Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGALAMAN ORANG TUA MENGASUH REMAJA DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDERS (ASD) SAAT PANDEMIK COVID-19 Lestari, Lilis; Ramadhaniyati, Ramadhaniyati; Triadmodjo, Sigit Imam; Fadila, Yuniar; Tauhidia, Resti Mulya; Utami, Wening Cory
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.600

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly disrupted educational and healthcare services, including the closure of schools and therapy centers for children and adolescents with Autism Spectrum Disorder (ASD). This situation increased caregiving demands on parents who previously relied on support from teachers and therapists. Adolescents with ASD experience complex developmental impairments that require continuous and specialized care, making the prolonged pandemic particularly challenging for parents in managing caregiving, education, and therapy at home. This study aimed to explore parents’ experiences in caring for adolescents with ASD during the COVID-19 pandemic in Pontianak City, West Kalimantan, Indonesia. A qualitative study with a descriptive phenomenological approach was conducted. Data were collected through focus group discussions with parents of adolescents with ASD aged 9–18 years and analyzed using Colaizzi’s method. The findings identified three main themes: increased caregiving burden, mental health challenges, and parents’ expectations regarding government policies on education and healthcare services for children with ASD. These findings highlight the need for supportive policies and the active involvement of healthcare professionals, particularly nurses, to promote parental well-being and continuity of care during public health crises.
Spiritual leadership among nurses in hospitals: A scoping review Fadly, Muhammad; Bhakti, Wida Kuswida; Ramadhaniyati; Imran
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2026): January Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i5.2332

Abstract

Background: Spiritual leadership plays a critical role in service management within psychiatric hospitals. However, psychiatric nurses’ implementation of spiritual leadership in nursing care remains very limited. Purpose: To map and identify previous research findings regarding the implementation of spiritual leadership among nurses working in psychiatric hospitals. Method: This scoping review was conducted through a systematic search of three databases: PubMed, Scopus, and ScienceDirect. The selection criteria focused on studies published in Indonesian and English between 2015 and 2025. Inclusion criteria encompassed quantitative, qualitative, and mixed-methods studies discussing spiritual leadership among nurses in hospitals. Results: The search results indicated that five articles met the inclusion criteria. The key finding is that spiritual leadership is not merely about religious aspects, but rather about fulfilling fundamental human needs for meaning in life and a sense of belonging in the workplace. Furthermore, spiritual leadership is effective in reducing turnover rates by mitigating emotional stress and exhaustion resulting from extreme workloads. Conclusion: Healthcare institutions are advised to integrate spiritual leadership training into staff development programs and organizational policies to create a more holistic and emotionally competent care system. Keywords: Hospital; Nurses; Spiritual Leadership.
Using Thermography Infrared to Detect Diabetic Foot Ulcers in Asia Pacific Countries: Scoping Review Haryanto, Haryanto; Surtikanti, Surtikanti; Ramadhaniyati, Ramadhaniyati; Junaidi, Junaidi; Ervita, Ledy; Magdalena, Maria; Oe, Makoto
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, Nomor 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v10i1.71110

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a growing global health concern, particularly in Indonesia, where the prevalence is projected to rise significantly. Diabetic Foot Ulcer (DFU) is a severe complication of DM that escalates the risk of amputations. Early detection of DFUs plays a crucial role in preventing associated complications Objective: This review aimed to assess the efficacy of infrared thermography in detecting DFUs in the Asia-Pacific region. Methods: A scoping review methodology adhering to PRISMA guidelines was employed. Databases were searched from 2011-2021. PICO strategy used keyword Diabetic foot ulcer, Skin ulcer, Leg ulcer, Foot ulcer, Diabetic neuropathic, Thermography, Temperature mapping, and Detection from PubMed, Scopus, Google Scholar, and Science Direct. Quality of article assessed by JBI. Results: Four (4) studies meeting the inclusion criteria were identified, primarily cross-sectional in design. The results indicated promising sensitivity and specificity of infrared thermography in detecting DFUs among DM patients. The technology's ability to capture thermal images revealing temperature variations associated with tissue inflammation, a common DFU indicator, underscores its efficacy. This non-invasive technique allows for early detection and monitoring of DFUs, facilitating timely interventions and improving patient outcomes. Additionally, infrared thermography provides a quantitative and objective assessment of tissue health, complementing traditional visual inspection and palpation methods. Its effectiveness lies in detecting subtle skin temperature changes, aiding in early identification and management of DFUs before they progress to more severe stages. Conclusion: Infrared thermography shows significant potential in detecting DFUs early, which is vital for effective management and prevention of severe complications. Despite the promising results, broader and more rigorous studies are necessary to validate these findings across different populations and healthcare settings. Further research across diverse settings and study designs is essential to reinforce these findings.
Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Gaya Kepemimpinan Transformasional dalam Peningkatan Kinerja Perawat Rumah Sakit Jiwa: Scoping Review Urai Zulfikar; Suriadi Jais; Wida Kuswida Bhakti; Ramadhaniyati; Haryanto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fw5z8y88

