Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Infotech Journal

SPASIAL CLUSTERING POTENSI PETERNAKAN UNGGAS DENGAN METODE K-MEANS BERBASIS WEBGIS Eka Triyani; Sahid Agustian Hudjimartsu; Dewi Primasari
INFOTECH journal Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v8i2.2627

Abstract

Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki banyak peternakan. Peternakan besar mencakup sapi perah dan sapi potong; peternakan kecil mencakup kambing dan domba; dan peternakan unggas mencakup diantaranya ayam pedaging, dan ayam petelur. Keberadaan peternakan di Kabupaten Bogor tersebar di banyak kecamatan, tetapi masyarakat kurang mendapatkan informasi terkait wilayah-wilayah dengan tingkat potensi peternakan ungags, khususnya yang jumlah produksinya tinggi/meningkat. Melihat situasi di Kabupaten Bogor dengan tingkat potensi yang semakin meningkat maka diperlukan Sistem Informasi Geografis berbasis WebGIS untuk membantu pencarian data informasi potensi peternakan unggas pada suatu wilayah. Adapun analisis potensi pada penelitian ini menggunakan K-Means clustering dengan menghasilkan 3 cluster dengan kategori potensi cukup, kurang, dan lebih. Pada tahun 2018, potensi lebih peternakan unggas berada di kecamatan Nanggung, sedangkan pada tahun 2019 terdapat potensi lebih peternakan unggas di 12 kecamatan.
ANALISIS PERHITUNGAN INDIVIDU POHON MANGROVE PADA CITRA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) MENGGUNAKAN METODE LOCAL MAXIMA Trisna Mukti; Sahid Agustian Hudjimartsu; Erwin Hermawan
INFOTECH journal Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v9i2.6480

Abstract

Hutan mangrove merupakan komunitas tumbuhan pantai yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove, manfaat pohon mangrove yakni sebagai penghasil keperluan rumah tangga, penghasil keperluan industri dan penghasil bibit serta bahan baku suatu obat. Indonesia memiliki hutan mangrove yang luas mencapai 3.364.076 Ha, dengan luasnya area akan butuh waktu lama dan sumber daya cukup besar untuk dilakukan monitoring terhadap pengelolaan atau pendataan jumlah pohon sebagai inventarisasi, dibuatnya pengelolaan hutan bertujuan untuk memperoleh manfaat yang besar serta serbaguna dan untuk kemakmuran masyarakat Perhitungan jumlah pohon secara manual dinilai tidak efisien karena perlu menghitung satu persatu pada area tersebut, sehingga memerlukan banyak tenaga dan biaya. pesawat tanpa awak atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) merupakan salah satu teknologi untuk mendapatkan data citra atau data spasial. Teknologi UAV ini dapat menghasilkan foto udara dengan waktu yang cepat, dan biaya yang lebih murah. Tujuan dari penelitian ini Mengetahui hasil analisis dari otomatisasi pendeteksian pohon mangrove dengan metode Local Maxima. Hasil deteksi pohon menunjukkan pada ketinggian minimum 5 meter sebanyak 3929 pohon (ukuran window size 3.5) dengan hasil overall accuracy 0.780 dan 3390 pohon (ukuran window size 4) memperoleh overall accuracy 0.689. Sedangkan, pada minimum ketinggian 4 meter terdapat sebanyak 4134 pohon (ukuran window size 3.5) pohon dengan nilai overall accuracy 0.791 dan 3543 (ukuran window size 4) pohon terdeteksi memperoleh nilai overall accuracy 0.692.
ANALISIS PERHITUNGAN INDIVIDU PADA POHON PINUS MENGGUNAKAN METODE LOCAL MAXIMA DARI CITRA UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) Sinta Lestari; Erwin Hermawan; Sahid Agustian Hudjimartsu
INFOTECH journal Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v9i2.7101

Abstract

Salah satu sentra utama populasi hutan pinus Jawa Barat berada di Sukabumi yang terletak di beberapa kecamatan, diantaranya: Kec. Sagaranten, Kec. Bojong lopang, Kec. Jampang dan Kec. Pelabuhan Ratu yang pengelolaannya dilakukan di sejumlah kawasan hutan produksi. Teknologi yang efektif untuk melakukan monitoring pada sektor pekebunan adalah teknologi penginderaan jauh (remote sensing), seperti pesawat tanpa awak/drone atau UAV. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hasil perhitungan pohon pinus dari citra UAV menggunakan metode local maxima dan ratiogreen, serta menganalisa akurasi dari hasil perhitungan pohon pinus. Hasil penelitian pada kelas minimum 4 meter identifikasi jumlah pohon dengan metode local maxima terdapat 4.166 pohon. Sedangkan dengan mengkombinasi antara local maxima dan ratiogreen menghasilkan identifikasi sebanyak 4.011 pohon. Pada kelas minimum 3 meter, identifikasi jumlah pohon dengan metode local maximaterdapat 4.731 pohon, sedangkan dengan mengkombinasi antara local maxima dan teknik ratiogreen menghasilkan identifikasi sebanyak 4.540 pohon.
ANALISIS PERHITUNGAN INDIVIDU PADA POHON PINUS MENGGUNAKAN METODE LOCAL MAXIMA DARI CITRA UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) Lestari, Sinta; Erwin Hermawan; Sahid Agustian Hudjimartsu
INFOTECH journal Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v9i2.7101

Abstract

Salah satu sentra utama populasi hutan pinus Jawa Barat berada di Sukabumi yang terletak di beberapa kecamatan, diantaranya: Kec. Sagaranten, Kec. Bojong lopang, Kec. Jampang dan Kec. Pelabuhan Ratu yang pengelolaannya dilakukan di sejumlah kawasan hutan produksi. Teknologi yang efektif untuk melakukan monitoring pada sektor pekebunan adalah teknologi penginderaan jauh (remote sensing), seperti pesawat tanpa awak/drone atau UAV. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hasil perhitungan pohon pinus dari citra UAV menggunakan metode local maxima dan ratiogreen, serta menganalisa akurasi dari hasil perhitungan pohon pinus. Hasil penelitian pada kelas minimum 4 meter identifikasi jumlah pohon dengan metode local maxima terdapat 4.166 pohon. Sedangkan dengan mengkombinasi antara local maxima dan ratiogreen menghasilkan identifikasi sebanyak 4.011 pohon. Pada kelas minimum 3 meter, identifikasi jumlah pohon dengan metode local maximaterdapat 4.731 pohon, sedangkan dengan mengkombinasi antara local maxima dan teknik ratiogreen menghasilkan identifikasi sebanyak 4.540 pohon.