Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PEMBIAYAAN MURABAHAH DAN MARGIN MURABAHAH TERHADAP RETURN ON ASSET BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA Tabrani, Tabrani
IHTIYATH : Jurnal Manajemen Keuangan Syariah Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 No.1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/ihtiyath.v6i1.3817

Abstract

This study aims to analyze the effect of financing on the profitability of Islamic commercial banks as proxied by the ROA ratio for the 2017-2021 period, and analyze the magnitude of the contribution of financing to the ROA of Islamic commercial banks. The analysis technique used in this research is descriptive quantitative and simple linear regression. The results show that financing has a positive effect on ROA of Islamic commercial banks. The contribution of financing to the ROA of Islamic commercial banks is 59.4%. Murabahah receivables provide the largest contribution to the ROA of Islamic commercial banks compared to mudharabah financing, musyarakah financing, ijarah financing, qard receivables, and istishna receivables.
Non-Performing Finance in Sharia Financial Institutions in Indonesia: A Case Study of BPRS Adeco (Aceh Development Corporation) Hidayah, Nur; Tabrani, Tabrani
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i1.11696

Abstract

High level of Non-Performing Finance (NPF) has become one of the risks faced by intermediary financial institutions, including Islamic banks. Indonesia’s Financial Authority found that NPF ratio of Islamic banks is relatively higher (4,12%) that one of the conventional banks (OJK, 2017). Literature indicates the influence of the bank’s internal and external factors on high NPF. This study aims to analyze the factors that influence the high level of NPF and its settlement and strategies to reduce the level of NPF in Sharia Rural Banking (BPRS/Bank Perkreditan Rakyat Syariah). Taking BPRS Adeco (Aceh Development Corporate) located in Langsa City District, Aceh, as a case study, this research takes a qualitative approach. Through a survey to 26 BPRS Adeco employees and semi-structured interviews with four employees, this study found three factors leading to an increase in the NPF ratio, namely weak bank’s financing risk management, changing economic conditions and regulations, and the conditions of customers who are vulnerable to socio-economic change. Tingkat Non-Performing Finance (NPF) yang tinggi telah menjadi salah satu risiko yang dihadapi oleh lembaga keuangan perantara, termasuk bank syariah. Otoritas Keuangan Indonesia menemukan bahwa rasio NPF bank syariah relatif lebih tinggi (4,12%) dibandingkan bank konvensional (OJK, 2017). Studi terdahulu menunjukkan pengaruh faktor internal dan eksternal bank terhadap NPF tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya level NPF dan solusinya, serta strategi untuk mengurangi tingkat NPF di Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS / Bank Kredensial Syariah). Penelitian ini menjadikan BPRS Adeco (Perusahaan Pembangunan Aceh) yang berlokasi di Kabupaten Kota Langsa, Aceh sebagai kasus, dengan menggunakan kualitatif. Melalui survei terhadap 26 BPRS Karyawan Adeco dan wawancara semi-terstruktur dengan empat karyawan, penelitian ini menemukan tiga faktor yang menyebabkan peningkatan rasio NPF, yaitu lemahnya manajemen resiko bank, perubahan kondisi dan regulasi ekonomi, dan kondisi konsumen yang rentan terhadap perubahan sosial ekonomi.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Tabrani, Tabrani; Afendi , Ahmad; Baitullah, Baitullah; Zamzami, Zamzami; Maspan, Maspan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35868

Abstract

Secara etimologi belajar berarti berusaha mengetahui sesuatu, berusaha memperoleh ilmu pengetahuan kepandaian dan keterampilan. Dalam praktiknya, belajar tidak hanya aktifitas tunggal yang melibatkan satu atau sekelompok orang yang sedang mencari ilmu saja, namun belajar adalah objek pendidikan atau lebih teknis-nya disebut sebagai peserta didik. Akan tetapi manusia juga dapat menempati posisi sebagai subjek pendidikan, yang disebut dengan pendidik. Oleh sebab itu, belajar dari segi proses meniscayakan adanya interkasi antara peserta didik dan pendidik, interaksi inilah yang disebut dengan pembelajaran yang memerlukan adanya sebuah cara dalam melaksanakan proses pembelajaran. Namun kata cara itu merupakan padanan dari bahasa Indonesia untuk kata metode, yang mana peristilahan itu perlu diketahui menurut pengertian ilmu pendidikan itu sendiri. Maka dalam dunia pendidikan memperkenalkan ada nya istilah “model” dan “model pembelajaran” sebagai penguat metode dalam aktivitas belajar, dengan harapan, bisa memberi tujuan yang jelas tentang apa yang akan dicapai, termasuk didalamnya apa dan bagaimana siswa belajar dengan baik serta cara memecahkan suatu masalah pembelajaran.