Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penyuluhan Pendidikan Peduli Lingkungan Melalui Pemilihan Jenis Sampah Bagi Siswa Sekolah Dasar Fifin Fitriana; Nurzaidah Putri Dalimunthe; Fitri Apriani; Sujadi Priyansah; Maulana Arif; Andesta Granitio Irwan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20932

Abstract

ampah merupakan salah satu permasalahan besar yang harus ditangani pemerintah dan masyarakat. Sampah dapat berasal dari sekolah. Tim pengabdian melakukan kegiatan Penyuluhan Pendidikan Peduli Lingkungan Melalui Pemilihan Jenis Sampah Bagi Siswa Sekolah Dasar yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilihan jenis sampah, dampak sampah, dan pengelolaan sampah yang baik. Tempat pelaksanaan kegiatan SD Negeri 12 Lubuk Besar melibatkan siswa kelas V sebanyak 15 orang dan siswa kelas VI sebanyak 15 orang. Metode dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dengan 3 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan kegiatan disimpulkan bahwa siswa SD Negeri 12 Lubuk Besar sangat antusias dan termotivasi mengikuti kegiatan. Kegiatan berjalan dengan lancar. Dari hasil pretest dan posttest didapat bahwa ada peningkatan pengetahuan yaitu dari hasil pretest 54 menjadi 81,67. Sedangkan untuk aspek keterampilan memilah sampah didapat hasil aspek identifikasi dampak sampah dengan nilai 85, memilah sampah B3 77,63, memilah sampah an organic 79,83, memilah sampah organic 81,33 dan identifikasi sumber sampah 83,1.Abstract: Waste is one of the significant problems that the government and society must address. Waste can come from schools. The community service team conducted an Environmental Care Education Counseling activity through Waste Type Selection for Elementary School Students, which aims to provide an understanding of the importance of choosing the type of waste, the impact of waste, and good waste management. The place for implementing the activities of SD Negeri 12 Lubuk Besar involved 15 fifth-grade students and 15 sixth-grade students. The method in this service is counseling with 3 stages, namely the planning, implementation, and evaluation stages. Based on the activity, it was concluded that the SD Negeri 12 Lubuk Besar students were enthusiastic and motivated to participate. The activity went smoothly. From the results of the pretest and posttest, it was found that there was an increase in knowledge, namely from the pretest result of 54 to 81.67. As for the skills aspect of sorting waste, the results of identifying the impact of waste with a score of 85, sorting B3 waste 77.63, sorting an organic waste 79.83, sorting organic waste 81.33, and identifying the source of waste 83.1.
HABITAT PREFERENSIAL TARSIUS BELITUNG (Cephalopachus bancanus saltator Elliot, 1910) Fitriana, Fifin; Prasetyo, Lilik Budi; Kartono, Agus Priyono
Media Konservasi Vol. 21 No. 2 (2016): Media Konservasi Vol. 21 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.178 KB) | DOI: 10.29244/medkon.21.2.174-182

Abstract

Belitung tarsier (Cephalopachus bancanus saltator) is an endemic species in Belitung Island from Cephalopachus genus. Existence of belitung tarsier in its habitat is now under threatened by deforestatition. Due to lack information about its habitat and as conservation effort, this research was tackled to reveal the characteristic of habitat preference of belitung tarsier. The aim of this study are to identify characteristic of habitat preference of belitung tarsier. This research was conducted in March until May 2016 at around Mount Tajam Protected Forest and plantation area. Presence of tarsiers were identified by direct observation, urine odor detection, identifying based tarsier habitat suitability and the local information. Chi-square and Neu methode was used to analyze the variable of habitat preference of belitung tarsiers. This research found that characteristics of habitat preference of belitung tarsier consisted of its homerange was prefer to dry land agricultural and shurb land cover type, not too tight canopy cover (Leaf Area Index /LAI value of 0,83-2,46), close to the edge of forest (0 -874 m), roads (0 – 3.698 m) and settlements (0-403 m), elevation range was between 1 -142 m asl, slope slightly (0-15%), temperature 24-25 0C and high rainfall (3.222 – 3.229 mm/year). Characteristic of habitat preference information could be considered to develop conservation action of belitung tarsier. Keywords: belitung tarsiers, habitat, habitat preference, tarsier  
ETNOZOOLOGI MASYARAKAT DESA BERUAS DAN DESA PUPUT KABUPATEN BANGKA TENGAH Fitriana, Fifin
Agriprimatech Vol. 5 No. 1 (2022): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v5i2.2644

