Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengembangan Potensi Serai (Cymbopogon Citratus) Untuk Mengatasi Pegal Dan Nyeri Sendi Di Desa Sepat Kabupaten Sragen Anggraini, Devina Ingrid; Hartonoa, Hartonoa; Assalam, Akbar Syifani
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2024v2i1.1557

Abstract

Di desa Sepat, Masaran, Sragen mayoritas penduduknya tergolong sebagai penduduk lanjut usia (lansia). Usia tersebut mayoritas memiliki masalah yang sama yaitu pegal linu dan nyeri sendi. Desa Sepat merupakan daerah yang memiliki banyak potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal salah satunya adalah serai. Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) diketahui memiliki senyawa flavonoid dan sitral yang mempunyai aktivitas analgesik. Sehubungan dengan hal tersebut, maka program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mengoptimalkan potensi alami yang dimiliki desa Sepat dengan memformulasikan minyak serai menjadi obat anti nyeri yang aman bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif usaha membangkitkan kewirausahaan di dalam masyarakat desa Sepat. Dengan pengembangan serai sebagai obat herbal alami, masyarakat akan mendapatkan sumber pendapatan tambahan dan dapat mengurangi jumlah pengangguran dalam masyarakat desa Sepat. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kriteria dan indikator keberhasilan kegiatan telah tercapai. Target dan sasaran tercapai hingga 65 %. Tingkat pengetahuan masyarakat 100% meningkat terlihat dari kenaikan nilai pada saat posttest. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai 98,5 %.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) SEBAGAI CHELATING AGENT LOGAM BERAT KADMIUM Raharjo, Hyacinta Trixie; Anggraini, Devina Ingrid
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i1.8258

Abstract

Pencemaran logam berat dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya yaitu logam berat kadmium (Cd). Kadmium yang tidak sengaja termakan dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada sistem fisiologis tubuh. Metabolit sekunder yang mampu mengikat logam yaitu flavonoid, alkaloid, dan tanin. Salah satu makanan yang mengandung metabolit sekunder tersebut yaitu tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) dalam menurunkan konsentrasi logam kadmium (Cd). Uji pengikatan logam kadmium menggunakan ekstrak tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.), dengan mencampurkan larutan logam kadmium 20 ppm pada masing-masing konsentrasi sampel ekstrak tempe koro benguk dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm selama 30 menit. Sisa logam kadmium diukur menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil dari penelitian ini dapat diketahui konsentrasi dari ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) yang mampu menurunkan kandungan logam kadmium (Cd) paling tinggi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) 6 ppm dapat menurunkan kadar logam kadmium (Cd) sebesar 76,21%.Kata kunci: kadmium, SSA, tempe koro benguk, chelating agent
Edukasi dan Workshop Aplikasi Antioksidan Alami Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) dan Tepung Beras dalam Sediaan Masker di Desa Bakipandeyan, Baki, Sukoharjo Anggraini, Devina Ingrid; Saryanti, Dwi; Pratikno, Argia Lovent
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i2.731

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) mengandung senyawa aktif seperti saponin, tanin, dan flavonoid yang bersifat antioksidan, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan masker alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi warga Desa Bakipandeyan mengenai pemanfaatan daun jambu biji sebagai masker untuk mengatasi masalah kulit akibat sinar matahari. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan workshop pembuatan masker berbahan daun jambu biji dan tepung beras. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pembuatan simplisia berbahan alami serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman lokal. workshop juga dirancang agar peserta mampu memproduksi masker secara mandiri dengan alat sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, ditunjukkan oleh perbedaan hasil pretest dan post-test, dengan nilai signifikansi uji T-Test < 0,005. Ini menunjukkan keberhasilan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan bahan alam.
Uji Aktivitas Antikolesterol Variasi Ekstrak Etanol Sawi Pakcoy (Brassica chinensis) Secara In Vitro Andriani, Siska; Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4574

Abstract

Masyarakat sering mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food)  yang mengandung  asam lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi  sehingga mengakibatkan pada peningkatan kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya hiperkolesterol dan jika berlangsung lama mengakibatkan hipertensi, stroke, jantung koroner, dan obesitas. Terdapat berbagai pengobatan dari bahan alam yang  membantu dalam penurunan kadar kolesterol. Sawi pakcoy (Brassica chinensis) mempunyai kandungan seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak sawi pakcoy  dan pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut ekstraksi terhadap penurunan kolesterol secara in vitro. Penentuan aktivitas antikolesterol dilakukan menggunakan metode Lieberman burchard yang diukur dengan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang maksimal 667,5 nm. Konsentrasi ekstrak etanol 70% sawi pakcoy yang digunakan berturut turut pada konsentrasi 5, 10, 15, 10, 25 ppm sedangan ekstrak etanol 96% menggunakan konsentrasi 15, 20, 25, 30, dan 35 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% sawi pakcoy memiliki aktivitas antikolesterol lebih baik yang ditunjukkan dengan nilai EC50 sebesar 20,76 ppm dibandingkan ekstrak etanol 96% sawi pakcoy memiliki EC50 sebesar 29,10 ppm.
Uji Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) Amalia, Angelina Divanny; Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4931

