Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Aplikasi Web untuk Basis Data Disabilitas di National Paralympic Committee of Indonesia Kalimantan Barat: Implementation of Web Application for Database on National Paralympic Committee of Indonesia Kalimantan Barat Insani, Rachmat Wahid Saleh; Alamsyah, Dedi; Sucipto, Sucipto
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 5 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i5.8648

Abstract

The National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) in West Kalimantan is an organization tasked with supporting athletes with disabilities. It supervises training initiatives, manages competition registrations, improves welfare, cultivates character, and ensures the health standards of athletes with disabilities. This agency oversees the data of athletes with disabilities, presently documented on handwritten records maintained in filing cabinets. This community service initiative develops a web application for NPCI West Kalimantan to facilitate the management of data about athletes with impairments. The application has been deployed using hosting services, guaranteeing that the application files are hosted on a web server and own a domain name. This web application has facilitated NPCI West Kalimantan in accessing, adding, modifying, and deleting data about athletes with impairments.
Faktor Penentu Profitabilitas Industri Manufaktur yang Dimoderasi Ukuran Perusahaan Hardin, Niar Amelia; Alamsyah, Dedi; Leon, Farah Margaretha
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13673

Abstract

Mencapai keuntungan menjadi fokus utama perusahaan untuk menjaga kelangsungan operasionalnya. Sejumlah faktor memiliki dampak signifikan terhadap pencapaian keuntungan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal dan likuiditas terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2022. Dengan mengambil sampel sebanyak 115 perusahaan menggunakan metode sampel berdasarkan tujuan, analisis dilakukan melalui regresi data panel menggunakan perangkat lunak Eviews. Variabel dependen adalah profitabilitas yang diukur dengan return on assets dan Tobin’s Q. Variabel independen melibatkan struktur modal dan likuiditas, dengan variabel moderasi ukuran perusahaan, serta variabel kontrol seperti pertumbuhan penjualan dan usia perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal dan likuiditas memiliki dampak negatif terhadap profitabilitas, ukuran perusahaan juga berdampak negatif, sementara ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi memberikan dampak positif terhadap profitabilitas. Pertumbuhan penjualan tidak memiliki dampak signifikan, dan usia perusahaan memberikan dampak negatif terhadap profitabilitas. Implikasi dari penelitian ini memberikan panduan kepada manajemen untuk mengelola struktur modal dengan mengurangi hutang, meningkatkan aset produktif, dan memeriksa aset-aset perusahaan. Bagi investor, disarankan untuk memilih perusahaan dengan rasio hutang rendah dan usia perusahaan yang relatif muda.
Strategi optimalisasi pelatihan kader melalui 25 keterampilan dasar posyandu dalam pencegahan stunting Fitriani, Nurlita; Alamsyah, Dedi; Marlenywati, Marlenywati; Trisnawati, Elly; Munadji, Munadji
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/1s9zaa45

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi besar di dunia, dengan prevalensi di Kalimantan Barat mencapai 24,5%. Meskipun kader posyandu diharapkan menjadi garda terdepan pencegahan, keterampilan mereka masih kurang memadai. Penelitian ini bertujuan meningkatkan 25 keterampilan dasar kader posyandu guna mengoptimalkan peran mereka dalam pencegahan stunting di wilayah binaan CSR PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh populasi yang berjumlah 40 kader dari Desa Pedalaman dan Desa Tanjung Bunut diambil sebagai sampel total. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat (Chi Square).Hasil: Sebagian besar kader tergolong kurang terampil dalam keterampilan dasar posyandu. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa usia (p=0,265) dan tingkat pendidikan (p=1,000) tidak berhubungan dengan keterampilan kader. Namun, lama menjadi kader (p=0,038) terbukti memiliki hubungan yang signifikan secara statistic karena p-value <0,05..Kesimpulan: Dengan demikian, keterampilan kader masih perlu ditingkatkan dan pengalaman lama menjadi kader merupakan faktor penentu keterampilan, sehingga pemberian pelatihan intensif sangat disarankan.
PKM Peningkatan Peran Kader Posyandu dengan Metode PESAN PENTING untuk atasi Stunting Alamsyah, Dedi; Darusman, Darusman; Farida, Farida; Suwarni, Linda
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s9k4hx06

