Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KEPADATAN DAN POLA DISTRIBUSI MAKROALGA PADA DAERAH INTERTIDAL DI PERAIRAN PULAU PADEI LAUT, KECAMATAN MENUI KEPULAUAN, KABUPATEN MOROWALI, SULAWESI TENGAH Ricky, Ricky; Ramli, Muhammad; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 2: Mei 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i2.27055

Abstract

Makroalga merupakan kelompok alga multiseluler yang tubuhnya berupa talus yang tidak mempunyai akar, batang dan daun sejati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola distribusi makroalga di daerah intertidal di Perairan Pulau Padei Laut. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2020 bertempat di Perairan Pulau Padei Laut, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pengambilan sampel makroalga menggunakan metode transek kuadrat sepanjang 100 m tegak lurus garis pantai. Sampel makroalga yang terdapat di dalam transek kuadrat 1 x 1 m dihitung jumlah tegakan/rumpun per jenis.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kepadatan tertinggi terdapat pada kawasan lamun dengan nilai 7,73 ind/m2. Kepadatan terendah berada pada kawasan mangrove dangan nilai kepadatan 1,02 ind/m2. Pola distribusi makroalga berdasarkan analisis indeks morisita di Perairan Padei Laut bersifat mengelompok.Kata kunci : makroalga, Kepadatan, Pola Distribusi, Pulau Padei Laut
KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT SEDIMEN PADA KAWASAN PADANG LAMUN DI PERAIRAN KOLESE KOTA BAUBAU Indriyani, Rinda; Nurgayah, Wa; Ira, Ira
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29561

Abstract

Nutrien seperti nitrat dan fosfat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sumber daya hayati laut. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 di Perairan Kelurahan Kolese, Kota Baubau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase tutupan lamun,  kandungan nitrat dan fosfat dalam sedimem, serta hubungan kandungan nitrat dan fosfat dalam sedimen terhadap tutupan lamun. Tutupan lamun pada tiga stasiun pengamatan diambil menggunakan transek kuadrat.  Pengambilan data lamun sebanyak 3 kali ulangan pada setiap stasiun pengamatan. Sampel sedimen untuk mengukur nitrat dan fosfat sedimen diambil disemua  stasiun pengamatan. Hubungan kandungan nitrat dan fosfat pada sedimen terhadap persentase tutupan lamun diuji menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan kandungan nitrat dalam sedimen pada stasiun pengamatan berkisar 1,22-1,41 mg/L, sedangkan kandungan fosfat disedimen berkisar  0,052-0,067 mg/L. Tutupan lamun tertinggi ditemukan pada Stasiun I yaitu 64,1%, sedangkan tutupan lamun terendah pada stasiun II yaitu 22,8%. Terdapat hubungan yang kuat antara  kandungan nitrat dan fosfat terhadap persentase tutupan lamun, dengan nilai korelasi 0,800. Nilai determinasi regresi (R) sebesar 0,639 menunjukkan  kandungan nitrat dan fosfat memberikan pengaruh sebesar 63,9% terhadap persentase tutupan lamun dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan perairan lainnya.Kata kunci: Padang lamun,Fosfat, Nitrat, Sedimen, Kelurahan Kolese.
STUDI KEPADATAN BIOFOULING PADA DERMAGA KAYU DAN DERMAGA BETON DI TELUK KENDARI Alif, Akbar; Ramli, Muhammad; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 2: Mei 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i2.43188

Abstract

Biofouling (teritip) adalah hewan yang menghabiskan seluruh hidupnya di lingkungan perairan laut. Hewan ini dapat menempel pada hampir semua substrat yang ada diperairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan biofouling yang terdapat pada dermaga substrat kayu dan subtrat beton di Perairan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data menggunakan metode transek kuadran. Jenis biofouling yang ditemukan di Perairan Teluk Kendari pada tiang dermaga kayu yaitu Saccostrea cucculata dan Balanus sp.. Ditiang dermaga beton ditemukan jenis S. cucculata. Nilai rata-rata kepadatan pada dermaga kayu untuk jenis S. cucculata pada tiang bagian dalam 14,10 ind/m2 dan tiang bagian luar 19,20 ind/m2 dan untuk jenis Balanus sp. pada tiang bagian dalam nilai rata-rata kepadatan 0,35 ind/m2 dan tiang bagian luar dengan nilai 1,30 ind/m2. Nilai rata-rata kepadatan dermaga beton tiang bagian dalam yaitu jenis S. cucculata sebesar 49,85 ind/m2 dan pada tiang bagian luar 59,25 ind/m2. Kata Kunci : Biofouling, Kepadatan, Teluk Kendari
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON PADA SIANG HARI DI PERAIRAN TANJUNG WACUEA DAN PASI EA KABUPATEN BUTON UTARA Indira, Diva Safa; Ira, Ira; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47265