Abstract

Pemanfaatan satwa liar banyak dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah masyarakat Desa Beruas dan Desa Puput yang berada di wilayah Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifiksi jenis satwa liar yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Beruas dan Desa Puput dan bagaimana bentuk pemanfaatnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November hingga bulan Desember 2021 di Desa Beruas dan Desa Puput Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah. Metode yang digunakan adalah snowball sampling yang meliputi survei pendahuluan dan penentuan informan, kemudian pengumpulan data primer melalui wawancara. Hasil penelitian diperoleh 10 jenis hewan yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dan terbagi dalam 7 kelas yaitu Malacostrata (1 jenis), Insecta (1 jenis), Amfibi (1 jenis), Reptil (3 jenis), Pisces (2 jenis), Clitellata (1 jenis) dan Mammalia (1 jenis). Dari segi pemafaatannya terbagi dalam 5 kategori pemanfaatan yaitu : hewan sebagai bahan obat (10), hewan untuk konsumsi (3), untuk hiasan (1), hewan peliharaan (6) dan jual beli (5)
SmartTourBabel: AI (Artificial Intelligence) Based Tourism System Development Model to Support Creative Economy and Sustainable Development in Bangka Belitung Altiarika, Eka; Hikmawati, Agci; Fitriana, Fifin; Sari, Winda Purnama
Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jtik.v11i1.2555

Abstract

Tourism has long been recognized as an economic sector that can have a significant positive impact on economic and social development at the global level. The World Tourism Organization (UNWTO) notes that the global tourism sector has experienced a significant increase from year to year, contributing to national income and job creation. Tourism is an important sector that supports economic and social development, both globally, nationally and locally. In Indonesia, especially the Bangka Belitung Islands, this sector has great potential to support the creative economy and sustainable development. To maximize this potential, innovation is needed through Artificial Intelligence (AI) technology, especially in developing tourist destination recommendation systems. This research aims to develop an AI-based tourism system in Bangka Belitung by utilizing recommendation system technology and deep learning. This system is designed to provide a more personalized and relevant tourism experience for users by integrating tourism data and tourist habits. The research method used involves developing an AI model using a machine learning approach, which combines content-based and collaborative recommendations. It is hoped that the results of this research can produce a Flutter-based Android application that provides accurate tourist destination recommendations, improves service quality, and supports sustainable creative economic growth in Bangka Belitung. This research contributes to the application of AI technology in the tourism sector which can improve tourist experiences and support sustainable development.
MODEL KESESUAIAN HABITAT ORANGUTAN KALIMANTAN (Pongo pygmaeus wurmbii, Linneaus 1760) DI SUAKA MARGASATWA SUNGAI LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH Fitriana, Fifin
Agroprimatech Vol. 5 No. 2 (2021): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v5i1.2079

Abstract

Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii) termasuk ke dalam flagship species danmerupakan satwa langka yang keberadaannya dilindungi sepenuhnya oleh perundang-undangan diIndonesia. Hal ini disebabkan karena ancaman terhadap habitat maupun populasi yang tinggi. SuakaMargasatwa Sungai Lamandau merupakan habitat orangutan kalimantan dan memiliki nilai pentingkarena merupakan lokasi pelepasliaran orangutan kalimantan rehabilitasi. Oleh karena itu, modelkesesuaian habitat orangutan kalimantan sangat diperlukan sebagai dasar untuk manajemen habitatorangutan di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau. Pemodelan kesesuaian habitat orangutankalimantan dilakukan dengan mengidentifikasi titik sarang orangutan kalimantan secara spasialterhadap faktor habitat yaitu jarak dengan sungai dan nilai NDVI (Normalized Difference Vegetation),dan faktor gangguan yaitu jarak dengan jalan dan jarak dengan desa. Hasil identifikasi dianalisismenggunakan Principal Componen Anayisis (PCA) kemudian diekstrapolasikan ke dalam bentukpeta. Model kesesuaian habitat orangutan kalimantan yang diperoleh adalah Y=(1,747xJarak denganSungai)+(1,747 xNilai NDVI)+(1,215xJarak dengan Jalan )+(1,215xJarak dengan Desa). Kesesuaianhabitat orangutan kalimantan dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas kesesuaian rendah 6311,70 haatau 7,88% dari keseluruhan luas lokasi penelitian, kelas kesesuaian sedang 52378,7 ha atau 65,46%dari keseleruhan luas lokasi penelitian dan kelas kesesuaian tinggi 21328,6 ha atau 26,65% darikeseluruhan luas lokasi penelitian. Validasi untuk tingkat kelas kesesuaian rendah 0%, kelaskesesuaian sedang 60,87% dan kelas kesesuaian tinggi 39,13%. Model kesesuaian habitatorangutan kalimantan dapat diterima dengan validasi 100% pada kelas kesesuaian sedang dan tinggi.
KAJIAN ETNOZOOLOGI MASYARAKAT DI DESA AIR MESU BARAT DAN CAMBAI INDUK, KABUPATEN BANGKA TENGAH Fitriana, Fifin
Agroprimatech Vol. 6 No. 1 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v5i2.2634

