Articles
Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permainan Sains
Kurniawati, Rini;
Mulyati, Mumun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.347 KB)
Usia dini disebut sebagai masa keemasan. Pertumbuhan dan perkembangan anak harus distimulasi dengan baik agar anak usia dini dapat mencapai perkembangan yang optimal. Salah satu perkembangan anak yang perlu distimuasi adalah perkembangan kognitif. Kemampuan kognitif adalah anak dapat berpikir, memahami, dan mengeksplor hal-hal disekitarnya. Permainan sains dipilih karena di dalamnya mengembangkan keterampilan anak dalam berpikir dan mengajak anak untuk mengenal konsep-konsep sains secara eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah permainan sains berpengaruh positif terhadap perkembangan kognitif anak selama belajar jarak jauh di masa pandemi. Metodologi penelitian yang digunakan merupakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi peneltian ini adalah anak usia 4-6 tahun di TK Nusantara, Wismajaya, Bekasi Timur yang berjumlah 38 anak. Data penelitian diperoleh dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Diperoleh kesimpulan bahwa permainan sains menyenangkan bagi anak dan berpengaruh positif terhadap perkembangan kognitif.
PERAN PENGASUHAN ORANGTUA TERHADAP PERILAKU ANAK USIA DINI: SURVEY PADA ORANGTUA DI SPS RENGGALI
Mumun Mulyati
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 4, No 01 (2021): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36670/alamin.v4i01.82
Peranan orang tua sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Orang tua dianjurkan untuk dapat mengikuti kegiatan parenting yang dilaksanakan dalam kegiatan sekolah satuan Pendidikan PAUD sejenis (SPS) Renggali agar anak dapat berkarakter baik dan berahlak mulia diperlukan para orang tua pembiasaan menerapkan pengasuhan Pendidikan yang baik untuk membentuk karakter anak. Para orang tua agar terlibat dalam kemampuan parenting. Namun realita yang ada di SPS Renggali menunjukan peran pengasuhan orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini masih kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengasuhan orang tua terhadap anak yang berpengaruh pada perilaku anak. Perilaku anak yang muncul ini selanjutnya membentuk karakter seorang anak. Penelitian dilaksanakan pada orangtua anak sekolah satuan Pendidikan paud sejenis (SPS) Renggali di Kelurahan Aren Jaya Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode survey. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peran pengasuhan orangtua dengan gaya otoriter memunculkan perilaku anak berupa perilaku suka marah-marah tanpa sebab, sering mengejek temannya, dan sebagian anak suka menyuruh meskipun tahu orangtuanya sedang sakit; 2) Peran pengasuhan dengan gaya demokratis memunculkan perilaku anak berupa sopan terhadap semua orang, mau bergaul dengan teman tanpa pilih – pilih, dan perhatian kepada orang tua atau saudara apabila sedang sakit; 3) Peran pengasuhan dengan gaya permisif memunculkan perilaku anak berupa tidak peduli dengan lingkungannya, lebih senang main games di HP daripada main dengan teman, tidak perduli ketika melihat ibu/ayahnya sakit. Hasil temuan dalam penelitian ini memberikan gambaran bahwa peran pengasuhan orangtua atau parenting sangat berpengaruh terhadap perilaku anak
Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan Dalam Menumbuhkan Peminatan Anak Usia Dini Terhadap Pelajaran
Mumun Mulyati
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51275/alim.v1i2.150
Dunia anak adalah dunia bermain, melalui bermain anak memperoleh pelajaran yang mengandung aspek perkembangan kognitif, sosial, emosi dan perkembangan fisik. Melalui kegiatan bermaindengan berbagai permainan anak dirangsang untuk berkembang secara umum baik perkembangan berpikir, emosi maupun sosial. Pendidikan anak usia dini (0 sampai 8 tahun) merupakan tempat belajar sekaligus bermain bagi anak-anak. Mereka diajarkan mengenal aturan, disiplin, tanggung jawab dan kemandirian dengan cara bermain. Anak juga diajarkan bagaimana mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya, berempati dengan temannya, tentunya juga berlatih bekerja sama dengan anak yang lain. Melalui kegiatan bermain yang mengandung edukasi, daya pikir anak terangsang untuk merangsang perkembangan emosi, perkembangan sosial dan perkembangan fisik. Setiap anak memiliki kemampuan dan ketertarikan bermain yang berbeda tergantung dari perkembangan anak. Dari permainan juga biasanya akan menimbulkan fantasi-fantasi besar oleh anak, dan tentu akan semakin menambah rasa ketertarikan anak pada mainan tersebut.
