Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 ETM+ UNTUK PEMETAAN POTENSI ZONA MINERALISASI PADA IJIN USAHA PERTAMBANGAN EKSPLORASI PULAU WETAR Yanuarsyah, Iksal; Hermawan, Erwin
GEOMATIKA Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2013.19-2.200

Abstract

Pemetaan potensi sumber daya geologi pertambangan khususnya potensi mineral perlu dilakukan sebagai awal pengelolaan sumber daya pertambangan. Pemetaan ini perlu dilakukan terutama dalam tahapan eksplorasi pendahuluan, sehingga keberadaan lokasi dari kawasan-kawasan dapat diketahui. Integrasi citra Landsat 8 dan data geologi melalui pemrosesan citra dan SIG telah digunakan untuk pendeteksian area eksplorasi mineral. Penelitian ini berlokasi di Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi PT. Satria Fajar Intim di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. IUP Eksplorasi terbagi menjadi 4 lokasi kajian dan masing-masing dibagi menjadi 2 bagian yaitu Bagian Utara dan Bagian Selatan. Kegiatan penelitian dimulai dari pengumpulan data spasial (peta) dan non spasial (tabular) dari lokasi kajian. Secara spesifik, analisis citra Landsat dilakukan dengan menggunakan Crósta Technique untuk menentukan zona ubahan limonitik dan lempung. Analisis ini mengkaji nilai “eigen vector” dari hasil Principal Component Analysis (PCA) untuk kombinasi band 1, 3, 4, dan 5 (ubahan limonitik) dan kombinasi band 1, 4, 5, dan 7 (ubahan lempung). Tahapan selanjutnya adalah menentukan zona mineralisasi yang dilakukan dengan menggunakan penguatan dari hasil identifikasi kelurusan zona lemah (lineament). Berdasarkan hasil interpretasi citra Landsat dan analisis geologi (regional dan lineament, wilayah eksplorasi ini berprospek Emas (Au) yang terbagi masing-masing dalam 17 zona mineralisasi dengan luas mencapai 2.858,70 ha. Peta zona mineralisasi ini akan sangat membantu pihak IUP Eksplorasi dalam menentukan langkah selanjutnya agar rencana perusahaan dalam melakukan kegiatan eksplorasi detil, lebih terarah dan efisien.Kata Kunci: Landsat 8, Teknik Crósta, Analisis Komponen Utama, zona mineralisasiABSTRACTMapping potential geological resources, especially mineral potential, needs to be done because it is the initial of mining resources management. The mapping is important especially during the preliminary stage of exploration in order to identify the location and distribution of the regions. Integration of Landsat 8 ETM+ imageries and geological data through GIS and image processing techniques were used to identify the area on mineral exploration work. This research was located in a Mining Business License (IUP) PT Satria Fajar Intim at Wetar Island, Southwest Maluku Regency, Maluku Province. The exploration area was divided into four study locations, in two different regions - the northern part and the southern part. Analysis of the studies carried out, started from the collection of spatial and non-spatial data from the location of the study. Analysis of Landsat imagery was carried out by using Crósta Technique to determine the limonitics and clays zones. This analysis examines the eigen-vector value of Principal Component Analysis (PCA) for the combination bands 1, 3, 4, and 5 (limonitics) and combination bands 1, 4, 5, and 7 (clays). This process continued by identifying the mineralized zones using the sharpening of weak zone (lineament). Based on Landsat image interpretation supported with geological analysis (regional and lineament), the Exploration IUP area is prospected for Gold (Au) which is divided into 17 individual mineralized zones and covers an area of 2,858.70 ha. The location determination of this mineralized zone will greatly support the IUP Exploration and plays as important consideration so that the company plan can be more focused and efficient, for example in conducting further detailed exploration activities.Keywords: Landsat 8, Crósta Technique, Principal Component Analysis, mineralization zone
INTEGRASI DATA INDERAJA DAN DATA GEOLOGI UNTUK MENDUKUNG EKSPLORASI TAMBANG EMAS, Studi Kasus di Kabupaten Paniai Provinsi Papua yanuarsyah, iksal; Suwarno, Yatin
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.906 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2017.19-1.559

