Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Aplikasi Pola Tanam Tumpangsari Jeruk dan Cabai di Lahan Pertanian Pondok Pesantren Baitul Mukhlasin, Kebumen Farid, Noor; Ulinnuha, Zulfa; Oktaviani, Eka
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i3.41311

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran dan fungsi menjalankan tugas berbasis keagamaan dan kemasyarakatan. Pondok Pesantren Baitul Mukhlasin merupakan salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Kebumen. Pendidikan yang diterima santri saat ini bersifat keagamaan dan belum mendapatkan keterampilan lain. Pemberdayaan yang dilakukan kepada santri dapat dilakukan melalui pemberdayaan dalam peningkatkan kompetensi ekonomi agar nantinya santri tersebut setelah berada kembali di lingkungan masyarakatnya dapat menjadi panutan baik dalam bidang ekonomi produktif, di samping peran utamanya sebagai ustadz/ustadzah yang unggul dalam pengetahuan agama Islam. Pesantren ini memiliki sebidang lahan, namun belum dikelola dengan baik, sehingga kegiatan pemberdayaan melalui metode tumpangsari jeruk dengan cabai. Tumpangsari bertujuan memanfaatkan lahan secara lebih optimum. Varietas jeruk yang digunakan merupakan varietas yang sudah diuji produktivitasnya pada penelitian sebelumnya dan cabai yang tahan terhadap naungan sehingga tetap dapat berproduksi optimum jika ditanam di lahan sela. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai bulan Januari hingga September 2024. Metode yang akan dilakukan melalui metode partisipatif dan pendampingan. Pada tahun pertama dilakukan pendampingan mulai dari pemeliharaan bibit jeruk dan pemeliharaan cabai hingga panen. Hasil pengabdian menunjukkan dampak yang positif terhadap produktivitas lahan.
Phenotypic evaluation of F10 soybean generations from Grobogan x Slamet cross for large seed size selection Hidayat, Ponendi; Nurtiati, Nurtiati; Ulinnuha, Zulfa; Adellansyah, Adellansyah
Kultivasi Vol 24, No 2 (2025): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v24i2.62772

Abstract

Soybeans are an important crop with high nutritional value and diverse uses. Current consumer and industry preference is for soybean varieties with large seeds and high productivity. To meet these demands, one effective approach is through hybridization. This study aims to evaluate the phenotype of F10 soybean line from a cross between Grobogan and Slamet for large-seeded and high-yield. The study was conducted in the screenhouse and Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications, testing genotypes from Slamet x Grobogan crosses and three check varieties: Slamet, Grobogan, and Wilis. Observational data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with a 5% error rate and continued with LSD to select lines with high-performing genotype. The results of the ANOVA showed that the tested lines affected growth parameters and plant yield components. LSD analysis showed that the highest leaf length and number of leaves were in GS 7. In seed weight per plant, all lines were below Grobogan, followed by GS 7 and GS 47. In 100 seed weight, all lines were below Grobogan, but there were lines with large seed categories (> 14 g/100 seeds), namely GS7, GS 12, GS 36, and GS 39. Correlation analysis showed that the number of pods and 100 seed weight were positively correlated with seed weight per plant. Therefore, these traits can be selection indicators to identify high-yielding soybean genotype.
Pemberdayaan Santri Melalui Pendampingan Budidaya Anggrek Di Pondok Pesantren Nurul Quran, Desa Kebulusan, Kabupaten Kebumen Ulinnuha, Zulfa; Farid, Noor; Dinuriah, Imastini
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i1.36939