Abstract

Plankton merupakan sekelompok biota akuatik yang hidupnya melayang dan mengapung di kolom perairan. Perubahan yang terjadi pada suatu wilayah perairan dapat diketahui dengan melihat perubahan kelimpahan dan struktur komunitas zooplankton. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui stuktur komunitas zooplankton dan parameter lingkungan yang mempengaruhi kelimpahan zooplankton di perairan Tanjung Wacuea dan Pasi Ea, Kabupaten Buton Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode menarik plankton net tegak lurus garis pantai saat siang hari. Parameter yang diukur adalah : kecepatan arus, salinitas, pH, suhu dan oksigen terlarut. Komposisi jenis zooplankton yang ditemukan pada stasiun I memiliki persentase tertinggi dari kelas crustacea sebesar 79.2% dan persentase terendah dari kelas branchiopoda sebesar 1.9%. Pada stasiun II kelas crustacea memiliki persentase tertinggi sebesar 94.4% dan terendah dari kelas maxillopoda sebesar 5.6%. Kelimpahan zooplankton berkisar antara 38 ind/L – 114 ind/L. Indeks keanekaragaman zooplankton berkisar antara 1.08 – 1.43, indeks keseragaman berkisar antara 0.36 - 0.37 dan indeks dominansi bekisar antara 0.31 - 0.40. Struktur komunitas zooplankton di Tanjung Wacuea dan Pasi Ea menunjukkan nilai yang rendah. Parameter lingkungan yang mempengaruhi kelimpahan zooplankton adalah kecepatan arus dan suhu. Kata Kunci : Struktur komunitas, Zooplankton, Tanjung Wacuea, Pasi Ea
KOMPOSISI JENIS DAN SEBARAN FITOPLANKTON PADA KAWASAN HYDROTHERMAL NON-VULKANIK DI PERAIRAN LAUT DANGKAL TELUK KOLONO KABUPATEN KONAWE SELATAN Rahayu, Esti; S, Salwiah; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 3: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i3.47314

Abstract

Teluk Kolono secara administratif terletak di Kecamatan Kolono dan Kolono Timur yang mempunyai garis pantai ±54 km. Teluk Kolono memiliki energi panas bumi di dasar perairannya. Aktivitas perairan yang terjadi di sekitar panas bumi disebut dengan hydrothermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, kelimpahan jenis, sebaran fitoplankton, serta hubungan fitoplankton dengan parameter kualitas perairan melalui uji korelasi pada kawasan hydrothermal non-vulkanik perairan laut dangkal Teluk Kolono. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hydrothermal non-vulkanik pada bulan Desember 2022 dengan pembagian pengambilan sampel fitoplankton dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan parameter kualitas perairan juga dilakukan meliputi pengukuran suhu, salinitas, kecepatan arus, kecerahan, pH air, DO, nitrat, fosfat yang dilakukan secara in situ dan dilanjutkan pengamatan di laboratorium. Fitoplankton diamati menggunakan Sedgewick Rafter Counting Cell (SRC). Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan fitoplankton sebanyak 42 spesies, 28 genus dan 6 kelas. Komposisi jenis fitoplankton pada pusat hydrothermal 14% dari jenis Leptocylindrus sp. dan di luar pusat hydrothermal dari jenis Ceratium furca dengan persentase 70% dan 56 %. Kelimpahan jenis berkisar 4.000–11.704 Sel/L.Jenis yang ditemukan di setiap stasiun pengamatan adalah jenis fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae. Korelasi antara kualitas perairan terhadap komposisi jenis dan sebaran jenis menunjukkan korelasi sedang, lemah, dan tidak ada korelasi dengan salah satu parameter kualitas perairan. Kata Kunci : Fitoplankton, Hydrothermal, Komposisi Jenis, Sebaran, Teluk Kolono
PEMBUATAN SERO UNTUK PENINGKATAN HASIL TANGKAPAN BAGI NELAYAN DI DESA WAWOBUNGI KECAMATAN LALONGGASUMEETO KABUPATEN KONAWE Arsal, La Ode Muhammad; Kamri, Syamsul; Balubi, Abdul Muis; Nurgayah, Wa; Abdullah, Abdullah; Abidin, La Ode Baytul; Patadjai, Andi Besse; Bahtiar, Bahtiar
Bina Bahari Vol 3, No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v3i2.61