Abstract

Penerapan gaya kepemimpinan transformasional di rumah sakit jiwa menjadi penting dalam meningkatkan kinerja perawat, yang pada gilirannya berdampak pada kualitas perawatan pasien. Gaya kepemimpinan ini, yang menekankan pada pemberdayaan, motivasi, dan pengembangan individu, diharapkan dapat memperbaiki komunikasi, kolaborasi tim, serta kepuasan kerja perawat. Namun, penerapannya sering dihadapkan pada berbagai faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut dengan melakukan scoping review terhadap literatur yang relevan. Pencarian dilakukan secara sistematis pada basis data seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan fokus pada perawat di rumah sakit jiwa, penerapan gaya kepemimpinan transformasional, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Dari total 2.945 artikel yang teridentifikasi, sebelas artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendukung utama meliputi dukungan manajerial yang kuat, pelatihan kepemimpinan yang tepat, dan budaya organisasi yang mendukung. Sementara itu, faktor penghambat meliputi resistensi terhadap perubahan, kurangnya sumber daya, dan ketidakjelasan peran kepemimpinan dalam struktur organisasi. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan pelatihan kepemimpinan, peningkatan keterlibatan manajerial, dan perbaikan budaya organisasi untuk memaksimalkan penerapan gaya kepemimpinan transformasional dalam rumah sakit jiwa.
Kebutuhan Informasi Orang Tua tentang Leukemia Anak dan Dampak Terapi: A Scoping Review Tika Desvicasari Hustra; Ramadhaniyati Ramadhaniyati; Haryanto Haryanto; Wida Kuswida Bhakti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.793

Abstract

Leukemia merupakan kanker anak yang paling sering ditemukan dan menimbulkan dampak besar bagi anak maupun orang tua sebagai pengasuh utama. Kebutuhan informasi yang tepat sangat penting untuk membantu orang tua memahami penyakit, menjalani terapi, serta merawat anak selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan memetakan kebutuhan informasi orang tua terkait leukemia anak dan dampak terapinya melalui scoping review. Penelusuran literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, dan CINAHL, dengan 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan informasi utama meliputi diagnosis, terapi, efek samping, perawatan dirumah, dan dampak terapi jangka panjang, dengan kebutuhan yang paling sering belum terpenuhi adalah informasi terkait efek samping jangka panjang. Disimpulkan bahwa pemberian informasi yang berkelanjutan dan berpusat pada keluarga penting untuk meningkatkan kualitas perawatan dan kualitas hidup anak dengan leukemia.
PENGUATAN LITERASI ANTI-BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR PEDESAAN MELALUI EDUKASI PARTISIPATIF Ramadhaniyati Ramadhaniyati; Wida Kuswida Bhakti; Indah Dwi Rahayu; Siti Masdah; Surtikanti Surtikanti; Hidayah Hidayah
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.224

Abstract

Perundungan masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di lingkungan sekolah dasar dan berdampak terhadap perkembangan sosial, psikologis, serta akademik siswa. Rendahnya pemahaman siswa mengenai perilaku bullying dan belum optimalnya program pencegahan di sekolah menyebabkan perilaku kekerasan antar siswa masih sering terjadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terkait pencegahan bullying melalui pendekatan edukasi partisipatif di SDN 18 Rasau Jaya Dua Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan melibatkan 56 siswa kelas IV–VI dan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, video edukasi, guide role play, gerakan stop bullying, serta evaluasi tindak lanjut. Pelaksanaan program dilakukan dalam dua tahap yaitu edukasi anti-perundungan dan monitoring lanjutan. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui triangulasi tiga sumber data, yaitu observasi partisipatif, wawancara singkat dengan guru, dan wawancara singkat dengan siswa yang mengalami perundungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu mengenali bentuk bullying, memahami dampak bullying, serta menunjukkan respon yang tepat saat simulasi role play. Evaluasi tindak lanjut juga menunjukkan adanya perubahan perilaku positif berupa meningkatnya keberanian siswa melaporkan tindakan bullying dan membaiknya interaksi sosial antar siswa. Pendekatan edukasi partisipatif dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran anti-perundungan dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman serta ramah anak.