Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan peternak melalui pembuatan pupuk organik integrasi kakao-kambing Desa Tinambung Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Irmayanti Irmayanti; Suyono Suyono; Ruth Dameria Haloho; Ilham Ilham; Jisril Palayukan; Suriansyah Suriansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29970

Abstract

Abstrak Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui transfer teknologi embuatan pupuk organik merupakan upaya untuk memanfaatkan potensi bahan lokal sekitar yaitu kotoran ternak kambing. Pupuk adalah salah satu unsur strategis yang berperan dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari sistem usaha tani. Desa Tinambung memiliki potensi perkebunan seperti tanaman kakao dan peternakan kambing yang tinggi. Ketersediaan pupuk yang terbatas sehingga dilakukan upaya untuk beralih  kepenggunaan pupuk organik. Tujuan kegiatan ini untuk memanfaatkan potensi desa Tinambung dan memberikan dampak positif untuk masyarakat Desa Tinambung, utamanya dalam memanfaatkan limbah kotoran Kambing menjadi pupuk organik untuk menunjang ketersediaan pupuk bagi tanaman kakao sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman kakao. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode society parcipatory peningkatan wawasan dan keterampilan terhadap inovasi teknologi pengolahan limbah ternak dan  pembuatan pupuk organik berbasis kotoran hewan kambing, dan metode persuasive approach yaitu  penyuluhan  pemanfaatan  limbah kotoran kambing menjadi  produk  baru  yang  bermanfaat  seperti  pupuk organik kompos. Metode  kegiatan  dilakukan dengan  empat tahap,  yaitu  tahap survey, tahap penyuluhan,  pelatihan pembuatan  pupuk  organik, dan monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak sebesar 87,29% berdasarkan hasil pre test dan post test. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan ini telah membantu mitra menjadi lebih mandiri utamanya dalam menghadapi masalah pemanfaatan kotoran hewan kambing melalui pembuatan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas ternak. Program ini berhasil membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan pertanian organik, yang tercermin dari tingginya tingkat partisipasi dan kepuasan peserta. Kata kunci: pupuk organik; integrasi; kotoran kambing. AbstractThe implementation of community empowerment through the transfer of technology for producing organic fertilizer aims to utilize local resources, such as goat manure. Fertilizer is a strategic element that plays a significant role in enhancing plant productivity and is an integral part of farming systems. Tinambung Village has substantial potential in cocoa farming and goat husbandry. Due to the limited availability of fertilizer, efforts were made to transition to the use of organic fertilizers. This initiative aims to harness the potential of Tinambung Village and provide positive impacts for the community, especially by converting goat manure into organic fertilizer to support the availability of nutrients for cocoa plants and thereby increase cocoa production. The methods utilized in this activity include Society participatory method: enhancing awareness and skills in applying technological innovations for processing livestock waste and producing organic fertilizer from goat manure. Persuasive approach method: Educating the community on turning goat manure waste into valuable products, such as compost-based organic fertilizer. The activities were conducted in four stages: Survey stage, Education stage, Training on organic fertilizer production, Monitoring and evaluation stage. The results of the organic fertilizer production training showed an 87.29% increase in knowledge and skills among farmers, based on pre-test and post-test results. This indicates that the training successfully helped partners become more independent, especially in addressing the challenge of utilizing goat manure through the production of organic fertilizer to boost agricultural productivity. This program effectively raised community awareness about the importance of waste management and organic farming, as reflected in the high levels of participation and satisfaction among the participants. Keywords: organic fertiliser; integration; goat manure.
Penguatan Kapasitas UMKM Gula Merah Aren melalui Pelatihan Digital Marketing Berbasis Praktik di Desa Saragian Afdal Muhammad Gafur; Jeppli Jeppli; Tiara Renata; Misma Santiani; Miranti Miranti; Yones Baso; Subhan Subhan; Mawar Nita; Ayu Anastasya; Fika Endriani; Muhammad Risky; Afita Sari; Sudirman Sudirman; Suriansyah Suriansyah; Rizka Aulia Safarni; Astina Astina; Erwin Erwin; Irfan Yusuf; Amalia Nurdin
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/9z4nam44

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan masih menghadapi berbagai kendala dalam memasarkan produk, terutama keterbatasan pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut juga dialami oleh pelaku UMKM gula merah aren di Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, yang masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan digital marketing sebagai media promosi dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan mitra, ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 25 pelaku UMKM gula merah aren. Materi pelatihan mencakup konsep dasar digital marketing, pemanfaatan media sosial, WhatsApp Business, marketplace, branding produk, fotografi produk, dan penyusunan konten promosi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator. Nilai rata-rata pemahaman konsep pemasaran digital meningkat dari 52,8 menjadi 90,4 (71,21%), pemanfaatan media digital meningkat dari 48,0 menjadi 86,4 (80,00%), sedangkan strategi promosi dan branding produk meningkat dari 44,8 menjadi 84,8 (89,29%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing efektif dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai media pemasaran sehingga berpotensi meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar produk gula merah aren.
Pelatihan Buku Kas Sederhana sebagai Upaya Penguatan Manajemen Keuangan UMKM Gula Merah Aren Desa Saragian Afdal Muhammad Gafur; Jeppli Jeppli; Tiara Renata; Misma Santiani; Miranti Miranti; Yones Baso; Subhan Subhan; Mawar Nita; Ayu Anastasya; Fika Endriani; Muhammad Risky; Afita Sari; Sudirman Sudirman; Suriansyah Suriansyah; Nur Fitriayu Mandasari; Rizka Aulia Safarni; Astina Astina; Erwin Erwin; Eni Novitasari
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/w4hqzn70

