipment sanitation, water quality, and sanitation facilities with the presence of E.coli bacteria in beverages in the Junior High School 1 Sukoharjo area, with the p values of 0.001, 0.001, 0.004, and 0.015 respectively.Conclusion: To reduce E. coli infection among the students, food handler hygiene, equipment sanitation, water quality, and sanitation facilities at the school should be improved., especially at Junior High School 1 Sukoharjo. 
Hubungan Intensitas Kebisingan dengan Tekanan Darah dan Stres Kerja di Rumah Sakit Kudus Sari, Noviana Ristika; Maharani, Nine Elissa; Ani, Nur
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.74-86

Abstract

Kebisingan menjadi masalah utama bagi kesehatan pekerja dengan tingkat resiko tinggi. Mengidentifikasi hubungan antara kebisingan dengan tekanan darah, dan stres kerja pada pekerja di area workshop Rumah Sakit Mardi Rahayu, Kudus. Penerapan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Populasinya seluruh pekerja di Rumah Sakit Mardi Rahayu, sampel 40 responden, kuesioner untuk mengukur tingkat stres kerja, sound level meter untuk tingkat kebisingan, dan digital blood pressure monitor untuk pengukuran tekanan darah. Analisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis hubungan kebisingan dan tekanan darah dengan p-value = 0,00, menunjukkan ada korelasi signifikan antara kebisingan dan tekanan darah, serta kebisingan dengan stres kerja menghasilkan p-value = 0,03, menunjukkan ada hubungan signifikan antara kebisingan dengan stres kerja. Implikasi menunjukkan pentingnya pengendalian kebisingan di area workshop Rumah Sakit untuk mengelola dampak negatif kebisingan, termasuk strategi mengurangi stres kerja. Disarankan mengembangkan program intervensi seperti, perlindungan pekerja, dan perubahan lingkungan kerja untuk mengurangi risiko kebisingan.
The Relationship of Knowledge and Attitudes of Adolescent Women and the Incident of Early Marriage Sari, Dewi Puspito; Maharani, Nine Elissa; Suryaningsih, Anisa Dewi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.2.2024.479-486

Abstract

The early marriage rate in Karanganyar Regency in 2022 is ranked 26th in Central Java and 3rd in Surakarta. Limited knowledge can lead to risky behavior that results in early marriage. The attitude of adolescents is often indifferent in responding to the phenomenon of early marriage. The purpose of this study was to determine the relationship between the knowledge and attitudes of young women and the incidence of early marriage in Karanganyar Regency. This research is a quantitative descriptive correlation with a cross sectional approach. The population of this study were 196 young women in Karanganyar Regency whose early marriage proposals were granted in 2022 with a sample of 96 young women in Karanganyar Regency whose early marriage proposals were granted in 2022. The sampling technique was purposive sampling. Data was taken using a questionnaire through chi square analysis with a confidence level of 95% (α = 5%).  The results of univariate analysis showed that there were 80 young women (83.3 % ) who had low knowledge about the incidence of early marriage. There were 77 young women (80.2 % ) who had a negative attitude towards the incidence of early marriage. The incidence of early marriage was dominated by the very early category of 5 3 young women (5 5.2 %). The results of the chi square test showed that there was a relationship between the knowledge of young women and the incidence of early marriage in Karanganyar Regency with a p-value of 0 , 0 22 <0 , 05 and there was a relationship between the attitudes of young women and the incidence of early marriage in Karanganyar Regency with a p-value of 0 , 0 2 < 0 , 05. It is recommended that young women increase their desire to explore health information and education and be able to take part in activities carried out by health workers for young women regarding early marriage and its impacts. 
Analisis Kepadatan Tikus di Wilayah Kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta Tahun 2023 Susanti, Fitri Aprilia; Maharani, Nine Elissa; Nurbaya, Fiqi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i1.2547

