Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DETEKSI PENYAKIT TANAMAN APEL BERDASARKAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN BROAD LEARNING SYSTEM (BLS) Sandora, Risan; Hidayat, Asep Toyib; Intan, Bunga; Daulay, Nelly Khairani
JUTIM (Jurnal Teknik Informatika Musirawas) Vol 11 No 1 (2026): JUTIM (Jurnal Teknik Informatika Musirawas) Maret
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jutim.v11i1.2950

Abstract

This study applies the apple leaf disease classification method by combining the ResNet50 architecture as a feature extractor and the Broad Learning System (BLS) as a classifier. The developed system is used to identify five classes of apple leaf diseases, namely Apple scab, Black rot, Cedar apple rust, Healthy and Powdery mildew. The dataset used is 3,298 apple leaf images consisting of 630 Apple Scab images, 621 Black Rot images, 275 Cedar Apple Rust images, 1,645 Healthy images, and 127 Powdery Mildew images. The ResNet50 architecture is able to produce informative image feature representations so that the visual characteristics of each class can be optimally utilized by the BLS algorithm in the classification process. The results of testing the proposed model produce excellent performance of 97%. In addition, the precision, recall and F1-score also each reached 97%, indicating that the model is able to classify accurately and consistently across all classes of apple leaf diseases. Thus, the hybrid method of ResNet50 and BLS has been proven effective and has the potential to be developed as a support system for automatic identification of apple leaf diseases.
PEMANFAATAN JARINGAN KOMPUTER KEPADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH LUBUKLINGGAU Irvai, Muhammad; Intan, Bunga; Daulay, Nelly Khairani; Susanto, Susanto; Santoso, Budi; Rizki, Fido
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 2 No 2 (2023): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v2i2.2992

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pemanfaatan jaringan komputer di SMA Muhammadiyah Lubuklinggau. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut siswa memiliki kompetensi di bidang jaringan komputer sebagai bekal menghadapi dunia digital dan dunia kerja. Namun, keterbatasan fasilitas, minimnya tenaga ahli, serta rendahnya pemahaman siswa menjadi kendala utama dalam proses pembelajaran.Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk workshop yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar jaringan komputer, pengenalan perangkat jaringan, serta praktik konfigurasi Mikrotik dan Bridge Network. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian teori, demonstrasi, dan praktik langsung oleh peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam instalasi dan konfigurasi jaringan komputer. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi selama pelatihan berlangsung. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kompetensi siswa di bidang teknologi informasi serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan perkembangan teknologi di masa depan.
IN HOUSE TRAINING (IHT) GURU SMP IT AL QUDWAH MUSI RAWAS Rusdiyanto, Rusdiyanto; Martadinata, A. Taqwa; Elmayat, Elmayat; Nurdiyansyah, Deni; Daulay, Nelly Khairani
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 2 No 2 (2023): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v2i2.2993

Abstract

Kegiatan In House Training (IHT) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran modern. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut pendidik untuk mampu beradaptasi dengan metode pembelajaran inovatif serta pemanfaatan media digital. Namun, masih terdapat berbagai permasalahan seperti keterbatasan pemanfaatan teknologi, kurangnya pemahaman terhadap kebijakan pendidikan, serta belum optimalnya kolaborasi antarpendidik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah, diskusi, simulasi, dan praktik langsung. Materi yang diberikan meliputi penguatan kompetensi pedagogik, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum. Evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi, motivasi, serta kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. Dengan demikian, kegiatan IHT diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.