Abstract

Keterbatasan pemahaman mengenai pencatatan transaksi dan pemisahan keuangan usaha dengan keuangan pribadi masih menjadi salah satu permasalahan dalam pengelolaan usaha mikro. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan pencatatan keuangan sederhana pelaku UMKM gula merah aren di Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar. Program bertajuk ARENOVA dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan, praktik langsung, evaluasi, serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Juli 2026 dan melibatkan 25 pelaku UMKM. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik penyusunan buku kas, dan pendampingan. Evaluasi kuantitatif menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 15 soal pilihan ganda dengan tiga indikator kompetensi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata keseluruhan meningkat dari 51,47 menjadi 86,93, atau bertambah 35,47 poin sebesar 68,91%. Pemahaman konsep dasar literasi keuangan meningkat sebesar 34,40 poin, pemahaman pencatatan keuangan sederhana sebesar 33,60 poin, serta pemahaman perhitungan laba dan pengelolaan usaha sebesar 38,40 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator perhitungan laba dan pengelolaan usaha. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang mengombinasikan penyampaian materi, penggunaan contoh transaksi kontekstual, praktik buku kas, dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Pendampingan berkala tetap diperlukan untuk memastikan pengetahuan tersebut diterapkan secara konsisten dalam pengelolaan usaha.
Peningkatan Nilai Tambah Gula Aren Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Aren Di Desa Saragian Afdal Muhammad Gafur; Jeppli Jeppli; Tiara Renata; Misma Santiani; Miranti Miranti; Yones Baso; Subhan Subhan; Mawar Nita; Ayu Anastasya; Fika Endriani; Muhammad Risky; Afita Sari; Sudirman Sudirman; Suriansyah Suriansyah; Rizka Aulia Safarni; Astina Astina; Nurlaela Nurlaela; Riswar Riswar
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/rebat154

Abstract

Gula aren merupakan komoditas potensial yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi. Namun, pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Saragian masih terbatas pada gula cetak sehingga diperlukan inovasi melalui diversifikasi produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah gula aren menjadi sirup gula aren dan permen aren sekaligus mendorong terbentuknya pelaku usaha baru berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 14–15 Juli 2026 di Posko PPK ORMAWA ARENOVA, Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, dengan melibatkan 15 peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, evaluasi, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berisi 15 soal pilihan ganda serta observasi selama praktik. Hasil menunjukkan peningkatan nilai pemahaman diversifikasi dan mutu produk dari 53,33 menjadi 89,33, proses pembuatan sirup aren dari 64,00 menjadi 94,67, dan proses pembuatan permen aren dari 49,33 menjadi 84,00. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman pembuatan permen aren sebesar 70,27%. Pelatihan ini efektif meningkatkan pemahaman peserta dan perlu dilanjutkan melalui pendampingan mutu, pengemasan, pemasaran, serta pengelolaan usaha berkelanjutan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Desa Saragian secara berkesinambungan.
Pendampingan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban dan Edukasi Higiene Sanitasi bagi Panitia Kurban Masjid Jami’ Nurul Mahmudah Kelurahan Lembang Kabupaten Majene Suriansyah Suriansyah; Marsudi Marsudi; Andi Citra Septaningsih; Nurlaili Dwi Ulfah; Sudirman Sudirman; Adryani Ris; Ruth Dameria Haloho; Muhammad Irfan; Sri Argo Pradanto; Irmayanti Irmayanti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/cfgrap21

Abstract

Hari Raya Iduladha merupakan momentum keagamaan yang identik dengan penyembelihan hewan kurban sehingga aspek kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan perlu diperhatikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan ante mortem dan post mortem serta kegiatan ini memberikan edukasi dan memperkuat pemahaman panitia mengenai higiene sanitasi dalam proses penyembelihan dan penanganan daging kurban. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Mei 2026 di Kelurahan Lembang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, melalui kerja sama Universitas Sulawesi Barat dan Dinas Peternakan Kabupaten Majene. Pemeriksaan dilakukan terhadap 20 ekor hewan kurban yang terdiri atas 15 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Hasil pemeriksaan ante mortem menunjukkan seluruh hewan (100%) dalam kondisi sehat, aktif, memiliki nafsu makan normal, dan memenuhi persyaratan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan post mortem terhadap organ hati, paru-paru, jantung, limpa, ginjal, saluran pencernaan, dan karkas menunjukkan kondisi normal tanpa ditemukan kelainan patologis maupun infestasi parasit. Edukasi terkait higiene sanitasi, kebersihan alat, penanganan karkas, dan pencegahan kontaminasi silang juga diberikan kepada panitia kurban. Kegiatan ini mendukung penyediaan daging kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).