Abstract

Desa Air Mesu Barat dan Cambai Induk merupakan dua dari beberapa desa yang mengelilingi kawasan Taman Hutan Raya (TAHURA) Gunung Mangkol. Sejak dahulu, masyarakat di kedua desa ini memenuhi kebutuhan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar gunung tersebut. Salah satu sumber daya alam yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Air Mesu Barat dan Cambai Induk adalah satwa liar yang hidup di sekitar kawasan TAHURA Gunung Mangkol. Satwa liar tersebut biasa dimanfaatkan sebagai peruntukan mistis dan juga pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan satwa liar sebagai obat tradisional oleh masyarakat di Desa Air Mesu Barat dan Cambai Induk, serta mengetahui jenis satwa liar yang dimanfaankan dan bagaimana cara mengolahnya. Penelitian ini dilaksanakan pada 1 November 2021 sampai dengan 31 Desember 2021. Metode yang digunakan adalah snowball sampling yang meliputi survei pendahuluan dan penentuan informan, kemudian pengumpulan data primer melalui wawancara. Berdasarkan hasil wawancara, didapatkan total 14 spesies satwa liar dari 14 famili dan 6 Kelas, yaitu Reptil, Mammalia, Aves, Insecta, Malacostraca dan Pisces. Diantara 14 spesies tersebut, satu diantaranya dimanfaatkan sebagai peruntukan mistis dan sisanya dimanfaakan sebagai obat tradisional.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR PANTAI BERBASIS EDUSCIENCETOURISM UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SIP (SMART, INDEPENDENT, PRODUCTIVE) Rahmawati Mega, Iful; Cahyani Agustine, Putri; Fitriana, Fifin; Aulia, Bela; Putri Ramandani, Kania; Mua Suama, Afni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.190-197

Abstract

Masyarakat pesisir tinggal di daerah pantai di wilayah perairan. Dalam menjaga lingkungan sekitar perlu dukungan masyarakat pesisir sebagai komponen ekologi. Warga daerah pinggir pantai membutuhkan upaya yang teratur untuk memberi pengaruh dan mendorong perubahan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat pesisir yang sesuai dengan keunikan ciri khas sosial masyarakat pesisir, dengan mengacu pada aturan  masyarakat pesisir. Pemberdayaan pesisir dianggap berkelanjutan secara ekonomi jika wilayah pesisir mampu memproduksi barang dan jasa secara berkelanjutan dan gangguan ekstrem di berbagai sektor dapat menghancurkan produksi primer, sekunder, dan tersier dihilangkan. Salah satu provinsi Indonesia yang terletak di wilayah pesisir adalah provinsi Bangka Belitung. Provinsi ini dikelilingi oleh laut dan memiliki garis pantai sepanjang 800 km. Pemberdayaan masyarakat sekitar pantai harus bersifat terbuka, namun yang terpenting, pemberdayaan itu sendiri harus menyentuh sasaran kelompok masyarakat. Sehingga tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk pemberdayaan masyarakat pesisir pantai berbasis Edusciencetourism untuk mewujudkan masyarakat yang SIP (Smart, Independent, Productive)
ANALISIS SEBARAN DAN IDENTIFIKASI KONFLIK BUAYA DENGAN MANUSIA DI PULAU BANGKA Fitriana, Fifin
CONSERVA Vol 1 No 2 (2023): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v1i2.199

Abstract

Konflik manusia-satwaliar merupakan masalah yang berkembang di seluruh dunia. Di Indonesia, buaya merupakan satwaliar yang sering terlibat konflik dengan manusia, salah satu spesiesnya adalah buaya muara (Crocodylus porosus Schneider 1801). Buaya memiliki sifat predator oportunistik sehingga tidak menutup peluang manusia menjadi salah satu mangsa alternatif buaya muara ketika mangsa alami sudah berkurang bahkan habis di habitatnya. Di Pulau Bangka, habitat utama C. porosus semakin tergerus akibat dikonversi menjadi areal penambangan timah inkonvensional, perkebunan kelapa sawit skala besar, serta perumahan. Akibatnya, kasus penyerangan buaya muara terhadap manusia semakin masif. Studi ini difokuskan pada identifikasi konflik buaya dengan manusia di Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk memetakan sebaran konflik buaya dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab konflik buaya dengan manusia di Pulau Bangka. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan melakukan analisis spasial dan statistik deskriptif sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan pada kurun waktu 2020-2021 telah terjadi 20 konflik buaya dengan manusia di 19 lokasi yang berbeda meliputi Kota Pangkalpinang, Kab, Bangka, Kab. Bangka Selatan dan Kab. Bangka Barat. Faktor yang menyebabkan terjadinya konflik diduga karena adanya pertambangan timah yang menyebabkan meurunnya kualitas habitat alami, penurunan populasi mangsa, dan tingginya aktivitas manusia di daerah jelajah buaya muara. Sebanyak 60% lokasi kejadian konflik antara buaya dengan manusia terjadi dilokasi yang terdapat pertambangan, dan 40% tejadi di sungai, pelabuhan, dermaga, kolam budidaya ikan hingga ke perumahan