Abstract

Desa Wawobungi Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat melimpah, yang belum dimanfaatkan secara optimal, karena keterbatasan teknologi alat tangkap. Alat tangkap yang umum digunakan selama ini adalah pancing, rawai, dan jaring insang, yang diperasikan menggunakan perahu bermotor, dan biaya operasionalnya kurang ekonomis bagi nelayan setempat. Hasil tangkapan yang diperoleh pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga diperlukan alat tangkap ikan yang sederhana namun tetap menguntungkan bagi nelayan. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan solusi melalui program pengabdian kepada masyarakat, dengan memberikan bimbingan teknis pembuatan alat tangkap sero kepada nelayan. Beberapa keunggulan alat tangkap sero adalah mudah dioperasikan karena alat tangkap ini berupa perangkap pasif yang diletakkan di daerah pasang surut. Ikan memasuki perangkap sero sebanyak dua kali sehari setiap air surut. Dibandingkan dengan alat tangkap lain, nelayan harus pergi ke area fishing ground yang jauh dari wilayah pesisir, dan hasil yang diperoleh pun tidak optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode demonstrasi. Nelayan secara langsung dibimbing oleh tim pengabdian mempraktikkan teknik pembuatan sero, dan cara pengoperasiannya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan tradisional yang ada di Desa Wawobungi.
PELATIHAN PEMBUATAN HANDYCRAFT BERBAHAN DASAR LIMBAH CANGKANG MOLUSKA (KEONG DAN KERANG) DI DESA RANOOHA RAYA KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Fekri, Latifa; Ishak, Ermayanti; Asriyana, Asriyana; Nurgayah, Wa; Haya, La Ode Muhammad; Adimu, Hasan Eldin
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1551

Abstract

ABSTRACT Bivalves and gastropods are two classes in the mollusk phylum which have the largest number of species compared to other classes. Organisms in this class are protected by a thick coat called a shell made from CaCo3 (calcium carbonate). The flesh of these organisms is used as food, while the shells are thrown away and sometimes not used, until they accumulate and become waste. Processing of shell waste has been carried out to fulfill various people's lives, including in the pharmaceutical, food industry, agriculture and craft industries. Handicrafts utilize various shell shapes with beautiful colors to produce several valuable products. This activity was carried out to guide and improve the skills of female fishermen in making handicrafts made from shell shells. This community service activity was carried out in Ranooha Raya Village, Moramo District, South Konawe Regency, and involved a partner group, namely a group of fishermen women who were still productive. The results of the service activities are handicrafts in the form of women's accessories such as brooches, key chains and bracelets. Keywords: Handycraft, shellfish waste, Ranooha Raya Village.
Reproductive Biology of the Freshwater Clam Pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Marten 1897) (Bivalvia: Corbiculidae) in the Pohara River, Southeast Sulawesi, Indonesia Bahtiar, Bahtiar; Anadi, La; Nurgayah, Wa; Hamzah, Muhaimin; Hernawan, Udhi Eko
BIOTROPIA Vol. 28 No. 1 (2021): BIOTROPIA Vol. 28 No. 1 April 2021
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.0.0.0.623

Abstract

The freshwater clam, locally known as Pokea (Batissa riolacea var. celebensis, von Martens 1897; Bivalvia: Corbulidae), is a popular and widely consumed food in Kendari, Southeast Sulawesi. Despite its popularity, basic information required for conservation management, such as reproductive biology, is lacking. Hence, this study aims to examine the reproductive biology of the clam obtained from the Pohara River, Kendari, Southeast Sulawesi Province, Indonesia. Pokea samples were collected monthly from February 2012 to January 2013. Its reproductive biology, including sex ratio, stage of gonadal maturity, gonadosomatic index (GSI), fecundity, and size at first mature gonad for each sample, was recorded. Data were analyzed using the chi-square test and linear regression in the software package SigmaPlot v.6.0. The Pokea population in the Pohara River was male-biased. The population spawns throughout the year, with the peak spawning season occurring in August–September. Mature gonads were found at small shell sizes, indicating early sexual maturity. This gonadal development in Pokea, which might have been influenced by food availability, provides very relevant baseline information for the conservation of the Pokea population in the Pohara River.