Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ipssj

Hubungan Lingkungan Dengan Kejadian Malaria Pada Masyarakat Kab Yalimo Papua Pegunungan Selviana Magrid Martha Rumandewai, Ni Ketut Mirayanti, Lia Cahya Sari
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah Papua yang menyumbang sebagian besar kasus nasional. Kabupaten Yalimo di Papua Pegunungan merupakan salah satu daerah endemis dengan angka kejadian malaria yang fluktuatif, dipengaruhi oleh kondisi geografis, lingkungan, dan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan fisik, biologis, dan sosial budaya dengan kejadian malaria pada masyarakat di Kabupaten Yalimo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan kepala keluarga yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lingkungan, serta telaah dokumen dari instansi kesehatan setempat. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi rumah yang dekat dengan genangan air dan konstruksi sederhana memungkinkan nyamuk Anopheles masuk dengan mudah, kebiasaan masyarakat berkumpul di luar rumah pada malam hari tanpa perlindungan meningkatkan risiko gigitan, sedangkan keberadaan ternak di sekitar rumah berperan ganda, dapat mengurangi atau justru meningkatkan risiko tergantung pada penempatan kandang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor lingkungan fisik, biologis, dan sosial budaya saling berinteraksi dalam memengaruhi kejadian malaria. Penanggulangan malaria di Yalimo membutuhkan pendekatan terpadu yang mencakup perbaikan lingkungan fisik, pengelolaan ternak, serta perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi dan intervensi berbasis budaya lokal agar pengendalian malaria lebih efektif dan berkelanjutan.
Hubungan Kinerja Pegawai Teknologi Laboratorium Medis (TLM) dengan Tingkat Kepuasan Pasien di UPTD Puskesmas Baito Alfrida Fitrah Amalia; Putu Gede Subhaktiyasa; Lia Cahya Sari
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 09 September (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan laboratorium merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan karena hasil pemeriksaan laboratorium menjadi dasar penegakan diagnosis dan pengambilan keputusan medis. Kinerja pegawai Teknologi Laboratorium Medis (TLM) yang baik diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja pegawai TLM dengan tingkat kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Baito. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 26 responden dipilih dengan teknik total sampling dari populasi 27 pasien pengguna layanan laboratorium selama periode penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (61,5%) menilai kinerja pegawai TLM dalam kategori sangat puas, dan mayoritas responden (69,2%) menyatakan sangat puas terhadap pelayanan laboratorium yang diterima. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja pegawai TLM dengan tingkat kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Baito. Simpulannya, semakin baik kinerja pegawai TLM, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien, sehingga peningkatan kompetensi dan kualitas kinerja pegawai TLM perlu terus dilakukan sebagai upaya penguatan mutu pelayanan kesehatan primer.