Abstract

Tikus merupakan reservoir berbagai macam penyakit, keberadaanya diawasi untuk mencegah risiko penyebaran penyakit dan gangguan kesehatan. Berdasarkan Laporan Pengendalian Risiko Lingkungan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta tahun 2021 dan 2022, terdapat peningkatan angka kepadatan tikus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian menggunakan data sekunder berupa laporan Wilayah Kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta mengenai pemasangan perangkap tikus selama tahun 2023. Analisis data univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Nilai trap succes Bandara Adi Sucipto 0,44%, Pelabuhan Laut Baron 1,81% dan Bandara Internasional Yogyakarta 0,91%. Kepadatan tikus di Bandara Adi Sucipto dan Bandara Internasional Yogyakarta memiliki nilai trap succes memenuhi baku mutu kesehatan, sedangkan Pelabuhan Laut Baron memiliki nilai trap succes melebihi nilai baku mutu kesehatan. Jenis tikus yang tertangkap diantaranya Rattus tanezumi, Rattus norvegicus, Mus musculus dan Bandicota indica. Sebagian besar tikus yang ditemukan di Bandara Adi Sucipto dan Pelabuhan Laut Baron berjenis kelamin jantan, sedangkan Bandara Internasional Yogyakarta sebagaian besar berjenis kelamin betina. Indeks pinjal umum di seluruh wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta termasuk kategori rendah. Perlu peningkatan upaya pengendalian keberadaan tikus di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta.
Overview of Fly Density at Mojorejo Sukoharjo Landfill 2023 Rahayu, Diah Siwi; Maharani, Nine Elissa; Nugroho, Farid Setyo
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i1.3131

Abstract

Pendahuluan: Tempat pemrosesan akhir sampah merupakan lokasi perkembangbiakan lalat dan padatnya kondisi lalat pada suatu lokasi biasanya menjadi suatu tanda dari sanitasi yang kurang baik. Dilakukan pengukuran angka kepadatan lalat dengan menggunakan fly grill untuk mengetahui jumlah kepadatan lalat yang ada pada TPA Mojorejo sebagai dasar dalam melakukan analisis tindakan preventiv. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.  Populasi yang diambil adalah seluruh lalat pada zona aktif dan pasif di TPA dan untuk sampel diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling dan dilakukan pada dua area yang berbeda di TPA Mojorejo (zona pasif dan zona aktif) yang bisa dijangkau oleh peneliti yaitu zona aktif A sel A1 dan zona pasif B blok B2, kemudian sampel pada penelitian ini adalah lalat yang dihitung dari semua lalat yang hinggap di fly grill. Hasil : Lalat yang berada di TPA Mojerejo adalah 14,6 di zona pasif dan 26,6 di zona aktif. Berdasarkan standar penilaian pengukuran kepadatan lalat dengan jumlah 6-20 ekor itu dinyatakan tinggi/Padat dan >21 sangat tinggi, dengan proporsi di zona pasif 35% dan zona aktif 65%, maka kondisi kepadatan lalat yang berada TPA menjadi perhatian untuk tindakan pengendalian lalat. Kesimpulan: Perlu dilakukan upaya pengendalian untuk menurunkan tingkat kepadatan lalat dengan melakukan perbaikan hygiene, sanitasi lingkungan dan pengendalian kombinasi antara pengendalian fisik berupa penimbunan sampah, pengendalian biologi berupa predator alami seperti lebah dan pengendalian kimia seperti penyemprotan obat serangga.   Introduction: The final waste processing site is a breeding location for flies, and the density of flies in an area usually indicates poor sanitation. Fly density numbers were measured using a fly grill to determine the number of fly densities in the Mojorejo Landfill as a basis for analyzing preventive measures. Method: This research is a quantitative-descriptive-research. The population was all flies in the active and passive zones in the landfill. Samples were taken using accidental sampling techniques and carried out in two different areas in the Mojorejo Landfill (passive zone and active zone) which could be reached by researchers, namely active zone A cell A1 and passive zone B block B2, then the samples in this study were flies counted from all the flies that landed on the fly grill. Results: Flies in the Mojerejo landfill were 14.6 in the passive zone and 26.6 in the active zone. Based on the assessment standards for measuring the density of flies with several 6-20 individuals, it is stated as high/Dense and >21 very high, with a proportion in the passive zone of 35% and the active zone of 65%. Hence, the density of flies in landfills is a concern for fly control measures. Conclusion: Control efforts need to be made to reduce fly density levels by improving hygiene, environmental sanitation, and controlling a combination of physical control in the form of landfilling, biological control in the form of natural predators such as bees, and chemical control such as spraying insecticide.
Kajian Temporal Tingkat Pencemaran Lingkungan Perairan Waduk Cengklik Kabupaten Boyolali – Jawa Tengah Ariyani, Nurul; Maharani, Nine Elissa; Nurbaya, Fiqi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.6-13

