Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Akuntansi Biaya Produksi Untuk Usaha Makanan Ringan Rumahan Berbasis Komunitas Di Kelurahan Olak Kemang Ridwan, Muhammad; Kusumastuti, Ratih; Erwati, Misni; Lutfi, Lutfi; Maisyarah, Nyimas Dian
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/0wj1gx42

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan pada usaha camilan rumahan di Kelurahan Olak Kemang melalui pelatihan akuntansi biaya produksi dengan pendekatan berbasis komunitas. Banyak pelaku usaha mikro dan kecil masih mengandalkan metode tradisional dan tidak terstruktur dalam menghitung biaya produksi, sehingga menyebabkan ketidakakuratan dalam penetapan harga jual, penurunan daya saing, serta margin keuntungan yang terbatas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program ini memberikan sesi pelatihan, pendampingan, dan latihan praktis mengenai konsep dasar klasifikasi biaya, perhitungan penggunaan bahan baku, biaya tenaga kerja, alokasi overhead, dan penentuan harga pokok produksi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai cara mencatat, menghitung, dan menganalisis biaya produksi secara sistematis, yang berdampak pada peningkatan akurasi penetapan harga serta meningkatnya kesadaran terhadap pengendalian biaya. Selain itu, program ini memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha berbasis komunitas, sehingga tercipta sistem dukungan yang mendorong berbagi pengetahuan dan pemecahan masalah secara kolektif. Dengan meningkatkan kompetensi individu dan jejaring komunitas, inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan profitabilitas usaha, tetapi juga mendukung keberlanjutan pembangunan ekonomi lokal dalam jangka panjang.
Pemetaan Usaha UMKM Melalui Pencatatan dan Penilaian Kelayakan untuk Akses Modal di Kelurahan Olak Kemang Keuangan Kelurahan Berbasis Digital di Kantor Lurah Olak Kemang Kusumastuti, Ratih; Erwati, Misni; Lutfi, Lutfi; Sumarni, Sumarni; Maisyarah, Nyimas Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.849

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan dan keberlanjutan usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Olak Kemang melalui kegiatan pemetaan usaha secara sistematis, pencatatan keuangan, serta penilaian kelayakan sebagai dasar dalam mengakses permodalan. Banyak UMKM di wilayah tersebut menghadapi kendala dalam mengelola data keuangan dan menyiapkan dokumen penilaian kelayakan yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan, sehingga peluang untuk memperoleh tambahan modal menjadi terbatas. Kegiatan ini dilaksanakan melalui lokakarya partisipatif, sesi pendampingan, dan bantuan langsung dalam penerapan sistem pencatatan keuangan sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik usaha lokal. Selain itu, diperkenalkan pula kerangka evaluasi kelayakan untuk membantu para pelaku UMKM memahami indikator utama kesehatan keuangan, potensi pertumbuhan usaha, serta strategi manajemen risiko. Hasil program menunjukkan bahwa para peserta UMKM memperoleh peningkatan keterampilan dalam mendokumentasikan transaksi, menyusun laporan keuangan dasar, dan menganalisis kelayakan usaha. Proses pemetaan juga menghasilkan profil ekosistem usaha yang lebih jelas dan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah maupun lembaga keuangan dalam merancang skema pembiayaan yang tepat sasaran. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas manajerial para pelaku UMKM, tetapi juga mendorong inklusi keuangan dengan menjembatani kesenjangan antara usaha kecil dan akses terhadap pendanaan eksternal. Dengan demikian, inisiatif ini berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi masyarakat dan mendukung pengembangan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.
Grassroots Community Movement Towards New Province Formation and City Development in Jambi Province, Indonesia Karim, Navarim; Rohayati, Wahyu; Maisyarah, Nyimas Dian
Journal of Governance and Public Policy Vol. 13 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgpp.v13i1.27198

Abstract

This research aims to analyze the movement, discursively constructed by grassroots communities, regarding the need for new regional development that is more socially, economically, and politically accommodating, currently administratively located in Jambi Province. This research employs a mixed-methods approach to gather and analyze the data. The results show that grassroots communities have a dominant discourse on the creation of new provinces and on city development. It is based on considerations of public service and governance effectiveness, strengthening regional autonomy, and advancing local democracy through community empowerment. Secondly, social media plays a vital role in vocalizing the discourse on the formation of a new province and development. Third, despite a discourse on city development and the creation of new provinces, this study found that there are decentralization dilemmas and socio-cultural challenges associated with the separation and unification of several districts with different cultural roots. This study concludes that although this movement is within a deconcentration dialectic, revealing persistent structural and cultural challenges, it strongly affirms the consciousness and efforts to radicalize an autonomy and democratic strengthening that is centralized at the grassroots level. Therefore, within the dialectic of decentralization, this highlights the importance of policymakers maintaining inclusive dialogue and incorporating public will, as the group most impacted by development policies.