Persepsi Orang Tua Etnis Betawi Mengenai Pendidikan Tinggi Anak Perempuan (Studi Pada Masyarakat Betawi di Kelurahan Sudimara Jaya, Tangerang)
Mumun Mulyati
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i01.2272
Tulisan ini menyimpulkan bahwa orang tua pada etnis Betawi di Kelurahan Sudimara Jaya memiliki persepsi berbeda-beda tentang pendidikan tinggi bagi anak perempuannya. Beberapa perbedaan persepsi itu antara lain: 1) Menganggap pendidikan tinggi sangat penting, karena perempuan ketika sudah menikah dan memiliki anak, maka ibu menjadi “madrasah pertama” bagi anak-anaknya dan ibu yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas pula; 2) Menganggap tidak penting, karena mereka beranggapan bahwa anak perempuan ketika sudah menikah lebih fokus di rumah untuk menjadi ibu rumah tangga; 3) Meski banyak di antara orang tua Etnis Betawi mengharapkan pendidikan tinggi pada anaknya, tetapi banyak di antara mereka berada pada tingkat ekonomi lemah. Pada prinsipnya tulisan ini bertujuan untuk memotret fenomena nalar orang tua Etnis Betawi terkait dengan pendidikan tinggi bagi anak perempuan di kelurahan Sudimara Jaya Tangerang. Dalam analisanya, tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif perspektif sugiyono yang beranggapan bahwa peneliti tidak saja sebagai aktor di lapangan tetapi juga bisa menjadi subjek penelitian. Penelitian ini memang dirasa kurang sempurna maka dari itu perlu diadakan penelitian lanjutan paling tidak melalui penelitian ini memberikan gambaran bagaimana perspektif etnis Betawi menyangkut pendidikan tinggi bagi anak perempuan mereka. Sebuah penelitian yang menggambarkan fenomena sosial dalam perspektif ethnometodologi pada masyarakat Betawi.
Pembentukan Karakter Jujur Pada Anak Melalui Pembiasaan Sholat
Mumun Mulyati
Jurnal Alasma : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Alasma : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah
Publisher : STIT Muslim Asia Afrika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (835.417 KB)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan tentang masih kurangnya kemampuan keberagamaan anak dalam berbicara sopan khususnya dalam hal mendengarkan orang lain, sabar menunggu giliran bicara serta mengucapkan perkataan yang sopan pada anak . Tujuan penelitian ini adalah unt uk mengetahui apakah melaui metode pembiasaan dengan menjadikan pengalaman sebagai guru, menjadikan guru sebagai teladan, menjadikan terladan sebagai nasehat , menjadikan nasehat sebagai hukuman, menjadikan hukuman sebagai harapan , menjadikan harapan sebagai motivasi untuk merubah hidup kearah yang lebih baik Masalah penelitian ini adalah bagaimana membentuk karakter religious pada anak melalui pembiasaan sholat.. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa membentuk karakter religius pada anak melalui pembiasaan sholatsangat efektif dan efisien.di dalam sholat terdapat proses pembelajaran tentang kejujuran dengan adanya proses pengkombinasian antara ucapan dengan perbuatan atau antara pernyataan dengan kenyataan. Adanya proses pengkombinasian antara takbirotul ihram dengan mengangkat kedua belah tangan, ruku bahkan sujud. Sedangkan indicator kejujuran pada anak dapat terlihat pada anak pada saat bergaul dengan orang lain .hal itu merupakan bukti bahwa uca[pan salam di dalam sholat terkait dengan keselamatan orang lain
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN MODERASI DALAM PEMIKIRAN WAHBAH AL-ZUHAILI
Zamakhsyari Abdul Majid;
Mumun Mulyati
Almarhalah Vol 6, No 2 (2022): Almarhalah
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38153/almarhalah.v6i2.155
ABSTRACTThis paper aims to examine and analyze the problems education of Islamic moderation from the viewpoint of Wahbah al-Zuhaili's Tafsir al-Munir and al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu science. The focus of the study in this paper is to analyze the moderate thoughts of Wahbah al-Zuhaili in understanding Islam through Tafsir al-Munir. Wahbah al-Zuhaili as a Muslim intellectual who mastered various scientific disciplines and had a moderate perspective. Wahbah al-Zuhaili's thoughts on moderation in Islamic law through his work al-Fiqh al-Islamiy wa Adilatuhu. In the book of al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu, indicators of moderation in Islamic law are a) Flexibility in Islamic Law, b) Renewal in Islamic Law, c) Views in Schools. Keywords: Islamic Moderation, Wahbah al-Zuhaili
Tren dan Pengembangan Keterampilan Berpikir Komputasional Anak Usia Dini pada Abad 21: Perspektif Teoretis
Mumun Mulyati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4005
Computational Thinking (CT) sedang menjadi tren yang perlu dikembangkan sejak dini pada abad ke-21. Cara paling efisien untuk membuat anak memperoleh keterampilan ini dengan memasukkan CT ke dalam pendidikan K-12 atau kurikulum PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir komputasional pada anak usia dini dilihat dari perspektif teori. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review. Temuan menunjukkan masih banyaknya terjadi kesalahpahaman dalam mendefinisikan keterampilan CT. Kurangnya pengetahuan tentang CT adalah tantangan terbesar bagi sebagian besar guru anak usia dini mengidentifikasi secara akurat dalam proses pembelajaran anak sehingga masih sulit untuk diimplementasikan dalam PAUD. Hasil temuan juga menyimpulkan secara sederhana keterampilan CT adalah pemikiran logis, pemecahan masalah, penggunaan algoritme, pengkodean/pemrograman. Rekomendasi yang disampaikan adalah bukti empiris tentang keterampilan CT harus dipelajari, dikuasai dan dipahami terlebih dahulu ketika merancang pengalaman belajar yang efektif bagi guru PAUD dan calon guru.
