Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN PERTANIAN PEKARANGAN TANAMAN HORTIKULTURA DENGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK DI DESA SRIKUNCORO, BENGKULU TENGAH Sulistyo, Bambang; Prawito, Priyono
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.857-862

Abstract

Terganggunya sektor pertanian menyebabkan ketahanan pangan negara menjadi terganggu juga sehingga memunculkan kerawanan pangan yang akan berefek terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat. Salahsatu solusi adalah dengan pemanfaatan pekarangan untuk kegiatan pertanian. Kegiatan pertanian pekarangan menghadapi kendala antara lain kurangnya antusiasme dan pengetahuan masyarakat mengenai pelaksanaan dan optimalisasi lahan pekarangan tersebut. Kegiatan pengabdian terdiri atas : (1) Edukasi dan kampanye kepada masyarakat mengenai pertanian pekarangan; (2) Membuat role model pertanian pekarangan ditengah masyarakat dengan membuat dan mempraktekkan pemanfaatan pertanian pekarangan secara nyata di Desa Srikuncoro. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2021 melalui edukasi dan kampanye lahan pertanian di pekarangan melalui sosialisasi dan praktek langsung. Capaian dari kegiatan ini adalah pemanfaatan lahan pekarangan secara mandiri oleh masyarakat untuk tambahan pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangganya.
Characterization of Physicochemical Properties of Degraded Inceptisol and Growth Performance of Barangan Banana (Musa paradisiaca L.) Saputtra, Dimas Candra Dwi; Prawito, Priyono; Habibil, Winaldy Rahmadan; Widiyono, Heru; Fahrurrozi, Fahrurrozi
TERRA : Journal of Land Restoration Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study evaluated the physicochemical characteristics of degraded Inceptisol and the growth performance of Barangan banana (Musa paradisiaca L.) under two soil management systems—tillage and no-till—in Seluma, Bengkulu Province, Indonesia. Field observations were conducted on a 25 ha banana plantation, with soil samples collected at depths of 0–15 cm and 15–30 cm. Plant growth measurements were taken from two representative plants per plot. Data were analyzed using a randomized complete block design (RCBD), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at α = 0.05. Tillage significantly improved several soil properties, including bulk density, aggregate stability, and nutrient availability. Tilled plots exhibited greater aggregate stability, higher cation exchange capacity (CEC), and increased exchangeable K and available P. The surface layer (0–15 cm) also contained higher total nitrogen and available nutrients compared with deeper soil. For plant responses, tillage enhanced plant height and pseudostem girth, suggesting better soil structure and nutrient uptake, whereas no-till plots produced more leaves. Overall, moderate tillage improved soil physical quality and nutrient dynamics in degraded Inceptisol, thereby supporting superior vegetative growth of Barangan banana. Full text pdf
Optimalisasi Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu Mulya Sari, Dr.Gita; Prawito, Priyono; Sudarma, Rahmat
DHARMA RAFLESIA Vol 23 No 2 (2025): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v23i2.45359

Abstract

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemupukan Kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra, yaitu rendahnya produktivitas kebun kopi akibat teknik pemupukan yang belum optimal, penggunaan pupuk yang tidak sesuai dosis, pencampuran pupuk yang keliru, serta minimnya pengetahuan petani tentang prinsip pemupukan berimbang dan pembuatan kompos. Kondisi ini memengaruhi kualitas biji kopi dan keberlanjutan lahan, terutama karena sebagian besar petani masih mengandalkan cara-cara tradisional dalam pengelolaan tanah dan tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Desa Kelilik, Kabupaten Kepahiang, dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari petani kopi anggota kelompok tani setempat. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani secara signifikan, di mana pemahaman yang semula hanya 32% meningkat menjadi 85% setelah kegiatan, khususnya dalam aspek penerapan prinsip pemupukan 4T, perbedaan pupuk organik dan anorganik, teknik pemberian pupuk, serta pembuatan kompos. Temuan ini mengonfirmasi bahwa edukasi yang disertai praktik lapangan merupakan pendekatan yang efektif untuk membentuk kesadaran dan perubahan perilaku petani menuju pengelolaan usahatani kopi yang lebih berkelanjutan. Untuk memperkuat dampak kegiatan, diperlukan dukungan kebijakan daerah melalui replikasi program ke sentra kopi lainnya, integrasi hasil pelatihan ke dalam program penyuluhan pemerintah, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam pengembangan inovasi teknologi budidaya. Selain itu, penguatan kelompok tani dalam pengelolaan kompos secara kolektif dapat menurunkan biaya produksi dan menjaga kesehatan tanah, sehingga produktivitas dan mutu kopi Robusta Bengkulu dapat terus ditingkatkan.
Identifikasi Lahan Potensial Pengembangan Sawah Irigasi Baru dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Bengkulu Antika, Rinti; Prawito, Priyono; Sukisno, Sukisno
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.649

Abstract

Ketersediaan lahan sawah merupakan faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan, terutama di tengah meningkatnya tekanan konversi lahan pertanian. Sehingga diperlukan identifikasi lahan potensial untuk mendukung peningkatan produksi pangan. Tujuan penelitian mengidentifikasi ketersediaan lahan, mengevaluasi kesesuaian lahan, dan menentukan potensi pengembangan sawah irigasi baru di wilayah selatan Provinsi Bengkulu yang meliputi Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Penelitian dilakukan melalui analisis spasial menggunakan sistem informasi geografis dengan pendekatan penyaringan bertahap terhadap tutupan lahan, status kawasan, kemiringan lereng, rencana tata ruang wilayah, izin usaha pertambangan, lahan baku sawah, serta kriteria luas hamparan minimum 5 ha. Selanjutnya dilakukan observasi lapang dan analisis laborotarium untuk mengetahui kesesuaian lahan tanaman padi sawah irigasi dengan karakteristik lahan berdasarkan parameter temperatur, ketersediaan air, media perakaran, retensi hara, bahaya erosi, dan penyiapan lahan sehingga dihasilkan lahan potensial untuk cetak sawah baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total luas wilayah penelitian sebesar 626.249,68 ha, terdapat lahan non-produktif seluas 61.300,96 ha yang berpotensi untuk pengembangan pertanian. Berdasarkan hasil identifikasi ketersediaan dan kesesuaian lahan, luas lahan yang potensial untuk pengembangan sawah baru mencapai 95,27 ha. Lahan tersebut tersebar di Desa Talang Perapat Kabupaten Seluma seluas 80 ha (85,03%) dengan kelas kesesuaian S2 rc1,2; Desa Manau IX Kabupaten Kaur seluas 9 ha (9,44%) dengan kelas S3 rc1,4; serta Desa Tambangan Kabupaten Bengkulu Selatan seluas 5,27 ha (5,53%) dengan kelas S2 rc4 nr. Pengembangan lahan tersebut menjadi sawah irigasi berpotensi menghasilkan sekitar 476 ton gabah kering panen per musim tanam dengan asumsi produktivitas rata-rata 5 ton ha⁻¹ dan berpotensi mendukung peningkatan produksi padi serta penguatan ketahanan pangan daerah.