Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN HOMECARE PADA Ny.S DENGAN PEMBERIAN SEDUHAN AIR BAWANG PUTIH UNTUK MENURUNKAN TEKANANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURAITAJI TAHUN 2025 KASMORA, DEPERMAN; DORA, MECHI SILVIA; PUTRI, DOLIANA
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistemik baik sistolik maupun diastolik. Dikatakan hipertensi jika tekanan darah berada lebih dari 140/100 mmHg.Data WHO 2023 menyebutkan bahwa 1,28 milyar orang berusia 39-79 tahun menderita hipertensi, dan angka ini diperkirakan terus bertambah.Penatalaksaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis.Terapi non farmakologis dinilai lebih aman,salah satunya melalui pemanfaatan tanaman herbal seperti bawang putih(Allium Sativum L.)Bawang putih mengandung senyawa aktif allicin,ajoene,dan sulfur yang yang berperan dalam menurunkan tekanan darah cara vasodilatasi serta mengencerkan darah.Tujuan dari asuhan keperawatan keperawatan adalah pemberian seduhan air bawang putih untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Hasil penerapan asuhan keperawatan pada Ny.S menunjukan adanya perurunan tekanan darah setelah diberikan seduhan air bawang putih secara rutin.Metode penelitian berupa studi kasus dengan pengkajian, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan sellama tiga hari (30-01 Selptelmbelr). Intelrvelnsi dilakukan delngan membelrikan relbusan air bawang putih dua kali selhari. Pelmbelrian selduhan air bawang putih telrbukti belrpelngaruh dalam melnurunkan telkanan darah pada pasieln hipelrtelnsi, intelrvelnsi ini dapat dijadikan salah satu telrapi komplelmelntelr yang mudah dan aman untuk ditelrapkan dilingkungan rumah,Selduhan air bawang putih dapat dianjurkan selbagai telrapi tambahan bagi pasieln hipelrtelnsi delngan teltap melmpelrtahankan pola hidup selhat.Pelrawat diharapkan dapat melmbelrikan eldukasi melngelnai cara pelmbuatan selduhan air bawang putih, seldangkan pelnellitian lelbih lanjut diharapkan dapat dilakukan lelbih luas lagi untuk melmpelrkuat elfelktivitasnya.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN Dora, Mechi Silvia; Ayuni, Dini Qurrata; Asmalinda, Yanti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v10i2.718

Abstract

Data Sensus Nasional (2001) pelayanan kesehatan untuk rawat inap yang banyak dimanfaatkan untuk rumah sakit pemerintahan adalah (37,1%) dan rumah sakit swasta (34,3%) sisanya adalah rumah sakit swasta bersalin dan puskesmas. Sedangkan untuk komunikasi terapeutik disimpulkan bahwa ketidakpuasan dari pelayanan komunikasi terapeutik rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta untuk rawat jalan dan rawat inap terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap non bedah RSUD Padang Pariaman.Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap non bedah Rumah Sakit Umum Daerah Padang Pariama, dengan menggunakan pendekatancross sectional dan sampel berjumlah 30 responden.Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, dengan uji statistik chi square.Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa 43,3% responden menyatakan puas dan 56,7% responden menyatakan tidak puas, pada analisa bivariat di dapatkan p value = 0,000 berarti terdapat hubungan yang bermakna antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien rawat inap non bedah RSUD Padang Pariaman. Kepada pihak RSUD Padang Pariaman agar dapat melakukan pengawasan atau supervisi terkait dengan pelaksanaan komunikasi. Kepada perawat lebih memperhatikan komunikasi terapeutik dalam pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, dengan fokus utama pada tahap perkenalan