Persepsi Orang Tua Etnis Betawi Mengenai Pendidikan Tinggi Anak Perempuan (Studi Pada Masyarakat Betawi di Kelurahan Sudimara Jaya, Tangerang)
Mumun Mulyati
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i01.2272
Tulisan ini menyimpulkan bahwa orang tua pada etnis Betawi di Kelurahan Sudimara Jaya memiliki persepsi berbeda-beda tentang pendidikan tinggi bagi anak perempuannya. Beberapa perbedaan persepsi itu antara lain: 1) Menganggap pendidikan tinggi sangat penting, karena perempuan ketika sudah menikah dan memiliki anak, maka ibu menjadi “madrasah pertama†bagi anak-anaknya dan ibu yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas pula; 2) Menganggap tidak penting, karena mereka beranggapan bahwa anak perempuan ketika sudah menikah lebih fokus di rumah untuk menjadi ibu rumah tangga; 3) Meski banyak di antara orang tua Etnis Betawi mengharapkan pendidikan tinggi pada anaknya, tetapi banyak di antara mereka berada pada tingkat ekonomi lemah. Pada prinsipnya tulisan ini bertujuan untuk memotret fenomena nalar orang tua Etnis Betawi terkait dengan pendidikan tinggi bagi anak perempuan di kelurahan Sudimara Jaya Tangerang. Dalam analisanya, tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif perspektif sugiyono yang beranggapan bahwa peneliti tidak saja sebagai aktor di lapangan tetapi juga bisa menjadi subjek penelitian. Penelitian ini memang dirasa kurang sempurna maka dari itu perlu diadakan penelitian lanjutan paling tidak melalui penelitian ini memberikan gambaran bagaimana perspektif etnis Betawi menyangkut pendidikan tinggi bagi anak perempuan mereka. Sebuah penelitian yang menggambarkan fenomena sosial dalam perspektif ethnometodologi pada masyarakat Betawi.
PETA PENCEGAHAN BULLYING PADA KEGIATAN MATSAMA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Arif Sirojul Mustafid;
Ratna Dewi;
Mumun Mulyati
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 1 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47466/hikmah.v20i1.262
AbstractBullying behavior has a great impact on Madrasah Ibtidaiyah (MI) students. The government has made various efforts to prevent bullying. But in fact, there are still bullying behaviors in schools. This study aims to map efforts to prevent bullying behavior in Matsama (Masa Taaruf Siswa Madrasah) activities at MI Sananul Ula. This type of research is qualitative. Data were obtained from observations and interviews. The subjects of this study were the head of the madrasah, teachers and students of the madrasah. After research, the development of a Matsama program oriented towards bullying prevention carried out at MI Sananul Ula Daraman Bantul Yogyakarta can be mapped into three parts. 1) doctrination, 2) rationalization and 3) evaluation. In the process, there is a process of selecting class leaders who also act as agents of change. AbstrakPerilaku bullying memiliki dampak yang besar bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pemerintah telah melakukan berbagai upaya pencegahan bullying. Namun nyatanya masih saja terdapat perilaku bullying di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan upaya pencegahan perilaku bullying pada kegiatan Matsama (Masa Taaruf Siswa Madrasah) di MI Sananul Ula. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Data diperoleh dari observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah kepala madrasah, guru dan siswa madrasah. Setelah dilakukan penelitian, pengembangan program Matsama yang berorientasi pada pencegahan bullying yang dilakukan di MI Sananul Ula Daraman Bantul Yogyakarta dapat dipetakan menjadi tiga bagian. 1) doktrinasi, 2) rasionalisasi dan 3) evaluasi. Dalam prosesnya, terdapat proses pemilihan ketua kelas yang juga bertindak sebagai agen perubahan.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN MODERASI DALAM PEMIKIRAN WAHBAH AL-ZUHAILI
Abdul Majid, Zamakhsyari;
Mulyati, Mumun
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2022): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38153/almarhalah.v6i2.24
This paper aims to examine and analyze the problems education of Islamic moderation from the viewpoint of Wahbah al-Zuhaili's Tafsir al-Munir and al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu science. The focus of the study in this paper is to analyze the moderate thoughts of Wahbah al-Zuhaili in understanding Islam through Tafsir al-Munir. Wahbah al-Zuhaili as a Muslim intellectual who mastered various scientific disciplines and had a moderate perspective. Wahbah al-Zuhaili's thoughts on moderation in Islamic law through his work al-Fiqh al-Islamiy wa Adilatuhu. In the book of al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu, indicators of moderation in Islamic law are a) Flexibility in Islamic Law, b) Renewal in Islamic Law, c) Views in Schools.