Abstract

ABSTRAKPemetaan potensi sumberdaya geologi pertambangan khususnya potensi mineral perlu dilakukan sebagai awal dalam pengelolaan sumberdaya pertambangan terlebih dalam tahapan eksplorasi pendahuluan. Penginderaan jauh (Inderaja) merupakan alat bantu yang merekam rona lingkungan bumi yang mampu menginterpretasi potensi eksplorasi mineral logam seperti emas. Dengan menggunakan data citra satelit, biaya eksplorasi akan lebih rendah, termasuk efisiensi dalam melakukan pemboran. Tujuan dari studi ini yaitu mampu mendeliniasi Jalur Alterasi dengan interpretasi citra satelit agar untuk mendukung kegiatan eksplorasi tambang lebih efektif dan efisien. Lokasi kajian berada di Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Propinsi Papua seluas 40.116 Ha yang merupakan lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi PT. Kotabara Mitratama (izin berdasarkan Keputusan Bupati Paniai No. 017 Tahun 2010). Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu metode konseptual dengan memanfaatkan faktor geologi yang berpengaruh pada terbentuknya endapan minera). Tahapan analisa dimulai dari pengumpulan data spasial (peta) dan non spasial (tabular), analisa interpretasi citra Landsat dan identifikasi kelurusan zona lemah (lineament) untuk menentukan zona mineralisasi. Berdasarkan hasil interpretasi citra Landsat dengan didukung analisa geologi untuk daerah IUP PT. Kotabara Mitratama berprospek Tembaga (Cu) dan Emas (Au) yang terbagi dalam 9 Zona Mineralisasi dengan luas mencapai 2.922,48 Ha (yang terdiri dari 8 zona mineralisasi primer seluas 2.208,83 Ha dan 1 zona mineralisasi aluvial seluas 713,65 Ha). Kata kunci: data inderaja, data geologi, eksplorasi emas  ABSTRACT Geological mapping of the mineral potential has to be done as the preliminary stages of mining exploration. Remote sensing is a common tool that used to records the earths environment through image interpretation such for gold mine potential exploration. By using satellite imagery data, will be lower exploration costs, including efficiency in drilling The aim of this study is to delineate alteration zone with satellite image interpretation to support mining exploration activities more effectively and efficiently. The study Located in Bogobaida District, Paniai Regency, Papua Province, covering an area of 40 116 hectares, in site case of Legal Mining Exploration Permit (IUP) PT. Kotabara Mitratama (Paniai Regent Decree No. 017 of 2010). The method used is utilizing conceptual geological factors that alleged the formation of mineral deposits. Stages of analysis starting from spatial data (maps) and non-spatial (tabular) collection, then Landsat satellite imagery interpretation and identification of weak zones straightness (lineament) due to define the mineralized zones. Based on the results of image interpretation with geological analysis in IUP PT. Kotabara Mitratama was prospected Copper (Cu) and gold (Au) which is divided into 9 Mineralization Zone with an area of 2,922.48 ha (consisting of 8 primary mineralized zone covering an area of 2,208.83 ha and 1 alluvial mineralized zone measuring 713.65 ha). Keywords: Remote sensing, geological data, gold exploration
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK ZONASI JALUR PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN KALIMANTAN BARAT Syawaludin Alisyahbana Harahap; Iksal Yanuarsyah
Jurnal Akuatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2691.47 KB)

