Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Dekafeinasi Penurunan Kadar Kafein Kopi Arabika: Inovasi Dekafeinasi Kopi: Penurunan Kadar Kafein Kopi Arabika Tanpa Merubah Kualitas Melalui Metode Proses Air Swiss Yang Ramah Lingkungan A. Nur Farahdiba Suriadi; Rizka Aulia Safarni; Ayu Indayanti Ismail
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Minuman ini mengandung berbagai senyawa kimia kompleks, salah satunya kafein yang dapat meningkatkan aktivitas psikomotorik dan merangsang sistem saraf. Namun, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, sehingga perlu upaya pengurangan kadar kafein agar sesuai standar SNI dan EUFIC. Penelitian ini bertujuan menurunkan kadar kafein menggunakan larutan air bersuhu tinggi dengan tambahan arang aktif. Terdapat tiga tahapan, yaitu: penurunan kafein dengan variasi suhu perebusan (70°C, 80°C, 90°C) dan konsentrasi arang aktif (10%, 15%, 20%), proses dekafeinasi menggunakan metode Swiss Water Process, serta analisis kadar kafein, pH, asam klorogenat, dan cupping test. Hasil menunjukkan kadar kafein awal kopi arabika sebesar 1,49%. Dua perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 70°C dengan arang aktif 15% (A1B2) yang menurunkan kafein menjadi 0,72%, serta suhu 80°C dengan arang aktif 15% (A2B2) menghasilkan 0,79%. Asam klorogenat kontrol sebesar 1,28%, turun menjadi 1,06% pada A1B2 dan 1,10% pada A2B2. Nilai pH juga menurun dari 4,7 menjadi 4,3 (A1B2) dan 4,2 (A2B2).Kesimpulannya, perlakuan terbaik adalah A1B2 dengan hasil kafein 0,72%, asam klorogenat 1,06%, pH 4,3, dan skor cupping test 81,88
Diversifikasi Olahan Ikan Tuna melalui Pelatihan Pembuatan Dimsum di Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Majene Andi Marlisa Bossa Samang; Margaretha Hanna Tiffany; Syahmidarni Al Islamiyah; Rizka Aulia Safarni; A. Nur Farahdiba Suriadi; Indrastuti; Rizky Ariesty Fachrysa Halik
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i2.131

Abstract

Bonde Village, Pamboang District, Majene Regency, has abundant fisheries potential, particularly tuna. However, its utilization is still largely limited to fresh fish products, resulting in suboptimal added value. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of fishermen’s wives and housewives in processing local tuna into dimsum as an economically valuable food product. The program was implemented through several stages, including observation and information gathering, coordination with the local government, activity preparation, counseling and hands-on practice in tuna dimsum production, as well as monitoring and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results showed that the participants were enthusiastic and were able to independently practice the steps involved in producing tuna dimsum. In addition, participants’ knowledge and interest increased after the program. Their knowledge and understanding of the benefits of diversifying processed fishery products increased from 25% to 80%, their knowledge and understanding of hygienic tuna dimsum processing increased from 10% to 90%, and their interest in establishing a tuna dimsum business increased from 10% to 70%. Therefore, this community service program can be considered effective in improving participants’ knowledge and skills, while also having the potential to encourage the diversification of processed fish products and the development of household-based enterprises using local resources. Keywords: Product diversification; tuna; tuna dimsum; community service; household enterprise Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, memiliki potensi perikanan yang melimpah, khususnya ikan tuna, namun pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk segar sehingga nilai tambah produk belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan istri nelayan serta ibu rumah tangga dalam mengolah ikan tuna lokal menjadi dimsum sebagai produk pangan bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi dan pengumpulan informasi, koordinasi dengan pemerintah setempat, persiapan kegiatan, pelaksanaan penyuluhan dan praktik pembuatan dimsum, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu mempraktikkan tahapan pembuatan dimsum ikan tuna secara mandiri. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dan minat peserta setelah kegiatan, yaitu pengetahuan dan pemahaman terkait manfaat diversifikasi produk olahan perikanan meningkat dari 25% menjadi 80%, pengetahuan dan pemahaman proses pengolahan dimsum ikan secara higienis meningkat dari 10% menjadi 90%, serta keinginan untuk membuat usaha produk dimsum ikan meningkat dari 10% menjadi 70%. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta berpotensi mendorong diversifikasi olahan ikan dan pengembangan usaha rumah tangga berbasis potensi lokal. Kata kunci: Diversifikasi produk; ikan tuna; dimsum ikan; pengabdian masyarakat; usaha rumah tangga
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA MERAH DI DESA BETTENG, KECAMATAN PAMBOANG, KABUPATEN MAJENE Sudirman Sudirman; Astina Astina; Nurlaela Nurlaela; Rizka Aulia Safarni
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v14i1.1176

