Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Students’ Algebraic Thinking Skills Through Creative Problem Solving Learning Models Anggraini, Wita; Pratiwi, Weni Dwi
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 8 No 1 (2024): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v8i1.10796

Abstract

This research aims to describe algebraic thinking skills in two-variable linear equation systems material through the steps of the Creative Problem Solving learning (CPS) learning model using worksheets. The research subjects were students of SMP Negeri 02 Sembawa class VIII-7 in the 2023/2024 academic year. The type of research is descriptive qualitative. The data collection techniques are written tests and interviews. Indicators of algebraic thinking skills include indicators at generational, transformational and meta-global level activities. After implementing CPS in learning, the test results showed that the percentage of students' algebraic thinking skills for generational activities in question number one was 48% and number two was 89%. For transformational activities, the percentage of students who were able to achieve them was 38% for number one and 38% for number two. Meanwhile, for meta-global level activities, the percentage of students who were able to achieve them was 45% for number one and 82% for number two. It can be concluded that the indicators of algebraic thinking skills that appear most frequently are in generational activities.
Peningkatan Kemampuan Numerasi Materi Sistem Persamaan Linier dengan Penerapan Problem Based Learning Berbantuan Media ICT Meryansumayeka, Meryansumayeka; Aisyah, Nyimas; Pratiwi, Weni Dwi; Kurniadi, Elika; Sari, Ratih Purnama; Azma, Tiara Rondiana; Khairida, Khairida
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 9 No 1 (2025): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v9i1.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan numerasi siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan media ICT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang akan dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Materi yang diajarkan meliputi sistem persamaan linier, dengan fokus pada pengembangan kemampuan siswa dalam memodelkan masalah nyata ke dalam persamaan matematis dan menyelesaikan sistem persamaan tersebut. Penelitian ini melibatkan 36 siswa kelas X dari SMA Negeri Srijaya Negara Palembang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil siklus I menunjukkan bahwa metode Problem-Based Learning (PBL) meningkatkan keterlibatan sebagian siswa dalam pembelajaran dengan metode grafik meskipun terdapat kendala pada pengelolaan waktu. Hasil dari siklus II menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi SPLDV dan sistem pertidaksamaan linier dua variabel berdasarkan kenaikan skor rata-rata tes dibandingkan dengan siklus I. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode Problem-Based Learning (PBL) secara efektif meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep, dan kemampuan pemecahan masalah pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) dan sistem pertidaksamaan linier dua variabel dengan pengintegrasian GeoGebra dalam memperkuat kemampuan numerasi siswa.
Developing a built-in definition of fraction manipulative to enhance students’ conceptual understanding Darmawijoyo; Yukans, Septy Sari; Kurniadi, Elika; Pratiwi, Weni Dwi
Jurnal Elemen Vol 12 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v12i1.33341

Abstract

This study addresses the challenge of students limited conceptual understanding of fractions by developing a physical manipulative called the Built-in Definition of Fraction (BDF). Using design research developmental studies, data were collected through written tests, questionnaires, and interviews. A total of 41 fifth-grade students participated in the study. The BDF and its accompanying student worksheet integrate dual visual-symbolic representations, that link each concrete action to its corresponding fraction notation and scaffold students in constructing their own understanding of fractions, offering a new approach to using fraction manipulatives. Validation results show that the manipulative is valid, practical, and effective in supporting student understanding of basic fraction concepts, equivalent fractions, and same-denominator addition, even with minimal teacher guidance. Student performance was high across visual-concrete tasks. However, a noticeable gap emerged in unlike-denominator addition between visual concrete performance (88%) and formal-symbolic procedures (77%). This finding highlights the need for additional scaffolding to help students transition more smoothly from concrete representations to abstract symbolic reasoning.
Penguatan Profesionalisme Guru Matematika SMP Melalui Pelatihan Penyusunan Soal Pemodelan Matematika Hartono, Yusuf; Darmawijoyo, Darmawijoyo; Yukans, Septy Sari; Ridho, Muhammad; Pratiwi, Weni Dwi
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21849

Abstract

Pendahuluan: Pembelajaran matematika masih didominasi oleh soal-soal yang bersifat prosedural, sementara kemampuan siswa dalam memecahkan masalah kontekstual dan membangun model matematika masih rendah. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme guru matematika SMP dalam menyusun soal pemodelan matematika. Metode: Analisis kebutuhan, pelatihan, dan pendampingan dalam menyusun soal pemodelan matematika yang dilakukan secara luring dan daring. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman konsep pemodelan matematika sebesar 93,3% dan 11  peningkatan dalam menyusun soal pemodelan matematika sebesar 73,3%. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual guru akan pemodelan matematika dan keterampilan guru dalam merancang soal pemodelan matematika.