Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Edukasi Pemberian Teh Celup Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) dan Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L) untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Masyarakat di Kelurahan Laweyan Mursiany, Anita; Anggraini, Devina Ingrid; Semartini, Atur
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.890

Abstract

Hipertensi termasuk salah satu penyakit terbanyak di Kelurahan Laweyan berada di urutan nomor 2 yang mempunyai kunjungan pasien terbanyak di Puskesmas Pajang. Salah satu yang menjadi alasan ketidakpatuhan minum obat pada pasien hipertensi adalah penggunaan obat jangka panjang sehingga menyebabkan efek samping obat. Untuk itu terapi non farmakologi menggunakan bahan obat alam dianjurkan untuk membantu kestabilan tekanan darah. Obat alam dinilai memiliki efek samping relatif lebih sedikit dan lebih murah, sehingga banyak masyarakat yang beralih menggunakan obat tradisional. Jahe merah mengandung senyawa flavonoid, saponin dan fenol. Flavonoid memiliki efek penghambatan terhadap aktivitas angiotensin-converting enzyme (ACE) yang dapat menurunkan tekanan darah. Jahe merah juga mengandung senyawa fenol, seperti gingerol. Gingerol dapat berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mengurangi radikal bebas. Daun kemangi mengandung senyawa flavonoid dan magnesium yang dapat melebarkan pembuluh darah dan melancarkan sirkulasi darah. Penerapan teknologi tepat guna dengan membuat sediaan dalam bentuk teh celup. Pemilihan sediaan teh celup berdasarkan efektivitas jahe dikonsumsi sebelum makan pagi sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh masyarakat. Proses pembuatannya melibatkan produksi simplisia kering dari rimpang jahe merah dan daun kemangi, yang kemudian dicampur dan dikemas ke dalam kantong teh. Kemasan yang menarik dikembangkan, dan brosur informatif juga dibuat untuk memberikan pengetahuan tambahan tentang produk tersebut.
A critical discourse analysis of the toxic free nutritious meal in The Jakarta Post: Teun A. van Dijk’s framework Semartini, Atur
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i2.1513

Abstract

Free Nutritious Meals (MBG) is a flagship program promoted by President Prabowo Subianto and Vice President Gibran Rakabuming Raka during the 2024 General Election campaign. In its implementation, the program has faced numerous challenges, one of which is the high number of food poisoning cases among students after consuming the MBG menu. The media reported on the poisoning case, including The Jakarta Post. News stories do not reflect reality but construct it. This study investigates the discourse of toxic Free Nutritious Meals constructed by The Jakarta Post using Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis approach. The data consisted of four online news articles obtained from thejakartapost.com, published at four different times. The news texts were analyzed through textual, social, and social cognition analyses, as proposed by Van Dijk. The findings reveal that The Jakarta Post constructs food poisoning cases as incidents that require serious attention from both the public and the government. However, at the same time, the newspaper also builds a discourse portraying the government as having responded to the cases promptly and the MBG program as generally well implemented.