Abstract

Betteng Village is recognized as one of the centers of traditional household-scale palm sugar production. However, the development of this industry has not yet been optimal, as it faces various complex challenges, resulting in relatively slow progress. This study aims to determine alternative strategies for the development of household palm sugar industries in Betteng Village, Pamboang District, Majene Regency. The research method employed surveys, interviews, questionnaires, and literature studies. Data were analyzed using SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) and FAHP (Fuzzy Analytical Hierarchy Process). The analysis results indicate that the value obtained from the IFE matrix is 2.543, while the value of the EFE matrix is 2.599. The household palm sugar industry in Betteng Village is positioned in cell V, which reflects an average condition both internally and externally; therefore, the appropriate strategy is hold and maintain. Based on the SWOT analysis, 13 alternative strategies were formulated. The five main priority strategies for development are: enhancing palm sugar production capacity, creating secondary packaging accompanied by attractive and informative packaging design, providing entrepreneurship training for artisans, developing product diversification of palm sugar, and expanding marketing distribution channels through both offline and online platforms.
Penguatan Kapasitas UMKM Gula Merah Aren melalui Pelatihan Digital Marketing Berbasis Praktik di Desa Saragian Afdal Muhammad Gafur; Jeppli Jeppli; Tiara Renata; Misma Santiani; Miranti Miranti; Yones Baso; Subhan Subhan; Mawar Nita; Ayu Anastasya; Fika Endriani; Muhammad Risky; Afita Sari; Sudirman Sudirman; Suriansyah Suriansyah; Rizka Aulia Safarni; Astina Astina; Erwin Erwin; Irfan Yusuf; Amalia Nurdin
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/9z4nam44

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan masih menghadapi berbagai kendala dalam memasarkan produk, terutama keterbatasan pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut juga dialami oleh pelaku UMKM gula merah aren di Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, yang masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan digital marketing sebagai media promosi dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan mitra, ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 25 pelaku UMKM gula merah aren. Materi pelatihan mencakup konsep dasar digital marketing, pemanfaatan media sosial, WhatsApp Business, marketplace, branding produk, fotografi produk, dan penyusunan konten promosi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator. Nilai rata-rata pemahaman konsep pemasaran digital meningkat dari 52,8 menjadi 90,4 (71,21%), pemanfaatan media digital meningkat dari 48,0 menjadi 86,4 (80,00%), sedangkan strategi promosi dan branding produk meningkat dari 44,8 menjadi 84,8 (89,29%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing efektif dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai media pemasaran sehingga berpotensi meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar produk gula merah aren.
Pelatihan Buku Kas Sederhana sebagai Upaya Penguatan Manajemen Keuangan UMKM Gula Merah Aren Desa Saragian Afdal Muhammad Gafur; Jeppli Jeppli; Tiara Renata; Misma Santiani; Miranti Miranti; Yones Baso; Subhan Subhan; Mawar Nita; Ayu Anastasya; Fika Endriani; Muhammad Risky; Afita Sari; Sudirman Sudirman; Suriansyah Suriansyah; Nur Fitriayu Mandasari; Rizka Aulia Safarni; Astina Astina; Erwin Erwin; Eni Novitasari
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/w4hqzn70

Abstract

Keterbatasan pemahaman mengenai pencatatan transaksi dan pemisahan keuangan usaha dengan keuangan pribadi masih menjadi salah satu permasalahan dalam pengelolaan usaha mikro. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan pencatatan keuangan sederhana pelaku UMKM gula merah aren di Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar. Program bertajuk ARENOVA dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan, praktik langsung, evaluasi, serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Juli 2026 dan melibatkan 25 pelaku UMKM. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik penyusunan buku kas, dan pendampingan. Evaluasi kuantitatif menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 15 soal pilihan ganda dengan tiga indikator kompetensi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata keseluruhan meningkat dari 51,47 menjadi 86,93, atau bertambah 35,47 poin sebesar 68,91%. Pemahaman konsep dasar literasi keuangan meningkat sebesar 34,40 poin, pemahaman pencatatan keuangan sederhana sebesar 33,60 poin, serta pemahaman perhitungan laba dan pengelolaan usaha sebesar 38,40 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator perhitungan laba dan pengelolaan usaha. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang mengombinasikan penyampaian materi, penggunaan contoh transaksi kontekstual, praktik buku kas, dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Pendampingan berkala tetap diperlukan untuk memastikan pengetahuan tersebut diterapkan secara konsisten dalam pengelolaan usaha.
Peningkatan Nilai Tambah Gula Aren Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Aren Di Desa Saragian Afdal Muhammad Gafur; Jeppli Jeppli; Tiara Renata; Misma Santiani; Miranti Miranti; Yones Baso; Subhan Subhan; Mawar Nita; Ayu Anastasya; Fika Endriani; Muhammad Risky; Afita Sari; Sudirman Sudirman; Suriansyah Suriansyah; Rizka Aulia Safarni; Astina Astina; Nurlaela Nurlaela; Riswar Riswar
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/rebat154

Abstract

Gula aren merupakan komoditas potensial yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi. Namun, pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Saragian masih terbatas pada gula cetak sehingga diperlukan inovasi melalui diversifikasi produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah gula aren menjadi sirup gula aren dan permen aren sekaligus mendorong terbentuknya pelaku usaha baru berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 14–15 Juli 2026 di Posko PPK ORMAWA ARENOVA, Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, dengan melibatkan 15 peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, evaluasi, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berisi 15 soal pilihan ganda serta observasi selama praktik. Hasil menunjukkan peningkatan nilai pemahaman diversifikasi dan mutu produk dari 53,33 menjadi 89,33, proses pembuatan sirup aren dari 64,00 menjadi 94,67, dan proses pembuatan permen aren dari 49,33 menjadi 84,00. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman pembuatan permen aren sebesar 70,27%. Pelatihan ini efektif meningkatkan pemahaman peserta dan perlu dilanjutkan melalui pendampingan mutu, pengemasan, pemasaran, serta pengelolaan usaha berkelanjutan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Desa Saragian secara berkesinambungan.