Abstract

The Nurul Qur'an Islamic Boarding School, which is located 5 KM from the city center of Kebumen Regency, has great economic development potential because of its strategic location. In order to increase the independence of students, it is necessary to make efforts to provide students with skills. One of the efforts made is to provide orchid cultivation training to students. The location of Islamic boarding schools close to the city center provides opportunities for students to develop ornamental orchid cultivation. The high interest of city residents in ornamental plants is the main reason for choosing orchids as the focus of development. Orchids are considered to have high aesthetic value and stable sales value, making them the right choice to develop. This service aims to provide motivation, knowledge and skills to students regarding orchid cultivation, with the hope of creating student independence. The method applied involves providing materials related to repotting, plant maintenance including fertilizing, watering, and inducing orchid flowering. Discussion sessions, making demonstration plots, and assistance with orchid cultivation practices are also an integral part of the implementation method. The results of this service show an increase in the students' competence in orchid maintenance and they are able to form an orchid agribusiness forum which is managed independently by the students. Thus, this service not only provides benefits in terms of improving practical skills, but also opens up new economic opportunities for students at the Nurul Qur'an Islamic Boarding School.
Yield Stability and Disease Incident on Six Tomato Genotypes Under Shading Ulinnuha, Zulfa; Santosa, Edi; Chozin, Muhamad Achmad
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.301 KB) | DOI: 10.29244/jhi.10.1.10-19

Abstract

Tomato becomes important as under-storey crop in agroforestry in Indonesia. However, farmers claim that there is yield reduction under such system. Hence, six tomato genotypes were planted under 50% reduced sunshine and full sunshine as control using randomized block nested design with genotype as main plot. The study was carried out in December 2016 to March 2017 at Cikarawang Experimental Farm, IPB Bogor. Research aimed to evaluate the production stability of tomato genotypes under shading treatment. Results showed that 50% shading affected tomato production and disease incident. Number of collected-fruit was 15-60% higher under 50% shading except for Apel Belgia and Tora genotypes that tended to decrease. Incident of gemini virus decreased by 80% and its severity decreased by 70% under 50% shading. However, 50% shading reduced tomato yield at rate 24.1% in each harvesting cycle due to a tendency on reduction on individual fruit size, irrespective genotypes. Present study demonstrated that genotype and disease incident determined tomato yield under shading. It needs further evaluation on the cause of low disease infection under 50% shading. Keywords: agroforestry, anthocyanin, disease incident, gemini virus, Solanum lycopersicum
Pengaruh kelembaban media terhadap pertumbuhan dan evapotranspirasi lima varietas anggrek dendrobium: Effect of media humidity on growth and evapotranspiration of five dendrobium orchid varieties Ulinnuha, Zulfa; Farid, Noor
AGROMIX Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v14i1.3014

Abstract

<<Null>>
𝗞𝗲𝗿𝗮𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗠𝟭𝗩𝟭 𝗸𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝘃𝗮𝗿𝗶𝗲𝘁𝗮𝘀 𝗴𝗿𝗮𝗻𝗼𝗹𝗮 𝗵𝗮𝘀𝗶𝗹 𝗶𝗿𝗮𝗱𝗶𝗮𝘀𝗶 𝘀𝗶𝗻𝗮𝗿 𝗴𝗮𝗺𝗺𝗮 𝗱𝗶 𝗱𝗮𝘁𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗱𝗶𝘂𝗺 Nurchasanah, Siti; Ulinnuha, Zulfa; Tamad; Lestari, Tita Diah
AGROMIX Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v14i2.3134

Abstract

<<Null>>
Insidensi Penyakit Daun Keriting Kuning Beberapa Varietas Cabai pada Berbagai Tingkat Toleransi terhadap Intensitas Cahaya Rendah Ulinnuha, Zulfa; Syarifah, Risqa Naila Khusna
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i2.813

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produksi cabai yakni dengan menanam secara tumpangsari atau agroforestry. Namun, terdapat kendala yaitu intensitas cahaya matahari yang rendah dan kelembapan tinggi yang mengakibatkan keparahan penyakit daun keriting kuning menjadi meningkat. Tujuan penelitian adalah untuk menyeleksi varietas yang tahan naungan dan tahan penyakit daun keriting kuning cabai. Percobaan dilaksanakan di Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Agustus 2020 hingga Februari 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor pertama adalah delapan varietas cabai yaitu Segana, Lada Hijau, Bara, Raya, Catas, Kerinci, Raya dan Sonar. Faktor kedua adalah dua intensitas cahaya yaitu tanpa naungan dan naungan 50%. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, luas daun, jumlah cabang, insidensi penyakit, keparahan penyakit, dan bobot cabai per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Sonar termasuk varietas senang naungan dengan peningkatan produksi pada kondisi naungan 39,92% dan termasuk varietas agak rentan penyakit daun keriting kuning cabai dengan keparahan penyakit 11,67%. Varietas Bara, Raya, Genie termasuk dalam varietas toleran naungan dengan penurunan produksi berkisar 4,85% sampai 16,88% dan termasuk varietas agak rentan dengan tingkat keparahan penyakit 10,62 sampai 18,82% pada kondisi naungan.
Pengaruh Konsentrasi NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Tunas Kentang Varietas Tedjo MZ Secara In Vitro Nurchasanah, Siti; Farid, Noor; Ulinnuha, Zulfa; Januarso, Januarso
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i2.1112