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya ikan di laut semakin intensif dan daya jangkauan operasi penangkapan ikan oleh para nelayan semakin luas dan jauh dari daerah asal nelayan tersebut. Konflik sering terjadi karena tidak jelasnya wilayah pemanfaatan yaitu dapat melibatkan nelayan dalam satu daerah yang sama ataupun antara daerah yang satu dengan dengan daerah lainnya.Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam menghindari terjadinya konflik pemanfaatan adalah dengan mengendalikan perkembangan kegiatan penangkapan ikan melalui penerapan zonasi jalur penangkapan ikan di laut, berdasarkan Kepmentan No. 392 tahun 1999 tentang jalur-jalur penangkapan ikan.Wilayah studi adalah Perairan Kalimantan Barat yang merupakan salah satu fishing ground yang sangat berpotensi, terletak di Selat Karimata hingga Laut Cina Selatan dan berbatasan langsung dengan perairan Malaysia. Tujuan dari studi ini adalah untuk menggambarkan peta zona jalur penangkapan ikan di wilayah perairan Kalimantan Barat.Bahan dan data dalam studi ini berupa data spasial,data pasang surut dan Peraturan perundang-undangan yang terkait dengan zonasi jalur penangkapan ikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan SIGdengan teknikanalisis spasial.Visualisasi dalam bentuk peta jalur dalam Kepmentan No. 392 Tahun 1999mempunyai beberapa ketimpangan, antara lain yaitu: penentuan batas pulau pulau terluar yang masih rancu, terdapatnya karang-karang kering yang berpotensi menjadi batas wilayah serta penentuan jarak minimum antar titik tersebut, perairan pedalaman yang belum dibahas, daerah perbatasan antar negara yaitu bagian utara propinsi Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia, daerah ekosistem terumbu karang dengan kedalaman kurang dari 20 meter yang masuk dalam jalur I.Peta alternative dibuat memperbaiki ketimpangan tersebutmaka dibuat peta alternatif dengan mempertimbangkan parameter jarak dan kedalaman (isobath) disertai dengan beberapa asumsi dan pembatasan. Kata Kunci: Jalur Penangkapan Ikan, SIG, spasial, dan zonasi.
IDENTIFIKASI POLA PERUBAHAN URBAN SPRAWL MENGGUNAKAN CLOUD COMPUTING GOOGLE EARTH ENGINE BERBASIS WEB GIS (STUDI KASUS : KECAMATAN JONGGOL, JAWA BARAT) Disti Ayu Sadewa; Erwin Hermawan; Iksal Yanuarsyah
INFOTECH journal Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v7i2.1365

Abstract

Urban Sprawl merupakan fenomena yang terjadi akibat perkembangan kota yang semakin meluas ke wilayah pinggiran (sub-urban). Wilayah sub-urban yang masih tergantung kepada kota inti juga menjadi salah satu pemicu prosess urbanisasi yang terjadi diwilayah pinggiran tersebut. Kecamatan Jonggol saat ini mengalami banyak perubahan penggunaan lahan yang sangat signifikan, baik dari sector insfrastruktur dan pembangunan, membuat tingkat penggunaan lahan tidak sesuai dengan kemampuan lahan, daya dukung lahan dan peruntukkannya, sehingga terjadi perubahan penggunaan lahan yang tidak terartur atau terencana. Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah informasi yang didasarkan pada sistem kerja yang memasukkan, menganalisa, mengelola, memanipulasi, dan menganalisa data serta menjelaskan uraian. Proses Identifikasi Perubahan Pola Urban Sprawl Menggunakan Cloud Computing Google Earth Engine Berbasis Web GIS maka penataan informasi tersebut perlu dikemas dalam suatu sistem informasi geografis dengan menggunakan metode Land Surface Temperature dan Random Forest. Ditampilkan kedalam sebuah WebGIS.
DESAIN APLIKASI BANK DATA PERENCANAAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA IKSAL YANUARSYAH, JANTHY T. HIDAYAT
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.847 KB) | DOI: 10.33751/teknik.v22i1.3738