Abstract

Kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebih memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan sehingga perlu dikontrol untuk menghindari resiko yang membahayakan tubuh. Alternatif pengobatan kolesterol selain dengan obat-obat sintetis dapat juga dengan memanfaatkan kandungan senyawa dalam tumbuhan seperti sayuran, buah, dan lain sebagainya. Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) merupakan salah satu sayuran mengandung senyawa seperti flavonoid, tannin dan fenol yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kale dalam menurunkan kadar kolesterol. Analisis kualitatif ekstrak kale menunjukkan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Analisis kuantitatif aktivitas antikolesterol dilakukan dengan menggunakan metode Lieberman-Burchard dengan seri konsentrasi ekstrak 15, 20, 25, 30, 35, dan 40 ppm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kale memiliki aktivitas antikolesterol dengan nilai EC50 sebesar 32,350 ppm.
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID TOTAL BUAH OYONG (Luffa acutangula L.) SEGAR DAN REBUS DENGAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL Anggraini, Devina Ingrid
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i1.392

Abstract

Flavonoids are natural compounds that have ability as antioxidants. Flavonoids are found in many vegetables, one of which is the Oyong fruit (Luffa acutangula L). This study aims to determine the ratio of total flavonoid content of fresh and boiled Oyong fruit (Luffa acutangula L) using visibel spectrophotometry. Fresh Oyong fruit and boiled Oyong fruit for 5 minutes were determined qualitatively by Mg and HCl test, 10% NaOH test, concentrated H2SO4 test and quantitative test using the visibel spectrophotometry method at a wavelength of 431 nm. Comparison of total flavonoid levels can be analyzed by Independent T-test. The results of the qualitative test showed that fresh and boiled Oyong fruit positively contained flavonoids. The average level of flavonoids in fresh oyong fruit is 0.19 mgQE/ gram with a coefficient of variation of 0.40%. The average level of flavonoids in boiled oyong fruit is 0.28 mgQE/ gram with a coefficient of variation of 0.14%. The average level of flavonoids in boiled oyong fruits was significantly higher than the levels of flavonoids in fresh Oyong fruits with p<0.05.
UJI POTENSI ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) DENGAN METODE LIEBERMANN BURCHARD Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i2.62146

Abstract

The busy and hectic lifestyle of society leads people to often consume instant food. Instant foods that contain high levels of fat, cholesterol, and calories can trigger the occurrence of degenerative diseases, such as hypercholesterolemia, which is an increase in cholesterol levels in the blood. The compounds found in red guava fruit (Psidium guajava L.) include alkaloids, phenolics, saponins, and tannins, which are believed to help lower cholesterol levels. This study aims to evaluate the extract of red guava fruit as a cholesterol-lowering agent by measuring the EC50 value in vitro. The EC50 reduction activity was determined using the Lieberman-Burchard technique through UV-Vis spectrophotometry at a maximum wavelength of 669 nm. Extracts from red guava fruit were used at concentrations of 50, 75, 100, 125, and 150 ppm, respectively. This study reveals that the extract of red guava fruit shows anti-cholesterol activity at a concentration of 113.59 ppm.
Edukasi Pemberian Teh Celup Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) dan Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L) untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Masyarakat di Kelurahan Laweyan Mursiany, Anita; Anggraini, Devina Ingrid; Semartini, Atur
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.890

Abstract

Hipertensi termasuk salah satu penyakit terbanyak di Kelurahan Laweyan berada di urutan nomor 2 yang mempunyai kunjungan pasien terbanyak di Puskesmas Pajang. Salah satu yang menjadi alasan ketidakpatuhan minum obat pada pasien hipertensi adalah penggunaan obat jangka panjang sehingga menyebabkan efek samping obat. Untuk itu terapi non farmakologi menggunakan bahan obat alam dianjurkan untuk membantu kestabilan tekanan darah. Obat alam dinilai memiliki efek samping relatif lebih sedikit dan lebih murah, sehingga banyak masyarakat yang beralih menggunakan obat tradisional. Jahe merah mengandung senyawa flavonoid, saponin dan fenol. Flavonoid memiliki efek penghambatan terhadap aktivitas angiotensin-converting enzyme (ACE) yang dapat menurunkan tekanan darah. Jahe merah juga mengandung senyawa fenol, seperti gingerol. Gingerol dapat berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mengurangi radikal bebas. Daun kemangi mengandung senyawa flavonoid dan magnesium yang dapat melebarkan pembuluh darah dan melancarkan sirkulasi darah. Penerapan teknologi tepat guna dengan membuat sediaan dalam bentuk teh celup. Pemilihan sediaan teh celup berdasarkan efektivitas jahe dikonsumsi sebelum makan pagi sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh masyarakat. Proses pembuatannya melibatkan produksi simplisia kering dari rimpang jahe merah dan daun kemangi, yang kemudian dicampur dan dikemas ke dalam kantong teh. Kemasan yang menarik dikembangkan, dan brosur informatif juga dibuat untuk memberikan pengetahuan tambahan tentang produk tersebut.