Abstract

Latar belakang: Waduk Cengklik yang terdapat di Boyolali memiliki beragam manfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di sekitarnya, termasuk untuk irigasi, perikanan, dan wisata. Pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas masyarakat menyebabkan kualitas air di Waduk Cengklik mengalami penurunan karena terkontaminasi zat pencemar terutama yang berasal dari limbah domestik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara temporal kualitas air di Waduk Cengklik pada musim hujan dan musim kemarau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei, dengan variabel data kualitas air dan parameter uji yang terdiri atas parameter suhu, TDS, TSS, pH, DO, BOD, COD, fecal coliform, dan total coliform. Teknik analisis dalam penelitian menggunakan metode STORET untuk menentukan kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2002. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulitas air di Waduk Cengklik pada musim hujan mengalami tingkat pencemaran berat dengan nilai STORET (-38), sedangkan pada musim kemarau, mengalami tingkat pencemaran sedang dengan nilai STORET (-24). Kesimpulan: Kondisi tersebut dipengaruhi oleh parameter-parameter seperti DO, BOD, COD, fecal coliform dan total coliform yang tidak memenuhi bahkan melebihi ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan untuk kualitas air Kelas II, yaitu perairan yang dapat digunakan untuk sarana dan prasarana rekreasi air, aktivitas peternakan dan pertanaman.
Hubungan Dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli Dalam Air Minum Dengan Kejadian Balita Pendek Di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo Sari, Dewi Puspito; Maharani, Nine Elissa; Nurbaya, Fiqi; Ardhiyanto, Rise Vivid; Yuliatin, Yuliatin; Kusumaningpanglipur, Syallom
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.16529

Abstract

Kecamatan Nguter di Kabupaten Sukoharjo memiliki prevalensi balita gizi kurang yang melebihi ambang batas (<7,75%) dan merupakan yang tertinggi di kabupaten, yaitu sebesar 12,9%. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi adalah konsumsi air minum yang terkontaminasi, khususnya di Desa Plesan dan Kedungwinong, di mana keberadaan bakteri Escherichia coli dalam air minum diduga dapat menyebabkan infeksi dan penyakit diare, sehingga menurunkan berat badan balita dan memicu kejadian balita pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberadaan bakteri E. coli dalam air minum dengan kejadian balita pendek di Kecamatan Nguter. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 30 orang ibu dari balita pendek menjadi responden. Variabel bebas adalah keberadaan E. coli dalam air minum, sedangkan variabel terikat adalah kejadian balita pendek. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan hasil uji laboratorium bakteriologis terhadap air minum balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keberadaan E. coli dalam air minum dengan kejadian balita pendek di Kecamatan Nguter, Sukoharjo (p= 0,804).
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Pratiwi, Aulia Putri Eka; Maharani, Nine Elissa
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3689

Abstract

Stunting adalah permasalah terkait pertumbuhan anak balita yang dipengaruhi oleh beberapa penyebab, salah satunya sanitasi lingkungan. Hasil input data bulan September 2024 menunjukkan bahwa kasus tertinggi di Desa Mranggen adalah 94 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik sampel penelitian ini diambil dengan total sampling yaitu 94 ibu balita. Alat ukur yang digunakan berupa lembar observasi, buku KMS balita, alat tulis, dan kamera. Menganalisis data menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 5% (α=0.05). Hasil analisis menyatakan ada hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan seperti jamban keluarga (p=0.008), pengolahan sampah (p=0.036), pengolahan air minum (p=0.001), serta anggota keluarga merokok (p=0.005) terhadap kejadian stunting pada balita sedangkan pengolahan limbah (p=0.125) tidak terdapat hubungan signifikan terhadap kejadian stunting. Upaya perbaikan sanitasi melalui penyediaan air bersih, pengelolaan air minum, pengolahan sampah, pengelolaan limbah yang baik, dan edukasi masyarakat tentang kebersihan dapat menjadi langkah efektif untuk menurunkan prevalensi stunting di desa tersebut.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta Maharani, Nine Elissa; Nurbaya, Fiqi; Sari, Dewi Puspito
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14596