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) berbasis pangan lokal. Inti permasalahan yang dihadapi yaitu masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam menyediakan MP-ASI yang bergizi, aman, dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas gizi balita di masyarakat. Metode pemecahan yang digunakan meliputi pelatihan, demonstrasi langsung, serta pendampingan intensif kepada kader Posyandu. Kegiatan ini diikuti oleh 30 kader Posyandu dan terlaksana dengan baik serta lancar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader sebesar 70,4% serta peningkatan keterampilan kader dalam pengolahan MP-ASI lokal sebesar 41,9% setelah intervensi. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan kader Posyandu terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader, khususnya terkait pengetahuan dan keterampilan pengolahan MP-ASI berbasis pangan lokal. Kegiatan PKM ini berimplikasi pada meningkatnya kapasitas kader Posyandu dalam penyediaan MP-ASI berbasis pangan lokal yang bergizi dan aman, sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi anak, pencegahan masalah gizi (stunting, gizi kurang), serta mendukung terciptanya generasi sehat dan produktif di masyarakat, sehingga diharapkan berdampak pada perbaikan status gizi anak di masyarakat. Community Service Program: Enhancing the Role of Posyandu Cadres through the KEY MESSAGE Method to Overcome Stunting The objective of this Community Service (PKM) activity is to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres in processing complementary foods for breast milk (MP-ASI) based on local foods. The core problem faced is the limited knowledge and skills of Posyandu cadres in providing nutritious, safe, and developmentally appropriate MP-ASI, which has the potential to affect the nutritional quality of toddlers in the community. The methods used to solve this problem include training, live demonstrations, and intensive mentoring of Posyandu cadres. This activity was attended by 30 Posyandu cadres and was carried out smoothly and successfully. The results of the activity showed a 70.4% increase in the cadres' knowledge and a 41.9% increase in their skills in processing local MP-ASI after the intervention. The conclusion of this activity is that training and mentoring of Posyandu cadres is proven to be effective in increasing the capacity of cadres, particularly in relation to knowledge and skills in processing locally-based MP-ASI. This PKM activity has implications for increasing the capacity of Posyandu cadres in providing nutritious and safe locally-based complementary foods, which is expected to contribute to improving children's nutritional quality, preventing nutritional problems (stunting, malnutrition), and supporting the creation of a healthy and productive generation in the community, thereby improving the nutritional status of children in the community.
EFEKTIVITAS PELATIHAN KADER DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PRAKTIK PMBA DI KOMUNITAS DESA PEDALAMAN DAN TANJUNG BUNUT Lantan, Ria Henrika; Alamsyah, Dedi; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah; Fermata, Widya
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2878

Abstract

Sangat penting untuk mencegah stunting dan masalah gizi anak, khususnya stunting, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak di Indonesia, terutama di Kalimantan Barat, dimana prevalensi stunting masih tinggi (27,8 persen pada tahun 2022). Karena mereka berfungsi sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam situasi ini, kader posyandu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang PMBA agar mereka dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektif intervensi pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kader PMBA di Desa Pedalaman dan Tanjung Bunut. Metode: Penelitian ini dirancang sebagai eksperimen semu dengan pre-test dan post-test satu kelompok. Untuk memastikan bahwa peserta memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, sampling purposive digunakan untuk memilih 40 kader aktif dari kedua desa. Hasil: intervensi meningkatkan pengetahuan kader secara signifikan. Persentase kader yang berpengetahuan baik meningkat dari 27,5% menjadi 67,5%, dan item pertanyaan yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan benar 0% meningkat menjadi 40% setelah intervensi. Selain itu, skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 5,68 saat pre-test menjadi 7,30 saat post-test. Analisis statistik dengan Paired T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan nilai P-value sebesar 0,000 (< 0,05). Pembahasan: menampilkan hasil karakteristik pelatihan dengan responden yang didominasi usia produktif (30-40 tahun), berpendidikan SMA, dan berpengalaman 5-10 tahun, yang dianggap memiliki daya tangkap yang kuat terhadap materi. Studi ini menemukan bahwa pengetahuan kader komunitas meningkat secara signifikan dengan pelatihan PMBA. Ini adalah bagian penting dari upaya untuk mengurangi stunting. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan PMBA secara signifikan meningkatkan pengetahuan kader komunitas. Ini merupakan bagian penting dari upaya penurunan stunting.