Afdal Muhammad Gafur
Universitas Sulawesi Barat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Kapasitas UMKM Gula Merah Aren melalui Pelatihan Digital Marketing Berbasis Praktik di Desa Saragian Afdal Muhammad Gafur; Jeppli Jeppli; Tiara Renata; Misma Santiani; Miranti Miranti; Yones Baso; Subhan Subhan; Mawar Nita; Ayu Anastasya; Fika Endriani; Muhammad Risky; Afita Sari; Sudirman Sudirman; Suriansyah Suriansyah; Rizka Aulia Safarni; Astina Astina; Erwin Erwin; Irfan Yusuf; Amalia Nurdin
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/9z4nam44

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan masih menghadapi berbagai kendala dalam memasarkan produk, terutama keterbatasan pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut juga dialami oleh pelaku UMKM gula merah aren di Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, yang masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan digital marketing sebagai media promosi dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan mitra, ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 25 pelaku UMKM gula merah aren. Materi pelatihan mencakup konsep dasar digital marketing, pemanfaatan media sosial, WhatsApp Business, marketplace, branding produk, fotografi produk, dan penyusunan konten promosi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator. Nilai rata-rata pemahaman konsep pemasaran digital meningkat dari 52,8 menjadi 90,4 (71,21%), pemanfaatan media digital meningkat dari 48,0 menjadi 86,4 (80,00%), sedangkan strategi promosi dan branding produk meningkat dari 44,8 menjadi 84,8 (89,29%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing efektif dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai media pemasaran sehingga berpotensi meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar produk gula merah aren.
Pelatihan Buku Kas Sederhana sebagai Upaya Penguatan Manajemen Keuangan UMKM Gula Merah Aren Desa Saragian Afdal Muhammad Gafur; Jeppli Jeppli; Tiara Renata; Misma Santiani; Miranti Miranti; Yones Baso; Subhan Subhan; Mawar Nita; Ayu Anastasya; Fika Endriani; Muhammad Risky; Afita Sari; Sudirman Sudirman; Suriansyah Suriansyah; Nur Fitriayu Mandasari; Rizka Aulia Safarni; Astina Astina; Erwin Erwin; Eni Novitasari
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/w4hqzn70

Abstract

Keterbatasan pemahaman mengenai pencatatan transaksi dan pemisahan keuangan usaha dengan keuangan pribadi masih menjadi salah satu permasalahan dalam pengelolaan usaha mikro. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan pencatatan keuangan sederhana pelaku UMKM gula merah aren di Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar. Program bertajuk ARENOVA dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan, praktik langsung, evaluasi, serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Juli 2026 dan melibatkan 25 pelaku UMKM. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik penyusunan buku kas, dan pendampingan. Evaluasi kuantitatif menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 15 soal pilihan ganda dengan tiga indikator kompetensi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata keseluruhan meningkat dari 51,47 menjadi 86,93, atau bertambah 35,47 poin sebesar 68,91%. Pemahaman konsep dasar literasi keuangan meningkat sebesar 34,40 poin, pemahaman pencatatan keuangan sederhana sebesar 33,60 poin, serta pemahaman perhitungan laba dan pengelolaan usaha sebesar 38,40 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator perhitungan laba dan pengelolaan usaha. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang mengombinasikan penyampaian materi, penggunaan contoh transaksi kontekstual, praktik buku kas, dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Pendampingan berkala tetap diperlukan untuk memastikan pengetahuan tersebut diterapkan secara konsisten dalam pengelolaan usaha.
Peningkatan Nilai Tambah Gula Aren Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Aren Di Desa Saragian Afdal Muhammad Gafur; Jeppli Jeppli; Tiara Renata; Misma Santiani; Miranti Miranti; Yones Baso; Subhan Subhan; Mawar Nita; Ayu Anastasya; Fika Endriani; Muhammad Risky; Afita Sari; Sudirman Sudirman; Suriansyah Suriansyah; Rizka Aulia Safarni; Astina Astina; Nurlaela Nurlaela; Riswar Riswar
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/rebat154

Abstract

Gula aren merupakan komoditas potensial yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi. Namun, pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Saragian masih terbatas pada gula cetak sehingga diperlukan inovasi melalui diversifikasi produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah gula aren menjadi sirup gula aren dan permen aren sekaligus mendorong terbentuknya pelaku usaha baru berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 14–15 Juli 2026 di Posko PPK ORMAWA ARENOVA, Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, dengan melibatkan 15 peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, evaluasi, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berisi 15 soal pilihan ganda serta observasi selama praktik. Hasil menunjukkan peningkatan nilai pemahaman diversifikasi dan mutu produk dari 53,33 menjadi 89,33, proses pembuatan sirup aren dari 64,00 menjadi 94,67, dan proses pembuatan permen aren dari 49,33 menjadi 84,00. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman pembuatan permen aren sebesar 70,27%. Pelatihan ini efektif meningkatkan pemahaman peserta dan perlu dilanjutkan melalui pendampingan mutu, pengemasan, pemasaran, serta pengelolaan usaha berkelanjutan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Desa Saragian secara berkesinambungan.