Abstract

ABSTRACT Umbulharjo has highest Dengue High Fever cases every year. Larvae Free Index of Umbulharjo I Health Center area on 2022 below quality standard value from Indonesian Ministry of Health (89.78%). Preliminary survey 2 of 10 houses with no cover water storage and trash bins, not all ventilation equipped with wire mesh. Research objective to determine relationship of environmental sanitation and presence of Aedes larvae in working area of Umbulharjo I Public Health Center. Research design observational analytic study, cross-sectional approach. Population community in Umbulharjo I Health Center area, total 15.112 families. Sample 100 families. Sampling technique stratified random sampling. Independent variables environmental sanitation (water storage conditions, trash bin conditions, home environment conditions), dependent variable presence of Aedes larvae. Research instrument questionnaire, observation sheet. Data analysis method chi square test, α = 0.05. Univariate analysis condition of water storage container was quite good 82%, condition of trash bin was good 83%, condition of house environment was quite good 94%. Bivariate analysis there’s relationship between condition of water storage and presence of Aedes larvae in working area of Umbulharjo I Public Health Center, p-value = 0.007. There’s no relationship between condition of trash bin and presence of Aedes larvae, p-value = 0.963. There’s relationship between condition of home environment and presence of Aedes larvae, p-value = 0.017. The environment conditions of the house and water reservoirs are related to the presences of Aedes mosquito larvae. Keywords: Environmental Sanitation, Aedes, Mosquito Larvae  ABSTRAK Kecamatan Umbulharjo memiliki kasus Demam Berdarah Dengue tertinggi setiap tahun. Angka Bebas Jentik di wilayah Puskesmas Umbulharjo I tahun 2022 di bawah nilai baku mutu yang ditetapkan Kemenkes RI (89,78%). Survei pendahuluan 2 dari 10 rumah kondisi tempat penampungan air dan tempat sampah tidak berpenutup, ventilasi belum seluruhnya dilengkapi kawat kasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Desain penelitian studi analitik observasional, pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat wilayah Puskesmas Umbulharjo I, total 15.112 KK. Sampel penelitian 100 KK. Teknik sampling stratified random sampling. Variabel bebas sanitasi lingkungan (kondisi tempat penampungan air, kondisi tempat sampah, kondisi lingkungan rumah) dan variabel terikat keberadaan jentik nyamuk Aedes. Instrumen penelitian kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji chi square dengan α = 0,05. Analisis univariat kondisi tempat penampungan air cukup baik 82%, kondisi tempat sampah baik 83%, kondisi lingkungan rumah cukup baik 94%. Analisis bivariat ada hubungan antara kondisi tempat penampungan air dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I, p-value = 0,007. Tidak ada hubungan antara kondisi tempat sampah dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes, p-value = 0,963. Ada hubungan antara kondisi lingkungan rumah dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes, p-value = 0,017. kondisi lingkungan rumah dan tempat penampungan air mempunyai hubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes. Kata Kunci: Sanitasi Lingkungan, Aedes, Jentik Nyamuk
TRAINING IN MAKING AVOCADO LEAF TEA AND APPROPRIATE OVITRAP TECHNOLOGY AS A PREVENTIVE MEASURE FOR HYPERTENSION AND DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) IN SANGKRAH VILLAGE, SURAKARTA Sari, Dewi Puspito; Nurbaya, Fiqi; Maharani, Nine Elissa; Haryanti, Titik; Suryaningsih, Annisa Dewi; Romadhoni, Desti Pramudika
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is still burdened with increasing hypertension and Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). prevention of hypertension and DHF is needed. Sangkrah Surakarta Sub-District is an area where some of the people pay less attention to health conditions and environmental hygiene, thus triggering an increase in the number of more serious stroke cases. It is necessary to take steps to control hypertension, stroke and DHF that are easy and can be carried out. Objective: To increase partners' knowledge and skills through training in making ovitrap and avocado leaves as a preventive measure for hypertension, stroke and dengue. Method: This community service partner is the PKK Women's Group in RT 01 RW 13, Sangkrah Village, Surakarta, with a total of 20 people. This community service activity begins with identifying the needs of partners, preparing and permitting, counseling on hypertension, stroke and DHF, training on avocado leaves and making ovitrap, evaluating the implementation and sustainability of activities. At the counseling stage to measure the understanding of partners the service team distributed pretest and posttest questionnaires with the aim of whether there was an increase in partners' understanding. Results: The results of outreach activities for partners experienced an increase in participants' understanding of 23.45%, partners were able to make avocado and ovitrap tea during community service activities. Conclusion: Partners are very enthusiastic about participating in the counseling and training program, this is realized through increasing partners' understanding of efforts to prevent hypertension, stroke and DHF and being able to independently produce avocado and ovitrap leaves. Keywords: Avocado Leaf Tea, Ovitrap, Stroke, DHF, Sangkrah