Abstract

Sistem informasi  geoportal bank data adalah sistem informasi potensi daerah berbasis GIS/spasial yang disajikan dalam menunjang e-Government. Aplikasi ini merupakan bagian dari website pemerintah kabupaten atau kota yang dengan mudah dapat diakses oleh masyarakat umum melalui internet. Sebelumnya data tentang informasi potensi daerah masih belum tersusun rapih dan efisien maka untuk mengatasi masalah ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa berinisiatif membuat sistem informasi  geoportal bank data. Sistem informasi  geoportal bank data  digunakan untuk mengolah dan menyajikan data dan informasi bank data kabupaten berbasis web dalam bentuk visualisasi spasial yang dapat mendukung terwujudnya perencanaan yang baik khususnya rencana pembangunan daerah di Kabupaten Sumbawa. Aplikasi ini dapat menampilkan peta interaktif  yang dibuat berdasarkan peta tematik setiap SKPD dan informasi statistik, export data ke pdf dan geojson, sehingga memudahkan untuk melihat potensi daerah tersebut. Aplikasi ini dibangun dengan software opensource menjadikan penghematan dalam penggunaan anggaran daerah.  Software Opensouce yang digunakan adalah diantaranya : PHP untuk programming serverside, Mysql untuk database, Leafletjs dan GeoPHP untuk pemetaan, Server Linux untuk sytem servernya diman fitur ini memberikan kemudahan dalam penggunaan aplikasi. Kata Kunci : Sistem Informasi,  Geoportal, Bank data,  opensource.
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS MENGGUNAKAN CLUSTER ANALYSIS DI KOTA BOGOR BERBASIS WEBGIS Lulu Lutfi Latifah; Sahid Agustian Hudjimartsu; Iksal Yanuarsyah
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.064 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol8.iss2.2022.760

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia terutama di Kota Bogor. Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas yang di peroleh dari Unit Laka Lantas Polresta Kota Bogor mengalami pergerakan yang fluktuatif. Pemanfaatan data kecelakaan juga masih kurang optimal. Hal ini menyebabkan sulitnya untuk mengetahui daerah yang memiliki tingkat kerawanan. Untuk mengatasi masalah tersebut pada Penelitian ini dibuat suatu analisis untuk menentukan daerah rawan kecelakaan lalu lintas dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis untuk memetakan sebaran lokasi. Metode yang digunakan untuk menganalisis daerah rawan kecelakaan adalah menggunakan Algoritma K-Means Cluster. Hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa tingkat kerawanan paling banyak terjadi dari tahun 2014-2019 berada di kecamatan tanah sareal di ruas jalan K.H. Sholeh Iskandar. Selain itu beberapa kejadian laka terjadi di jalan tikungan, persimpangan jalan, jalur keluar-masuk kendaraan. Hasil dari penelitian ini adalah peta daerah rawan kecelakaan lalu lintas yang ditampilkan dalam bentuk WebGIS.
Machine Learning XGBoost Method for Detecting Mangrove Cover Using Unmanned Aerial Vehicle Imagery Minati Minati; Iksal Yanuarsyah; Sahid Agustian Hudjimartsu
Jambura Geoscience Review Vol 5, No 2 (2023): Jambura Geoscience Review (JGEOSREV)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jgeosrev.v5i2.20782

Abstract

The mangrove ecosystem can be understood as a unique and different type of ecosystem that can benefit the surrounding ecosystem from the socio-economic and ecological perspective. The purpose of this study is to classify mangrove cover in Tanjung Lapin Beach, about 18.3 hectares, North Rupat District Bengkalis Regency, Riau Province, by applying machine learning XGBoost methods of UAV images by producing interpretations of mangrove cover in the research area. The use of machine learning with a high level of accuracy resulting from the XGBoost method is expected to help the availability of spatial data in identifying better mangrove forest cover. The data obtained from the orthomosaic results from the 3,500 tiles image is used as a reference for making sample points for the analysis process using the XGBoost method, with 224 sample points of mangrove objects visually recognized as training data. Regarding training data, the XGBoost method's iteration result obtained 99% overall accuracy and Kappa accuracy of about 0.98. It means the analysis process continues to the mangrove object cover detection stage. Based on the detection results, it was obtained about 11.9 hectares of mangrove forest cover (64% of the total study area). It has 68 sample points as test data used as an accuracy test tool from the detection results of mangrove objects, where an overall accuracy of 87% and kappa accuracy of 0.82 were obtained. This shows the successful use of the XGBoost method in identifying the mangrove's cover.
Utilizing Multimedia Technology in Digital Learning Content Development Tuharea, Jumiati; Yanuarsyah, Iksal; Nitin, Mahon; R, Muh Rafli; Jie, Lie; Jixiong, Cai
Journal International Inspire Education Technology Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/jiiet.v2i2.454