Abstract

Produksi kentang di Indonesia mengalami fluktuasi, salah satu hal yang menyebabkan produksi kentang mengalami fluktuasi adalah produksi benih yang berkualitas kurang maksimal. Sehingga perlu upaya peningkatan kualitas benih kentang melalui aplikasi zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi NAA dan BAP terhadap pertumbuhan tunas kentang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari – Mei 2019 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi NAA tidak berpengaruh terhadap tinggi planlet, bobot planlet, panjang akar dan jumlah akar.  Penambahan aplikasi BAP tidak lebih baik dari perlakuan kontrol. Pada interaksi NAA dan BAP, respon jumlah akar tidak lebih baik dari kontrol.
Pertumbuhan Planlet Anggrek Papilionanthe hookeriana x Vanda limbata yang Diinokulasikan Trichoderma sp. pada Fase Aklimatisasi Ulinnuha, Zulfa; Farid, Noor
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 2 (2023): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i2.1265

Abstract

Anggrek termasuk dalam komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tahap aklimatisasi merupakan tahap yang menentukan keberhasilan proses adaptasi anggrek. Tujuan penelitian ini untuk pengetahui pengaruh Trichoderma sp. terhadap daya hidup dan pertumbuhan planlet pada tahap aklimatisasi. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor, yaitu dosis Trichoderma sp. dan konsentrasi bakterisida. Konsentrasi bakterisida berpengaruh terhadap persentase hidup planlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bakterisida 3 g/L dapat meningkatkan persentase hidup planlet hingga 87,50%. Dosis Trichoderma sp. 2,50 g berpengaruh pada peningkatan tinggi tanaman hingga 9,77 cm. Namun, dosis Trichoderma sp. dan bakterisida tidak berpengaruh terhadap jumlah akar, panjang akar, jumlah daun, dan bobot basah tanaman.
Respons Pertumbuhan Anggrek Cymbidium ensifolium terhadap Aplikasi Pupuk Amino-Age dan Benzyl Amino Purine (BAP) Ulinnuha, Zulfa
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.2055

Abstract

Anggrek Cymbidium adalah salah satu jenis tanaman hias yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga penelitian peningkatan pertumbuhan anggrek Cymbidium perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon anggrek Cymbidium terhadap berbagai konsentrasi pupuk Amino-Age dan BAP. Penelitian dilakukan di screenhouse Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada periode Februari hingga Mei 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair Amino-Age yang mengandung asam amino dan sitokinin (BAP) terhadap pertumbuhan vegetatif serta perbanyakan tanaman anggrek Cymbidium. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari empat tingkat konsentrasi pupuk Amino-Age (0 mL L-1, 1 mL L-1, 2 mL L-1, dan 3 mL L -1) serta tiga tingkat konsentrasi sitokinin (0 ppm, 150 ppm, dan 300 ppm). Variabel yang diamati meliputi waktu munculnya tunas baru, waktu munculnya daun baru, jumlah anakan, tinggi anakan, dan jumlah daun baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam amino mempengaruhi waktu munculnya tunas baru, waktu munculnya daun baru, dan tinggi anakan, sementara sitokinin (BAP) dan interaksi antara asam amino dan sitokinin (BAP) tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati. Perlakuan dengan pupuk Amino-Age pada konsentrasi 1 mL L-1 memberikan hasil terbaik untuk waktu muncul tunas dan daun baru, sementara konsentrasi 2 mL L-1 memberikan hasil terbaik untuk tinggi tanaman.