Abstract

The development of information and communication technology is growing rapidly. Many positive impacts are obtained, especially in the field of education. Teachers and students find it easy to do the learning process in the classroom. If they use technology in digital learning. Access to new knowledge, information from various parts of the world, learning methods that suit student needs, and others can be reached with just one tap of the finger. It is so easy to compete in this globalization era. One of them is by utilizing multimedia technology in the development of digital learning content, so that if utilized optimally, it will get great benefits. The results of content creation are more interesting and favored by the audience. The purpose of this research is to facilitate the development of digital learning content by utilizing multimedia technology as much as possible, so that learning objectives for students can be achieved properly and optimally. For example, by creating educational content about one of the learning materials on YouTube which contains direct explanation by the teacher in an interesting place. And the content is supported by features that are interesting and not boring. The method used in this research is quantitative method. Data obtained through distributing questionnaires to students. The questionnaire was created by utilizing Google form. The results of this study explain that utilizing multimedia technology properly in creating digital learning content will provide benefits for teachers and students in the learning process. The conclusion of this study is that the utilization of multimedia technology has a positive influence and provides space for teachers to provide digital learning content easily and creatively. The limitation of this study is that researchers only conducted research at the school or madrasa level which in fact requires the use of multimedia technology in learning.  
Spatial Analysis Model For Landslide Detection Using Relative Different NDVI (rdNDVI) Method Thought The Google Earth Engine Platform (Case Study: Sukajaya District, Bogor Regency) Nazar, Muarief Ahlun; Hermawan, Erwin; Yanuarsyah, Iksal
Jambura Geoscience Review Vol 6, No 2 (2024): Jambura Geoscience Review (JGEOSREV)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgeosrev.v6i2.23962

Abstract

This research utilizes the Google Earth Engine platform to detect landslides with relatively different NDVI (rdNDVI) methods. The purpose of the research is to improve our understanding of landslide analysis and detection, particularly those that occurred in Sukajaya district, Bogor Regency, Indonesia, on January 1, 2020. This research identifies vegetation changes associated with landslide likelihood using Sentinel-2A satellite image data available on Google Earth Engine. The results show that the rdNDVI method is effective in detecting landslides and can be used to determine areas that may be affected by landslides. This research also evaluates the accuracy of landslide detection by determining the threshold value to determine which areas are affected by landslides, by applying different slope values, the slopes used are slope 10, 15, 20, and 25. Comparing each slope results in a slope of 10 percent and a slope of 15 percent with 90% accuracy making the best accuracy compared to other slopes. The results of this research are expected to help the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Bogor Regency in managing landslides by conducting a careful and accurate analysis of areas that may be affected by landslides.
DESAIN APLIKASI BANK DATA PERENCANAAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA JANTHY T. HIDAYAT, IKSAL YANUARSYAH,
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v22i1.3738

Abstract

Sistem informasi  geoportal bank data adalah sistem informasi potensi daerah berbasis GIS/spasial yang disajikan dalam menunjang e-Government. Aplikasi ini merupakan bagian dari website pemerintah kabupaten atau kota yang dengan mudah dapat diakses oleh masyarakat umum melalui internet. Sebelumnya data tentang informasi potensi daerah masih belum tersusun rapih dan efisien maka untuk mengatasi masalah ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa berinisiatif membuat sistem informasi  geoportal bank data. Sistem informasi  geoportal bank data  digunakan untuk mengolah dan menyajikan data dan informasi bank data kabupaten berbasis web dalam bentuk visualisasi spasial yang dapat mendukung terwujudnya perencanaan yang baik khususnya rencana pembangunan daerah di Kabupaten Sumbawa. Aplikasi ini dapat menampilkan peta interaktif  yang dibuat berdasarkan peta tematik setiap SKPD dan informasi statistik, export data ke pdf dan geojson, sehingga memudahkan untuk melihat potensi daerah tersebut. Aplikasi ini dibangun dengan software opensource menjadikan penghematan dalam penggunaan anggaran daerah.  Software Opensouce yang digunakan adalah diantaranya : PHP untuk programming serverside, Mysql untuk database, Leafletjs dan GeoPHP untuk pemetaan, Server Linux untuk sytem servernya diman fitur ini memberikan kemudahan dalam penggunaan aplikasi. Kata Kunci : Sistem Informasi,  Geoportal, Bank data,  opensource.